Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.
Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.
Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.
Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangkap Buruan
Mereka semua harap-harap cemas menantikan kedatangan Axel dan Ziel. Jasvier nampak mondar-mandir sambil memikirkan sesuatu. Earlyn sedari tadi menangis terus. Queen nampak gelisah dan terkadang menggerutu kepada Celline. Sementara Celline terduduk sendiri menyalahkan dirinya sendiri.
Setengah jam mereka berada didalam ketegangan akhirnya kedua pria yang ditunggu-tunggu datang juga dengan wajah lelah sambil menenteng kelinci buruannya.
Mereka semua segera bangkit dari duduknya. Earlyn dengan tidak sabar segera berlari ke arah Ziel dengan tergopoh-gopoh begitu juga Queen berlari ke arah kakak kesayangannya itu mereka berpelukan sangat heboh.Celline ingin ikut dibagian itu namun dia mengurungkan niatnya dan malah berbalik ke arah Axel.
Celline menyongsong Axel dan mencubitinya.
"Kamu kemana aja...bikin aku bingung aku hampir mengira kamu diculik peri hutan tau gak?" Cibir Celline
"Kamu yang kemana saja tau-tau menghilang tanpa jejak. Aku kira kamu diculik raja hutan, aku hampir menangis kehilangan dirimu" balas Axel tak mau kalah.
"Hahahha....dodol kamu mana mungkin ada raja hutan disini Xel" Celline masih tertawa mendengar balasan Axel.
"Hahahaha...mana ada juga peri hutan disini dasar gadis dodol" Axel membalikkan kata-kata Celline.
"Apa sih kamu....lihat tuh hasil buruanku sendiri aku dapat 3 ekor lagi" Celline menunjukkan hasil buruannya kepada Axel sambil tersenyum cerah
Ziel segera melihat ke arah Celline lalu dia berbalik arah dan merangkul Celline.
"Kamu membuatku dan Axel bingung. Kami takut kahilangan kamu" Ziel masih saja merangkul bahu Celline.
"Oh.. it-itu karena aku ingin membawakan kakak hasil buruan lebih banyak lagi untuk diberikan kepada Earlyn"
"Dasar bodoh aku tidak butuh sebanyak itu hasil buruan. Aku hanya ingin kamu tidak kenapa-kenapa. Tetapi harus aku akui kamu gadis yang tangguh Line tidak salah Axel begitu mengagumi dirimu" ucap Ziel lalu mencium rambut Celline dan mengusuk-ngusuknya dengan mesra.
Earlyn segera menghampiri dan memuji Celline juga. Kemudian dia mengalungkan tangan Ziel kepundak Earlyn. Ziel langsung memapah Earlyn berjalan dan mengantarnya sampai ke tenda.
"Kamu istirahat ya kita akan pesta daging kelinci malam ini" Ziel.
"Iya kak" jawabnya dengan mata berbinar
"Kak gimana masaknya kelinci ini?" Tanya Queen.
Ziel nampak menggaruk-garuk kepalanya sambil bertolak pinggang.
"Serahkan pada Celline" ujar Jasvier.
"Ini kan ide dia makan daging kelinci"
"Cellineeee..." teriak Queen
"Aku mau daging kelinci"
"Iya nanti ya.. aku mau mengobati Axel dulu" Celline.
"Lohhh....kenapa pelipis kakak aku?" Tanya Queen
"Kena ketimpuk aku" Celline.
"Wah...kamu parah Line main timpuk kakak aja" Queen agak sedikit kesal dengan Celline
"Ini bukan salah dia, aku yang menguntit mereka dan Celline kira aku ini binatang buas makanya dengan sigap dia menimpukku dan sasarannya tepat" Axel membela Celline.
"Oohhh" cuma itu jawaban dari Queen.
Selesai mengobati Axel lalu Celline mengambil kayu dan membuat tiang penyangga untuk menggantung kelinci itu.
Axel dan Ziel tampak ngeri melihat Celline menggantung kelinci itu.
"Sumpah...terbuat dari apa cewek model Celline itu?" Tanya Ziel sambil memalingkan wajahnya tak tahan melihat Celline menggantung dan menguliti kelinci itu.
"Itu sisi kejamnya dia kak...makanya jangan suka main-main sama dia. Dia tidak akan mengampuni lawan yang menjadi rivalnya dia"
Axel dan Ziel menjauh dari Celline hanya Jasvier yang tahan melihat Celline menguliti kelinci itu.
"Wuahh.....tangan yang lihai" puji Jasvier.
Queen dan Earlyn nampak takut melihat kelinci-kelinci itu digantung oleh Celline. Hampir satu jam lebih dia menguliti hewan itu sendiri tanpa ada yang berani membantunya.
"Finish" teriaknya sambil mengelap keringat dikeningnya dengan tangannya.
Ziel segera mengeluarkan sapu tangannya dan membantu membersihkan keringat dikening Celline.
"Aih kakak....jangan dekat-dekat...aku bau kelinci" ujarnya
"Tak apa anggap saja kakak menghargai hasil kerja keras kamu" Ziel
"Line....itu kelinci tidak dicuci dulu?" tanya Axel
"Gak usah jauh cari airnya...kita langsung bakar aja" jawab Celline
"Waduh...kanibal juga kamu Line" ucap Axel.
"Hahah....memang begini cara memutilasi kelinci. Papaku begini ngajarinnya" Celline.
"Ah iya aku lupa kalau om Yugho itu sering keluar masuk hutan" Axel
"Sudahlah kita serahkan pada ahlinya...yang penting nanti malam kita pesta daging kelinci" tukas Jasvier.
"Yup betul" Axel
"Kalian juga harus bantu Celline kasihan jika dia yang kerja sendiri" Ziel
"Ini mah sudah biasa kak, bakar ayam atau kelinci itu sudah menjadi keahlian Celline. Kami tinggal keprok-keprok nunggu daging matang" Axel
"Kalau tidak ada yang bantuin Celline jangan harap kalian bisa dapat jatah makan malam" Ziel memandang semuanya satu persatu.
"Udah gpp kak..aku malah ribet kalau direcokin mereka" Celline
"Kamu tinggal memberikan perintah biarkan mereka yang melakukan pekerjaan itu. Jasvier, Queen cepat bantu Celine. Earlyn biar didalam tenda Axel kalau bisa bantu kalau tidak bisa istirahat saja ditenda.
Kakak akan bantu Celline" Ziel.
Akhirnya mereka semua membantu Celline sesuai perintah Ziel. Celline nampak kelelahan dan Ziel memberikan segelas kopi hangat untuknya. Pemandangan yang sangat kontras namun membuat kesal Axel. Begitupun dengan Earlyn dia malas keluar tenda dan mengurung diri didalam tenda sambil menangis.
Queen dan Jasvier membakar kelinci itu sampai hampir gosong. Tetapi ya sudahlah bagaimanapun adanya yang penting perut mereka bisa terisi nanti malam.
Celline meminjam pakaian dalam Earlyn namun Earlyn tidak membawa lebih akhirnya Queen memberikan Celline pakaian dalamnya. Kemudian Ziel memberikan sweaternya yang besar itu kepada Celline. Axel memberikan celana pendeknya kepada Celline.
"Ahh....repotnya jika tidak membawa persiaan apa-apa" gerutunya dalam hati.
Akhirnya kelinci panggang itupun matang dan mereka bersiap-siap untuk menyantapnya.
Ziel dan Axel menyalakan api unggun mereka berenam segera mengelilingi api unggun itu untuk mencari kehangatan. Mereka makan sambil sesekali bercanda.
Ziel tampak asik menggoda Celline sambil sesekali menyuapi Celline. Ahh...Celline tidak terbiasa dengan sikap manis Ziel, dia malah menjadi grogi dan bingung. Axel selalu memperhatikan ekspresi Celline dan dia menjadi kesal dengan kakaknya itu. Celline adalah gadis pilihannya kenapa juga kakak malah memilih dekat dengannya. Sungguh sangat menyebalkan kakaknya itu.
Earlyn tidak menyukai sikap Ziel ke Celline dia selalu berusaha merebut perhatian Ziel. Akhirnya Ziel menemani Earlyn setelah drama sakitnya itu.
Axel segera mengambil bambu dan memotong lancip bawahnya serta membuatnya nampak seperti tombak.
"Untuk apa kamu membuat tombak itu Xel?" Tanya Ziel.
"Ini untuk Celline besok kak" jawabnya acuh tak acuh karena dia berharap Ziel tidak terlalu banyak bertanya .
"Kenapa kamu selalu memberikan Celline senjata tajam Xel. Dia itu wanita" Ziel nampak tak suka jika Axel terlalu merepotkan Celline.
"Dia wanitaku....dia wonder womanku kak...ingat" jawab Axel.
"Aku tahu siapa dia. Besok kami akan berburu ikan. Kakak tenang-tenang saja ditenda" Axel
Ziel nampak tidak suka jika Axel terlalu banyak menuntuk kepada Celline. Baginya sehebat apapun Celline tetap saja dia wanita. Makhluk yang harus dilindungi bukan dimanfaatkan karena kehebatannya. Besok sebelum Axel bangun dia harus mengajak Celline pergi agar tidak diganggu oleh Axel. Ziel kasihan melihat Celline karena semuanya bergantung kepada Celline.
Selesai makan malam Jasvier mengeluarkan gitarnya lalu dia pun menyanyikan beberapa buah lagu bersama Queen dan Celline. Ziel masih menemani Earlyn sambil sesekali mengurut dengan lembut kaki Earlyn. Ziel menyuapi Earlyn daging kelinci itu nampak Earlyn seperti anak kecil yang sedang disuapi oleh kakaknya.
Axel segera memeluk Celline dari belakang hingga mengagetkannya dengan cepat Celline menggigit tangan Axel.
"Ampoonn sayang..aduhh...sakit tanganku Line" Axel memegangi tangannya dan meniup-niupnya.
"Kamu selalu ngagetin aku terus sih Xel" Celline mencubiti pipi Axel yang memerah itu.
"Cup" satu kecupan mendarat dipipi mulus Celline.
"Hayoo....berani sekali lagi aku tinju nih" ancamnya
"Ampun tuan putri hamba menyerah" jawab Axel.
Akhirnya Axel duduk disebelah Celline sambil ikut bernyanyi bersama mereka.
Celline melihat Ziel yang sedang asik tertawa bersama Earlyn tiba-tiba dia menjadi kesal. Diapun segera meminta Jasvier menyanyikan lagu milik Armada "Harusnya aku" sambil sesekali melirik ke arah Earlyn
"Harusnya aku yang disana dampingimu dan bukan dia, harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.
Harusnya kau tau bahwa cintaku lebih darinya harusnya aku yang kau pilih dan bukan dia"
"ciee...cieee...ada yang lagi kesal ini..uhuyy" Jasvier
"Lagunya enak tau" bantah Celline.
"Aku juga suka" Queen
"Toss kita Queen" Celline
"Kakak anteng banget sama Earlyn. cocok sih mereka" Queen
"Iyalah yang cewek cantik dan yang cowok keren serasi banget" ucap Celline walau dalam hati tak rela mengatakan itu.
"Semoga mereka jadian deh"Queen
"ohh... tidak Queen tolong jangan katakan itu, aku tidak siap melihat mereka bersama. aku akan sakit hati" Celline berkata dalam hati.
"Doakan juga aku bersama Celline Queen" pinta Axel.
"Memang kakak sudah tobat? tidak mau mengejar wanita lagi?kamu siap jika macam-macam akan dihabisi oleh Celline" tanya Queen
"Kakak janji akan jadi pria pujaan hatinya" ucap Axel sungguh-sungguh.
"Hahaha...playboy cap kapak seperti kamu tidak akan bisa tobat Axel. Aku sama yang lain aja, gak kuat kalau sama Axel nanti" Celline
"Hehehe...Celline aja nyerah sama kamu kak" Queen
"Yakinlah aku sudah tobat Line...demi kamu apapun aku lakuin" Axel
"Gombaaallllll" Jawab Celline sambil tertawa.
Axel langsung memeluk Celline dan 'cup' dia berhasil mendaratkan kembali bibirnya dipipi mulus Celline. Celline menjadi geram dan diapun mengejar Axel dengan gemasnya.
Malam semakin dingin akhirnya mereka masuk ke dalam tendanya. Ziel berjaga diluar seorang diri dia selalu mengawasi tenda wanita. Dia takut terjadi apa-apa kepada ketiga wanita itu. jam 3 dinihari dia baru terlelap dan tidur Di dalam tendanya.
Pagipun datang menjelang Axel dengan tidak sabar membangunkan Celline. Dengan mata masih setengah terpejam dia pun akhirnya mengikuti langkah kaki Axel.
"Aku cuci muka dulu Xel...tapi kayanya aku mau mandi dipancuran itu" Celline
"Mandinya belakangan aja...kita cari ikan dulu yuk" ajak Axel.
"Aku sudah lapar" teriaknya
"Baiklah....baiklah tuan besar" Celline
Mereka berdua menuju sungai yang kemaren ditemui Celline. Dan seperti biasa Axel menyuruh Celline untuk menombak ikan. Dengan susah payah akhirnya mereka berhasil membawa ikan cukup banyak.
"Yuhuuu....dapat 7 ekor, kamu memang bintangnya Line. Rasanya aku mulai jatuh cinta padamu" Axel.
"Jangan macam-macam Xel, usia aku lebih tua satu tahun dibandingkan kamu"
"Aku tidak perduli...aku akan mengejar kamu sampai kamu mau menerimaku" Axel
"Aku akan menolak kamu terus kamu akan capek"
"Aku tidak akan pernah lelah mengejarmu" Axel
"Terserah kamu" jawab Celline lalu dia pun bersiap untuk menombak ikan lagi. Axel hanya bisa melihat sambil menunggu Celline menangkap hasil buruannya.
(benar kata Ziel kalau Axel hanya menyusahkan Celline saja😂)
"Sudah jam 10 Line...yuk kita ketenda kita bakar ikan" Axel.
"Aku lapar Xel" teriak Celline.
"Aku akan mencarikanmu buah" Axel
"Gak usah nanti kamu malah hilang, kita balik ketenda saja" ajak Celline.
Celline dan Axel akhirnya pulang ke kemah mereka. Ziel melihat dengan seksama kedua makhluk itu.
"Kalian tidak ngapa-ngapainkan?" tanyanya.
"Nggaklah kak..memang kita mau ngapain?" Celline
"Aku percaya padamu tapi tidak dengan adikku"
"Hahaha....kakak iri ya aku habis memancing ikan bareng Celline?" Axel
"Kakak hanya tidak suka jika kamu memperbudak Celline Xel" Ziel
"Aku cinta sama dia kak, mana mungkin aku memperbudak dia" Axel
Mendengar kata-kata Axel nampak Ziel ingin tertawa namun dia menahannya takut Axel kesal terhadapnya.
"Kakak antar Earlyn dan Queen mandi dulu ya, kalian tunggu disini saja" Ziel
"Aku mau ikut" Celline mengacungkan jarinya.
Earlyn seketika menatap Celline dengan pandangan tidak bersahabat. Lalu dia segera membuang mukanya. Melihat sikap Earlyn yang mengacuhkannya akhirnya Celline mengundurkan diri.
"Aku tidak jadi pergi kak....ada yang harus aku urus" Celline.
"Ayo Line...kamu butuh penyegaran" kemudian Ziel menarik tangan Celline bermaksud mengajaknya pergi bersamanya.
Celline nampak seperti kerbau yang dicocok hidungnya mengikuti langkah Ziel.
*******
Holaaa....akhirnya bisa up lagi genks.
Jangan lupa like, vote n komment ya genks🤗
Love you much😘😘😘😘😘😘
Maaf kalau banyak typo genks..nulis buru-buru buat kalean😂😂😂