Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 08
Aellys membelalakan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Di depan mobil dia melihat Saga sedang menggendong Leo, padahal tadi Leo sedang memainkan ikan-ikan kecil yang di berikan Azka saat dia mengunci Kafe sebentar. Dia memang yang mengunci, karena Leo tidak mau pulang, Leo masih betah bermain dengan ikan yang benama cupang itu.
“Bunda!” pekik bahagia Leo saat Aellys berjalan menghampiri mereka.
“Kenapa?” tanya Saga saat Aellys terus menatapnya tajam.
“Ngapain di sini?” tanya Aellys membuat Saga menaikkan sebelah alisnya dan terkekeh sinis.
“Pengin ketemu Leo! Bukannya kamu bilang aku tidak apa-apa menemuinya?” pertanyaan Saga membuat Aellys bungkam.
“Mau minum kopi?” tanya Aellys saat mereka memasuki Kafe, dia terpaksa membukanya kembali untuk mengajak Saga minum kopi. Aellys melihat jelas raut lelah di wajah Saga, mungkin dengan secangkir kopi membuatnya kembali segar.
“Boleh! Caramel Macchiato!” seru Saga yang tidak mengubah pandangannya dari Leo yang duduk di pangkuannya.
“Oke,” Aellys berjalan ke dapur, dia membuat dua kopi dengan rasa caramel macchiato kesukaannya, Saga juga menyukai rasa kopi ini setelah dia memaksanya dulu. Aellys memukul kepalanya sendiri dengan sendok yang dia pegang saat pikirannya mulai kemana-mana.
“Jangan menyakiti dirimu sendiri!” suara Saga membuat Aellys terperanjat.
“Ngagetin aja,” Aellys mengusap dadanya, dia merasa jantungnya akan keluar tadi.
“Sakit?” tanya Saga yang menggendong Leo yang sudah tertidur, tangan satunya digunakan untuk mengusap kening Aellys yang sempat di pukul tadi. Gerakan lembut tangan Saga membuat Aellys semakin berdebar, entah dulu entah sekarang, jantungnya selalu berkerja lebih cepat saat Saga di dekatnya.
“Kopinya sudah selesai?” tanya Saga menyadarkan Aellys.
“Eh—iya, ayo keluar!” Aellys membawa dua cangkir kopi hangat menuju salah satu meja, Saga mengikuti langkahnya dari belakang, dia tersenyum samar melihat tingkah laku Aellys, hampir saja dia menerjang Aellys, kalau saja dia tidak menggendong Leo yang tengah tertidur,
“Biar Leo sama aku! Kamu pasti lelah,” Aellys hendak meraih tubuh Leo di urungkan saat Saga menggelengkan kepalanya.
“Tidak! Aku ingin lebih lama memeluk putraku. Kapan lagi Leo tertidur dalam dekapanku,” Saga mengusap lembut rambut hitam Leo. Aellys meremas ujung bajunya, dia dilemma. Di satu sisi dia bahagia melihat interaksi Saga dan Leo, tapi di sisi lainnya dia masih kecewa dengan apa yang sudah di perbuatan Saga terhadapnya.
“Kamu kenapa?” Saga mengusap punggung tangan Aellys.
“Tidak ada,” Aellys menarik tangannya dan menyimpannya di bawah meja.
“Ini sudah semakin larut, aku sama Leo harus pulang,” ucap Aellys saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
“Ah—iya. Biar Leo aku gendong dulu, kamu kan harus mengunci pintunya,” ucap Saga saat Aellys ingin meraih Leo.
Aellys membersihkan meja dan membawa cangkir kosong ke dapur, dia mencucinya dan setelah selesai Aellys menuju keluar. Dia mengunci Kafe dan menyimpan kuncinya di dalam tas, dia berjalan ke arah Saga yang duduk di jok mobilnya dengan Leo di gendongannya.
“Biar aku yang antar kamu pulang! Kasihan Leo kalau di tidur di jok belakang! Biar Reynad yang membawa mobilmu!” ujar Saga merebut kunci di tangan Aellys dan melemparnya ke arah Rey yang berdiri di belakang Saga.
Saga memberikan Leo kepada Aellys, dia membukakan pintu mobilnya untuk Aellys. Setelah selesai, Saga memutari mobilnya dan masuk ke jok pengemudi. Saga memasangkan seatbelt untk Aellys, kemudian dirinya sendiri.
“Aku turun di dekat belokan rumah!” ucap Aellys membuat Saga menghela nafas.
“Iya,” jawab Saga dengan nada lelah.
Setelah itu, tidak ada yang berbicara. Keheningan menjadi menjadi pengisi suasana di dalam mobil. Baik Aellys mau pun Saga sama-sama terdiam, Aellys terus memikirkan kehidupannya saat ini saat kembali bertemu dengan Saga. Dia, tidak akn tahu nasibnya dan Leo ke depannya nanti.
Saga terlihat fokus menyetir, namun pikirannya tidak terlalu fokus ke jalanan. Dia memikirkan bagaimana caranya agar Aellys kembali lagi ke pelukannya dan memaafkan dirinya. Dia ingin meneriaki kebenarannya, tapi dia takut Aellys tidak percaya dengan kata-katanya.
“Saga hati-hati!” Aellys menepuk lengan Saga membuatnya tersentak dan mengerem mobilnya. Hampir saja mereka mengalami kecelakaan, kalau saja Saga tidak segera sadar dan membanting stir mobilnya.
“Kamu kenapa?” tanya Aellys menatap Saga khawatir.
“Maaf, aku sedikit melamun,” sesal Saga membuat Aellys mendengus.
“Kalau mau mati jangan ngajak aku! Aku belum siap!” kesal Aellys sambil mencubit lengan Saga membuatnya mejerit kesakitan.
“Aw—sakit, sayang!” ringis Saga sambil mengusap lengannya yang di cubit Aellys.
“Bunda,” suara Leo membuatnya terkejut dan menatap ke arahnya.
“Ternyata dia mengigau,” desah lega Aellys saat melihat Leo berbicara dalam tidurnya.
“Anak ayah lagi mengigau,” ucap Saga sambil mencium pipi Leo membuat Leo sedikit menggeliat dalam tidur.
“Jangan cium Leo! Nanti dia bangun!” seru Aellys menjauhkan wajah Saga dari Leo.
“Leo gak boleh di cium? Bundanya berarti yang boleh!” kekeh Saga membuat Aellys menutup mulutnya saat Saga mendekatkan bibirnya. Saga terkikik dan mengecup punggung tangan Aellys yang membekap mulutnya sendiri.
Saga kembali ke posisinya, dia menjalankan kembali mobilnya. Dia melirik Aellys yang masih membulatkan matanya dan tangannya masih membekap mulutnya. Saga tersenyum melihatnya.
“Terimakasih,” ucap Aellys sebelum dirinya dan Leo turun dari mobil Saga.
“Tunggu!” tahan Saga membuat Aellys yang sudah membuka pintu mobil berhenti dan menoleh kembali ke arahnya.
‘Cup’
Saga mencium lama kening Aellys, Aellys memejamkan matanya menikmati ciuman Saga. Aellys baru membuka kedua matanya setelah bibir Saga tidak dia rasakan lagi di keningnya. Wajah Saga masih tepat di depan wajah Aellys, dia tersenyum.
“Selamat malam,” ucap Saga lembut.
Aellys segera turun dari mobil Saga dan memasuki mobilnya. Setelah itu, dia menjalankan mobilnya, Aellys tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang memerah, dia mengambil air yang selalu tersedia di dashbor mobilnya.
“Pulangnya kok larut?” tanya mama Aellys yang sedang menunggunya di ruang tamu, Aellys terdiam dan memejamkan matanya sebelum menjawab pertanyaan mamanya.
“Leo tadi gak mau pulang, karena dia asik sama ikan barunya,” jelas Aellys sambil meremas ujung
bajunya.
“Ikan baru dari siapa?” tanya mama Aellys melihat akuarium kecil yang di bawa oleh satpam rumahnya setelah dia meminta tolong untuk di bawa masuk.
“Karyawan baru aku, Ma,” jawab Aellys.
“Sini biar Leo Mama yang ngurus, kamu mandi dulu gih! Air panasnya sudah Mama sediakan di kamar mandi mu!” seru mama Aellys mengambil alih Leo dan membawanya ke dalam kamar Aellys.
“Baik, Ma,” Aellys memasuki kamar mandinya. Dia merendamkan tubuhnya di dalam bathup yang berisi air hangat. Aroma lavender membuat pikirannya tenang. Tetapi, tidak berselang lama ponsel yang berada di dekat bathup bergetar. Aellys melihat sebuah pesan.
‘Aroma lavender selalu menenangkan’
‘Saga’
Begitulah isi pesan yang di terima Aellys, dia membulatkan kedua matanya dan menatap setiap sudut kamar mandinya. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan, tidak ada cctv. Aellys masih menatap sekitarnya, namun ponselnya kembali bergetar.
Saga: ‘Mencari sesuatu?’
Me: ‘Kamu sedang mengunntitku?’
Saga: ‘Tidak’
Me: ‘Bagaimana kamu bisa tahu? Kamu benar-benar meletakkan cctv di kamarku?’
Saga: ‘Kamu tidak perlu tahu’
“Sialan!” umpat Aellys saat ponsel digenggamannya terjatuh di dalam air. Aellys menatap ponselnya yang basah tak berkedip.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀