NovelToon NovelToon
Ranjang Pria Tua

Ranjang Pria Tua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:422.1k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Kenzia seorang anak yang selalu memimpikan Daddy Ardhan. Ia sudah jatuh cinta pada sahabat sang ayah. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa Daddy yang selalu dekat dengannya tiba-tiba menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9 : Merawat

"Nona, tuan Ardhan terpaksa menikahi nyonya Berlin."

Wajah Kenzia tampak bingung, dia sama sekali tak percaya. Mana ada orang menikah tidak mencintai, ia merasa gumaman sang Daddy tadi untuk Berlin.

"Dia menyukai Nona, tapi dia takut Nona tidak menyukai Tuan. Mengingat persahabatan tuan, tuan juga tampak ragu."

Kenzia tertawa, entahlah, dia tertawa atau tidak, yang jelas saat ini ia tidak bisa mengepresikan, apakah senang atau tidak.

"Setelah semuanya terjadi, baru Daddy mengatakannya. Semuanya telah sia-sia Jack. Apa dia pikir Berlin merestui hubungan kami? Apa Berlin akan mau berpisah dengan Daddy?"

"Nona .."

Kenzia bangkit dari tempat duduknya, lama-lama ia merasa sakit hati. Pertama ia merasa telah di khianati, kedua di permainkan dan yang ketiga di bohongi. Lengkap sudah apa yang ia rasakan saat ini.

Kenzia melangkah lebar, namun menghentikan langkahnya. "Apapun yang terjadi saat ini. Jangan pernah mengatakan apa pun sama Daddy." Dia keluar dari Apartement Ardhan sambil meneteskan air matanya.

Dadanya terasa sesak, nafasnya terasa panas. Dia duduk di tepi ranjangnya, lalu menoleh ke arah laci. Di buka laci itu dan terlihat sebuah figura kecil.

Foto dirinya dengan Ardhan. Dia mengelus figura kecil itu dan tersenyum pahit. "Semuanya telah terjadi."

Satu pikirannya mengarah untuk bersama dengan Ardhan dan satu pikirannya jangan menerima Ardhan karena akan membuat Berlin sakit hati.

Dia menaruh figura itu dengan kasar di atas kasurnya. Lalu menyandarkan punggungnya ke sisi ranjang dan mengambil sebuah bantal untuk ia peluk.

Malam ini, malam kegelisahannya. Hatinya dan pikirannya tidak tenang. Entah apa yang ia akan lakukan esok hari? Bagaimana pertemuannya dengan Ardhan?

Tak terasa jam terus berdetak, mentari menyelinap di sela-sela tirai di jendela kaca itu.

Aktifitas kendaraan mulai aktif, banyak para pejalan kaki yang juga mulai melakukan aktivitas.

Drt

Kenzia menoleh pada Handphone di atas nakas itu. Sama sekali dia tidak berniat berbicara dengan Arkhan dan  Amel.

Untuk sekian kalinya, Kenzia mengangkat panggilan Amel.

"Maaf Mel, aku merasa gak enak badan. Kamu saja dan Arkhan yang pergi,"

"Haha?! Kamu sakit? Ya sudah, aku kesana sama Arkhan."

"Emm, jangan sekarang Mel, aku butuh istirahat," ucap Kenzia. Dia terpaksa berbohong pada kedua sahabatnya, dari pada sahabatnya tahu tentang kesedihannya.

"Oh, iya udah. Kita gak jadi jalan-jalan deh. Kita nunggu kamu sembuh."

"Iya." Kenzia mematikan handphonenya. Dia menaruh kembali benda pipih itu.

###

Uh

Kedua kelopak mata itu mulai bergerak, dahinya merasa ada suatu benda di atasnya. Ia gerakkan tangan kirinya dan mengambil benda itu.

Dia beranjak duduk, lalu menoleh dan melihat sebuah baskom.

"Aaa... Sakit!" Ardhan meremas kepalanya yang terasa berdenyut. "Huh, pasti karena minuman itu." Ia tidak mampu mengingat apa yang terjadi semalam, semakin ia mengingat. Otaknya seakan mau meledak.

"Siapa yang melakukannya?"

Ardhan menggelengkan kepalanya agar tidak terasa pusing. Dia menyingkap selimut tebal itu, lalu menurunkan kedua kakinya.

"Jack!" Panggil Ardhan.

Ardhan terus mencari Jack dan memanggilnya.

Jack yang sedang tidur pun, seketika membuka matanya.

"Tuan!" Sapa Jack. Dia memapah Ardhan menuju ke arah sofa.

Pria itu pun memijat pelipisnya. Lalu melihat ke arah Jack.

"Apa yang terjadi semalam Jack?"

Jack, sang sekertaris yang setia. Dia tidak bisa berbohong pada Ardhan apa pun yang terjadi. Jack mengatakan semuanya, siapa yang merawat Ardhan dan juga pembicaraannya.

"Maaf tuan, saya lancang."

Ardhan tak bisa berkata apa pun, Kenzia sudah tahu, lalu ia harus bagaimana untuk menghadapinya?

"Jack, hubungi Kenzia. Aku ingin bubur buatannya," ucap Ardhan.

Jack menghubungi Kenzia, namun tidak di angkat. Dia beberapa kali menghubungi Kenzia, tapi tetap sama saja. Panggilannya di anggap angin lalu.

"Ambilkan handphone ku, Jack."

"Baik Tuan."

Jack mengambil handphone Ardhan di kamarnya, kemudian memberikannya."

"Daddy sakit Zi, Daday ingin makan bubur buatan mu. Daddy tidak akan makan kalau tidak bubur buatan mu."

Pesan Whatsapp itu terkirim, masih tanda centang. Dia berharap Kenzia luluh, karena selama ini Kenzia tidak pernah tega meninggalkannya dalam keadaan sakit.

1
Visencia Alingga
👍👍👍👍❤❤❤
Yani Cuhayanih
Fiona itu siapa yaah..aku kenal nya kenzia
Jamilatul Fauziah
thor padahal bagus ceritanya, tapi kok buru" di tamatin😤
Hully Gabriel
penulisnya salah nyebut nama paling
Desi deshiny
kenzia atau fiona thor
mama fia
bagus thor
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Taty Hartaty
itu bodyguard dimana sih
Melani Sunardi
ceritanya cukup menarik dan sebenarnya cukup singkat thor...... ending nya terlalu cepat.
tapi makasih ya thor.....
Melani Sunardi
walaupun sedih, tapi salut dengan mom Aira dan daddy..... the best 👍👍👍👍
Melani Sunardi
kenapa Zia tidak setuju Ardhan menceraikan istrinya..... bodohnya Zia
Melani Sunardi
kalo kamu tidak bisa bertindak tegas dalam hubungan, orang lain pasti tetap menyalahkan Zina sebagai pelakor lah Ardhan.... Buat kejelasan status dong
Melani Sunardi
salah pilih pasangan hidup Ardhan
Melani Sunardi
Ternyata banyak ya case yg seperti ini, dari mengagumi akhirnya jatuh hati.
Sandisalbiah
kok gantung banget end nya....btw thanks thor.. ceritanya keren.. sukses buat emosi turun naik ngikuti alur...
Sandisalbiah
percuma Ardhan.. mungkin berlian sudah mengirim video sir kalian pd zia...
Sandisalbiah
hah.. lucu sekali...
Sandisalbiah
nah loh... bertunangan dgn org lain.. apa lagi ini..?
Sandisalbiah
wes.. angel.. ambyar....
Sandisalbiah
nyatanya Ardhan plin plan kan... jika dia bisa bersikap tegas.. hanya di ancam berlin bunuh diri, dia langsung kicep.. gak banget...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!