NovelToon NovelToon
Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: sendi andriyani

Novel ini mengandung bawang🤧 siapkan tissu terlebih dahulu.

"Pernikahan kita terjadi karena kesalahan, jadi jangan berharap aku akan mencintaimu!" Dimas Fahrian.

"Aku memang bukan istri Dimas, tapi akulah yang selalu Dimas prioritaskan!" Sila Derkain.

"Akulah istri rasa simpanan." Renata Lusiana.

"Dan aku yang akan meratukan mu, Renata!" Reza Argantara.

Pernikahan yang terjadi karena kesalahan satu malam yang mengharuskan Dimas menikahi Renata tanpa rasa cinta, karena hati nya telah berpaut pada wanita lain.

Apakah Renata bisa mempertahankan rumah tangga nya bersama Dimas atau memilih pergi dan membangun hidup baru dengan orang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sendi andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 IRS

Pagi harinya, Renata berdiri di depan gerbang kost an nya, seperti biasa dia akan menunggu Dimas menjemputnya. Tapi, sudah pukul sembilan pria itu tak kunjung datang juga, padahal kelas akan di mulai sebentar lagi. Dengan gelisah, Renata terus menatap jam di pergelangan tangan nya. 

Hingga akhirnya dia putus asa dan memutuskan berangkat menggunakan ojek online saja. Setelah di kampus, Renata berlari ke kelas karena kelas nya akan di mulai limat menit lagi. Dia berlari sekuat tenaga dan sampai di kelas tepat waktu, tapi ada yang aneh. 

Tempat duduk yang biasa nya Sila duduki di samping kursi nya kini di tempati Reza, dan kursi yang biasa nya di duduki Reza kini di huni oleh Sila yang duduk merapat dengan Dimas, tanpa jarak.

"Eehh Re, tumben telat?" Tanya Reza saat Renata berjalan mendekat setelah menetralkan nafas nya yang tersengal karena berlari. 

"Sorry Re, tadi pagi gue jemput Sila di apartemen nya." Ucap Dimas santai seolah tanpa dosa. 

"Seenggaknya kalo Lo gak bisa jemput, ngomong. Punya ponsel kagak? Bisa ngetik kagak? Atau Lo gak punya pulsa, apa salahnya miscall nanti gue balik telpon, gak kayak gini caranya Dimas!" Entah kenapa Renata tiba-tiba saja merasa marah dengan ucapan Dimas, padahal selama ini dia belum pernah marah atau meninggikan suara nya di depan pria itu. 

Tapi kali ini entah kenapa Renata benar-benar marah, Renata sendiri tak tahu apa alasan kenapa dia sangat marah pada pria itu. 

"Ya sorry, gue lupa Re." 

Renata diam saja tak menjawab, dan memilih membuka bukunya. Itulah Renata, jika dia sedang kesal, buku adalah pelarian nya. Gabut nya orang pinter emang beda!

Reza memperhatikan wajah Renata dari samping, cantik dan nyaris sempurna. Hati nya selalu saja berdebar tak karuan jika dia berdekatan dengan Renata, bahkan kemarin setelah mengantar Renata pulang, Reza tak bisa tidur semalaman karena terbayang wajah Renata, apalagi saat gadis itu memeluk nya dengan mesra. Untung saja jantung nya tak melompat keluar dari tempatnya kemarin. 

Kelas pun di mulai, Renata mencoba fokus dengan materi yang di jelaskan oleh dosen, tapi tetap saja amarah masih menguasai nya, hingga membuatnya kena teguran. 

"Renata, jangan melamun!" Ucap dosen itu tegas, membuat lamunan Renata buyar seketika. 

Reza tahu alasan Renata kurang fokus mengikuti kelas, siapa lagi penyebab nya kalau bukan Dimas. Tapi dia hanya berpura-pura seolah dia tak tahu apapun. 

"Maaf Pak, saya akan lebih fokus lagi." Jawab Renata. 

Singkatnya, kelas pun berakhir dan hanya ada satu kelas hari ini. Renata buru-buru pergi ke kantin, dia akan makan mie ayam favorit nya terlebih dahulu sebelum pulang. 

Tapi sial, Sila dan Dimas malah ikut lalu duduk berdempetan di kursi panjang yang berhadapan langsung dengan nya.  Tapi tak lama, Reza juga datang dengan membawa tas di punggung nya.

"Re, gue minta maaf." Ucap Dimas merasa bersalah pada Renata karena membuat gadis itu menunggu dan hampir saja terlambat. 

"Za, mau makan apa?" Tanya Renata pada Reza yang baru saja duduk di sampingnya.

"Gue mie ayam bakso aja, pedes ya." 

"Oke, gue pesenin dulu." Jawab Renata lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Dimas, bahkan tak menawari nya sama sekali. 

"Re, tunggu gue belom pesen." Ucap Sila, tapi Renata sudah pergi jauh dan tak mendengar ucapan Sila. 

"Punya kaki kan? Pesen sendiri sana, nyusahin aja!" Sindir Reza pada Sila, membuat Dimas mendelik. 

"Biasa aja kali Za, gitu amat Lo sama Sila." 

Reza tak menjawab lagi, dia hanya mendengus lalu memalingkan wajah nya dari Sila dan Dimas. 

Tak lama, Renata datang kembali dengan wajah datar nya lalu duduk di samping Reza lagi. 

"Re, gue gak ngerti tugas yang di kasih Pak Bram deh, susah banget." Keluh Reza. 

"Ini tugas individu, bukan kelompok. Kerjain aja sendiri, punya otak kan? Pake buat mikir!" Jawab Renata dengan sindiran yang membuat Dimas merasa tersindir. 

"Re, gue minta maaf sama Lo. Ya gue tahu, gue salah gak bilang dulu." Lagi-lagi, Renata tak menghiraukan permintaan maaf Dimas. Dia memilih bermain ponsel, berselancar di media sosial dan memposting beberapa poto dirinya. 

Tak perlu waktu lama, dua mangkuk mie ayam bakso dengan sedikit kuah merah merona tersaji di depan mata, Renata langsung melahap nya dengan cepat. Begitupun Reza, membuat Dimas dan Sila menelan ludah nya. 

"Re, pulang sama gue ya ada yang mau gue omongin." 

"Gue sama Reza aja!" Tegas Renata lalu melirik Reza yang nampak terkejut hingga tersedak. Jarang-jarang lho Renata menolak tawaran Dimas untuk pulang bareng dan memilih pulang bersama nya. 

"Minum Za." Renata menyodorkan segelas teh tawar hangat pada Reza dan menepuk-nepuk tengkuk nya agar batuk nya mereda. 

"Makasih Re." Ucapnya pelan. 

"Re, ayolah jangan lama-lama marah nya." Bujuk Dimas, tak peduli dengan wajah asam perempuan di samping nya yang sudah menunjukan wajah asam. 

"Cabut aja yok Za, udah selesai kan makan nya?" Tanya Renata setelah melihat Reza melipat sendok dan garpu, mie ayam di mangkuk juga tinggal kuah nya saja. 

"Udah, tinggal bayar aja nih. Gue atau Lo yang bayar? Ada bonus dari Mami nih." 

"Yaudah, Lo aja ya besok gue yang bayar." Jawab Renata sambil memasukkan buku-buku ke dalam tas nya. 

"Asyiap, gue ke bibi nya dulu, Lu tunggu bentar." Reza pun pergi membayar mie ayam ke penjual nya. 

"Re.." panggil Dimas lagi, tapi Renata hanya menatap mata Dimas dengan tajam, begitupun pada Sila. 

"Sekarang gue tahu, kenapa Mami Erika bilang gue gak usah deket-deket sama dia, ternyata ini alasan nya. Daebak, selamat ya Lo udah menunjukan kualitas Lo, bermuka dua!" Ucap Renata lalu pergi meninggalkan kedua nya. 

"Maksudnya apa ya? Siapa yang bermuka dua?" Tanya Dimas, Sila nampak gelagapan. 

"Gak tahu, Rere sensian banget ya. Apa dia lagi Dateng bulan ya?" 

"Masih tanggal tiga belas, biasanya Rere mentruasi nya di penghujung bulan." Jawab Dimas, dia tahu benar kapan Renata akan datang bulan, karena dia yang selalu membelikan macam-macam makanan pedas untuk mengembalikan mood gadis itu. 

"Tahu bener ya kamu?"

"Tahu lah, aku sama Rere udah temenan lama. Baru kali ini dia keliatan marah banget." 

Di luar, Renata dan Reza baru saja pergi. Renata memeluk pinggang Reza dengan erat, juga menyandarkan dagu nya di pundak pria itu, seperti kemarin. Beda nya, Renata menangis saat ini. 

"Jangan nangis dong, Re!" 

"Dari mana Lu tau gue nangis, Za?" 

"Kemeja gue basah nih. Jadi, mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" Tanya Reza. 

"Bawa gue ke tempat yang bisa buat gue tenang, Za." 

"Okey, gue tahu harus kemana." Jawab Reza, dia pun mengemudikan motor nya ke sebuah taman bunga yang nampak sangat sejuk. 

Renata turun dan berjalan pelan, dia tersenyum manis, banyak kumbang beterbangan dan hinggap di putik bunga yang nampak cantik. 

"Bagus kan? Gue kalo lagi kesel suka kesini, tenang banget. Sini deh," Reza menarik tangan Renata dan membawa nya ke kursi panjang yang menghadap langsung ke danau buatan. 

"Indah kan?" 

"Iya Za, Lu tau tempat ini dari mana?" 

"Dari temen gue, sayang aja dia dah gak ada." 

"Za.." 

"Lo mau cerita? Cerita aja, gue siap dengerin semua nya." Ucap Reza.

"Gue kecewa sama Dimas, Za. Wajar gak sih kalo gue ngarep Dimas sama Sila gak Deket aja? Gue boleh egois gak sih, gue pengen Dimas cuma buat gue aja, gue belom siap berbagi, Za." 

Reza belum berkata-kata, dia memilih mendengarkan Renata dulu. Hingga pertanyaan perempuan itu membuat nya menoleh. 

"Salah ya gue cinta sama Dimas, Za?" Tanya Renata, mata nya mulai berkaca-kaca. Rasanya sakit ketika melihat orang yang dia cinta malah mengutamakan wanita lain. 

"Cinta gak pernah salah Re, hati hanya memilih siapa yang bisa membuat nya nyaman. Tapi ingat, cinta boleh tapi jangan bodoh, Re." 

"Gue bodoh ya?" 

"Sejauh ini belum, tapi kalo Lo gini terus gak menutup kemungkinan Lo bakal jadi bodoh karena cinta." Jawab Reza, Renata menatap wajah Reza, ada ketulusan dari sorot mata nya. 

"Gue harus apa Za?"

"Kuat, kalo Lu cinta sama Dimas, perjuangin Re."

....

🌷🌷🌷🌷

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
gk masuk di akall
🧟‍♂️🧟‍♂️
lagian udah bunting, malah sibuk kelonan mulu kek orang kalainan
Mmh Alfatih
kapan gol nya Thor ko belom ada manis manis nya sih
Mmh Alfatih
ngiler thoooor klw lihat yg bening kinclong amat tuh eza
Mmh Alfatih
pingin ikutan ngehajar di padimas sama sipancasila Thor ..ikutan ngebejek
Mmh Alfatih
horeeee Eza datang ....plong aku seneng deh thor
Mmh Alfatih
ya ampuun itu ulat pucuk uget uget mana berbulu lagi malah dtng ke kontrakan ..itu di padimas malah diem Bae ..kenapa ga di ulek re dua dua nya di cobek
Mmh Alfatih
siken nya juga tolok kaya ga ada cewek lain aja ..lobang udah longgar masih aja demen
Mmh Alfatih
mampus loh mamam tuh sambel goreng kentang sampai mencreert/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mmh Alfatih
dasar maniak turun nya si bima saksena sama kaya bapanya kan hayper sek
Mmh Alfatih
pingin ngebejek aku sama si bolu padimas itu ih
Istrinya Jungkook🌻: tapi visualnya Mingyuuu😭
total 1 replies
Mmh Alfatih
dasar padimas kupret..dpt karma mampus loh kena HIV Thor dasar biaya darat ga ckup apem sama lobang satu
Mmh Alfatih
sakit hatiku Thor lihat Reza ..ga adil author mah ah. nangis saya Thor buat Eza /Sob//Sob//Sob/
Mmh Alfatih
aku ga rela Thor klw si padi mas dikasih keperawanan Rere ..kasih ke Reza aja dong ..kasih su padi mas bekasan aja ..ga adil Thor ..sioadibmas .ah cocok nya sama barang bekas
Mmh Alfatih
keturunan bima ..bima kan hayper sek ..jadi nurun sama anaknya ..klw Renata kan turunan ibunya
Mmh Alfatih
jangan sampai Rena nikah sama si padimas thot
Mmh Alfatih
gantengan Reza lah droada padimas
Mmh Alfatih
hadir lagi Thor dikaryamu yg ke lima yg aku baca ..pokonya mantap semua ceritanya ..suka banget deh ...lanjuuut Thor
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!