Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Annabella yang tidak punya pilihan lain lagi dengan terpaksa menggantikan Angel sahabat dekatnya yang kabur di saat hari pernikahan Angel dan Arseen. Bella yang awalnya diam-diam menaruh hati kepada Arseen. Namun, Bella mengalah demi Angel sahabatnya.
Gimana nasib Bella kala dirinya menjadi Istri Pengganti untuk Arseen demi Angel sahabatnya. Laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya. Laki-laki yang begitu sangat mencintai Angel.
Di saat Angel kembali, Bella malah menawarkan Arseen untuk menikahi Angel tanpa harus bercerai dengannya. Bella rela di madu.
Di saat hati Bella mulai kosong dan rapuh, karena Arseen selalu mengutamakan Angel di bandingkan dirinya. Hadirlah sosok Arysa yang mengisi hari-hari Bella.
Apakah Arsella itu Arseen dan Bella atau Arsya dan Bella 😁
Hanya di Arsella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ARSELLA (9)
"Terima kasih Bell," ucap Arseen kepada Bella.
Bella balas mengangguk. Nafas keduanya masih ngos-ngosan. Arseen dan Bella sudah pelepasan. Bella sudah mandi, kini Bella harus mandi lagi. Bella merasa senang hari ini. Senang karena kali ini, Arseen dengan sadar melakukannya. Beda dengan semalam, Arseen dalam keadaan mabuk parah. Hingga Arseen selalu menganggap Bella itu adalah Angel.
Bella terus saja tersenyum kala dirinya teringat saat bercinta yang baru saja selesai. Bella selalu mengeluarkan suara yang menggelegar hingga Aeseen harus mengunci bibir Bella dengan cumbuan lembut penuh tuntutan.
"Kenapa sih Bell senyum-senyum terus?" tanya Arseen kepada Bella. Arseen sedari tadi memperhatikan Bella yang terus tersenyum mesem.
"Tidak kenapa-napa," jawab Bella entang. "Ya sudah Pak Arseen, Bella mandi duluan," ucap Bella dan di anggukan oleh Arseen.
.
.
.
Malam telah tiba. Bella kini sudah tinggal satu atap dengan Arseen suaminya. Di meja makan sudah tersedia beberapa makanan pembuka dan penutup tentunya Bella yang masak.
"Ingat saat di kantor kalian berdua harus jaga sikap. Jangan sampai ada yang tahu kalau kalian sudah menikah," ketus Nyonya Karin memperingatkan Arseen dan Bella.
"Emang kenapa sih mah? Bella kan istri Arseen sekarang," sahut Arseen yang mulai mengakui pernikahannya dengan Bella.
Bella langsung mengembangkan senyum mendengar Arseen yang sudah mengakui dirinya adalah istrinya.
"Arseen kamu jangan bodoh! Bagaimana nanti apa kata orang kalau kau punya istri tidak sedarajat. Apalagi si Bella ini tidak jelas bebet, bobotnya. Kalau bukan kebaikan Amara dan Angel mungkin nasibnya lebih buruk," ucap Nyonya Karin.
Nyonya Karin terkekeh, dirinya tidak mau mengakui Bella sebagai menantunya. Nyonya Karin malah akan mencarikan gadis lain untuk Arseen yang sederajat dengan keluarganya.
"Sudahlah! Saya jadi tidak berselera makan," kesal Nyonya Karin yang langsung beranjak dari duduknya.
"Kamu yang sabar," ucap Arseen kepada Bella seraya menggenggam tangan Bella.
Bella tersenyum dan balas memegang tangan Arseen "Aku akan sabar Pak."
"Jangan panggil Pak. Ini kan bukan di kantor Bell. Panggil saja Arseen atau Mas juga boleh," kata Arseen membuat Bella semakin tersipu malu dan terlihat kikuk di depan Arseen.
"Oh M-a-s ya," sahut Bella seraya menggaruk-garuk pelipisnya yang sama sekali tidak gatal.
"Kit lanjut makan saja," kata Arseen dan di anggukan oleh Bella.
Angel sudah tiba di halaman rumah Arseen. Tempat yang Angel datangi pertamakali adalah rumah Arseen. Angel berharap kalau Arseen bisa memaafkannya. Angel sama sekali tidak kepikiran tentang Bella yang menyuruh Bella menjadi pengantin pengganti dirinya untuk Arseen di hari pernikahan waktu itu.
"Arseen aku datang," seru Angel dengan langkah kaki gontai menuju ke pintu utama rumah Arseen.
Di dalam kamar, Arseen dan Bella sedang merebahkan tidurnya di atas tempat tidur. Bella merasa masih bermimpi dirinya bakal tidur satu kamar dengan Arseen. Bahkan Bella tidur di sebelah Arseen.
Arseen sudah tidur lebih awal. Karena dirinya merasa lelah. Bella tak henti-hentinya memandang wajah Arseen yang tampak sangat tampan kalau lagi tidur.
Angel mengetuk pintu rumah utama. Nyonya Karin juga sudah tidur. Sang pembantu rumah tangga yang membukakan pintu untuk Angel.
"Non Angel?" Sang pembantu itu sangat terkejut dengan kedatangan Angel.
Angel tersenyum, Angel nyelonong saja melewati sang pembantu yang masih mengantum. Angel berlarian kecil menaiki anak tangga menuju ke kamar Arseen.
"Bakal ada perang ke 19 ini mah," desis sang Pembantu.
Kebetulan Bella lupa tidak mengunci pintu kamarnya. Bella juga sudah mulai mengantuk. Bella mematikan lampu kamarnya dan mulai memjamkan kedua matanya.
Klek~
Suara pintu kamar terbuka~