NovelToon NovelToon
Wasiat Terakhir Ibu

Wasiat Terakhir Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

🍀AYO, MAMPIR 🍀
Galang Langit jatmika sama sekali tidak mengenal sosok Hanum Sekar Salsabila.

Tapi di ranjang kematian ibunya, ia di paksa mengucap ijab Kabul untuk menikahi gadis itu.

"Nikahi Sekar, jaga gadis itu untuk ibu."

Pernikahan tanpa cinta, masa lalu yang datang, dan rumah tangga yang semakin terasa hambar.

Tapi bagaimana kalau wasiat itu justru jadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan hati mereka berdua yang penuh luka?


Yuk, cari jawabannya di sini 🍀

°°°°°°°°

Jangan lupa subscribe, like, vote, dan komen🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8. Good night, A Galang!

Suara pintu kamar mandi yang membuat Sekar tersentak dari lamunannya.

"Oh iya..."

Matanya jatuh pada jam tangan dan jas putih milik Galang yang tertinggal di sofa. Perlahan ia meraih kedua benda itu dengan hati-hati seolah sedang membawa sesuatu yang berharga.

Aroma khas rumah sakit masih samar menempel di jas putih itu. Wangi antiseptik bercampur parfum maskulin milik Galang membuat pipi Sekar kembali menghangat.

Ia berjalan pelan menuju kamar.

Begitu pintu kamar terbuka, Sekar langsung melangkahkan masuk dengan canggung. Kamar itu rapi, terlalu rapi malah. Seperti kamar yang lebih sering dipakai untuk beristirahat daripada ditinggali.

Sekar menggantung jas putih Galang di belakang pintu lemari dengan hati-hati, merapikan bagian lengannya yang sedikit terlipat. Setelah itu ia meletakkan jam tangan pria itu di atas meja kecil dekat tempat tidur.

Selesai.

Lalu hening.

Sekar berdiri di tengah kamar.

"...terus aku ngapain?"

Ia menoleh ke kanan. Menoleh ke kiri. Bingung sendiri.

Tangannya mendadak membenarkan ujung seprai yang sebenarnya sudah rapi. Setelah itu merapikan bantal. Lalu duduk sebentar. Berdiri lagi. Jalan mondar-mandir tanpa tujuan jelas.

Degup jantungnya malah semakin ribut.

"Kenapa jadi gugup gini sih, Sekar..." bisiknya pelan pada diri sendiri.

Ia melirik pintu kamar mandi dari arah luar sana. Samar-samar terdengar suara air masih mengalir.

Masih lama.

Sekar menghela napas lalu kembali melihat seisi kamar. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa kamar ini terlalu dingin dan hambar. Pandangannya jatuh pada pewangi ruangan kecil di atas meja rias.

Mata Sekar langsung berbinar kecil.

"Oh!"

Ia cepat-cepat mengambil botol pewangi itu lalu menyemprotkannya ke udara.

Ceseeesssss...

Aroma manis lembut langsung memenuhi kamar. Wangi vanila bercampur bunga melati menyebar perlahan.

Sekar tersenyum puas kecil.

"Lumayan...."

Namun beberapa detik kemudian ia malah panik sendiri.

"Kebanyakan gak ya?"

Ia mengibas-ngibaskan tangan ke udara, takut wanginya terlalu menyengat. Setelah itu buru-buru duduk di depan cermin kecil.

Tangannya naik membenarkan rambut yang sejak tadi sedikit berantakan. Ia merapikan anak rambut di dekat telinga, lalu mencubit pelan pipinya sendiri yang tampak kemerahan.

"Kenapa sih salting terus..."

Sekar menunduk malu sendiri sampai tidak sadar suara air dari kamar mandi sudah berhenti. Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki mendekat.

Deg.

Tubuh Sekar langsung menegang.

Langkah itu semakin mendekat.

Suara gagang pintu bergerak pelan membuat Sekar membelalak panik.

"Ya Allah!" desahnya.

Tanpa pikir panjang ia langsung meloncat ke atas kasur, menarik selimut hingga sebatas bahu lalu memejamkan mata rapat-rapat.

Pura-pura tidur.

Napasnya bahkan ia atur sedemikian rupa supaya terdengar tenang.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka.

Galang masuk sambil mengusap rambutnya yang masih setengah basah dengan handuk kecil. Kaos cokelat polos dan celana training panjang membuat penampilannya jauh lebih santai dibanding biasanya saat mengenakan jas dokter.

Namun langkahnya terhenti begitu melihat kamar yang mendadak harus masnis.

Alisnya terangkat samar.

Galang melirik sekeliling kamar, lalu pandangnya jatuh pada tubuh kecil di atas kasur yang tampak 'tidur' terlalu sempurna.

Hening beberapa detik.

Pria itu menatap Sekar cukup lama sampai pikiran aneh itu tiba-tiba menguasai otaknya seketika. Ia menelan ludahnya susah payah, meskipun Galang menikahi Sekar tanpa cinta ataupun perasaan dirinya seorang pria normal.

Galang berjalan mendekat ke kasur pelan. Degup jantung Sekar langsung kacau.

"Ya ampun....ya ampun...ya ampun..." gumamnya.

Sekar memejamkan mata semakin rapat sampai jemarinya mencengkram ujung selimut diam-diam.

Kasur di sampingnya bergerak pelan ketika Galang duduk. Aroma sabun mandi pria itu langsung terasa dekat.

Sekar hampir lupa cara bernapas.

Galang melirik sekilas pada perempuan yang pura-pura tidur itu. Lalu tanpa berkata apa-apa , ia mematikan lampu utama kamar hingga hanya lampu tidur redup yang tersisa.

.

.

.

Malam semakin larut.

Suara jangkrik samar terdengar dari luar jendela, bercampur dengan kipas angin yang berputar pelan di sudut kamar. Lampu tidur masih menyala redup, memantulkan cahaya kekuningan yang lembut di dinding kamar.

Di sisi ranjang, Galang sudah tertidur.

Napasnya teratur dan tenang setelah kelelahan seharian bekerja di rumah sakit. Salah satu tangannya terlipat di atas perut, sementara wajahnya terlihat jauh lebih lembut saat terlelap seperti itu.

Sekar yang ada disampingnya justru masih membuka mata. Ia menatap langit-langit kamar tanpa benar-benar melihat apa pun.

Entah kenapa sejak tadi jantungnya belum juga tenang setelah perkataan Galang tadi saat pulang. Sekar menghela napas.

"Kenapa jadi susah tidur begini..." gumamnya lirih.

Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering, ia merasakan haus hingga ia memutuskan duduk. Perlahan gadis itu menoleh ke arah Galang yang benar-benar sudah tertidur dengan napas teratur.

Sekar perlahan bergerak, sangat pelan seolah takut membangunkan Galang yang tengah tidur. Bahkan saking takutnya membangunkan Galang, sekarang sampai menahan napasnya.

Perempuan itu akhirnya turun dan melangkah pelan menuju pintu kamar dengan kaki telanjang, ia berjalan berjinjit agar tidak menimbulkan suara.

Baru beberapa langkah--

Ting.

Suara notifikasi ponsel memecah keheningan.

Sekar spontan menoleh.

Ponsel milik Galang yang tergeletak di atas meja dekat tumpukan buku medis menyala terang di tengah gelap kamar.

Awalnya Sekar berniat mengabaikannya. Namun layar yang terlalu terang itu tanpa sengaja membuat matanya menangkap nama pengirim pesan.

Melisa.

Langkah Sekar terhenti.

Entah kenapa dadanya langsung terasa tidak nyaman. Dengan ragu-ragu ia menoleh ke arah ranjang kasur. Galang masih tertidur nyenyak.

Sekar menggigit bibir bawahnya pelan. Ia sebenarnya tahu tidak sopan melihat ponsel orang lain. Tapi nama itu...dan jam selarut ini...

Tanpa sadar kakinya justru bergerak mendekat.

Layar ponsel masih menyala.

Dan tanpa sengaja matanya membaca isi pesan yang muncul.

[ kok gak jawab pertanyaan aku?]

Pesan berikutnya muncul tepat di bawahnya.

[ Besok sebelum dinas bisa kan makan siang bareng? Udah lama kita gak nongkrong bareng]

Sekar membeku.

Jemarinya perlahan mengepal di sisi tubuh.

Lalu pesan terakhir muncul.

[ Udah tidur ya?]

[ Good night A Galang ☺️]

Seketika dunia di sekitar Sekar terasa sunyi.

Rasa hausnya hilang begitu saja. Yang tersisa hanya sesak aneh di dada.

Tatapannya terpaku pada layar ponsel itu beberapa detik lebih lama sebelum cahaya layar perlahan meredup sendiri.

Gelap kembali memenuhi kamar.

Namun isi pesan itu seolah masih menyela jelas di kepala Sekar.

A Galang?

Sapaan itu terdengar begitu akrab. Sekar menunduk pelan, tiba-tiba ia merasa seperti orang asing di kamar ini. Pikirannya mulai kemana-mana tanpa bisa dicegah.

Melisa siapa?

Teman rumah sakit?

Dokter juga?

Atau...seseorang yang memang dekat dengannya sejak lama?

Dadanya semakin terasa menghimpit.

Padahal Galang tidak melakukan apa-apa. Bahkan pria itu sejak tadi tertidur lelap tanpa tahu apa pun. Tapi justru itu yang membuat hati Sekar semakin nyeri.

Karena ia sadar.

Ia tidak tahu banyak tentang suaminya sendiri. Tentang kehidupan Galang di rumah sakit. Tentang siapa saja orang-orang yang dekat dengannya.

Tentang perempuan bernama Melisa yang bisa mengirim pesan selamat malam selarut ini dengan nada seakrab itu.

Sekar menatap Galang dari tempatnya berdiri.

Pria itu tetap tidur tenang.

Wajahnya terlihat damai di bawah cahaya lampu redup. Dan anehnya, itu malah membuat mata Sekar terasa panas. Ia buru-buru mengalihkan pandangan.

Sekar memeluk tangannya sendiri pelan. Harusnya ia tidak peduli. Pernikahan mereka saja terjadi karena wasiat terakhir Bu Rahman. Bahkan sampai sekarang hubungan mereka masih penuh kecanggungan. Galang juga tidak pernah menjanjikan cinta apa pun padanya.

.

.

.

Haiiiii👋

Assalamualaikum🙏

Jangan lupa komen, like, vote, subscribe dan bintang limanya 🫶

Bersambung...

1
Gemuruh riuh
kiw, mulai ada rasa nih
Gemuruh riuh
awas aja kalo tiba-tiba jadi asing
Gemuruh riuh
cie cie 🤭
Gemuruh riuh
yu Galang Pepet terus istrimu! jangan sampe di ambil mantan nya😭
Gemuruh riuh
cie cie mulai gombal, pasti di ajarin Ardi nih🤣🤭
Gemuruh riuh
ah baru aja mau gosip🤣
Gemuruh riuh
Ardi ini tipe rusuh banget 🤭
Gemuruh riuh
iya sih rata-rata kenapa ya suka padanya kapan hamil, seolah pertanyaan itu tuh udah biasa
Gemuruh riuh
waduh 😲
Gemuruh riuh
Galang berantem yuk🫵
Gemuruh riuh
Bu Dian ini tipe tetangga kalau nurunin kulkas langsung kepanasan
Gemuruh riuh
nih orang blak-blakan banget 😭🤣
Alia Chans
Jleb😯😯
falea sezi
lanjut bkin cerai aja dah laki. bloon bgt dikira istrimu g ada yg suka apa
falea sezi
istrimu di gondol pebinor kapok lu lang😒 jd suami cuek bgt🤣 arif uda siap tuh nrima janda mu🤣
falea sezi
🤣kampret di prank
falea sezi
😍 ganteng amat dokternya aduhh
🍀 YEHPPEE 🍀: silahkan di pilih kak😁
total 1 replies
Gemuruh riuh
ih Galang jahat banget mulutmu! awas aja nanti-nanti nelen ludah sendiri
Gemuruh riuh
wkwkwkw teh Emi lucu nih, jangan sampe Sekar satu circle sama teh emi🤣
Gemuruh riuh
Jangan-jangan Sekar putus sama dokter Arif gara-gara milih nikah sama Galang ya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!