NovelToon NovelToon
Tumbal Perawan

Tumbal Perawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: cucu@suliani

IG. suliani_cucu
Warning 18+

Kekurangan harta membuat Aldo rela menjadi pemuja Nyai Ratu, siluman ular hutan terlarang.

Semua terjadi karena sebuah penolakan yang terjadi saat Aldo ingin meminang kekasih hatinya, pak Didi bukan hanya menolak lamaran dari Aldo. Namun, dia menghina dan mencaci maki Aldo yang memang hanya orang biasa.

Akankah dia mendapatkan kebahagiaan dengan cara sesat yang dia tempuh?

Yuk kepoin kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Terencana

Arumi mengerjapkan matanya beberapa kali, dia merasa sudah terlalu kenyang memejamkan matanya.

Setelah membuka mata dengan sempurna, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.

"Ternyata sudah siang," kata Arumi lirih.

Arumi segera bangun dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi, selesai dengan ritual mandinya, Arumi langsung memakai baju yang dirasa pantas untuk bepergian.

Karena dia masih mengingat, ketika pak Didi berkata jika dia harus pergi untuk makan siang bersama dengan teman sekaligus kolega bisnisnya.

Arumi, juga memoles wajahnya dengan make up tipis dan juga memoles bibirnya dengan gincu berwarna merah muda.

Untuk sesaat, Arumi mematut dirinya di depan cermin. Dia merasa, jika penampilannya sudah terlihat sangat cantik.

Tepat di saat itu, pak Didi masuk ke dalam kamar Arumi. Pak Didi langsung tersenyum, saat melihat Arumi yang sudah terlihat rapi dan juga cantik.

“Wah! Ternyata anak Bapak sudah bersiap, kamu cantik banget.” Pak Didi langsung menghampiri Arumi dan mengelus lembut puncak kepalanya.

Arumi pun langsung tersenyum.

”Tentu saja sudah bersiap, bukankah Bapak mengajak Arumi untuk makan di luar?”

Pak Didi merasa sangat senang, karena keinginannya disambut baik oleh Arumi. Padahal dia sempat berpikir jika Arumi akan menolak ajakan dari dirinya.

“Ya, Sayang. Kita akan makan di luar, di Restoran favorit kita,” ujar Pak Didi.

Arumi tersenyum senang, karena memang mereka jarang meluangkan waktu untuk pergi bersama, setelah Arumi bekerja di Rumah Sakit besar yang berada di pusat kota, waktu untuk bersama terasa sangat sempit.

Arumi kini terlihat begitu sibuk dengan pekerjaannya, begitu pun dengan pak Didi, dia begitu sibuk dengan usahanya.

“Ayo kita berangkat, kalau kamu memang sudah siap.” Ajak Pak Didi seraya mengulurkan tangannya. 

Hati Arumi langsung bersorak senang, Arumi langsung memeluk tangan pak Didi dan segera mengambil tas selempang miliknya.

Lalu, mereka pun berjalan secara beriringan keluar dari dalam kamar Arumi.

Dua puluh menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah Restoran mewah yang berada di kota tersebut.

Saat mereka sampai, ternyata mereka sudah ditunggu oleh pak Ridwan dan juga putranya yang bernama Reihan.

Reihan terlihat sangat tampan, muda dan juga berkarisma. Itulah kesan pertama yang Arumi lihat dari sosok Reihan, sayangnya Arumi tidak tertarik karena hanya ada Aldo di dalam hatinya. 

Pak Didi dan pak Ridwan saling bersalaman, setelahnya Arumi langsung meraih tangan pak Ridwan dan mencium punggung tangannya dengan takzim.

Pak Ridwan sangat senang, saat melihat kesopanan Arumi. Lalu Pak Ridwan pun menyuruh Reihan dan Arumi untuk saling bersalaman.

“Nak Arumi, apakah kamu masih ingat dengan anak saya yang tampan ini?” tanya Pak Ridwan.

Dari sorot matanya, terlihat sekali jika pak Ridwan sangat berharap jika Arumi masih mengingat putra tampannya. 

Sayangnya, Arumi hanya tersenyum lalu dia menggelengkan kepalanya dengan ragu. Sontak pak Ridwan dan pak Didi pun langsung tertawa, melihat gelengan ragu dari Arumi.

“Wajar saja kalau kamu tidak ingat, karena Reihan berkuliah di luar negeri sampai S2. Pasti kamu lupa padanya, padahal waktu kecil kalian selalu bermain bersama,” ucap Pak Didi. 

“Oh iya, Reihan. Apakah kamu masih ingat pada Arumi?” tanya Pak Ridwan.

Rehan tersenyum lalu dia mengangguk, "tentu saja saya masih ingat. Masa gadis secantik Arumi terlupakan begitu saja, saya masih mengingatnya. Gadis kecil yang selalu riang kalau diajak bermain bersama.”

Reihan terlihat menatap Arumi dengan tatapan penuh kagum, pak Didi dan pak Ridwan merasa senang. Mereka berharap ke depannya hubungan Reihan dan Arumi mengalami peningkatan.

“Kalian sangat cocok, yang satu cantik dan yang satunya tampan,” ujar Pak Didi. 

“Ya, sepertinya mereka sangat cocok.” Pak Ridwan ikut menimpali. 

“Ayah, Bagaimana kalau kita makan dulu. Ngobrolnya dilanjut nanti saja, aku sudah sangat lapar,” ajak Reihan. 

“Ah, tentu saja boleh. Silakan duduk,” ucap Pak Didi.

Akhirnya mereka memesan makanan, lalu mereka pun makan bersama. Sesekali  mereka terlihat mengobrol, canda tawa terdengar begitu saja dari mulut pak Ridwan, Reihan dan juga pak Didi.

Arumi terlihat diam saja, dia bingung harus menimpali obrolan mereka seperti apa. Sedangkan Reihan, di sela obrolannya sesekali melirik dan tersenyum pada Arumi. 

Setelah selesai makan, pak Didi beralasan jika dia ada urusan yang harus segera dia selesaikan. Begitupun dengan pak Ridwan, sehingga Arumi kini tinggal berduaan saja dengan Reihan.

Reihan langsung memanfaatkan momen tersebut untuk mendekati Arumi. Karena memang dari dulu, Reihan sudah sangat menyukai Arumi.

Rehan kecil, memang sungguh mengagumi sosok Arumi yang mudah bergaul, ceria dan juga pintar.

Makanya, saat Rehan diajak untuk bertemu dengan Arumi, dia sangat bahagia. Karena menurutnya, Arumi sangat menarik selain cantik.

Apalagi saat pak Ridwan berkata, jika dia berencana untuk menjodohkan Reihan bersama Arumi.

Rehan langsung berkata setuju, karena menurutnya Arumi adalah sosok wanita yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya Reihan membuka percakapan.

“Pekerjaanku sangat menyenangkan, karena aku setiap harinya bisa menolong orang lain,” jawab Arumi pasti.

“Kamu sepertinya sangat senang menjadi Dokter, bahkan semenjak kecil kamu begitu senang menolong orang lain,” kata Reihan.

“Ya, aku sangat mencintai pekerjaanku.” Jawab Arumi. "Aku juga sangat mencintai Mas Aldo,” sambung Arumi dalam hati. 

“Kamu ingat, saat aku umur delapan tahun, aku pernah terjatuh. Lututku berdarah, dengan sigapnya kamu menolongku.” Reihan mencoba mengingat kembali masa itu. 

Di mana Reihan begitu senang karena sudah ditolong oleh gadis kecil yang cantik dan juga manis. Lututnya yang berdarah, langsung dibersihkan oleh Arumi. 

Lalu, Arumi menempelkan plester di lutut Reihan. Reihan lalu tersenyum. 

“Masa sih, Kak? Kok aku ngga inget ya?” tanya Arumi.

“Wajar saja kalau tidak ingat, waktu itu usia kamu baru 5 tahun. Sedangkan aku sudah berusia 8 tahun. Jadi wajar, jika kamu sudah lupa.” Reihan berkata sambil tersenyum manis. 

Mendengar ucapan Reihan seperti itu, Arumi hanya menjawabnya dengan anggukan. 

“Oiya, Kak. Aku harus segera pulang, sebentar lagi jadwal kerjaku. Tidak apa-apa kan, kalau aku pulang?” tanya Arumi.

“Tidak apa-apa, tapi kalau kamu tidak keberatan, aku ingin mengantarmu pergi bekerja.” Reihan langsung mengambil kunci mobil dan segera  berjalan ke arah kasir. 

Reihan langsung membayar makanan yang sudah mereka makan, setelah itu, dia kembali menghampiri Arumi. 

“Ayo, biar Kakak antar.” Reihan menuntun Arumi. 

Arumi terlihat enggan.” Aku pulang sendiri.  

“Oh ayolah Arumi, lagipula kamu akan pulang menggunakan apa? Bapakmu sudah pergi sejak tadi, sedangkan aku membawa mobil. Kamu bisa ikut bersamaku, biar aku antar memakai mobilku.” Reihan berkata dengan setengah memaksa. 

“Baiklah!” ucap Arumi pasrah. 

Akhirnya Arumi menerima tawaran dari Reihan. Sebenarnya dia begitu enggan, karena dia takut menyakiti hati Aldo.

Dia takut jika Aldo akan melihat dirinya, saat bersama dengan Reihan. Tetapi, dia juga tidak tega kepada Reihan.

*

*

BERSAMBUNG....

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah gila sih si aldo, numbalin orang ga bersalah, sedih bgt aku bayangin adek nya meli gatau apa2 kehilangan kakak nya, meli juga padahal dia ga punya prasangka jelek ke aldo, bisa ga sih aldo di tempeleng aja sama Yang Maha Kuasa 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 si aldo ga kasian apa sama keluarga nya meli kalo misal nyariin 🥲
Nur Bahagia
wahh Aldo ada turunan bule 🤭
Nur Bahagia
untung Aldo kuat imin nya 😁
ana cahaya
sangat suka 😀😘
🌺 Tati 🐙
yang g bersalah jadi korban
🌺 Tati 🐙
lama2 burung kamu busuk,salah masuk sarang
🌺 Tati 🐙
udah di bobol belum tuh sama si aldo,otak dia kan konslet
🌺 Tati 🐙
emang kalau yg haram bawaanya nikmat sesaat,bikin pikiran konslet lagih
🌺 Tati 🐙
terlalu ketara dan aneh kalau langsung beli apa saja
🌺 Tati 🐙
baru mampir
Cucu Suliani: Makasih Kak🥰
total 1 replies
LinLin
kyknya bakal suka dgn ceritanya 👍
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
eh ternyata aku udah baca deh novel ini, kirain aku, cuma baca di bab awal, ternyata sampe akhir udah baca🙈baru mau maraton ini, hehe
Cucu Suliani: Wkwkwkkwkw
total 1 replies
echa purin
👍🏻
kimiatie
kerana wang tanpa sedar salah langkah
Amril Lukman
senang jd aldo
Gendis bellagendisnur
👌
Sitywasitah Sity123
aneh kmu pak didi giliran c arumi nungguin kamu gak peduli giliran pergi kamu nyalahin
Sitywasitah Sity123
Iya kurang nyambung pdhl dri awal Aldo Anak baik rajin.. cuma dia miskin coba klu di terima mungkin dia gak akan nekat
emma mahriana
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!