Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calista Sakit
Tak selamanya yg terlihat indah di luar juga terlihat indah di dalam. Sama halnya dengan seseorang. Walaupun terdapat banyak senyuman menghiasi wajahnya, tapi belum tentu menjamin jika hatinya juga berseri. Terkadang seseorang menutupi kesediannya dengan menipu orang lain dengan senyuman yg ia tunjukkan. Agar apa? Agar ia tak terlihat begitu lemah, walau hati begitu terluka.
*******
Jam siang pun sudah menghampiri, menandakan sekolah telah usai. Queen pulang dengan Angga karena mereka ada tugas kelompok yg harus diselesaikan dengan cepat. Mereka akan bertemu di Cafe milik teman mereka.
"Sudah?" Tanya Angga pada Queen disaat Queen sudah memasang sabuk pengamannya.
"Sudah, ayo pergi." Ucap Queen dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
"Queen" Panggil Angga
"Ia, kenapa Ngga?"
"Gak jadi...." Ucap Angga pada akhirnya.
"Kalau ada yg mau diomongin, bilang aja gak usah sungkan. Aku siap kok menjadi pendengar yg baik" Ucap Queen tersenyum manis pada Angga.
"Next time aja. Aku akan bercerita. Okey" Ucap Angga dan diangguki oleh Queen.
(Kenapa aku jadi gugup begini ya? Perasaan beda ketika aku dengan Calista) Batin Angga.
*******
Sebastian yg mengendarai mobilnya pun melihat sosok perempuan yg tak asing baginya. Perempuan yg berjalan kaki terlihat sedang melamun. Ia pun menghentikan mobilnya tepat dihadapan perempuan tersebut hingga membuat kesadaran Calista kembali.
"Berengs*k" Maki Calista dengan segala sumpah serapahnya.
Pugh... Tian pun keluar dari mobilnya dan langsung memaksa Calista untuk masuk kedalam mobilnya. Bukan perjuangan yg mudah, karena Calista sempat memberontak.
Disepanjang perjalanan Calista hanya diam saja. Dia terlalu lelah untuk meladeni Sebastian walaupun sekedar adu mulut. Hingga akhirnya dia pun tertidur. Satu jam perjalanan pun sudah dilalui, kini mereka telah sampai ditempat tujuan Sebastian.
(Apa jam tidurnya tidak ada ya? Bisa - bisanya dia tidur tanpa ada rasa takut. Tapi tunggu dulu, kenapa dengan luka dibibirnya. Apa dia baru berantam? Cantik tapi kasihan) Batin Sebastian dan dia pun menutup hidup Calista guna membangunkannya.
"Awh...." Ringis Tian saat tangannya dihempaskan kuat oleh Calista. "Lo gila?"
"Lo tu yg gila. Lo mau gue mati? Ah?" Emosi Calista.
"Gue pengen Lo mati, tapi bukan seperti ini. Lagian bisa - bisanya lo tidur disamping musuh. Lo gak takut dibunuh?" Tanya Sebastian lagi dan Calista pun hanya diam saja.
"Ayo turun" Lanjut Sebastian dan diikuti oleh Calista.
"Kita kemana? Ngapain Lo bawa gue kesini? Tanya Calista berwaspada pada Tian.
"Ikut atau tinggal?" Tantang Tian dan segera masuk ke ruangan yg biasa Tian datangi untuk sekedar latihan.
Setelah berganti baju, Tian pun memberikan pukulan demi pukulan kepada Calista. Calista hanya bisa mengelak tanpa melakukan perlawanan.
Kini mereka sekarang berada di Ring Tinju untuk Tian melakukan balas dendamnya akibat ulah Calista yg menyerang Markas mereka.
"Pukul." Sarkas Tian yg mulai muak dengan Calista yg tak pernah membalas pukulannya.
Akibat kurang fokus, Calista pun tak bisa mengelak.
Bugh... satu pukulan pun mengenai hidung Calista dan ia pun segera ambruk jatuh pingsan dengan darah yg mengalir dari hidungnya.
"Calista...." Kata terakhir yg didengar oleh Calista sebelum pandangannya menghitam semua dan ia pun tak sadarkan diri lagi.
***
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Tian kepada dokter setelah dokter selesai memeriksa Calista.
"Dia hanya demam biasa saja. Bisa jadi dia begitu lelah atau beban pikiran yg begitu banyak. Kamu rawat dia dengan baik aja, mungkin dia akan segera pulih. Ini obatnya jangan lupa diberikan." Ucap Dokter tersebut dan pamit undur diri.
Sebastian pun merawat Calista dengan baik dan ia pun mengompres keningnya agar demamnya cepat turun.
(Sebenarnya apa yg kamu alami Calista? Awal aku melihat tatapan matamu aku merasa ada sesuatu yg tidak biasa. Itu makanya aku melepaskan kamu dan Angga kemarin, yg bukan berarti karna Queen yg menahan tanganku. Apapun beban yg kamu pikul, berbagi lah. Tak selamanya kamu bisa bertahan dengan keadaan kamu. Hati kamu juga butuh proses pemulihan juga. Kalau tidak mana mungkin kamu tidak menyerang balik) Batin Sebastian yg sebenarnya merasa Iba dengan Calista. Tapi apa boleh buat mereka bukanlah teman, melainkan musuh.
***
"Egh...." Erangan Calista disaat kesadarannya mulai penuh. (Kenapa aku dikamar? Bukannya aku tadi sama si brengs*k Sebastian itu? Lalu kemana si resek itu pergi?)
"Kamu udah bangun?" Tanya Angga dan itu sukses membuat Calista terkejut.
"Kenapa aku ada disini?" Tanya Calista yg kebingungan mendapati dirinya berada di kamarnya sendiri.
"Aku menyuruh pengawal untuk menjemput kamu. Kenapa kamu gak memberi kabar jika sakit? Aku pasti menunda kerjaanku." Ucap Angga dengan lembut.
"Aku gak mungkin merepoti kamu terus, lagian aku udah gak kenapa - napa kok. Makasih udah mengkhawatirkan aku." Ucap Calista tulus.
"Udah kewajiban aku. Sekarang kamu makan trus minum obat ya." Angga pun menyuapi Calista dan menemaninya istrahat sebelum kembali ke kamarnya.
(Kamu tau, kamu selalu membuat aku tidak berguna Lis. Aku ada tapi seakan akan kamu bisa melalui semuanya tanpa aku disisimu. Kamu selalu membuat aku khawatir tentang dirimu) Batin Angga dan kemudian dia tertidur di kamarnya.
#Flashback
Tring....tring...tring...
Suara dering HP Calista yg menandakan jika ada panggilan masuk.
Sebastian yg melihat nama Anggara di HP Calista pun segera memanggil suster untuk mengatakan jika Calista saat ini dirawat. Tapi jangan disangkutpautkan dengan dirinya.
"Halo...."
"Ini siapa? Calista mana?"
"Nona Calista belum sadarkan diri pak. Ini dengan salah satu Suster yg bekerja di RS ini."
"Calista kenapa?"
"Dia hanya demam biasa dan kelelahan saja pak."
"Baiklah suster, saya akan membawanya pulang. Tolong diurus semuanya dulu. Terimakasih"
#Flashon
Angga pun segera menghubungi kepala pelayanan untuk menyusulnya ke Rumah Sakit guna mengurus keperluhan Calista. Tidak mungkin seorang Angga yg akan masuk jika traumanya saja begitu besar terhadap rumah sakit.
Setelah dua hari terbaring di tempat tidurnya, kini Calista sudah pulih dan melalui hari - harinya seperti biasa. Dia juga melakukan latihan fisik yg keras guna menyegarkan dirinya setelah dua hari berbaring. Dan tentu saja Angga hanya mampu membiarkan Calista mengasah kemampuannya. Karena jika tidak, maka dirinya lah yg akan diamuki oleh Calista. Ia tau jika Calista memiliki tempramen yg buruk.
"Jangan dipaksa, kamu masih dalam masa pemulihan" Ucap Angga seraya memberikan minum kepada Calista.
"Aku bukan gadis yg lemah Ngga."
"Aku tau, kamu gadis yg kuat" Ucap Angga tersenyum memandang Calista.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor