Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian
Keesokan paginya Reva berjalan menuju kelas dengan langkah lemas seakan tak punya harapan untuk hidup.
"woi lo knapa lemas banget kayak gk biasanya. " teriak Feni dari belakang mengejutkan.
Reva hanya diam aja tak mengubris dan melanjutkan perjalanan nya ke ruang kelas. Setelah sampai diapun menangkup kan kepalanya ke meja didepanya dengan tangan sebagai alas nya.
"Hei hei kenapa gue dikacangin sih, lo pikir gua patung liberty apa makanya lu ngk jawab. " ucap Feni yang tak terima dicuekin sahabatnya tersebut.
" gue ngk papa, cuman lagi malas aja sekarang. " balas Reva tanpa menoleh kearah Feni
" lo ada masalah apa, cerita ke gue." ucap Feni penasaran akan keadaan sahabatnya itu.
" masa iya kali gue ngomong pasal pernikahan gue dengan tu manusia es sama Feni, kan gue tau kalau Feni juga suka sama itu manusia es ya walaupun gue gk tau sih dia sukanya bagaimana, tapi kan setidaknya jaga jaga, gue juga gk mau kali nyakitin sahabat gue sendiri mending gue simpan aja sendiri dulu nanti perlahan baru gue kasih tau. "ucap Reva dalam hati.
"Ngak papa kok, lo banyak ngomong nya ah gemes gue mending kita kekantin dulu yukkk laper gue, tadi udah makan cuman lapar lagi hehehe. " jawab Reva menghindari pertanyaan dari Feni sambil menunjukan senyum mentari paginya.
" huh baiklah ayo pergi ke kantin. " ucap Feni kesal sambil berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari kelas menuju kantin.
" Hei bro muka lo knapa pagi pagi udh asem kayak Jeruk nipis gitu. " ucap Morgan sambil menepuk bahu Rey yang sekarang sedang berada di roftoop sekolah.
" iya, udah sifat dingin kayak es tambah muka asam kaya jeruk nipis enak tuh kalau dibuat minuman pasti segerrrr kayak es ******** itu asam asam adem." ucap Dodi sambil membayangkan apa yang dikatakan nya tadi.
" sssttt go*bl*k kalau ngomong yang bener kek sekali sekali. " bisik Morgan kepada Dodi karena sudah melihat raut wajah yang tidak mengenakan dari Rey.
" hehe maap maap" ucap Dodi sambil cengegesan.
"Pantas aja tadi ada hawa enggak mengenakan yang membuat gue tiba tiba gerah, ternyata karena ini. " gumam Dodi sambil memegangi tengkuk lehernya
" jadi ada apa dengan lo, knapa tiba tiba muka lu gk menyenangkan itu. " ucap Morgan kembali ke percakapan setelah meladeni sahabat nya yang sedikit yahh bisa dibilang sih begitu.
" kalau gua ngasih tau nih dua curut pasti kepo dan pasti nanyain pasal itu terus dan yang lebih parahnya lagi memang iya mereka bisa nyimpan rahasia, tapi kan mulut ini dua curut kadang suka nyeplos enggak jelas" batin Rey.
" Enggak ada apa apa, ayok balik ke kelas bosan gua disini. " balas Rey mengalihkan pembicaraan.
******
"naik " ucap Rey yang sedikit membuka kaca mobil nya kepada Reva yang menunggu di bis halte.
" Ogah!" balas Reva cepat dengan nada ketus.
" ada yang mau gue omongin sama lo perihal kemarin, kalau ngak iddih gue juga ngak mau ngantar lo pulang" balas Rey sama ketusnya.
"maaf ya tuan Rey, Tapi saya menolak dan lebih baik anda pergi sendiri saja. " balas Reva sambil senyum terpaksa.
" naik atau gue yang naikin lo kesini. Dan lo tau kan bagaimana kalau gua yang naikin Lo. " balas Rey dengan nada mengancam.
" hei apa ini, mengapa dia merasa seakan dia rajanya sekarang, bahkan dia belum menjadi suamiku tapi sudah memerintah, baiklah baiklah kaulah rajanya sekarang tuan Rey. " batin Reva tak habis fikir dan memilih mengalah masuk kembali.
" apa yang mau lo omongin buruan kita mau sampai kedepan rumah gue ini. " Reva berbicara setelah keheningam yang membuat Reva hampir tidak bisa bernafas. Bagaimana tidak dia berdua dengan Rey sekarang dimobil dan membuatnya canggung setengah mati.
" baiklah gua langsung ke intinya aja didalam pernikahan ini gua mau gk boleh ada teman satu sekolah kita yang tau kalau kita sudah menikah " ucap Rey.
" setuju. "balas Reva.
" kedua jangan ikut campur urusan pasangannya cukup urus urusan masing masing. " ucap Rey lagi.
" Berarti walaupun kita nikah kita masih bisa berhubungan bahkan pacaran dengan orang yang kita sukai kan? Kalau begitu yang itu juga aku setuju " balas Reva cepat.
" dan yang ketiga tidak ada kata cinta didalam hubungan ini, dan lo tau gue juga membenci lo jadi ngk akan mungkin gue akan mencintai lo. " ucap Rey dengan nada penegasan.
" baikan baiklah terserah padamu saja kau mau membenci ku atau tidak intinya aku setuju dengan keputusan ini. " balas Reva acuh.
" Nah lo kan sudah ngasih persyaratan sekarang giliran gue, gue cuman minta lo jangan minta gue melayani lo layaknya yang dilakukan suaminya istri yang saling mencintai lo paham kan. " ucap Reva sambil bertanya.
"hmmm" jawab Rey hanya bergumam.
"Oke kesepakatan kita deal jangan ada yang melanggar peraturan itu sampai kita bercerai nantinya " ucap Reva.
Rey pun hanya mendengar tak mengubris apa yang dikatakan orang disebelah nya itu.
" Turun. " ucap Rey.
Reva pun turun dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun.
" cih tidak tau terima kasih " umpat Rey kesal dan melajukan kembali mobilnya bukanya dia sombong dan tak mau mampir. Namun dia malas harus ditanyain pasal hubungan nya dengan wanita gila itu oleh kedua orang tua Reva.
Setelah melihat mobil Rey menjauh Reva tersenyum.
" Hahaha kau pasti mengharapkan ku untuk berterima kasih padamu atas tumpangan yang kau berikan kan ? itu kan kau yang memaksa untuk ikut denganmu berarti aku tidak ngutang apa apa denganmu " batin Reva sambil tersenyum lalu pergi menuju pintu rumahnya.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"