namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8 jangan menemui Gus itu lagi!
Cut
" Bagus, besok kita lanjutkan syutingnya."!
Ardi menghampiri Gus Hanif yang baru saja menyelesaikan ceramahnya didepan kamera.ardy mengangkat jempol tangannya memuji Gus Hanif yang tidak lagi terlihat canggung didepan kamera.
" Gus sangat keren, Sekarang sudah tidak nervous lagi didepan kamera."
" Alhamdulillah di."
" Gus diluar ada yang mau ketemu dengan Gus."
" Siapa."?
" Fans."
" Fans."?
" Ia toh Gus, sekarang kan Gus Hanif sudah jadi dai muda yang terkenal.fans Gus ada dimana mana."
" Kamu ada ada saja di."
"Lah apa yang saya katakan itu memang benar, sekarang Gus itu sudah seperti seorang artis yang tiap hari mukanya ada ditv tv."
"Assalamualaikum Gus."
" Waalaikum salam." Jawab mereka serempak.
" Ini loh yang saya maksud fansnya Gus Hanif."
" Masya Allah ternyata Gus Hanif aslinya lebih ganteng dari pada ditv."
" Saya suka cara Gus Hanif menyampaikan dakwah terdengar tidak pernah menghakimi tapi begitu menyentuh hati saya."
" Alhamdulillah kalau bermanfaat semoga kita sama sama mengamalkan ilmunya."
" Andai saja anak saya,mau mendengarkan ceramah Gus Hanif walau hanya sebentar, sayangnya anak saya terlalu sibuk dengan dunia sampai tidak sempat belajar ilmu agama."
Risma selalu sedih jika ia teringat dengan seira.
" Saya mengerti kekhawatiran ibu, kekhawatiran ibu sebagai bukti Betapa besar cinta kasih ibu pada anak ibu.tapi jangan sampai kekhawatiran ibu membuat hubungan ibu dan anak ibu menjadi renggang.bisa jadi anak lari kedunia karena belum melihat indahnya akhirat lewat kita.,"
" Ustadz benar saya memang belum bisa menjadi contoh yang baik buat anak saya,saya juga baru berniat untuk memperbaiki diri tapi malah saya selalu memaksa anak untuk belajar agama."
Gus Hanif tersenyum.
" Alhamdulillah,jika niat ibu memperbaiki diri.itu artinya Allah sedang memberikan hidayah untuk ibu."
Risma menyeka sudut matanya yang terasa bereembun.
" Saya akan melakukan kewajiban saya kepada Allah yang sempat saya abaikan.semoga Allah juga mengetuk pintu hati anak saya ya gus."
" Amin.insya Allah Bu.semoga Allah juga memberi hidayahnya kepada anak ibu."
" Amin Gus, terimakasih Gus Rasanya hati saya sedikit lega berbicara dengan Gus Hanif."
Gus Hanif hanya tersenyum tulus.
"Kalau begitu saya permisi dulu Gus.Assalamu Alaikum."
" Waalaikum salam."
Risma mulai menjauh dari Gus Hanif, saat melangkah dari kejauhan ia melihat anak semata wayangnya yang diapit oleh Hana dan Ratih.
Risma mempercepat langkahnya.
" Seira."
" Lo mami?"
" Mami ngapain disini?"
" Mami baru saja bertemu dengan Gus Hanif idola mami."
" Gus Hanif?"
" Ia Gus yang sering mami tonton ditv.ternyata dia syutingnya di kantor kamu.saat mami tahu dia syuting disini.mami langsung kesini.sejak kemarin mami ingin bertemu langsung dengan Gus itu.akhirnya kesampaian juga.ternyata dia aslinya lebih ganteng daripada yang mami lihat ditv."
Seira memutar bola matanya,lagi lagi Gus Hanif yang menurutnya aneh itu.
" Mami jangan sering menemui Gus itu.!"
" Lo memangnya kenapa?"
" Seira tidak bisa cerita sekarang,seira ingin mami tidak usah datang menemui Gus itu lagi."
" Memangnya kenapa sih seir, kalau mami kamu ngefans dengan seorang Gus." Timpal Hana.
" Pokonya tidak boleh ya tidak boleh." Ucap Seira lebih menekan berharap semua orang disekitarnya mengikuti keinginannya.
" Kamu terlihat aneh seir."
" Ia lagian kenapa sih jika mami datang menemui Gus itu lagi.lagi pula niat mami baik ingin belajar agama."
" Mami cukup nonton dia ditv saja, tidak usah datang menemuinya."
" Tapi seira."
" Cukup ya mi.seira tidak mau lagi berdebat dengan mami.seira mau syuting."
Seira melangkah menjauh dari risma.disusul Hana dan Ratih.
" Permisi Tante"
\*\*\*
" Ummi lihat deh mas Hanif, sekarang dia muncul ditv.sekarang Gus Hanif hebat ummi, tausyahnya bisa didengar oleh ribuan orang lewat media."
" Tapi rasanya ummi kurang srekk Kalau mas mu itu lebih memilih tinggal di kota daripada dipesantren ini.biar bagaimana pun Hanif itu anak laki-laki ummi satu satunya semenjak Abi kamu meninggal hanya dia satu satunya harapan ummi untuk mengurus pesantren ini."
" Ummi jangan terlalu menghawatirkan pesantren ini.sejak mas Hanif memutuskan tinggal dijakarta .sejauh ini pesantren kita aman aman saja ummi.ummi harus ingat anak ummi bukan hanya mas Hanif tapi juga Nahla.walaupun nahla hanya seorang perempuan tapi insyaallah nahla masih bisa mengurus pesantren ini ummi.toh juga pengajar yang lain selalu membatu nahla."
" Sebenarnya bukan hanya pesantren ini yang ummi khawatirin nak.tapi tentang masmu yang sampai sekarang belum menetapkan pilihannya.setelah kemarin menolak mengkhitbah zahra.ummi hanya takut masmu salah dalam memilih calon istri."
" Ummi tidak boleh mengatakan hal seperti itu,kita harus percaya pada mas Hanif,tentu mas Hanif bakalan tahu apa yang terbaik untuk dirinya ummi."
" Tapi tetap saja ummi rasanya tidak tenang."
"