NovelToon NovelToon
Mr. Adira

Mr. Adira

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Patahhati / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ara Nas Nasya Nuriva

^^ Harap membaca Pilihan Hati Kiara terlebih dahulu ya guys^^


"Mama tidak mau tahu. Ini sudah sebulan sejak Kiara menikah. Kamu harus menikah sesuai wasiat Papa, Dira"

Dira menghela nafas panjang mendengar omelan Mamanya. Setiap Widya menelpon dirinya, Widya selalu mengatakan hal yang sama, menyuruh Dira segera menikah.

Dira bukan tidak ingin menikah, tapi hatinya masih mati rasa akibat perselingkuhan Veronika, kekasihnya dengan Rionel Vaston, seorang fotografer yang menjalin kerja sama dengan kekasihnya.

Bisakah Dira move on Veronika ?

Apakah ia bisa membuka hati pada wanita pilihan Widya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara Nas Nasya Nuriva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09- flashback

Satu Minggu Kemudian...

Dira membulatkan kedua matanya ketika pintu kamar apartemen Ve terbuka. Ia yang saat itu hendak memencet deretan angka rahasia pintu apartemen Veronica, tentu saja mengurungkan niatnya.

Veronica muncul dengan rambut acak-acakan. Ia langsung limbung saat hendak melangkah. Untung saja Dira cepat tanggap. Ia bisa menangkap tubuh Ve yang nyaris mencium lantai.

Dira menajamkan indra pembaunya. Hidungnya menangkap bau alkohol dari mulut Veronica.

"Ve, kau mabuk? Sejak kapan kau suka minum?" tanya Dira.

Ve tidak menjawab. Ia malah tertawa layaknya orang gila. Kedua tangan Ve mulai bergerilya di tubuh Dira.

"Ve...!!! Sejak kapan kau berani menyentuhku seperti ini?" bentak Dira. Ia kemudian menyeret Ve masuk kembali ke dalam kamarnya.

Dira melemparkan tubuh Veronica ke atas kasur. Perempuan itu rupanya sedang mabuk berat. Beberapa kali mulutnya mengeluarkan suara laknat yang Dira tak tahu karena apa. Ucapan Veronica juga ngelantur.

Dira menjadi geram. Melihat kekasihnya dalam keadaan mabuk seperti itu membuatnya naik darah. Di tambah lagi, baju mini super sexy yang di pakai Veronica. Ada apa dengan kekasihnya itu? Sejak kapan ia berani memakai baju terbuka seperti itu?

Dira menarik Veronica dari kasur. Ia menyeret Ve ke dalam kamar mandi. Tanpa rasa sayang, Dira menjatuhkan tubuh Ve ke dalam bath up. Ia langsung menyalakan shower dan mengguyurkan air dingin ke tubuh Veronica.

"Ahhh.... Ahh... Kau nikmat sekali. Teruskan...! Aku mohon...!!!" ucap Ve, kedua matanya terpejam dan tangannya kini sedang mengacak-acak aset kembarnya sendiri.

Dira mengernyitkan dahi saat melihat tingkah kekasihnya itu. Ada apa dengannya? Mengapa ia belingsatan seperti sedang siap ditempur?

Dira melangkah mundur. Kedua telinganya semakin sakit ketika mendengar perkataan Veronica yang tidak berakhlak. Ia memilih keluar dari kamar mandi, membiarkan Veronica berendam di tengah hawa panas yang menyelimuti tubuhnya.

***

Sanjaya corp

"Paman dengar kau bersikap tidak sopan saat membahas proyek kerja sama dengan Mr. Andalas. Adira, apa kau sadar sikapmu itu dapat merugikan perusahaan?" kata Samuel memarahi Dira.

Dira diam saja. Otaknya masih memikirkan kelakuan Veronica yang tidak seperti biasanya.

"Adira Putra Sanjaya!!! Kau mendengarkan Paman tidak?" Samuel menggebrak meja dengan keras. Hal itu tentu mengagetkan Dira.

Dira mendengus sebal. Pamannya itu lagi-lagi meresahkan. Dira sedang memiliki masalah berat. Tidak bisakan Samuel diam sejenak? Menampakkan rasa prihatinnya kepada Dira? Dira masih pusing dengan masalah Veronica. Ia tidak berminat membahas hal lain.

"Apa yang kau pikirkan hah? Perusahaan sedang membutuhkan tenaga dan pikiranmu. Kau dengan seenaknya melamun di tengah kondisi genting seperti ini. Dimana otakmu, Dira?."

Dira menunjuk kepalanya sendiri. Ia menjawab pertanyaan Samuel dengan jari telunjuknya. Jangan tanyakan bagaimana wajah Samuel saat ini. Ia langsung naik darah dan menampar Dira.

"Aku tidak tahu bagaimana Arman mendidikmu. Kau ini lempeng, seperti anak kekurangan gizi" umpat Samuel.

Dira menghela nafas. Sepertinya sudah cukup baginya memberi waktu untuk Samuel berkicau. Sekarang waktunya balas dendam. Dira akan memulai ceramahnya sebagai pelampiasan kekesalannya.

"Mr. Samuel oh Pamanku. Apakah Anda sudah bosan hidup hah? Berani sekali kau menampar diriku yang notabene calon pemegang tahta keluarga Sanjaya."

Plak.

Samuel lagi-lagi mendaratkan tamparannya di wajah Dira. Ia semakin geram dengan tingkah keponakannya itu.

"Buka mata dan telingamu lebar-lebar! Kau ini masih calon, belum resmi. Kalau kinerjamu lempeng seperti ini, para pemegang saham tentu tidak akan setuju jika kau memegang perusahaan Sanjaya. Kau pikir hanya dirimu yang berhak memegang tahta keluarga Sanjaya? Kiara pun bisa mengambil alih kepemimpinan perusaan ini jika kau tidak becus mengurusnya" ucap Samuel geram.

"Aku bisa mendidik Edward menjadi sekretaris yang handal selama lima tahun. Tapi sayang, aku tidak bisa mendidik keponakanku sendiri selama lima tahun...."

"Jangan samakan aku dengan Edward! Dia sejak kecil sudah berkecimpung di perusahaan ini. Sedangkan aku? Ah, paman lupa jika aku nyaris menjadi seorang dokter andai saja Paman tidak membawaku pergi untuk mengurus perusahaan keparat ini" Dira memotong ucapan Samuel.

"Dasar anak tidak tahu terima kasih! Sudah untung aku membawamu ke sini. Andai saja aku tidak menjalankan wasiat Arman, keluargamu sudah pasti terlantar. Coba sekarang cek keadaan mereka! Mereka hidup berkecukupan dari pundi-pundi dollar yang kau kirim tiap bulan."

Dira menghela nafas panjang. Sepertinya ia harus mengalah saat ini. Samuel selalu benar dan tak mau pernah salah. Dira sebagai keponakan harus menurut.

"Paman, sepertinya kau harus menunda amarahmu sekarang."

Samuel mengernyitkan dahi.

"Aku ingin buang air kecil. Jadi, maaf aku mau ke toilet."

Dira berlalu meninggalkan Samuel dengan santai Ia berjalan sembari bersiul. Dira sebenarnya hanya membohongi Samuel. Ia tidak ke kamar mandi melainkan pergi meninggalkan kantor.

Samuel pun tersadar. Jika Dira ingin ke kamar mandi, mengapa ia harus keluar dari ruangannya? Bukankah di situ juga ada kamar mandi? Samuel merutuki kebodohannya. Lagi-lagi ia dibohongi oleh anak ingusan seperti Dira.

***

Ev's Agency

Dira menoleh ke kanan ke kiri ketika langkahnya memasuki kantor agency milik Evan. Sama sepertu seminggu yang lalu, kantor ini masih saja sepi. Bukan tidak ada orang sama sekali, hanya saja orang-orang yang berada di kantor itu bisa di hitung dengan jari.

Dira kembali bertanya-tanya. Kemanakah orang-orang di sini? Apakah proyek di Miami belum selesai? Tidak mungkin kan kantor agency milik Evan gulung tikar?

Dira memukul kepalanya perlahan. Ia merutuki kebodohannya yang asal tebak tanpa berfikir. Bagaimana jika ucapannya menjadi kenyataan? Bagaimana jika Evan benar-benar gulung tikar? Pastilah Dira juga akan bergulung-gulung di lantai mengingat 100% saham di kantor Evan adalah miliknya.

"Ah... Argghh... Arghhh...."

Dira menajamkan indra pendengarannya ketika mendengar suara erangan perempuan. Saat ini Dira berada di lantai dua. Ia hendak menuju studio 3, tempat biasa dirinya melepas penat. Namun, langkah kaki Dira berbelok ke kanan tatkala mendengar suara laknat itu. Ia yang memiliki jiwa keingintahuan yang besar tentu saja penasaran dengan apa yang di dengarnya.

Suara siapakah itu? Apa yang sedang dilakukan perempuan itu? Jika Dira tidak salah, suara itu berasal dari ruang kerja Evan.

Dira melangkah dengan perlahan. Ia berjalan sembari menempelkan daun telinganya di dinding. Suara perempuan itu semakin jelas ketika daun telinga Dira menempel di pintu.

Karena penasaran, Dira memegang gagang pintu dan membukanya dengan perlahan.

"Arrgghhh.... Arrrghhh.... Kau nikmat sekali. Teruskan! Aku mohon!!!"

Deg.

Dira merasa tidak asing dengan suara itu. Kondisi ruangan yang gelap membuat Dira tidak dapat melihat dengan jelas. Dira hanya melihat sekelebat bayangan dua orang yang saling menindih. Suara erangan perempuan itu semakin jelas di telinga Dira.

Dira langsung gemetar. Ia meraba-raba dinding, berharap bisa menemukan saklar lampu di ruangan itu.

Ceklek.

Lampu menyala. Dira langsung terbelalak ketika melihat pemandangan di hadapannya. Ve, yang tak lain adalah kekasihnya sedang bermain api bersama pria bule. Pria bule itu sedang mengasah kerisnya di goa milik Veronica.

Dira menelan ludah. Ia ingin berteriak dan menghajar laki-laki itu. Namun, entah mengapa kedua kakinya seperti dipaku sehingga ia tidak bisa melangkah. Alhasil, Dira menjadi penonton langsung kegiatan percintaan Veronica dengan pria bule itu.

"Astagaaaa.... Tuan! Maaf, jika Anda melihat adegan tidak mengenakkan ini!" teriak Evan yang tiba-tiba datang.

Evan mengambil selendangnya. Ia buru-buru menutup kedua mata Dira. Namun, Dira yang sudah tersulut emosi langsung menghempaskan selendang milik Evan.

Dira berjalan menghampiri pasangan mesum itu. Ia menarik tubuh pria bule itu dan memberinya bogem mentah.

"No....!!!! Aku belum selesai...!!!" teriak Veronica. Ia yang belum mencapai pelepasan pun langsung belingsatan.

Veronica bangkit, dengan tubuh polos tanpa sehelai benang ia berjalan menghampiri laki-laki yang menjadi partner ranjangnya.

"Teruskan! Aku mohon, teruskannn....!!!!" teriak Veronica.

Dira tercengang melihat kelakuan kekasihnya. Ia benar-benar tidak percaya jika Ve bertingkah seperti jal - lang. Dira melihat sendiri bagaimana seorang Veronica dengan lihainya menunggang kuda berkaki dua. Ia menggerakkan pinggulnya dengan cepat membuat sang kuda berkaki dua kembali bergairah.

Ve dan laki-laki itu meneruskan permainan mereka. Dinginnya lantai tidak emnyurutkan semangat Veronica untuk menunggangi kudanya. Dira benar-benar heran apakah dua orang laknat itu tidak menyadari keberadaannya? Sedari tadi lampu menyala, suara Evan juga berisik. Namun, mengapa dua orang laknat itu masih saja terus bermain?

"Tuan, Maaf! Mereka memang tidak tahu tempat. Sudah saya ingatkan jika ingin bermain jangan di sini tapi tetap saja mereka membangkang. Yah, namanya anak muda" ucap Evan sembari menarik Dira agar keluar dari ruangannya.

Evan tidak menyadari jika raut wajah Dira sudah menyeramkan. Ia dengan santainya menggiring Dira menuju studio 3, tempat biasa Dira melepas penat.

1
Aditya HP/bunda lia
benar2 berantakan hidupmu Dir .. Dir
Aditya HP/bunda lia
jangan sadis kayak gitu juga kali Dir kasian kan Edward gak salah tuh yang salah si dakocan ...
Aditya HP/bunda lia
kan Edward kena jebakan Batman nya si dakocan 😂😂😂
Lina Zascia Amandia
Si Adira ada nongol Kak di beranda NToon. Slmt Say... dua like sy beri untukmu biar semangat...
MommyAtha: lagi hamil thor... g karuan dah
total 3 replies
Santai Dyah
Aku kangen Author nya.. maaf baru mampir thor
Santai Dyah: maksdnya bagaimn thor aku tdk phm
total 4 replies
Nur Hidayah
Si Kadir jadi terbang, nggak ada malam" panjang lagi untuk Olive😂😂
aku kangen si Mister🥲🥲
MommyAtha: othornya lagi mabok... jd di END kan dulu
total 1 replies
Elviza mela
vero bakalan bebas? lalu bagaimana dg olive..
Elviza mela: pantesan... padahal udah lama juga gak buka² Nt lebih ke sebelah sih...
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Andika Pratama ternyata laku...
Nur Hidayah
Tenang Olive, nanti cinta bisa tumbuh dgn sendirinya
Elviza mela
tadi waktu kadir mau berangkat kerja keluar dari apartemen... nah pas olive mansion... sehat thor 🤣🤣🤣
MommyAtha: nah kan... ada aja yg miss... padahal udah di mansion, balik lagi ke apartemen. terima kasih koreksinya kakak
total 1 replies
Jiel 🎬
ceritanya seru, mood banget kalo baca ini😍
Nur Hidayah
Lngsung serang aja Kadir🤣🤣🤣
Elviza mela
kadir piara piton... kirain anaconda 🤣🤣🤣
MommyAtha: hahahha
total 1 replies
Elviza mela
duhh ini mah namanya pernikahan paksa.. tapi mending nurut ajaa olive... karna kamu pasti bakal bahagia sama kadir
Nur Hidayah
Nurut aja Olive, cinta bisa tumbuh belakangan, yg penting kamu bisa hidup enak dan nyaman sama si Kadir😂😂
Nur Hidayah
Maksa banget kamu Kadir😂😂
Princess
astagaaaa pemaksaan banget 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Elviza mela
sumpah ya kadir bener2... nikah aja main paksa.. tapi olive kadir bener2 seneng sama kamu...
Ya Tuhan Kadir maksa anak orang ternyata🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!