Kedatangan tamu dari masa lalu telah memicu memori itu muncul kembali.
Ini adalah sebuah pilihan antara dia yang selalu ada atau dia yang selama ini diinginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmdrzcky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Scene 6
Setelah memutarkan musik untuk Ayako, aku sengaja berpura-pura lupa untuk mengisi daya yang mana membuat handphoneku kehabisan baterai pada saat kami akan tidur.
Pada hari minggunya saat kami berjalan-jalan aku meninggalkan handphone di kamar dengan alasan “Tidak usah di bawa, baterainya juga habis aku lupa untuk mengisi dayanya. Kita gunakan punyamu saja untuk mengabadikan momen”
Kali ini aku membuat pilihan yang tepat. Pada saat menyalakan handphone 2 pesan suara dan 9 pesan WhatsApp masuk. Siapa lagi kalau bukan dari Gemintang. Pesan suaranya berisi tentang ajakan untuk pergi jalan-jalan di hari minggu lalu pesan text yang masuk hanya berisi kenapa nomorku tidak aktif dan bla bla bla…
Saat tiba di kantor aku tidak melihatnya. Baguslah, lagi pula jika terlalu sering bertemu dengannya aku tidak akan kuat menahan diri untuk tidak terlalu mengingat masa lalu.
Meskipun masa lalu adalah sebuah sejarah yang takkan terulang tapi masa lalu berisi sebuah kenangan, emosi, ikatan, dan pemikiran. Semua itu tidak dapat dilupakan begitu saja, semua terukir jelas di dalam memori. Saat memori itu terpancing keluar lagi, manusia tidak akan mampu untuk melangkah maju.
Aku berusaha untuk menahan kuat-kuat agar memori itu tidak terpancing keluar lagi. Aku mungkin pengecut, aku tidak dapat menghadapi masa lalu, tapi suatu saat masa lalu itu harus ku hadapi. Bersiaplah diriku, hari itu akan tiba.
Saat ini aku hanya bisa mengatakan pada diriku “semuanya sudah berakhir, aku dan masa lalu adalah luka untukku”. Aku tidak berkata “Hadapilah masa lalu meski kau akan terluka”. Semoga jika saatnya tiba, aku siap menghadapinya.
Saat tiba di kantor aku harus mengikuti sebuah meeting dengan client.
Di ruang meeting seniorku berperan sebagai pemimpin meeting ini, ia mempresentasikan hasil analisisnya mengenai profil bisnis yang telah ia terima.
“Baik sodara sekalian yang hadir secara singkat saya akan menjelaskan tentang bagaimana saya menganalisa profil bisnis dari Perusahaan Sakura yang bergerak di bidang makanan…
Berwibawa sekali dia
…Disini kami sudah menganalisis profil bisnis sodara sekalian menggunakan metode analisis SWOT. SWOT adalah Strengths. Weakness, Opportunity, dan Threats. Dalam profil bisnis ini perusahaan kurang menonjolkan kelebihan dan kekuatan, yang banyak terlihat adalah kelemahan. Lalu dengan banyaknya ancaman dari luar, perusahaan ini masih belum bisa melihat peluang. Bagaimana kami sebagai investor akan tertarik dengan bisnis ini? Ada yang bisa menjelaskan?”*
CEO dari perusahaan Start-up (rintisan) ini kemudian berdiri dan menjelaskan. Namun sayang sekali menurutku CEO dari perusahaan ini tidak fasih saat menjelaskan, dan idenya pun kurang menarik yang mana membuat semua statementnya langsung di bantah.
Aku sering ada di rapat seperti ini tapi baru kali ini melihat rapat yang seperti ini. Di perusahaanku kami tidak langsung membantah dan memutuskan tapi kami mempertimbangkan dan membina terlebih dahulu. Disini tidak ada kesempatan untuk memperbaiki, tapi mereka langung di tolak pada saat itu juga. Mereka harus mengulang penyusunan profil bisnis mereka sedetail dan sekreatif mungkin lalu mengirimkannya lagi.
Lalu setelah selesai meeting seniorku itu mengajak berbincang.
“Bagaimana menurutmu profil bisnis yang tadi?”*
“Menurutku mereka hanya belum dapat memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal untuk menutupi kelemahan dan mengatasi ancaman baik eksternal maupun internal”* jawabku dengan sedikit pengetahuan yang ku ketahui.
“Kau benar, dan yang tadi adalah bagaimana cara kami untuk mengeluarkan potensi mereka. Itu juga jika mental mereka kuat”*
Ya, jika mereka kuat. Jika tidak kuat maka hancurlah sudah
“Oke cukup dengan masalah pekerjaan. Bagaimana jika malam nanti kita minum-minum?”*
“Maaf senior, besok bukan hari libur”* Aku yang terkejut dengan ajakannya
“Tenang saja besok kan kita tidak terlalu padat jadwalnya, asal jangan minum terlalu banyak pasti semuanya beres”*
“Okay, just a little bit”
Aku memberitahu Ayako kalau aku akan minum dengan senior-seniorku di kantor ini.
...* * *...
“Oi oi angkasa tambah lagi tambah lagi”*
Apanya yang minum sedikit, ini sih sudah berlebihan namanya
“Tolong tuangkan sakenya ke gelas Angkasa”* pinta seniorku pada teman-temannya
Ah sial! Ini sudah gelas berisi beer yang ke 4. aku udah mulai pusing
“Cepat minum, apa kau sudah tidak kuat?”*
“Kau mabuk senior, apa tidak apa-apa kalau sampai mabuk begini?”*
“Aku tidak mabuk kok, ini cuman sedikit pusing saja”*
“Apa yang kau katakan senior. Ini angka berapa?* Aku memperlihatkan 1 jari
“...itu 2. Aku benarkan. Lihat, aku tidak mabuk kan, kau yang mabuk” Lalu ia tertawa
Wah mabok nih
Tiba-tiba seseorang perempuan berambut panjang yang memakai blazer biru masuk ke dalam ruangan kami. Itu Gemintang
“Ohh lihat angkasa dia juga sama berasal dari Indonesia. Dia kuat minum loh. Gemintang duduklah di samping angkasa dan mari kita minum. Kuharap kalian bisa akur”* kata seniorku sambil menunjuk ke arah Gemintang
Seniorku rupanya sudah mabuk agak parah ditambah lagi dia meminta Gemintang untuk duduk di sampingku
“Kau jadi suka minum ya, aku tidak tau itu” Tanya Gemintang padaku
“Awalnya sih coba-coba, lama-lama ketagihan”
“Semoga kau kuat ya minum dengan mereka”
Aku tentunya dibuat bingung dengan pernyataannya. Namun, tak lama setelah beer ke 4 ku habis para senior membeli banyak minuman lagi dan memaksaku meminum lebih banyak lagi.
oh ini maksudmu...
Entah sudah gelas ke berapa, yang pasti aku sudah tidak kuat lagi. Pada saat itu para senior juga sudah tidak kuat minum lagi lalu, kami memutuskan untuk pulang.
Saat perjalanan pulang pandanganku sudah kabur, jalan sempoyongan, dan yang paling parah lagi aku sampai lupa jalan ke apartemen. Di saat aku kesusahan Gemintang datang dan menawarkan bantuan. Dengan terpaksa aku mengiyakan ajakannya untuk tidur di apartemennya. Mau bagaimana lagi kan? Untuk mengingat jalan pulang saja susah. Jadi… dari pada aku tidur di selokan yasudah aku terima saja bantuannya.
“Tempat tinggal ku tidak jauh dari sini. Mari sini ku bantu kau berjalan”
Aku hanya mengangguk, malas menggunakan komunikasi verbal.
Semoga tidak ada yang mengenaliku
Setelah sampai di apartemennya aku di tidurkan di kasurnya lalu tidak mengingat apa apa.
Saat sadar, hari sudah pagi dan aku dibuat terkejut. Pakaiannku sudah berganti, aku tidak hangover, dan yang lebih mengejutkan lagi Gemintang tidur sambil memeluku dengan hanya menggunakan pakaian dalamnya saja.
Apa yang terjadi semalam?
semangat kaka
mampir ceritaku juga ya 🙏
Rocky hadir disini bawa Like 😊😊
aah angkasa kok kamu mengkhianati ayako sih 😭😭😭
first impression : sukak 😍
semangat 💪💪