Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.
Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.
Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi
Pagi itu matahari begitu cerah, secerah wajah Kevin yang datang ke minimarket tempatnya bekerja bersama dengan Meira.
"Mas Kevin...sekarang kok pakai masker segala? Kenapa Mas?" Tanya Yanti saat melihat Kevin datang lengkap dengan jaket dan masker.
"Aku lagi flu mbak...takut nularin Meira..." Bohong Kevin. Padahal dia takut ada orang yang mengenalnya.
"Ooh ..ya sudah...tuh aku bawakan sarapan untukmu!" Kata Yanti sambil menunjuk sebuah bungkusan nasi uduk di meja kasir.
"Wah...Trimakasih Mbak! Tumben nih baik banget hari ini...terus juteknya juga hilang sedikit..." Puji Kevin. Wajah Yanti memerah seketika.
"Lho...kok aku nggak sekalian di belikan sarapan Mbak?" Celetuk Joni yang tiba-tiba datang dari arah dalam toko.
"Ah...kamu mah beli saja sendiri...memangnya kamu punya bayi? Masih punya tangan dan kaki to?" Ujar Yanti Ketus.
"Idiiih ....segitunya mbak Yanti...bilang saja modus...Mbak kira aku tidak tau apa maksud Mbak Yanti beliin Kevin sarapan..." Sungut Joni.
"Sudah...sudah...waktunya kerja! Jangan berisik!!" Seru Yanti yang langsung berlalu dari tempat itu.
Stelah sarapan, Kevin mulai memberi Meira susu, supaya Meira tenang dan tidak menangis saat Kevin bekerja nanti.
Setelah selesai memberinya susu, Kevin menaruh Meira ke dalam strollernya Kemudian perlahan mendekati Joni yang masih cemberut sambil menyusun barang di rak.
"Jon...memangnya kemarin ada orang yang mencari aku?" Tanya Kevin.
"Iya Vin...soalnya mereka tau dari warga sini, kalau di minimarket ini ada yang namanya Kevin dan wajahnya mirip sama yang mereka cari-cari..." Jelas Joni.
"Tapi mereka tidak bakal balik lagi kan?"
"Ya tidak tau Vin...memangnya kenapa to?" Tanya Joni heran.
"Tidak apa-apa Jon..."
"Tapi kamu seperti orang yang ketakutan saja...jangan-jangan...memang benar orang yang mereka cari itu kamu...!" Tebak Joni.
"Hush! Sembarangan! Mana ada pengusaha kaya yang mau jadi babu di sini...!"
'Kecuali aku...' Batin Kevin.
"Ya...ya...aku percaya...aku mau periksa barang di gudang, kau jaga dulu di depan, sekalian tungguin Meira!" Joni segera menuju kebelakang tempat penyimpanan barang-barang.
Karena suasana pagi itu masih agak sepi, Kevin duduk di depan kasir sambil mengajak Meira bicara.
Tiba-tiba ada orang yang akan masuk ke minimarket dari arah luar, wajah Kevin memucat seketika.
'Oh My God!! Itu si Lukman...orang suruhan Papa!" Pekik Kevin tertahan.
Buru-buru Kevin memakai jaket dan topinya serta maskernya yang berwarna hitam, sekilas Kevin nampak seperti mafia.
Orang itu kemudian langsung masuk ke minimarket.
"Selamat siang Mas...bisa saya bertemu dengan karyawan disini yang bernama Kevin?" Tanya Orang itu.
"Oh...selamat siang mas...ada yang bisa saya bantu...perkenalkan...saya Kevin Sugiono honocoroko baroto yudo..." Kata Kevin dengan logat jawanya yang di buat-buat.
"Itu kenapa masnya pakai jaket, topi dan masker ya...boleh di lepas?" Tanya orang itu. Kevin mulai panik.
"Aduh Mas...saya ini lagi sakit kena virus mas...saya takut nularin anak saya dan orang-orang di sini...makanya saya pakai jaket dan masker...Hatchiiim...Hatchiimmm...!!! Haa....haa...chiiim!!!"
"Iya...iya...cukup Mas...jangan di buka maskernya...!" Kata orang itu sambil mundur dan menutup hidungnya.
"Kalau mau lihat saya buka juga Ndak pa pa Mas..." Sahut Kevin.
"Tidak...jangan...! Mas Kevin tinggal dimana?"
"Saya tinggal di dekat sini to Mas...ini anak saya...cantik tenan kan..." Sahut Kevin sambil menunjuk Meira.
"Oh, itu anak kandungmu?"
"La iya to mas...masa anak tetangga tak bawa-bawa...nanti saya di tuduh penculik to Mas..."
"Kenapa Masnya kerja bawa anak?"
"Hiks....Hiks...istri saya sudah meninggal Mas...saya jadi duda deh...mau cari istri lagi belum ada yang pas...hiks...saya jadi sedih...hiks..." Kevin berpura-pura menangis sambil mengucek matanya.
"Hmm...Den Kevin yang saya cari tidak mungkin seperti Mas ini...logatnya juga beda, gayanya beda, yang itu masih bujangan, yang ini sudah punya anak...huh...bukan dia...!" Gumam Orang itu lalu segera pergi meninggalkan minimarket itu.
Setelah orang itu pergi, buru-buru Kevin melepas jaket dan topinya, dia menarik nafas lega.
"Hufh....Daddy selamat Mei....selamaaat....!" Ucap Kevin sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Mas Keviiiiinnn!!!" Suara teriakan Yanti terdengar menggelegar.
"Iya...iya...Mbak...aku sudah dengar....tidak usah pake teriak juga kali...!!" Sungut Kevin.
"Itu ngapain duduk-duduk nyantai di situ? Bantuin tuh si Joni ngitung barang! Tau sendiri dia suka salah hitung...!" Tegur Yanti.
"Lho...si Joni tadi bilang aku jaga di depan dulu..."
"Lah sekarang kan aku sudah datang...sana ke belakang, biar aku yang jaga di sini sama Meira?!" Cetus Yanti. Dengan wajah masam Kevin beranjak pergi kebelakang.
**********
Jakarta
"Apakah kau sungguh tidak tau dimana keberadaan Kevin, Paul?" Tanya Pak Herry di tempat kediamannya.
"Beneran Om...saya tidak tau...!" Sahut Paul.
"Bukankah kau yang mengurus perusahaannya??"
"Saya memang mengurus perusahaannya, tapi saya jarang sekali berkomunikasi dengan Kevin...dia selalu ganti-ganti nomor ponsel om.."
Kriing....kriiing....kriiiing....
Suara telepon rumah berdering, Pak Herry segera mengangkat telepon itu.
"Halo..."
"Halo Tuan...kami belum berhasil menemukan den Kevin...ada orang yang namanya sama, tapi belakangnya beda...tapi dia itu duda beranak satu...bukan den Kevin tuan..."
"Kurang ajar! Menghilang kemana anak itu, seperti di telan bumi...!"
"Maafkan saya tuan...."
"Lukman...kau terus pasang iklan di media sosial, cari terus sampai ketemu! Jangan kembali kalau kau tidak mendapatkan informasi! Mengerti??!"
"Baik tuan..."
Pak Herry memukul keras meja telepon, wajahnya merah padam menahan kemarahan.
Kemudian dia beralih kepada Paul, yang masih duduk di ruangan itu.
"Paul, kau juga cari sepupumu! Masa aku di kalahkan oleh Kevin...walau bagaimana aku ini adalah orang tuanya...!!"
"Baik Om...tapi apakah kalau Kevin kembali, Om akan tetap menjodohkan Kevin dengan Angela?" Tanya Paul.
"Tentu saja! Aku sudah terikat perjanjian dengan keluarga Tomo...Kevin harus kembali...sebelum terlambat...!"
"Terlambat bagaimana Om?"
"Sudahlah...kau keluar saja dari ruangan ini...!" Seru Pak Herry.
Sejurus kemudian Paul, yang seusia dengan Kevin, bertubuh atletis dan sama tampannya dengan Kevin, segera keluar meninggalkan ruangan itu.
*********