Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.
Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.
Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?
Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Biarkan Berlalu
Tampak beberapa wanita keluar dari dalam toilet, Irsyad dan putrinya sama-sama memperhatikan dengan seksama tapi wanita berhijab yang mereka tunggu tidak muncul juga.
" Pa! Kemana tante itu ya? Apa dia masih di dalam sana? " Sha mendongak pada papanya dengan raut wajah kecewa.
" Papa tidak tahu sayang. Mungkin saja tante itu masih di dalam sana. Tapi kenapa kamu ingin sekali menunggunya? " Irsyad bertanya sambil sedikit menunduk.
" Sha ingin mengajaknya makan malam papa. Sha juga ingin membelikan hadiah untuk tante itu " Sha terlihat menghembuskan nafasnya dengan kasar. Irsyad yang mendengarnya langsung tersenyum kecil . Ia bersyukur memiliki seorang putri yang tahu bagaimana caranya berterima kasih pada orang yang sudah membantunya.
" Begitu ya. Apa mungkin tante itu malu bertemu dengan papa? " Irsyad mengusap dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Mungkin saja papa. Tadi sebelum papa masuk ke toilet, Sha masih sempat berbicara dengan tante. Tapi begitu papa masuk tante langsung pergi " Jelas Sha sambil berjongkok dan bertopang dagu.
" Sweety jangan berjongkok disini. Apa kamu berencana menunggu tante disini ? " Irsyad mencoba menarik tangan putrinya membuat Sha yang tadi berjongkok kembali berdiri.
" Sha tidak ingin pergi papa. Sebentar lagi tante itu pasti akan keluar " Sha menggeleng-gelengkan kepalanya. Irsyad kembali menghembuskan nafas. Ia lelah dan merasa sedikit bodoh karena menunggu di depan toilet. Sudah hampir lima belas menit mereka menunggu disini dan wanita itu tidak juga keluar.
" Apa Sha tidak ingin bermain lagi? " Tanya Irsyad berusaha membuat Sha berubah pikiran.
" Sha ingin bermain papa, tapi...tante? " Wajah Sha berubah bimbang. Ia ingin segera bermain tapi ia juga ingin menunggu tante. Sha takut jika ia tidak akan bertemu lagi dengan tante cantik itu.
" Sudahlah, nanti Sha pasti akan bertemu lagi dengan tante baik itu " Irsyad mencoba membujuk putrinya yang terlihat bimbang.
" Ya ampun Sha lupa lagi papa " Gadis kecil itu menghentakkan kaki kirinya ke lantai sembari menepuk pelan dahinya. Ia kesal pada dirinya sendiri kenapa baru sekarang ingat.
" Lupa apa sayang? " Irsyad terlihat penasaran. Ia sedikit mengerutkan dahinya.
" Sha lupa menanyakan nama tante cantik itu " Sha berniat kembali masuk ke dalam toilet. Tapi Irsyad lebih dulu menahan putrinya.
" Sudahlah sweety nanti saja. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Papa tidak ingin membawamu pulang larut malam. Nanti kamu sakit sayang."
" Tapi Pa Sha ingin me,-.."
" Sha akan bertemu lagi dengannya " Potong Irsyad cepat. Mendengar ucapan papanya akhirnya Sha mau menuruti keinginan papanya. Dengan sedikit kecewa Sha pergi meninggalkan toilet tempat Mila bersembunyi. Sambil berjalan Sha masih sempat menoleh ke belakang beberapa kali. Berharap tante itu keluar tapi tidak ada yang terjadi.
Mila masih duduk di dalam ruang toilet, yang bersekat padahal ia sendiri tidak sedang buang air. Ia hanya menunggu sampai Sha dan ayahnya itu pergi. Mila melihat jam tangannya dan dalam hati ia merasa sudah cukup baginya bersembunyi. Ia sudah bersembunyi selama setengah jam lamanya. Tidak mungkin keduanya masih di depan sana. Dengan hati-hati Mila keluar dari dalam toilet, dan benar saja tidak ada Sha dan juga Irsyad di sekitaran toilet wanita.
" Alhamdulilah mereka sudah pergi " Mila mengusap pelan dadanya. Sedari tadi jantungnya sudah berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
Pukul 20.30 Irsyad dan putrinya sudah berada di dalam mobil. Dengan perlahan mobil yang dikendarai Irsyad keluar dari dalam parkiran mall terus melaju menuju jalan raya.
" Pa, apa papa yakin jika Sha akan bertemu lagi dengan tante itu? " Tanya Sha yang duduk di samping papanya.
" InsyaAllah, papa yakin sweety " Irsyad menoleh sambil tersenyum.
" Semoga saja. Kamu harus membantuku Elsa " Celoteh Sha pada boneka Princess Elsa miliknya. Sebelum pulang tadi, ia melihat boneka tersebut dan dengan memohon akhirnya papanya mau membelikan boneka itu untuknya.
Irsyad tampak termenung sejenak, pikirannya kembali mengingat kejadian tadi pagi dimana ia sempat melihat Mila berbicara dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Hampir saja ia bertemu dengan Mila saat itu. Dan tadi saat di toilet ia sempat berpikir itu adalah Mila karena melihat postur tubuh wanita itu yang sangat mirip dengan mantan istri pertamanya itu. Tapi di satu sisi Irsyad meyakini bahwa itu bukan Mila. Mantan istri pertamanya itu tidak pernah memakai tongkat kruk.
" Papa melamun lagi kan " Ujar Sha hingga membuat Irsyad sedikit terkejut.
" Eh, iya sayang. Aduh kenapa papa jadi sering melamun ya? " Irsyad terkekeh geli sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
" Iya sering sekali. Apa papa memikirkan mama? " Sha menatap papanya dengan tatapan kasihan.
" Tidak. Papa banyak pikiran karena pekerjaan dikantor selalu menumpuk setiap harinya." Irsyad terpaksa membohongi putrinya. Kedua manik gelap putrinya terlihat berkaca-kaca.
" Apa papa sudah melupakan mama? " Dari nada suaranya Irsyad tahu jika putrinya itu sedang bersedih hati.
" Tidak sayang, papa tidak pernah melupakan mamamu. Papa selalu mengingatnya, semua kebaikannya. Papa juga selalu berterima kasih pada mama mu karenanya papa bisa menjadi seorang ayah. Kamu dan mama adalah hadiah terbaik yang pernah papa miliki didunia ini." Irsyad menatap putrinya dengan rasa sayang yang begitu besar.
" Papa! " Sha meneteskan air matanya. Ia merasa terharu mendengar ucapan papanya. Dalam hati Sha merasa senang, ternyata papanya masih memikirkan mamanya. Sha harap suatu hari nanti mereka semua akan kembali bersama seperti dulu.
Mila sudah turun dari angkot sambil menenteng satu kantong plastik yang berisi deterjen, pewangi pakaian, indomie untuk stok saat tanggal tua dan lainnya yang tidak bisa ia sebutkan satu persatu. Saat sudah sampai di dalam rumahnya, Mila mulai membuka barang belanjaannya dan menempatkan satu persatu di tempatnya. Mila melepaskan jilbabnya lalu mulai mencuci wajahnya, menggosok gigi dan juga mencuci kaki dan tangannya. Dan yang terakhir sebelum tidur, Mila selalu berwudhu. Setelah selesai Mila pergi mengambil baju tidurnya lalu duduk di tepi ranjang. Ia meletakkan tongkat kruk di samping tempat tidurnya. Perlahan jemarinya membuka ikat rambut yang mencengkram kuat rambut panjangnya. Rambut panjang dan hitam Mila tergerai indah. Rambut hitamnya yang dulu sebatas dada kini sudah panjang mencapai pinggangnya.
" Hari ini sungguh melelahkan. Kenangan lima tahun lalu itu kembali lagi setelah dengan susah payah aku melupakannya " Gumam Mila sembari membaringkan tubuhnya pada kasurnya dengan perlahan. Ia memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam. Merilekskan seluruh saraf dan ototnya yang terasa menegang.
Semoga saja besok tidak ada lagi pertemuan bahkan berpapasan dengannya. Aku tidak ingin masa lalu itu kembali lagi. Aku tidak ingin
Bersambung.....
Happy reading, Love you guys😘
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍