cut Balqis nabillah gadis cantik berhijab berasal dari Aceh...melanjutkan kuliahnya ke Jakarta untuk menuntut ilmu dan juga mencari tahu tentang siapa ayah kandungnya...karna dari kecil ibunya selalu menutupi siapa ayah kandungnya...
hingga suatu hari iya tak sengaja menjatuhkan foto yang ada dalam diary ibunya...seorang pria tampan yang sangat mirip dengannya...
apakah ini ayah...itulah yang dipikirkannya...
dan juga terdapat beberapa konflik percintaan...
Kevin Wijaya Malik...kakak sepupu Balqis yang jatuh cinta pada kepribadian nya yang sulit di tebak...
Balqis adalah gadis cantik,,berani dan juga sedikit mata keranjang...tak lupa juga penyakit narsisnya yang turun dari sang ayah...
devian kakak senior Balqis memiliki sifat ramah dan baik ia menyukai Balqis..
axxelo Abraham Rahman pria dingin dari keluarga kaya...memiliki kepribadian yang misterius...
siapakah di antara mereka yang dapat membuat Balqis jatuh hati...dan apakah Balqis berhasil bertemu dengan ayah nya...
ikutin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masa lalu 3
setelah mengubur kan ibu nya di samping kuburan ayahnya ia pun membaca Yasin untuk kedua orang tua nya sekarang ia sudah berjanji pada makam ibu dan ayah nya ia tak akan pernah kembali pada jalan yang salah . seberat apa pun ujian nya kelak ia akan meminta pertolongan pada Allah..
karna Allah sudah berjanji pada setiap manusia pada usia 4 bulan dalam kandungan ibunya
Allah yang akan memberikan rezeki padanya
Allah yang akan menolongnya disaat ia susah
dan sekarang ia menagih janji itu pada Allah ia menagih pertolongan Allah saat ia susah.. dan terbukti setelah ia berdoa pada Allah hati nya mulai tenang kembali pikirannya sudah jernih kembali
lalu ia beranjak pergi dari kuburan orang tua nya..ia menuju ke tempat toko kue ia sudah di terima oleh pemilik toko tersebut Karana pemilik toko kue tersebut teman baik dari dokter Fatimah wanita paruh baya yang menasehati Balqis saat itu
satu bulan pun berlalu setelah kejadian di hotel tersebut,,dan hari ini Balqis bangun tidur dengan wajah pucat kepala pusing dan mual mual
Hoek Hoek
Balqis memuntahkan isi perut nya tapi yang keluar hanya lah cairan bening..ia pun menyadari kalo ia sudah telat mens 3 Minggu..tubuhnya bergetar dikala ia membayangkan kalo diri nya hamil..ia pun langsung beranjak menuju ke apartemen Bu Fatimah ia pun menceritakan keluhan nya dan setelah memeriksanya
"kamu hamil nak untuk lanjutannya besok pergilah periksa ke dokter kandungan"ucap ibu Fatimah
"Bu hiks tidak hu apa yang harus aku lakukan Bu tidak mungkin aku meminta pertanggungjawaban dari pria itu Bu aku tidak mau Bu,,,apa aku harus menggugurkan nya Bu"buk Fatimah terkejut dikala mendengar nya
"tidak nak jangan gugur kan kandungan mu itu sama saja kamu membunuh anak mu sendiri,,,rawat ia apa kau tak ingat kalo kau sendiri di dunia ini,,biarkan bayi kecil dalam perut mu ini menjadi pelita dalam hidup mu...jadikan dia tujuan hidup mu"ucap Bu fati mah bijak
"tapi Bu
"sssttt sudah apa kamu mau berbuat dosa lagi Hem"ucap Bu Fatimah dan dibalas gelengan oleh nya
"bagus gadis pintar"
***
dan disinilah Balqis menangis sejadi jadi nya ia setelah Zein meninggalkan Humairah ia meratapi hidup nya..dan tiba tiba
tok tok tok
cklek
"ada apa ya bapak bapak dan ibuk ibuk datang kemari" Balqis terkejut melihat orang begitu ramai di depan rumah nya
"mohon maaf nak Balqis kamu harus pergi meninggalkan tempat ini karna saya sudah mendapat laporan dari 5 warga bahwa anak yang kamu kandung adalah anak haram dan kamu juga sudah mengganggu rumah tangga orang lain...para warga disini takut kalo kamu juga menggangu rumah tangga mereka" ucap pak RT
"maksud bapak apa saya tidak mengerti"
"Halah jangan sok suci kamu tadi saat lelaki itu datang kerumah kamu kami melihat nya dan kami mendengar semua yang dikatakannya dan sekarang mau tidak mau kamu harus meninggalkan tempat ini kami tidak mau kalo desa kami sial karena dosa mu"ucap seorang wanita bertubuh gemuk
tubuh Balqis menegang jantung nya berdetak kencang dikala ia mendengar pertanyaan ibu ini...Ya Allah cobaan apa lagi ini
"baik buk saya akan pergi tapi bisa kah besok saya pergi karna ini sudah malam saya tak tau harus kemana"ucap nya menahan tangis
"tidak mau pokok nya sekarang juga kamu harus pergi "bentak ibu itu
"tapi Bukk
"tidak ada tapi tapi pergi sekarang juga atau kami akan bertindak kasar"bentak nya
tak ada pilihan lain Humairah pun mengiyakan permintaan ibu itu iya pun segera mengambil koper dan membereskan barang barang nya tak lupa ia mengambil foto keluarga nya
"ibu ayah apa kalian bisa melihat Humairah ...mohon doa kan Humairah agar tetap tegar bersama cucu kalian yang ada dalam perut humairah"
sesudah ia pergi dari tempat kos nya...iya beranjak pergi menuju ke toko kue karna ia pikir disana ia bisa menumpang untuk malam ini...tapi kenyataan tak seindah apa yang ia pikirkan..ia mendapat kabar bahwa ia dipecat oleh Bu Ani Karana ia mendapat ancaman dari Zein kalo tidak semua bisnis nya akan hancur jadi mau tidak mau ia harus mengorbankan humairah
Humairah pun hanya bisa pasrah dengan apa yang Zein lakukan padanya,,ia menganggap ini semua sebagai penebusan dosa yang ia lakukan pada Zein...
dan sekarang lah ia berjalan gontai di tengah malam hujan turun deras langit seakan tau apa yang ia rasakan,,,dan disini lah ia berjumpa dengan Bu Agus
***
beberapa bulan telah berlalu semenjak kejadian dimana ia menghajar Balqis habis habisan...tapi masalah tak selesai selesai ada saja orang yang ingin menghancurkan rumah tangga nya...ia pun mengingat ucapan Humairah kalo pamannya dalang dari semua ini dan benar saja setelah ia menyuruh orang untuk menyelidiki apa yang di lakukan paman nya ia cukup terkejut mendengar laporan dari anak buah nya bahwa dalang dari semua ini adalah pamannya..dan yang membuat ia terkejut lagi laporan bahwa Humairah melakukan semua itu atas ancaman dari pamannya dan bahwa Humairah juga tak lagi menjajakan tubuhnya pada saat ia bekerja jadi OG di perusahaan nya,,,bahkan sekarang ia semakin yakin bahwa anak yang dikandung Humairah adalah anak nya.. dan tanpa di sadari putri mendengar pembicaraan suami nya dengan anak buah nya itu
cklek
"sayang" ucap Zein terkejut dan ia pun menyuruh bawahan nya keluar
"jadi yang melakukan semua ini adalah paman Doni dan kalo wanita itu juga mengandung anak mu"ucap putri dengan bergetar
"iya sayang"
"nikah kan dia aku siap di poligami"ucap putri lantang
"tidak sayang itu tidak mungkin"
"kenapa sayang,,jangan takut aku siap dipoligami karna aku sudah mendengar semua tentang wanita itu dan aku yakin iya wanita baik baik cuma takdir saja yang kejam padanya"ucap putri yakin...entah apa yang putri pikirkan
"tidak sayang bukan begitu maksud ku..aku aku dulu hampir saja membunuh nya sayang aku memukulnya dengan tangan ku sendiri dan aku juga menghina dia dan anak nya"ucap Zein lemas
"cari dia dimana pun karna aku siap di poligami..aku tidak mau anak ku nanti di panggil anak haram"
"apa maksud mu sayang"tanya Zein heran
"iya anak yang di kandung nya adalah anak mu dan wanita itu berarti anak itu juga anak ku aku gak mau kalo anak ku lahir tanpa seorang ayah..dan aku juga tak mungkin selama nya berada di samping mu"ucap putri
"sayang apa maksud mu..kau tak bermaksud untuk meninggalkan ku kan sayang kalo kamu memang mau aku menikahi nya aku akan melakukan nya namun kamu jangan coba coba meninggal kan ku karna kau adalah tujuan hidup ku"ucap Zein tegas
putri yang mendengar nya pun menangis terharu,,apakah ia harus menjelaskan pada suami nya kalo hidup nya tak akan lama lagi..pandangan Balqis buram kepala nya pusing darah mengalir dari hidungnya ia pun pingsan dalam dekapan Zein..Zein yang melihat darah dari hidung putri pun panik
ia langsung membawa putri kerumah sakit..dan ia kembali di buat syok dikala ia mendengar pernyataan dokter kalo istri nya menderita leukemia stadium akhir...putri tak pernah menceritakan itu semua pada nya
dan sekarang ia berada disamping istrinya ia menggenggam tangan istri nya..dan pitri pun membuka mata nya
"sayang kamu sudah sadar" Zein langsung mengambil minum dan memberikan pada putri
"kenapa kamu tidak memberitahukan ini kepada ku "tanya Zein pelan menekan perkataanya