Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri Yang Hilang Part 2
Celine sedang membantu ibunya Astuty menyiapkan makanan untuk makan malam.
Celine mulai memotong sayuran,
“Kamu sudah memberitahukan kantor polisi kan nak?” Tanya Astuty.
“Belum bu... nanti saja ya bu, soalnya Celine harus mengerjakan semua pekerjaan ini dulu, Celine juga harus memasak untuk anak anak dan membersihkan halaman.” Ucap Celine.
“Baiklah, Nak! Gak apa-apa yang penting kita langsung melapor ya nak nanti, ibu takut karna ini nanti citra Panti kita smakin buruk, kamu tahu kan sejak kejadian itu citra Panti kita jadi hancur, semua Donatur tidak mau lagi memberikan bantuan kepada kita.... kasihan anak anak, mereka harus hidup menderita.” Ucap Astuty dengan raut wajah sedih.
Celine menarik nafas panjang, “Sabar ya, Buk!.... semoga Panti Ini tetap berjalan meskipun Donatur tetap kita sudah gak mau lagi memberikan bantuan, Celine akan bekerja keras agar adik-adik Panti tetap bisa makan, sekolah...” Ucap Celine.
“Iya, Nak!... kamu memang anak yang baik..!” Ucap Ibu Astuty.
Seorang anak sedang tertawa terbahak bahak melihat tingkah Putri, Putri sudah bangun dan dia langsung merasa senang karna punya banyak teman di Panti. Putri langsung terlihat akrab dengan anak anak yang lain.
Celine melihat ke ruang tamu, “Kamu sudah bangun Putri?” Tanya Celine menghampiri Putri.
Putri menganggukkan kepalanya, “Iya!” Jawabnya. Putri tersenyum sangat manis sekali. Dia benar benar menggemaskan dan membuat anak anak Panti sangat menyayanginya.
“Kakak... jangan biarkan orang mengadopsi Putri yah, kami menyanyanginya.” Ucap Dira salah satu anak Panti.
Celine tersenyum, “Kalian pasti cape main yah? kalian nonton tivi aja, sambil makan cemilan sehat... ini kakak tadi belikan untuk kalian..” Ucap Celine memberikan jajanan sehat kepada mereka
Putri menggendong Pinky, dia duduk di sebuah kursi dan makan cemilan, “Enak!” Seru Putri.
Sementara itu Betrand sedang nongkrong bersama temannya, Dia sedang bersama Gilang, Leonel.
“Akhirnya dia membalas chat ku..!” Ucap Leonel tersenyum.
“Lu sedang chat sama siapa?” Tanya Gilang heran.
“Palingan itu mangsa baru lu kan?” Ujar Betrand tertawa.
“Hidup ini cuma sekali Bro, sebaiknya kita gunakan untuk bersenang senang..!” Ucap Leonel.
“Siapa sih cewe yang lu targetin sekarang?” Tanya Betrand.
“Dia seorang Guru, cantik banget... pas gue lihat dia sedang menyebrang, gue langsung jatuh hati... gue susah payah minta nomornya dia akhirnya dia kasih juga...” Ucap Leonel.
“Coba gue lihat fotonya!” ujar Gilang.
“Ini dia, cantik kan? pokoknya gue akan ambil hatinya dalam satu minggu...” Ucap Leoneld.
Betrand tertawa, “Dasar otak Mesu* ..!” Ucap Betrand.
“Kalian bakalan tau kalau dia perempuan yang cantik, gue sampai koleksi fotonya dia setiap kali gue lihat dia di depan halte.” Ucap Leoneld.
“Pantesan aja yah lu pagi pagi uda menuju jalan Raya, rupanya mau lihat dia?” Ucap Gilang tertawa.
Betrand mengingat Richa almarhumah istrinya, “Dulu aku mengejar cintamu sampai setahun lebih, baru aku mendaptkanmu... aku bahkan sangat mencintaimu hingga saat ini, aku berharap kau bahagia di Surga..” Ucap Betrand dalam hati mengenang istrinya.
Ariana sangat cemas karna kehilangan Putri, dia takut suaminya akan marah besar. “Gimana ini ya bik? Kasihan Betrand kalau nanti Putri gak ditemukan juga..” Ucap Ariana.
“Kasihan kenapa Nyonya? Bukannkah tuan Betrand emang gak suka non Putri ada dirumah ini? Maaf ya nyonya kalau Bibi lancang..” Ucap Bibik Inah.
Ariana terdiam, dia tahu apa yang dikatan asisten rumah tangganya itu benar.”Tapi Suamiku akan marah besar kepada Betrand, aku gak sanggup melihat suamiku memarahin Betrand...” Ucap Ariana panik.
“Sabar ya nyonya.. mudah mudahan Putri gak kenapa kenapa..” Ucap Bik Inah.
***
Debby sedang duduk dikamarnya setelah pulang sekolah, dia tidak mengikuti extrakurikuler. “Kapan ya ada pemuda kaya yang mau datang melamarku?” Tanya Debby dalam hati.
Sang ibu datang kedalam kamarnya, “Tok Tok Tok” Suara ketukan Pintu kamar Debby.
“Iya masuk aja!” Ucap Debby.
Mamanya masuk kedalam kamar dan tersenyum, “Kau belum makan nak? Kenapa?” Tanya Dewi.
“Debby gak selera makan.... Mah, kapan sih mama tepatin janji mama?” Ucap Debby.
“Janji apa nak?” Tanya Dewi bingung.
“Janji untuk mencarikkan Debby jodoh yang kaya..” Jawab Debby.
“Debby sayang, kamu itu kan belum lulus SMA, kau masih belum dewasa.. sebaiknya kamu lulus dulu baru kita bicarakan tentang pernikahanmu... lagi pula ayahmu tidak akan setuju kalau kamu menikah mudah, sejak Richa meninggal ayahmu itu pengen sekali ada yang meneruskan usaha butik Richa, kau harus sekolah desain agar bisa melanjutkannya!” Ucap Dewi.
“Ogah ah... Debby gak pengen belajar mah... Debby uda malas dan muak dengan pelajaran pelajaran disekolah.” Ucap Debby.
“Kamu makan dulu ya nak..!” Ucap mamanya sambil membelai rambut Debby.
Debby masih tidak beranjak dari kasurnya, “Gak ah mah... Debby belum selera, Debby mau makan burger..” Ucap Debby.
Mamanya tersenyum melihat anak kesayangannya sedang pengen makan burger, Mamanya mengajaknya untuk membeli Burger.
“Gimana kalau kita jalan sambil cari burger?” Tanya Dewi.
“Iya ma... sekalian shopping ya mah ke mall...” Ujar Debby.
“Iya sayang... yauda kamu ganti baju yah, mama juga mau siap siap dulu..” Ujar Dewi ibu Debby.
Debby adalah anak yang manja kepada ibunya, Dewi sangat menyayangi Debby melebihi apapun. Jadi semua permintaan Debby pasti akan dipenuhi Ibunya.
***
Hujan membasahi kota Bogor tepat disore hari, bagi beberapa keluarga sangat menyukai hujan karna dapat merasakan kesejukan saat berkumpul didalam rumah. Hujan mengguyur Bogor membuat penghuni Panti Asuhan sedih dan repot karna harus memindahkan beberapa peralatan akibat terkena bocoran atap.
“Anak anak... matikan TV nya dulu, ayo bantu ibu membereskan peralatan ini, mari kita ungsikan supaya gak terkena hujan.” Ucap Ibu Astuty.
Anak anak panti langsung sigap mengangkati beberapa barang ke tempat yang aman, semua anak anak terlihat sibuk membuat Putri bingung. Putri senang melihat hujan turun, belum pernah dia melihat air huja turun secara nyata. Karena sebelumnya putri selalu terkurung didalam rumah dan kamarnya.
Putri menjamah percikan air yang masuk menerobos rumah dari atap, tetesan tetesan air itu ditampung disebuah wadah. Putri sangat gembira karna bisa bermain air. Baju Putri menjadi basah namun tidak membuatnya berhenti bermain.
“Dingin airnya asyik..” Ucap Putri kegirangan.
Celine sangat sibuk sampai sampai dia tidak memperhatikan Putri yang sedang bermain air. Putri merasa haus, dia meminum air hujan itu dengan tangannya sendiri. Seorang anak Panti melihat Putri sedang meminum air itu.
“Dik... kamu haus yah?” Tanya Dira anak Panti.
Putri menganggukan kepalanya sambil mengambil air lagi dengan tangannya, lalu Dira mencegah dia untuk memasukan air kedalam mulut Putri.
“Itu jorok dik, gak boleh diminum... sebentar ya kakak ambilkan air untukmu.” Ucap Dira.
Dira mengambilkan secangkir air untuk gadis kecil itu, dia terlihat sangat dahaga. “Bajumu basah dik... kakak akan bilang ke kakak Celine yah kalau bajumu basah.” Ucap Dira.
Dira menghampiri Celine yang sedang berada di kamar Marini yang sedang sakit. “Kak Celine.!” Panggil Dira.
“Ada apa dik?” Tanya Celine
“Baju Putri basah, dia pasti akan masuk angin..” Ucap Dira.
Celine mencari pakaian anak panti yang pantas buat Celine, dia memgambilnya dan mengganti pakain Putri, Celine memakaikan baju lama bekas anak Panti kepada Putri. Pakainnya terlihat biasa aja.
“Kamu sekarang duduk disini yah, jangan keluar dari kamar.. diluar hujan takutnya kamu basah lagi.. lagi pula tante takut kamu terpeleset.” Ucap Celine.
Putri menganggukan kepalanya, “Iya tante.” Ucapnya.
Celine meninggalkan Putri didalam kamar, sedangkan Marin tertidur karna baru meminum obat demam, Putri merasa bosan karna semua teman teman nya sedang bekerja mengangkati perabotan. Putri mencari akal agar dia tetap bisa bermain meskipun didalam kamar. Putri memang selalu punya cara agar membuat dirinya senang.
Putri masuk kedalam Paper Bag, dia terlihat bosan. Dia selalu mencari cara untuk membuatnya happy.
Karena kerepotan itu membuat Celine lupa melaporkan Putri ke kantor polisi, Setelah selesai berbenah Celine harus mengeringkan lantai. “Kapan ya aku bisa merenov ini Panti... rasanya aku sudah bekerja keras tapi uang yang aku dapat tidak seberapa..” Ucapnya mengeluh.
Dia terus mengeringkan lantai karna dia tidak mau anak anak panti ada yang terjatuh karena licin, dia terus menbersihkan dan mengosongkan wadah penampungan.
“Nak.. sepertinya sia sia juga kita mengganti atap satu satu.” Ucap Astuty pada Celine.
“Maksud ibu kenap?” Tanya Celine bingung.
“Lihatlah...kita mengganti satu seng dengan seng baru, tapi seng yang lain bocor secara gantian, sepertinya atap ini memang harus dibongkar seluruhnya dan diganti seluruhnya dengan yang baru..” Ucap Astutu.
Celine menarik nafas panjang, dia menyeka keringatnya di dahi. “Bu.. Maafin Celine yah, Celine belum sanggup mengganti Seng Atap dan asbesnya secara keseluruhan, ibu tau sendiri gaji Celine itu hanya cukup buat kita sehari hari, belum lagi membayar listrik dan lain lain....” Ucap Celine.
“Iya nak... Panti kita semakin lama semakin jauh dari kesejahteraan..” Ucap Astuty sedih.
“Semoga aja ada rejeki ya bu..!” jawab Celine
“Iya nak...”
Sore berganti malam, sekarang sudah gelap gulita namun Hujan belum juga reda.” Cape sekali...!” Ucap Celine.
“Nak.. kau istrahat saja, besok kan kau harus mengajar ke kota... lagi pula besok kamu les pertama kan, kamu pasti akan pergi pagi pagi sekali... biar ibu aja yang membereskan semuanya..” Ucap Astuty.
“Tapi bu... Celine gak enak meninggalkan keadaan seperti ini dan tidur, Biar anak anak saja yang tidur, lagi pula kamar Celine juga bocor, gimana Celine mau tidur... ibu aja yang tidur, kan kaki ibu sakit karna asam urat ibu kambuh..” Ucap Celine.
“Gak nak... ibu kuat kok.” Jawab Astuty.
Celine memaksa Astuty tidur, dia tahu kalau kesehatan ibunya sedang tidak baik.
***
Leonard pulang kerumah, jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam.
“Cape juga seharian di Galeri, berdiri melayani Klien-Klien yang datang..” Ucap Leonard sembari membuka Sepatu dan kaus kakinya.
Ariana dengan gugup menghampiri suaminya, “Malam Pah... Papa da pulang ternyata.” Ucap Ariana.
Malam itu ada yang berbeda dari Ariana, yaitu expressinya tidak seperti biasanya. Leonard menanyakan , “Kamu sakit ya mah?” Tanya Leonard pada istrinya.
Ariana sangat gugup, “Iya Pah... mama cuma pegal pegal doang kok, yauda papa masuk lalu mandi, mama akan siapkan makan malam kita....” Ucap Ariana mencoba mengalihkan perhatian suaminya.
“Kok rumah ini sepi? Mana Putri?” Tanya Leonard sambil berjalan memasuki rumah.
Ariana ketakutan dan sedih, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada suaminya.
“Duh.. gimana ini?” Ucapnya dalam hati.
Putri!” Panggil Leonard dan melangkah menuju kamar Putri.
Leonard membuka kamar Putri tidak ada Putri ataupun boneka kesayangannya. “Dimana dia?” Tanya Leonard sambil mencari dikamar lain.
“Mah.. dimana Putri?” Tanya Leonard lagi.
“Pu...pu... Putri...” Ariana menjawab dengan suara gugup dan terputus putus.
Leonard semakin penasaran, dia meninggikan suaranya. “Dimana Putri mah?” Tanya Leonard lagi.
“Putri Hilang pah..” jawab Ariana ketakutan.
Leonard sangat marah dan kaget karna cucu satu satunya hilang, “Apa? kenapa mama gak memberitahukan papa sih? Kapan dia hilang? Betrand sudah tahu hal ini?” Tanya Leonard.
“Sudah Pah... tapi Betrand gak perduli sama sekali, dia sedang bersama teman temannya nongkrong..” Ucap Ariana.
“Dasar dajjal tu orang yah, tega banget sama anak sendiri... awas aja tu orang... mama uda lapor polisi?” Tanya Leonard.
Ariana menggelengkan kepalanya, “Belum Pah.. lagipula Polisi tidak akan memproses jika belum 2x24 Jam... dan lagi pula mama takut media akan mengekspos kita karna lalai dengan mengurus cucu, dan mama gak mau karir papa hancur karna image orang orang memandang kita manusia yang jahat.” Ujar Ariana.
“Iya juga sih Mah.... apalagi sekarang kita gak bisa harapin Betrand untuk mengurus Galeri kita, kalau orang orang pada tahu pasti Galeri kita akan semakin terancam... Sekarang papa telpon Betrand agar dia mencari anaknya.” Ucap Leonard.
Leonardo adalah seorang ayah yang tegas dan disiplin, dia selalu cepat marah dan emosional saat seseorang tidak melaksanakan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya. Leonardo dan Betrand memang jarang akur, namun mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.
Bersambung.....
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah