NovelToon NovelToon
Kamu Yang Meninggalkanku

Kamu Yang Meninggalkanku

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jewu nuna

Saat kamu menemukan seseorang yang sangat amat kamu cintai, lebih dari sahabat, namun dia malah meninggalkanmu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jewu nuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Oprasi

Ini sudah lebih dari seminggu semenjak Hana dibawa ke rumah sakit. Seminggu pula Junkyu harus datang setelah pulang sekolah. Hari ini, oprasi akan dilakukan. Bertepatan dengan tiga hari setelah Ayah Hana pergi ke Busan.

"Hana janji harus sembuh" ucap Bunda.

"Juna mana?" Ucapnya lemas.

Bunda menatap Hana dengan lembut "ada" Bunda berusaha mengalihkan perhatian Hana dari Junkyu. Seharusnya pria itu sudah datang dari tadi, sesuai janji yg dia ucapkan di depan Hana kala itu. Tapi dimana dia? Bahkan setelah Hana masuk ke ruang oprasi, hanya ada Bunda, Hyunsuk, dan Ryujin didepan.

"Juna mana sih?" Pekik Hyunsuk.

"Lagi dijalan kalik, kamu telfon aja"

"Dasar ngga pecus dia"

Ryujin menepuk pundak Hyunsuk. Berusaha menenangkan kekasihnya yg berulang kali menelepon Junkyu. Tapi pria itu sedikitpun tidak mengangkat telfonnya.

"Dia harusnya dateng, Bun! Dia harus tepatin janji dia ke Hana!"

"Tenang, kak! Ini rumah sakit, adik kamu lagi di oprasi"

Ryujin menarik tangan Hyunsuk. Memintanya duduk sambil sesekali mengusap punggung tangan Hyunsuk.

"Dia pasti dateng"

"Juna, aku takut"

Setetes air mata jatuh begitu saja setelah jarum bius menembus kulitnya. Seharusnya pria itu ada disebelah dia, menepati janjinya kala itu untuk tetap ada kapanpun Hana membutuhkannya. Iya, kali ini Hana butuh Junkyu. Tapi sekali lagi kemana dia?

...***...

"Lo kemana aja, brengsek"

Ryujin menarik tangan Hyunsuk, sebelum pria itu membuat onar di kamar pemulihan Hana.

"Maaf, bang"

"Udah, ayo kita keluar" kali ini Ryujin sedikit memaksa Hyunsuk keluar. Meninggalkan mereka berdua saja.

"Hana"

Hana menoleh ke arah lain saat Junkyu berada pandangannya. Gadis itu marah, iya dia sedang marah karena Junkyu tidak menepati segala janji yg entah kenapa bisa manis sekali keluar dari mulutnya itu.

"Gue minta maaf" Junkyu menelan ludahnya susah payah.

Sementara Hana sudah menangis tanpa suara. Yg gadis itu butuhkan hanyalah Junkyu karena Ayahnya sedang tidak berada disisinya. Tapi kenapa rasanya begitu sesak? Seolah olah Junkyu sudah menghujaminya dengan beribu belati didadanya.

"Hana, gue minta maaf tapi tolong jangan nangis. Lo baru saja selesai oprasi dan gue ngga mau lo kenapa napa lagi" Junkyu meraih tangan Hana.

"Lepas" lirihnya.

"..."

"Gue bilang lepas!"

Suara teriakan itu terdengar sampai luar. Hyunsuk dan Ryujin hanya bisa diam melihat Hana yg tiba tiba marah.

"Lo boleh marah sama gue, tapi tolong jangan luapin emosi lo sekarang. Itu bahaya"

"Pergi, Jun" ucapnya pelan.

Junkyu mengusap rambut Hana pelan "aku sayang sama kamu, aku minta maaf ya" sebelum akhirnya dia beranjak.

"Juna"

Junkyu berbalik. Menatap Hana yg sudah penuh dengan air mata.

"Kenapa lo ngga berusaha jelasin sama gue? Kenapa lo malah pergi? Lo lupa kalo gue baru aja selesai oprasi?"

"..."

"Yg gue butuh sekarang itu cuma lo! Orang yg gue sayang dan yg sayang sama gue! Ngga peduli lo nyakitin gue, tapi lo berhak kasih penjelasan atas kenapa lo ngga bisa temenin gue waktu oprasi"

"..."

"Bukannya kabur!"

Junkyu mendekat, memeluk tubuh Hana dengan lembut. Walaupun Hana sudah menangis sesenggukan dengan tubuh yg lemas.

"Maaf"

"Gue butuh penjelasan lo, Jun. Bukan maaf dari lo, lo ngga tau seberapa takutnya gue masuk ruangan itu tanpa lo" ucap Hana sambil sesenggukan.

"Gue takut waktu dokter nyuntikin obat bius ke gue, gue takut liat alat oprasi, gue takut"

"Maaf, maaf ya?" Junkyu melepas pelukannya, lantas mengusap pipi Hana karena gadis itu semakin keras menangis.

"Gue takut, ngga ada yg nemenin gue"

"Sekarang ada gue, see? Lo liat kan gue bakal jagain lo, jangan takut lagi" manik pria itu berkaca. Sebenarnya dia tidak tega melihat Hana terus menangis, tapi apa boleh buat. Gadis ini sudah terlanjur meluapkan emosinya dihadapan Junkyu.

"Jangan nangis, gue mohon" lirih Junkyu.

"Gue takut" Hana kembali memeluk Junkyu.

"Gue minta maaf karena ngga ada di samping lo waktu oprasi berlangsung, harusnya gue nolak permintaan kepala sekolah buat lanjutin meeting dadakannya"

"Jadi gara gara ssaem?"

"Iya, maaf ya"

"Gue kira lo lupa sama gue"

"Mana bisa sih gue lupa sama lo, tiap hari aja cuma lo yg ada di pikiran gue"

Hana terkekeh.

"Gitu dong, senyum. Lo tau ngga sih kalo lo tu cantik" Junkyu melepas pelukannya, menangkup kedua pipi Hana, dan mengecup sudut bibir Hana dengan lembut.

Hyunsuk dan Ryujin yg baru saja melihat hanya bisa mengalihkan pandangan.

"Gila tuh dua bocil, masih aja mesra mesraan"

Ryujin hanya tergelak "makannya dengerin dulu tuh penjelasan Junkyu, jangan asal mau nonjok"

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hana sudah menjadi WANITA Thor bukan GADIS lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bumil itu moodnya gampang banget berubah², jadi wajar sih Hana ngambek karna dia butuh suami untuk bermanja di saat² masa kehamilannya... sedangkan Haruto juga sedang sibuk²nya dengan kerjaan yang ga bisa dia tinggalin jadi perlu kesadaran masing² saja buat saling mengerti meskipun sulit.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Baguslah sudah saling mengerti satu sama lain, intinya komunikasi dan keterbukaan harus tetap berjalan.👍👍👍
Saling mengingatkan satu sama lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
LAGI PULA thor bukan "LAGI LUPA Hana ga pernah bilang."
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangan keras kepala Hana, kamu dari dulu kan gitu, untung dulu Juna lebih banyak mengalah jangan jadikan sakit mu malah bikin Haruto harus khawatir dan menunda pekerjaan kantornya dan ujung²nya menumpuk.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ternyata Juna beneran sudah meninggal.😢
Benar katan Bunda mu hidup harus tetap berjalan, ga bisa terus terpaku di tempat di masa lalu jadi mulai biasakan buat nerima Haruto dannsaling melengkapi buat lembaran baru
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
aneh si Hana ini ga pernah bisa belajar dari dulu untuk ga terus egois padaha Haruto sudah mulai jujur membuka hatinya buat kamu tapiiii... ah susah sih di bilanginnya tar giliran Haruto pergi dan berpaling barubdeh ngerasa kehilangan dan nyesel.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Haruto egois, dia sendiri yang sedari awal ngasih benteng setelah pernikahan dan tanpa belas kasihan mengusir Hana dari kamarnya dan sampe Hana capek² juga harus bersihin kamar tempat dia tidur dan akhirnya sakit di tambah sekarang jarus melihat perlakuan dia dan Nara seolah itu hal biasa dan Hana ga ada jadi benar kata Hana mending ga usah pedulikan status mereka sesuai ketentuan awal.
Aku berharap sih Juna masih hidup dan Hana bercerai dengan Haruto balikan deh dengan Juna yang ga tegas dengan hati dan status hubungan pernikahannya dengan Hana.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kenapa bahasanya ada campuran bahasa asing Thor.🤔
maaf ga semua pembaca ngerti jadi kalau mau sertakan dialog bahasa asing harus sekalian sertakan juga translet bahasa Indonesianya karna jujur Aku bahasa inggris aja cuma ngerti dikit apa lagi bahasa lain.🙏😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Owh Juna meninggal karna kecelakaan pesawat... kisah persahabatan sekaligus percintaan kalian sungguh tragis banget, padahal kalian sudah cocok rapi harus berakhir dengan kematian lewat tangan Author.🤭
suka baca
bagus 😭 ceritanya ringann and sweet boy
Putri Wienda
ceritanya ringan, sweet bgtt
Putri Wienda
Weh, awalan yg gong
suka baca
pucuk dicinta, ulampun tiba
suka baca
WOI😭
suka baca
rakus bgt 😭
suka baca
bagus bgt, ceritanya ringan
suka baca
ayok 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!