Adira nur faiza seorang wanita yang berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan hidupnya.
Kehidupan rumah tangganya hancur karena orang ketiga. saat ia akan memulai hubungan dengan orang lain kembali ia dikhianati. dibalik itu ia bersyukur karena merasakan kasih sayang seorang kakak.
Akankah ada seseorang yang benar- benar setia padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 9
Selesai makan Dira berniat melanjutkan pekerjaannya, tapi bu Fitri mencegahnya, ia ingin berbicara sesuatu pada Dira, dan Dira tau apa yang ingin dikatakan bu Fitri padanya sangat penting, dia melihat tangan bu Fitri yang gemetar,
"Dira, sini ngobrol dulu sama ibu," kata bu Fitri berusaha agar tenang.
"Iya bu," kata Dira.
"Gimana kabar suami dan anakmu?," tanya bu Fitri, bukan pertanyaan yang aneh, tapi bagi Dira pertanyaan itu agak aneh, karena selama ini bu Fitri tak pernah menanyakan kabar suaminya, ia hanya bertanya kabar anak-anaknya, ia memang tak menyukai Syarif, karna menurutnya Syarif bukan imam yang baik untuk Dira dan anaknya.
"Baik bu, memangnya ada apa ya?" tanya Dira.
"Gak ada apa-apa ibu cuma tanya saja," jawab bu Fitri gugup.
"Ada apa bu? ngomong aja pasti Dira dengerin kok," tanya Dira meyakinkan.
"Begini, em.... itu apa hm...." bu Fitri terdiam, ia bingung harus bicara bagaimana,
"Bu katakan saja apa yang mau ibu katakan," kata Dira lembut, bu Fitri pun menghela nafas sebelum berbicara
"Begini, bukan maksud ibu buat ikut campur, tapi kamu sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri, jadi ibu tidak mau kamu disakiti," kata bu Fitri pelan.
"Iya bu aku juga udah nganggap ibu seperti ibu aku sendiri," kata Dira sambil menggenggam tangan bu Fitri.
"Hari minggu kemarin ibu sama bapak diajak Anisa ke Surabaya, dan waktu kita semua jalan-jalan di mall ibu nggak sengaja lihat suamimu dengan perempuan," kata bu Fitri hati-hati sambil melihat raut wajah Dira.
"Maksud ibu apa? hari minggu kemarin mas Syarif pamit pergi ke Lamongan, ke rumah ibunya, gak mungkin ada di Surabaya," kata Dira mencoba menyanggah apa yang dikatakan bu Fitri, memang benar hari sabtu lalu Syarif pamit mau ke rumah ibunya, awalnya Dira mau ikut, tapi Syarif bilang hanya sebentar dan tidak menginap, jadi ia tidak ikut tapi menjelang malam Syarif menelfon dia bilang tidak bisa pulang karena ia bilang ibunya masih kangen, akhirnya Syari pulang hari minggu sore.
"Mungkin hanya mirip bu! ibu salah kali," kata Dira mencoba untuk tenang.
"Tidak nak! ibu gak salah lihat kok, Anis juga bilang itu Syarif, ibu juga ada fotonya sebentar," kata bu Fitri sambil mencari sebuah foto digaleri hpnya.
"Ini coba kamu lihat, ini syarif kan? ibu lihat dia membelikan perempuan itu baju." kata bu Fitri memperlihatkan foto dihpnya.
Deg,
"Ini memang mas Syarif, bajunya juga baju mas Syarif, tapi aku gak boleh buat bu Fitri khawatir," kata Dira dalam hati.
"Sepertinya aku kenal deh bu sama wanita ini, kalau gak salah ini sepupu mas Syarif," kata Dira berbohong dan bu Fitri mengetahui hal itu tapi ia berpura- pura percaya,
"Oh, sepupunya ya! maafin ibu kalau gitu ya nak! ibu udah suudzon sama suamimu," kata bu Fitri,
"Iya bu, gak papa makasih udah perhatian sama Dira," kata Dira, bu Fitri hanya tersenyum.
"Nak ibu tau kamu beebohong, ibu tadi lihat kamu begitu syok saat melihat foto suamimu, tanganmu juga bergetar, tapi ibu tidak mau terlalu mencampuri urusan rumah tanggamu, ibu hanya bisa mendo'akan semoga semua bisa kamu atasi dengan baik," kata bu Fitri dalam hati.
"Mas siapa wanita itu kenapa mas terlihat begitu mesra, kamu tertawa bersama wanita itu, kamu juga membelikannya baju di mall, jelas- jelas disana harganya sangat mahal bahkan mungkin lebih mahal dari gamis yang aku inginkan waktu itu, apakah dia lebih penting dari aku dan Nara," tanya Dira dalam hati.
"Maafin Dira bu! Dira sudah berbohong sama ibu, Dira cuma gak mau buat ibu khawatir dan Dira juga gak mau membuka aib keluarga Dira, Dira juga belum dengar penjelasan dari mas Syarif, semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi," batin Dira.
.
.
.
.
.
.
Author pakai kota Gresik jawa timur sebagai tempat tinggal syarif dan keluarga ya!
karena author tinggalnya dikota ini kalau pakai kota lain nanti malah gak nyambung karena gak tau tempat luar kota.
jangan lupa tinggalkan jejak
terima kasih sudah baca karya pertama saya
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu