"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Bismillahirrahmanirrahim...
•••
"Bodohnya aku yang jatuh cinta padamu, Padahal aku tahu bahwa kau tidak pernah mencintaiku"
••••
"WTF!!! Ngapain lo bedua njirr?" teriak Dicky histeris.
Mendengar teriakan Dicky, Daren mengumpat karena terkejut.
"Anjiirr!! lo nggak bisa apa ketuk pintu dulu sebelum masuk?"
"Cih biasanya kan gue langsung masuk, alah bilang aja biar lo bisa ena-ena bareng Clara kan?" ucap Dicky sinis.
"Ena ena otak lo!!" sahut Daren sambil melempari buku ke kepala Dicky. Sedangkan Clara cuma bisa diam mematung, ia benar-benar kaget sekaligus senang akan kehadiran Dicky.
"Kenapa kok diam?" ucap Daren menoleh ke arah Clara.
"Ha? Nggak papa, gue kaget aja." jujur Clara.
"Emm kalau gitu gue pulang dulu ya ren" pamit Clara.
"Kamu mau pulang? Kok cepet banget?" sahut Daren.
"Iya ra, kok cepet banget pulangnya? Apa karena gue ya?" tanya Dicky sedikit tidak enak.
"Eh enggak kok dik, memang guenya yang mau pulang, soalnya ada kerjaan rumah yang belum di selesaikan" jawab Clara cengengesan yang di jawab 'ooo' saja oleh Dicky.
"Ya sudah m biar aku anterin kamu keluar," ucap Daren sambil memeluk pinggang Clara posesif.
"Dan lo tunggu disini saja, kalau perlu rapikan tuh buku gue yang sudah berantakan!" ucap Daren sambil menoleh ke arah Dicky.
"Bangs*t banget punya kawan, gue malah disuruh jadi babu" umpat Dicky kesal.
Sedangkan Daren hanya tersenyum simpul sambil memegang erat pinggul Clara dari samping menuju lantai bawah.
Mendapat perlakuan seperti itu, entah kenapa Clara merasa sangat bahagia, meskipun ia tau kalau Daren bersikap seperti itu hanya sebatas akting saja.
"Makasih," ucap Clara pelan.
"Iya sama-sama, hati-hati bawa mobilnya, jangan sampai nabrak, kan nggak lucu kalau lo mati ketabrak" Daren terkekeh sambil mengacak-acak pelan rambut Clara.
"Ihh Daren, kok malah doain sih?" Clara mulai cemberut.
"Bibir tolong ya di kondisikan, nanti gue cium mau lo?"
"Apaansih? nggak mau lah" jawab Clara tersipu, kemudian langsung buru-buru masuk kedalam mobilnya.
"Astaga Darreen, berani banget sih dia ngomong gitu, nggak tahu apa hati gue langsung ketar-ketir gini?" ucap Clara heboh dari dalam mobil.
Sedangkan Daren masih setia berdiri didepan rumahnya karena menunggu Clara yang tak kunjung beranjak juga.
Namun semenit kemudian Clara mulai menjalan kan mobil menuju rumahnya, lalu Daren bergegas menutup pintu dan menuju kamarnya.
••••
Sesampainya di kamar
"Ngapain lo kesini?" tanya Daren to the point sambil menutup pintu kamarnya.
"Ya elah santai bro, nih minum dulu." ucap Dicky sambil melempar minuman bersoda yang dibelinya sebelum kerumah Daren.
"Gue pingin ngajak lo keluar besok malam, karna gue sudah dapat dua target. Satu buat gue, satunya lagi buat lo! Gimana?" tawar Dicky.
"Hem gimana ya? Gue sebenarnya pingin nolak tawaran lo, tapi naluri psikopat gue mengatakan kalau gue deal sama tawaran lo, Hahahaha" ucap Daren sambil tertawa.
"Nah gitu dong, gue jadi nggak sabar nunggu malam besok, soalnya gue sudah lama banget nggak ngebunuh orang, akkh tangan gue udah bener-bener gateel pingin ngebunuh!!" teriak Dicky sedikit frustasi.
"Eh nyokap sama Aabang lo ada?" tanya Dicky.
"Nggak ada, mereka pergi tadi, kenapa emangnya?" Daren meminum kembali minumannya.
"Boleh nggak gue ngubunuh nyokap sama abang lo nanti kalau mereka sudah pulang? soalnya tangan gue sudah gatel banget ren," ucap Dicky penuh harap.
"Bangs*t lo!!!"
"Ya nggak boleh la, biar gue saja yang bunuh mereka! Pake tangan gue sendiri!" ucap Daren kesal.
"Iya iya iyaaa, Akhh gagal deh, sabar ya tangan, tenang saja besok malam lo akan ngerasin darah kok" ucap Dicky dramatis sambil berbicara dengan tangannya sendiri.
Sedangkan Daren hanya menggeleng kepala saja melihat kelakuan Dicky.
••••
Sejak pulang dari rumah Daren, Clara terus saja senyum-senyum sendiri dikamarnya.
"Ih Claraa, kenapa sih lo bisa jatuh cinta sama Daren secepat ini? Padahal kan lo tau kalau Daren itu baik dan lembut sama lo cuma pura-pura doang." ujar Clara pada dirinya sendiri sambil menghadap cermin.
"Aaaaa Dareeenn lo harus tanggung jawaab!!!" teriak Clara frustasi.
Ting, ponsel Clara berbunyi menandakan ada pesan masuk via WA.
Clara terdiam melihat ponselnya, karna yang mengirimi pesan padanya adalah Daren.
"Oh May Gaaaat, baru juga gue teriakin nama lo, dan lo sekarang nge WA gue? Ihh kok gue jadi makin cinta ya sama lo," ucap Clara heboh sendiri.
*DarenAlonso❤
"Gue didepan rumah lo, keluar sekarang!"
••••
Makasih buat yang udah baca dan coment, see you next chapter ♥
••••
salam hangat
suci nazifah
Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫