Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Pembalasan Berdarah
Langit di atas Gunung Puncak Awan terbagi menjadi dua warna ekstrem. Di satu sisi, kobaran api merah menyala dari pasukan Sekte Api Biru, dan di sisi lain, pusaran kegelapan absolut yang dipancarkan oleh Lin Tian.
"Mati! Mati kau, bocah tengik!"
Master Sekte Huo mengaum membabi buta. Tombak raksasanya yang diselimuti api biru menusuk berkali-kali ke arah Lin Tian, menciptakan ledakan sonik yang memekakkan telinga. Setiap tusukannya membawa kekuatan penuh dari seorang ahli Puncak Pembangunan Yayasan yang bisa menghancurkan bukit berbatu menjadi pasir.
Namun, wajah Lin Tian tetap sedingin es. Tubuhnya bergerak sangat lincah, menghindar dan menangkis dengan beliung patahnya. Setiap kali senjata mereka berbenturan, alih-alih terlempar mundur, Lin Tian justru menyerap sebagian energi api biru itu melalui Fisik Penelan Surga-nya.
"Apakah ini kekuatan dari seseorang yang menyebut dirinya penguasa Wilayah Utara?" ejek Lin Tian, matanya menyipit penuh penghinaan. "Seranganmu lemah. Energimu tumpul. Kau tidak lebih dari seekor anjing tua yang kehilangan giginya!"
Hinaan itu menusuk tepat ke titik harga diri Master Huo.
"Kau memaksaku! Seni Rahasia: Pembakaran Darah Esensi!"
Master Huo menggigit ujung lidahnya dan menyemburkan seteguk darah esensi merah keemasan ke udara. Darah itu langsung tersulut api biru, menciptakan ilusi Dewa Api raksasa setinggi puluhan meter di belakangnya. Suhu udara melonjak drastis, mengeringkan pepohonan di kaki gunung dalam sekejap.
"Terima kemarahanku! Tusukan Penghancur Surga Dewa Api!"
Dewa Api raksasa itu meniru gerakan Master Huo, melemparkan tombak api sebesar pilar kuil langsung ke arah Lin Tian. Ruang di sekitar tombak itu retak karena panas yang ekstrem.
Melihat serangan pamungkas yang mengerikan itu, Ye Fan dan Su Yue yang sedang membantai pasukan keroco di bawah sempat melirik dengan waswas. Namun, saat mereka melihat Guru mereka yang masih duduk santai menyeruput teh, kecemasan mereka langsung sirna. Jika Guru tidak bergerak, artinya Adik Lin Tian pasti menang!
Di udara, Lin Tian tidak menghindar. Ia justru menutup matanya sejenak.
Sutra kultivasi yang diberikan gurunya, Sutra Iblis Penelan Surga, berputar gila-gilaan di dalam Dantian-nya. Pusaran air mata hitam raksasa muncul di belakang Lin Tian, seolah pintu menuju neraka tanpa dasar baru saja terbuka.
"Kau pikir apimu bisa membakar segalanya?" Lin Tian membuka matanya, dan kini seluruh putih matanya telah berubah menjadi hitam pekat. "Di hadapan Jurang Penelan Surga, bahkan matahari pun akan meredup!"
Lin Tian mengulurkan tangan kirinya ke depan, mencengkeram udara kosong.
BOOOOOOM!
Tombak api raksasa itu menghantam pusaran hitam di depan telapak tangan Lin Tian. Master Huo menyeringai, yakin bahwa serangan itu akan membakar Lin Tian menjadi abu.
Namun, senyumannya membeku di detik berikutnya.
Tombak api itu tidak meledak. Sebaliknya, tombak itu... tersedot masuk. Seperti mi panjang yang ditarik oleh raksasa yang kelaparan, energi dari tombak api pamungkas itu ditelan habis oleh pusaran hitam Lin Tian tanpa sisa. Bahkan ilusi Dewa Api di belakang Master Huo mulai terdistorsi dan tersedot ke arah pemuda itu.
"T-Tidak! Hentikan! Ilmu iblis macam apa ini?!" Master Huo panik luar biasa. Ia mencoba memutus koneksi energinya, namun daya hisapnya terlalu kuat. Fondasi Dantian-nya sendiri mulai goyah, energi spiritualnya terkuras keluar dari tubuhnya seperti bendungan jebol.
"Tiga tahun lalu, saat kau menguras darah ayah dan ibuku, apakah kau berhenti saat mereka memohon padamu?!" raung Lin Tian.
Dengan satu hentakan kuat, Lin Tian menyerap seluruh sisa energi Dewa Api itu, membuat kultivasinya melonjak menembus batas kecil menuju Pembangunan Yayasan Lapis ke-3 di tengah-tengah pertarungan!
Memanfaatkan momentum itu, Lin Tian melesat ke depan, kecepatannya kini dua kali lipat lebih cepat. Beliung hitamnya menyala dengan energi destruktif.
CRAT! CRAT!
"UAAAAAARGH!"
Dua lengan Master Sekte Huo, yang terputus dari pangkal bahunya, terlempar ke udara dengan semburan darah yang mengerikan. Pria paruh baya yang sombong itu jatuh dari langit layaknya layang-layang putus, menghantam pelataran di luar Formasi Awan dengan suara berdebum keras.
Keheningan mutlak langsung menyelimuti medan perang.
Sisa pasukan Sekte Api Biru—sekitar seribu orang yang selamat dari pembantaian Ye Fan dan Su Yue—berhenti bertarung. Senjata mereka jatuh bergemerincing ke tanah. Mereka menatap ngeri pada sosok Master Sekte mereka yang tak terkalahkan kini menggeliat di tanah tanpa lengan, memuntahkan darah bagai air mancur.
Lin Tian mendarat perlahan di samping Master Huo. Ujung beliungnya yang dingin diarahkan ke leher pria itu.
"T-Tunggu... Lin Tian! Jangan bunuh aku!" Master Huo menangis, wajahnya tertutup debu dan darah, arogansinya hancur lebur. "Aku bersedia menyerahkan seluruh harta Sekte Api Biru! Aku akan menjadi budakmu! Tolong, biarkan anjing tua ini hidup!"
Mata Lin Tian tidak memancarkan sedikit pun belas kasihan. "Hartamu memang akan menjadi milik Sekte Puncak Awan. Tapi kepalamu, itu milikku."
CRASH!
Tanpa ragu sedetik pun, beliung hitam itu memenggal kepala Master Sekte Huo. Darah menyembur, mewarnai tanah di bawah kaki Lin Tian.
Dendam tiga tahun, terjawab hari ini!
Lin Tian menatap mayat tanpa kepala itu. Beban berat yang selama ini mencekik dadanya seolah terangkat, digantikan oleh kelegaan yang luar biasa. Ia berbalik, menghadap ke arah pelataran utama Sekte Puncak Awan, lalu jatuh berlutut dengan kedua kaki dan bersujud dalam-dalam.
"Guru! Janji tujuh hari telah dipenuhi! Mulai detik ini, Lin Tian adalah pedang Guru, jiwa dan raga!"
Di dalam Aula Utama, Lin Chen tersenyum tipis. Panel biru sistem di benaknya langsung meledak dengan deretan notifikasi emas.
[Ding! Dendam Lin Tian terbalaskan!]
[Loyalitas Murid Lin Tian meningkat menjadi 100% (Mati Setia, tidak akan pernah berkhianat, bersedia melawan surga demi Tuan Rumah)!]
[Ding! Misi Sekunder: Balas Dendam Sekte Bintang Dua BERHASIL!]
[Evaluasi: Pembantaian Tanpa Ampun. Penampilan Tuan Rumah: Sangat Santai dan Menakjubkan (Berhasil membuat murid yang bekerja keras).]
[Hadiah Misi Diberikan:]
[1. Paket Ekspansi Wilayah Sekte.]
[2. 5.000 Poin Sistem.]
[3. Tunggangan Sekte Tingkat Bumi: 'Kereta Singa Api Penyapu Awan'!]
Lin Chen hampir menari-nari di tempatnya. 15.000 Poin Sistem secara total! Ia sekarang resmi menjadi Master Sekte elit!
"Kerja bagus, murid-muridku." Suara Lin Chen bergema, menenangkan aura berdarah di luar sana.
Sisa seribu pasukan Sekte Api Biru yang mendengar suara santai itu langsung serempak menjatuhkan diri ke tanah. Mereka bersujud ke arah kabut mistis, meratap dan memohon ampun.
"Leluhur! Tolong ampuni nyawa anjing kami! Kami hanya mengikuti perintah Master Sekte Huo yang gila!"
"Kami bersedia bergabung dengan Sekte Puncak Awan dan menjadi pelayan rendahan!"
Ye Fan melangkah maju, membersihkan darah dari pedangnya. "Guru, apa yang harus kami lakukan pada sampah-sampah ini? Apakah murid harus memenggal mereka semua agar rahasia kekuatan kita tidak bocor?"
Mendengar kata-kata Ye Fan, ribuan pasukan itu semakin gemetar histeris. Murid-murid sekte ini semuanya iblis!
"Tidak perlu," jawab Lin Chen. "Sebuah sekte tidak bisa hanya berisi Master Sekte dan tiga murid inti. Kita butuh pesuruh untuk mengurus gunung, membersihkan toilet, dan merawat kebun herbal. Terima mereka sebagai Murid Pelataran Luar (Outer Disciples). Ye Fan, buat mereka menandatangani Kontrak Darah Kesetiaan. Jika ada yang berani berkhianat, jiwa mereka akan hancur."
"Keputusan Guru sangat bijaksana!" puji Ye Fan sambil tersenyum dingin pada kerumunan.
Lin Chen berdiri dari kursi santainya dan meluruskan jubahnya. Hari ini adalah hari besar.
"Sistem," perintah Lin Chen di dalam hatinya. "Gunakan Paket Ekspansi Wilayah Sekte pada markas utama Sekte Api Biru!"
[Menerima perintah. Paket Ekspansi Wilayah Sekte sedang diaktifkan...]
[Mendeteksi koordinat Sekte Api Biru (Berjarak 300 Mil di sebelah utara).]
[Peringatan: Paket ini tidak hanya memperluas batas wilayah, tetapi akan menarik, menggabungkan, dan mengubah lanskap alam secara paksa menggunakan hukum ruang!]
[Proses dimulai!]
Seketika, seluruh Benua Langit Bela Diri Wilayah Selatan merasakan gempa berskala raksasa.
Di langit Utara, tepat di lokasi markas Sekte Api Biru, fenomena kiamat sedang terjadi. Awan terbelah, dan sebuah tangan energi transparan yang ukurannya sebesar kota menembus langit. Tangan gaib itu mencengkeram seluruh deretan gunung Sekte Api Biru, mencabutnya dari akarnya, dan menariknya melintasi langit seolah sedang memindahkan mainan lego!
Pemandangan ini disaksikan oleh ratusan sekte kecil dan kota-kota fana di bawahnya. Jutaan orang bersujud ke tanah, mengira dewa kuno sedang marah.
"Apa yang terjadi?!"
"Gunung... Gunung Api Biru terbang ke arah selatan!"
Di Puncak Awan, Ye Fan, Su Yue, Lin Tian, dan ribuan tawanan mendongak dengan mulut ternganga. Mereka melihat deretan gunung raksasa melayang di langit menuju ke arah mereka, membawa serta paviliun, aula megah, dan kebun-kebun spiritual milik Sekte Api Biru.
Deretan gunung itu perlahan-lahan diturunkan oleh kekuatan misterius, bergabung secara sempurna dengan sisi belakang Gunung Puncak Awan. Tanah menyatu, sungai spiritual terbentuk menghubungkan keduanya, dan Formasi Awan Pembantai langsung meluas secara otomatis menutupi wilayah yang baru digabungkan tersebut.
Wilayah Sekte Puncak Awan yang awalnya hanya sebesar bukit kecil, kini berubah menjadi pegunungan agung yang membentang puluhan mil!
"G-Guru..." suara Lin Tian bergetar, menatap fenomena pembentukan dunia tersebut. "A-Apakah Guru baru saja memindahkan seluruh sekte musuh ke halaman belakang kita?"
Suara Lin Chen mengalun dengan tenang, seolah memindahkan gunung adalah hal sesepele memindahkan pot tanaman peliharaan.
"Benar. Gunung kita terlalu sepi dan kekurangan kamar tidur. Jadi Guru mengambil paviliun mereka untuk kalian. Nah, bersihkan diri kalian, saatnya kita pindah ke aula yang lebih besar."