[Lanjut dari novel Rebirth of parasite queen]
“kesempatan kedua yang didapatkan akan aku gunakan untuk melindungi semua yang berharga bagiku.”
Outbreak yang terjadi sembilan bulan lalu membuat dunia berubah drastis. Dunia dimana manusia sudah kehilangan tahta sebagai raja yang berdiri di puncak rantai makanan.
Alien datang dari gerbang yang menghubungkan antar dimensi, monster merangkak keluar dari dasar dungeon. Munculnya predator baru membuat umat manusia di ujung kepunahan.
Namun ditengah keputusasaan itu manusia kembali diberikan harapan yang disebut sebagai 'Sistem'.
Berkat sistem manusia sekali lagi memiliki harapan untuk bertahan dan mendaki puncak rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orpmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman dan Karma part 1
Asap hitam membumbung tinggi dari kejauhan membuat penembak jitu yang berlari menuju sumber asap mulai khawatir.
Setelah pilihan yang dia ambil pada tangan kanan tepat membuatnya meminum potion penyembuh, penembak jitu yang khawatir dengan anggota guild anggrek merah segera menuju pintu masuk desa.
Jarak empat kilometer dia tempuh dengan berlari dikarenakan kendaraan yang dia pakai telah dirusak. Jelas penembak jitu itu mengira itu adalah perbuatan Vina, gadis yang terus mengerjainya.
Setelah berlari melalui jarak yang cukup jauh yang didapat oleh penembak jitu itu hanya sebuah kenyataan pahit bahwa puluhan anggota guild anggrek merah telah terbunuh, mayat mereka ditumpuk di atas mobil yang sebelumnya diledakkan, membuat bangkai mobil itu menjadi tempat kremasi masal.
Sementara itu Vina dengan tenang duduk dipuncak tumpukan mayat.
“Dari pada lari untuk menyelematkan diri, kau justru memilih untuk kemari untuk memastikan nasib teman-teman mu. Itu membuatku cukup terkesan….” sebelum Vina menyelesaikan perkataannya, penembak jitu yang telah mendaki gunung mayat terbakar dengan penuh amarah segera menghajar wajah gadis itu.
Vina hanya diam saat terus di pukuli, tatapannya terus tertuju pada penembak jitu. Vina dapat melihat keinginan membunuh yang begitu jelas pada satu mata yang tersisa pada penembak jitu. Dikarenakan salah satu mata penembak jitu diambil oleh Vina dan dibuang hingga tidak bisa ditemukan, membuat potion pemulihan hanya dapat meregenerasi bola mata yang hancur akibat biji kelengkeng.
Graah! Penembak jitu menghajar wajah Vina dengan seluruh kekuatan yang dia miliki hingga membuat gadis itu terlempar ke aspal jalan, belum puas penembak jitu melompat lalu mendarat di atas tubuh gadis itu hingga kemudian kembali memukulinya untuk melepaskan kekesalan karena pembunuhan teman-temannya.
Rama yang melihat dari kejauhan hanya diam dan terus menonton, dia tahu kekuatan yang dimiliki oleh Vina sehingga merasa tidak perlu untuk menolong gadis itu.
“Kau begitu marah saat orang yang kau pedulikan dibunuh, namun apa pernah kau memikirkan mereka yang menjadi korban kalian?.” dengan wajah yang memar serta darah keluar dari hidung dan mulut, Vina mulai berbicara.
“Diam diam diam.…”.penembak jitu menolak semua yang dikatakan oleh Vina.
“Kami melakukan semua itu untuk bertahan hidup di dunia kejam ini, sementara kau membunuh teman-temanku hanya untuk permainan.”
“Oh benarkah? Lalu bagaimana dengan para adventure wanita yang kalian biarkan hidup hanya untuk dijadikan sebagai budak?.”
Mendengar pertanyaan Vina membuat penembak jitu hanya bisa terdiam. Tangannya yang terus diayunkan untuk memikul Vina berhenti sesaat, namun tidak lama kemudian dia kembali memukul dengan kekuatan yang lebih kecil. Tangannya mulai berdarah karena kulit yang terkelupas sementara air mata terus mengalir.
“Semua perbuatan yang kita lakukan memiliki konsekuensi. Baik atau buruk semuanya akan kembali pada kita untuk pertanggungjawaban.” Vina menyentuh dada penembak jitu dengan jari telunjuk yang mulai berubah warna kehitaman, jari Vina kemudian memanjang secara cepat hingga menembus dada penembak jitu.
Ghaak! Dia memuntahkan darah akibat dari luka di dadanya. Rasa sakit yang begitu besar membuat penembak jitu merasa jika inilah akhirnya. Dia menutup mata perlahan sambil mengingat semua hal buruk yang telah dia lakukan untuk guild anggrek merah.
Vina tersenyum kecil saat melihat orang yang masih berada di atas tubuhnya akhirnya terdiam tak bergerak. Ia tidak membunuhnya dan hanya memberi ‘kejutan’ yang membuat penembak jitu tertidur untuk sementara waktu.
“Kau cukup loyal, mungkin aku masih bisa bermain dengan mu untuk sementara waktu.” Vina menatap rongga mata penembak jitu yang tidak dapat dipulihkan oleh potion pemulihan, senyum gadis itu semakin melebar seolah mendapatkan ide yang begitu jahat.
“Aku yakin kau pasti cocok dengan hadiah yang akan aku berikan.” Vina kemudian memasukkan sesuatu kedalam rongga mata penembak jitu.
***
Red orchid guild dibentuk oleh seorang survivor bernama Parhan dan bersama beberapa sahabatnya. Seperti guild survivor lainnya anggrek merah mendirikan markas didekat pintu masuk dungeon dengan tujuan mengelola para member Guild sekaligus sebagai sumber penghasilan guild.
Hanya dalam waktu 3 bulan anggrek merah tumbuh begitu pesat hingga jumlah anggota mereka mencapai 200 lebih, angka yang cukup besar untuk guild yang begitu muda. Itu disebabkan oleh bantuan dari para investor dan bisnis gelap yang mereka lakukan dibelakang layar.
Di ruang kerja pemimpin guild, Prahan tengah disibukkan oleh berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Tapi tiba-tiba konsentrat pria 30 tahunan itu terganggu saat mendengar langkah kaki yang tergesa-gesa menuju ruangannya.
Braak! Pintu didobrak oleh seorang perempuan terlihat begitu elegan, namun terlihat jelas kepanikan pada wajah perempuan itu.
“Ketua, kami kehilangan kontak dengan regu 4.” perempuan yang tidak lain adalah sekretaris pribadi Prahan melaporkan situs genting yang sedang terjadi. Beberapa saat lalu ada laporan dari pasukan di pintu masuk desa jika sebuah mobil milik organisasi ASF telah memasuki wilayah guild anggrek merah.
Laporan mengatakan jika hanya ada dua orang berseragam ASF yang terlihat hingga membuat para penjaga menganggap itu mudah diatasi. Prahan tidak ingin pubik tahu apa yang terjadi di desa ini sehingga dia berniat membungkam siapapun yang mendatangi desa.
Namun tidak lama kemudian salah seorang petinggi guild meminta tambahan pasukan dikarenakan dua anggota ASF yang mereka lawan lebih kuat dari dugaan mereka. Laporan ini jelas membuat Prahan terkejut karena pasukan yang menjaga pintu masuk desa tidaklah sedikit. Menyadari jika dua anggota ASF bukanlah manusia sembarangan yang bahkan memiliki kemungkinan besar merupakan para player membuat Prahan tidak punya pilihan lain selain mengirim pasukan terbaiknya.
Berharap jika masalah dengan dua anggota ASF segera teratasi Prahan dengan tenang menunggu di ruang kerjanya, tapi saat mendengar laporan tentang kehilangan kontak dari sekertaris pribadinya membuat Prahan menyadari jika masalah justru semakin buruk.
“Ketua apa yang harus kita lakukan?.” dengan wajah yang pucat sekertaris itu bertanya pada Prahan. Sementara Prahan hanya terdiam, tatapannya tertuju pada bingkai foto yang terletak di atas meja kerja. Foto menunjukkan dirinya dengan salah satu petinggi Guild Anggrek Merah sekaligus adiknya sendiri.
Mia, anggota guild anggrek merah paling berbahaya. Berkat kemahirannya dalam menembak jarak jauh bahkan dapat menembak sasaran dengan sempurna sejauh 4,5 kilometer membuat dia dijuluki sebagai si mata elang.
Parhan menyadari jika bukan karena keahlian yang dimiliki oleh saudarinya maka guild anggrek merah tidak mungkin dapat menarik minat para investor yang membuat mereka berkembang sebesar ini. Dengan wajah yang cantik serta keahlian tinggi dalam persenjataan sudah cukup untuk membuat para investor menginginkan Mia sebagai bodyguard mereka.
“Ada kontak lain dari adikku?.” Prahan bertanya dengan penuh harapan, jika saja Mia ada disampingnya maka Prahan akan mudah mengambil keputusan untuk meninggalkan Guild lalu meminta perlindungan kepada salah satu investor dengan jaminan adiknya sendiri. Tapi tanpa Mia membuat Prahan tidak memiliki arti samasekali Dimata orang-orang kaya itu.
“Maaf ketua saya belum mendapatkan kabar dari nona mia.” sekertaris mengatakan jawaban yang sudah diperkirakan oleh Prahan, namun dia masih berharap jika jawabannya berbeda.
Prahan hanya bisa pasrah dengan nasib adiknya dan segera memutuskan untuk segera berkemas untuk meninggalkan tempat ini. Tapi tiba-tiba suara tembakan terdengar diikuti oleh sebuah cahaya yang naik ke atas langit bagaikan suar. Setelah sampai beberapa ratus meter di udara cahaya itu mekedak lalu membentuk sebuah gelembung yang menutupi seluruh desa.
“Bubble shild!.” Prahan begitu tercengang dengan gelembung yang menutupi seluruh desa. Dia sudah melihat gelembung itu sebelumnya saat masih menjadi seorang sukarelawan di bunker ASF. Gelembung yang merupakan mekanisme pertahanan untuk melindungi sebuah wilayah dari serbuan monster.
“Sial, mereka mencoba mengurung kita di sini!.” Prahan menjadi begitu panik saat menyadari maksut pengguna bubble shild di wilayah desa yang sedang tidak di serbu monster. Efek bubble shild selain mencegah monster untuk masuk kedalam wilayah yang dilindungi, juga mencegah siapapun yang berada didalam gelembung sihir untuk keluar dari dalam.
Dengan ini otomatis desa yang dijadikan guild anggrek merah sebagai markas saat ini tengah di isolasi.
“Kalian para anggota guild anggrek merah dengarkan!.” tiba-tiba suara Vina terdengar keras di luar Markas guild sontak Prahan dan si sekertaris segera melihat ke luar jendela.
“Wat d pak!.” Praha dengan keras mengeluarkan umpatannya saat dia melihat adik perempuannya bersama dua orang berseragam ASF di depan markas. Yang membuat Prahan begitu terkejut adalah adiknya yang saat ini merangkak di tanah tanpa satupun baju yang dia kenakan, sementara di lehernya diikat dengan kalung hewan peliharaan.
Mia yang begitu di takuti dan disegani oleh semua penghuni desa, saat ini terlihat begitu menyedihkan tidak lebih baik dari anjing.
Bersambung ke chapter berikutnya.
***.
2.cara pembawaan ceritanya pun bagus
3.character development pun bagus
apalagi pas FL(Female Lead) nya balas dendam sama pamannya, itu rasanya puas bet
Recommended banget nih novel
mwhehehehe
gimana kelanjutan artemis AK vina
tetap semangat dan jaga kesehatan thor