NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:27.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.

Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aiden sakit

Leea kini sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia menata bunga bunga yang di gunakan untuk menghiasi ruangan konferensi. Leea harus secepatnya menyelesaikan pekerjaan itu, karna tempat konferensi akan di gunakan nanti sore.

Sementara Ziga dan Erik meninggalkan hotel ketika hari hampir siang. Mereka langsung menuju Vlatava River untuk mencari alamat AIZEL flowers.

Di rumah, Zeline sedang merengek pada Mia untuk di belikan ice cream.

"Mia, Zel mau ice cleam" rengek Zeline dengan suara cadelnya.

"Tapi Zel harus makan siang terlebih dahulu" tolak Mia.

"Ah Mia, satu saja " rengek Zeline tetap tak mau menyerah, dia terus menatap Mia dengan tatapan memelas.

"Em baiklah, tapi satu saja, setelah itu Zel harus makan" sahut Mia yang pada akhirnya menyerah setelah melihat mata Zeline.

Zeline mengangguk anggukan kepala mungilnya. Dia menatap Mia dengan mata berbinar.

"Ayo kita beli sekarang" ajak Mia.

"Tapi mana kakak Aiden?" tanya Mia.

"Kakak masih tidur di kamar" jawab Zeline.

"Zel tunggu ya, Mia lihat Aiden sebentar" ucap Mia. Kemudian Mia naik ke atas untuk menemui Aidein di kamarnya

Mia mengetuk pintu kamar Aiden tapi tak ada jawaban, kemudian Mia masuk kedalam kamar dan dia melihat Aiden yang sedang meringkuk di ranjangnya. Mia mendekati Aiden, bocah kecil itu menggigil kedinginan. Mia pun menyentuh kening Aiden, betapa terkejutnya dia badan Aiden panas.Mia pun panik, dia memanggil manggil Aiden tapi bocah itu tak merespon. Mia segera menghubungi Leea yang masih bekerja. Beberapa kali Mia menghubungi Leea tapi tetap tak ada jawaban. Mia pun bangkit dan mencari cari termometer kemudian memeriksa tubuh Aiden. Ternyata Aiden demam suhu tubuhnya mencapai 39 derajat. Mia kembali menghubungi Leaa tapi lagi lagi hanya operator yang menjawab. Dalam keadaan panik Mia pun segera membopong tubuh Aiden bergegas turun untuk membawa Aiden ke rumah sakit.

Sementara itu Zeline di bawah masih menunggu Mia dengan tenang. Dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada kakak kembarnya tersebut.

Mia turun ke bawah sambil membopong Aiden.

"Kak Aiden kenapa Mia?" tanya Zeline dengan raut wajah yang khawatir setelah melihat kakaknya di bopong oleh Mia.

"Aiden sakit Zel, ayo kita harus cepat bawa Aiden ke rumah sakit" jawab Mia.

"Huaaa,huaaa" Zeline menangis keras mendengar kakak kembarnya sakit.

Mia pun bertambah panik.

"Zel jangan menangis, kita harus segera membawa Aiden ke rumah sakit" ujar Mia

"Zel coba terus hubungi Mom dengan ponsel ini" ucap Mia sambil menyerahkan ponselnya pada Zeline.

Zeline pun mengangguk tanda ia mengerti, kemudian dia mencoba menghubungi ibunya menggunakan ponsel Mia. Mia pun menggendong Aiden dan tangan satunya menggandeng Zeline yang masih sibuk mencoba untuk menghubungi ibunya.

Erik dan Ziga akhirnya tiba di depan AIZEL flowers. Tapi kening Ziga mengerut setelah melihat tanda toko itu sedang tutup.

Ketika Ziga dan Erik tengah memandangi keadaan toko dari luar tiba tiba seorang gadis dengan menggendong seorang anak laki-laki dan menggandeng anak perempuan keluar dari toko tersebut dalam keadaan panik.

"Permisi Nona" sapa Erik

"Apa anda Nona Maureen ?" tanya Erik kemudian.

"Maaf Tuan saya bukan Nyonya Maureen" jawab Mia.

Zeline yang tadinya sedang sibuk menelpon Leea mendongakkan kepalanya melihat siapa yang bertanya tentang Maminya. Zeline melihat Erik yang berada di hadapannya kemudian dia melihat Ziga yang berada tak jauh dari Erik.

"Daddy" panggil Zeline kemudian segera berlari ke arah Ziga, karna tubuh Zeline yang jauh lebih pendek dari Ziga akhirnya bocah mungil itu hanya mampu memeluk kaki Ziga.

Ziga terkejut ada seorang bocah perempuan mungil yang memeluk kakinya. Dia pun berjongkok kemudian menatap wajah Zeline.

Mia yang melihat Zeline memeluk orang tak di kenal bahkan memanggilnya Daddy membuat dia merasa tak enak.

"Maaf Tuan, maafkan keponakan saya Tuan" ucap Mia.

"Zeline no, it's not your Daddy" ucap Mia.

"Huaaa,huaaa,huaaa" Zeline menangis dengan keras.

"It's my Daddy" ucap Zeline di sela sela tangisnya.

Ziga yang belum pernah di hadapkan dengan seorang anak kecil kebingungan. Apalagi anak tersebut menangis dan memanggilnya dengan sebutan Daddy.

"Daddy, kakak Aiden sakit" ucap Zeline dengan menunjuk ke arah Aiden yang sedang di gendong oleh Mia.

Entah perasaan apa yang dirasakan oleh Ziga, tiba tiba dia bangkit kemudian mendekati Mia yang tengah menggendong Aiden. Ziga meletakkan tangannya di kening Aiden, dan dia merasakan bahwa bocah tersebut sedang demam.

"Kita ke rumah sakit sekarang Rik" perintah Ziga yang kemudian langsung mengambil Aiden dari gendongan Mia.

"Tuan, mau di bawa kemana?" tanya Mia panik karna Aiden kini telah berada di dalam gendongan orang yang tak di kenalnya.

"Ke rumah sakit sekarang" jawab Ziga, dia pun membawa Aiden ke dalam gendongannya dan meraih tangan Zeline untuk di gandengnya menuju mobil.

"Mari ikut kami Nona" ucap Erik ketika Mia berada dalam kebingungannya.

Akhirnya Mia pun menuruti Erik dan melangkah masuk menuju mobil. Erik pun melajukan mobilnya menuju Motol University Hospital.

Di dalam mobil Ziga masih mendekap tubuh Aiden yang terus saja menggigil kedinginan.

Dia pun menyelimuti Aiden dengan selimut yang ada di dalam mobil.

"Jangan menangis litle bunny" ucap Ziga sambil mengelus kepala mungil Zeline.

"Siapa namamu gadis kecil? " tanya Ziga kemudian.

"Zeline Daddy" jawab Zeline.

"Zeline jangan menangis lagi, kita bawa kakak ke dokter ya !" ucap Ziga dengan sabar.

"Lalu siapa nama kakakmu?" tanya Ziga lagi.

"Aiden Daddy" jawab Zeline sambil mengusap air matanya.

Mia yang duduk di kursi depan merasa tak enak karna Zeline terus memanggil orang tak di kenal dengan sebutan Daddy.

"Tuan maafkan keponakan saya" ucap Mia berusaha meminta maaf atas ucapan Zeline, dia takut hal tersebut akan membuat Ziga marah.

Ziga hanya menganggukkan kepalanya. Entah mengapa dia merasa seperti ada sesuatu yang bergetar di dalam hatinya ketika melihat wajah Zeline. Wajah Zeline mengingatkannya pada seseorang yang dia sendiri lupa siapa itu. Ziga menatap Aiden yang kini berada di atas pangkuannya. Melihat Aiden, Ziga seperti melihat dirinya sewaktu kecil dulu. Ada beberapa bagian wajah Aiden yang menyerupai dirinya ketika kecil.

Sementara Erik yang menyaksikan dari kaca spion merasa heran dengan interaksi Ziga dan Zeline. Ziga yang selalu bersikap dingin bahkan cenderung acuh, kini nampak lembut dan perhatian dengan dua anak kecil yang tak di kenalnya. Bahkan Ziga membiarkan anak tersebut memanggilnya dengan sebutan Daddy.

"Bisa lebih cepat Rik" ucap Ziga tak sabar, karna tubuh Aiden terus menggigil kedinginan.

"Baik Tuan" jawab Erik.

Erik pun segera melajukan mobilnya dengan cepat untuk dapat segera mencapai rumah sakit.

1
Salma Suku
Apakah Mi Rae bersekongkol dengan seseorang, untuk mengahancurkan rumah tangganya Aiden ama So Ah?
Salma Suku
Kenapa nda ngomong aja So Ah bikin dongkol kyk org bisu...
Salma Suku
Pastilah disetujui udah hamidun😁
Salma Suku
Hadeeeuw, nanti salah paham lagi, Aiden nda jelaskan yg sebenarnya bahwa So Ah yg akan dia nikahi...
Salma Suku
Apakah Mi Rae sepupuan dengan So ah?
Salma Suku
Pasti Delon melihat Aiden dan So ah berciuman makanya dia jatuh sampai kepalanya berdarah...
Salma Suku
Thor, Aiden akan bertemu dengan si gadis kecil yg punya gantungan...
Salma Suku
Thor tinggal tunggu So ah hamil, karena mlm pns di lobang😁
Salma Suku
Tempat uhuy2nya nda cocok thor masa ditempat seperti itu😁pasti hamil lagi setelah ini...
Salma Suku
Aiden jgn ngomong begitu, biasanya nanti akan terjangkit kau akan menikah muda jg...
Salma Suku
Thor apakah Mika anaknya Demyan?
Salma Suku
Waktu fello ama Jesi ambil Fabian sebagai anak angkat barang kali seumuran dengan Zeline...
Salma Suku
Kalo aku sih visualnya Aiden kurang pas...
Salma Suku
Woow bakal seruuu...
Salma Suku
Astaga Juan...tapi aku salut padamu demi kebahagiaan kakakmu👍👍
Salma Suku
Untung aja Louis gerak cpt untuk menelpon ama Zeline...
Salma Suku
Cinta yg tulus dan pengorbananmu semoga berbuah manis...
Salma Suku
Apakah itu Sera?
Salma Suku
Thor suka banget bikin org jantungan😁
Salma Suku
Via, hamil anak ke 3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!