Menceritakan tentang hubungan kasih antar remaja hingga dewasa yg sudah berjalan lama. Tak terasa, hubungan bertahun - tahun membuat perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa jenuh sehingga ingin melepas.
Bersama dengan orang yg baru membuat diri kita akan bahagia, tanpa kita sadari bahwa ada hati lain yg bisa saja terluka.
Ditengah kebimbangan dan rasa jenuh yg melanda, mampukah kita mempertahankan hubungan lama yg dimulai dari awal atau melepaskannya begitu saja guna kebahagiaan yg kita dapatkan dari orang baru?
Simak terus yu bg/kk... Novel ketiga aku. Semoga suka ya 🤗.
Jangan lupa tinggalkan jejak (Rate, Favorite, Like, Komen ya). Salam sehat selalu 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacaran Ala - ala Sabrina
Setelah makan siang, Sabrina langsung bergegas ke kamar. Ia sedang badmood mengingat hari ini penuh dengan kesialan. Lama berpikir, akhirnya ia mempunyai ide untuk jalan - jalan bersama sang pacar yg tak lain dan tak bukan adalah Nicholas.
Mungkin badmood ku akan hilang saat sama Nic, batin Sabrina dan segera mengambil hp nya untuk membuka aplikasi chat.
💬 Sayang, kamu lagi apa?
🗨️ Baru aja pulang yank. Memangnya kenapa yank? Padahal baru kemarin kita baru ketemu, kamu sudah kangen aja.
Balas Nic dengan PD nya.
💬 Siapa juga yg kangen sama kamu. Gak usah ke_ge-er_an deh.
Malas Sabrina melihat sikap narsis pacarnya. Ia pun membalas sekedarnya yg mana membuat semangat Nic terjatuh.
🗨️ Lalu apa donk kalau gak kangen?
💬 Cuman rindu aja 😂😜
🗨️ Sama aja bengak
💬 Hahahaha, beda lah. Kangen itu rindu, sedangkan rindu itu terlalu berat ✌️
Apes banget sih hidup gue punya cewek pe'a kek Sabrina. Batin Nic yg tetap membalas pesan Sabrina.
🗨️ Ia ia, aku salah. Memangnya kenapa yank? Tumben banget ngabarin duluan. Biasanya tunggu lebaran kuntilanak juga, gak akan pernah ngabarin duluan.
💬 Hehehe, kamu tau aja yank. Kita keluar yuk. Jalan - jalan, suntuk soalnya sama pelajaran hari Senin.
🗨️ Ya udah, aku siap - siap dulu terus jemput kamu ya.
💬 Ye.... Makasih sayang. Tapi kamu makan dulu ya. Soalnya di rumah gak ada ikan. Ikannya udah aku habiskan. Hahahha
🗨️ Bilang aja kamu takut ikan yg di rumah aku habiskan. Ya udah de, aku makan dulu ya my love....
💬 Hehehe, soalnya ikan aku enak. Jadi gak mau bagi sama kamu.
🗨️ Hmmm.... Aku makan dulu ya. Nanti aku kabari kalau udah mau otw. Love You....
"Sab.... Sab... alasan aja penat sama pelajaran. Aku tau kamu bukan typekal orang yg serius dalam belajar. Palingan dapat masalah lagi. Ntar aku tanyain sepupu aku de." Gerutu Nic yg langsung menuju ruang makan.
Masih ingat guru James kan yg di sekolah Sabrina? Ya itu adalah sepupu Nic sekalian mata - mata Nic untuk memantau apa saja aktivitas yg dikerjakan oleh Sabrina selama di sekolah.
Penampilan Nic yg keren jauh berbeda dengan penampilan Sabrina yg biasa saja. Celana jeans, dan baju kasual yg melekat pas di badannya membuatnya terlihat macho. Beda halnya dengan Sabrina yg memakai baju rumahan dan topi bundar di kepalanya.

***Contoh Style Nicholas***

***Contoh Style Sabrina***

***Dan jangan lupakan topi bundar pink nya***.
Nic tak habis pikir tentang pacaran ala - ala Sabrina. Ia berpikir jika mereka akan pergi ke tempat yg bernuansa romantis atau tempat anak - anak muda nongkrong lainnya.
Kalah telak, ya inilah mungkin yg dirasakan oleh Nic. Mereka berjalan - jalan sekitar perkebunan untuk menghirup segarnya udara sore.
Awalnya Nic tak mau dan menyuruh Sabrina untuk berganti baju. Tapi Sabrina kekeh dan mengancam untuk tidak jadi jalan. Alhasil dia hanya pasrah dan beranggapan mungkin dialah yg salah memakai kostum.
"Sayang lihat de sapinya. Mirip sama bocil." Tunjuk Sabrina pada kumpulan sapi yg mereka lewati. Nic hanya memandang sebentar dan hanya tersenyum.
"Hmm... ia yank mirip si bocil." Ucap Nic yg melihat sapi tersebut sama dengan sapi kecil milik Sabrina yg dinamai bocil.
"Lihat de, mereka makan lahap." Tunjuk Sabrina lagi pada sekumpulan sapi yg sedang makan rumput.
"Hmmm.... ia yank..."
Sabrina yg sudah dua kali mendengar 'hmmm' dari Nic pun langsung memicingkan matanya menatap Nic.
Nic yg merasa di tatap pun hanya bisa tersenyum paksa. "Kok ngelihat aku nya seperti itu?" Tanya Nic berhati - hati.
"Kamu sakit? Sariawan?"
*Bukan Sariawan, cuman malas aja tau gak Sab. Kepala aku pusing lihat kamu. Bilang jalan - jalan, rupanya jalan sore. Trus yg di omongin dari tadi hanya sapi aja terus dari tadi. Memang yg di hati kamu kamu siapa sih? Aku apa sapi*? Batin Nic
"Enggak kok"
"Trus kenapa kamu dari tadi hanya hmm.... aja?" Tanya Sabrina yg sudah berada di depan Nic. Kedua tangannya sudah bersedekap dada.
"Hmm...." (*Mati gue, apa yg harus gue bilang ya*?) Batin Nic yg tidak menemukan ide.
"Jawab!" Bentak Sabrina sedikit dengan kaki yg sudah di hentakkan. (*Hmm.... hmm... aja terus. Ni anak kenapa sih*?) Batin Sabrina yg bingung melihat tingkah Nic sedari tadi.
"Aku jadi teringat aja sama si bocil. Udah lama aku gak lihat dia." Jawaban asal yg keluar dari mulut Nic.
Walaupun asal, tapi membuat Sabrina tersenyum. "Ya udah deh, kita kunjungi bocil yok. Lagian aku juga jadi kangen sama dia." Ajak Sabrina antusias yg membuat Nic mati sesaat untuk saat ini.
"Tapi..." *Mampus gue, sepertinya gue salah ngomong*.
"Oh ia, kita harus bawa oleh - oleh untuk bocil. Pasti dia senang."
"Oleh - oleh?" Tanya Nic yg bingung akan ucapan Sabrina.
"Ia oleh - oleh" Ucap Sabrina sambil melihat sekeliling. Ia melihat ada seorang petani yg saat ini sedang beristirahat. Sabrina pun menghampiri bapak tersebut hendak meminjam pisau bapak tersebut.
Setelah mendapatkan pisau dan karung serta tali, Sabrina pun kembali ke Nic dengan perasaan yg bahagia. "Sayang, kamu potongin rumput gi, biar aku yg ngumpulin." Kata Sabrina memberikan pisau tadi kepada Nic.
Nic yg sudah mati akal pun hanya pasrah menerima dan mengikuti perintah Sabrina. Ia merasa Senin hari ini adalah senin kesialan baginya. Bagaimana tidak, pacaran aja masih memikirkan makanan sapi. Yang betul saja pikir nya. "Ampun DJ kalau pacaran ala - ala Sabrina seperti itu" Gerutu Nic yg fokus kembali memotong rerumputan lebat dan panjang.
Sabrina jangan tanya, semangatnya melebihi semangat 45. Ia mengumpulkan rerumputan yg kecil dan memasukkannya kedalam karung yg diberikan pak petani tadi. Sedangkan rerumputan yg besar di satukan sama arah kemudian di ikat di tengahnya.
Tanpa mereka sadari, dua orang anak kost Nic sedang berada di sana merekam dan memfoto kan pasangan unik tersebut. Pacaran yg mengambil rumput untuk makanan ternak.
Mereka berdua hanya bisa menahan tawa agar tidak ketahuan oleh Nic dan Sabrina.
"Ren lu kalau di ajak cewek lo ngambil rumput Lo mau gak?" Tanya Dika pada Rendi yg asik memfoto kan mereka.
"Ya enggak lah, gila aja pacaran ngambil rumput. Kek gak ada waktu lain aja. Udah cukup kita ambil rumput sendiri di waktu senggang. Masa ia kita ngambil lagi pas pacaran. Trus romantisnya kapan coba?" Jawab Rendi yg membuat Dika menganggukkan kepalanya.
"Gue setuju sama Lo bro. Apes benar anak pak bos. Ganteng - ganteng tapi bucin banget." Kata Dika yg diakhiri tawa oleh mereka.
Setelah merasa cukup merekam dan memfoto, mereka pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Nic dan Sabrina melanjutkan perjalanan ke tempat bocil setelah mengembalikan pisau dan mengucapkan terimakasih kepada pak petani tadi.
"*Jarang banget anak muda sekarang yg pacaran sambil ambil rumput. Jadi ingat masa - masa muda dulu*." Batin Pak Petani tersebut.
***Happy Reading Say..... Semoga kalian suka. Jangan lupa 💟, ⭐, 👍 serta 💬 ya say***.... 🤗😇
semangat
sukses