>>>SEASON 1<<<
Natasha yang dijodohkan dengan Fadhil, sabatnya sendiri. Harus menelan pil pahit ketika pacar Fadhil kembali disaat Natasha sudah menikah dengan Fadhil.
Lalu apa jadinya, ketika Natasha hamil, Pacar Fadhil juga mengaku hamil setelah berhasil menjebak Fadhil di saat mereka sudah putus.
Akankah Natasha memaafkan Fadhil dan menerimanya kembali? Atau memilih merelakan suaminya untuk wanita lain?
>>>SEASON 2<<<
Nazira Taraan, Anak dari Natasha.
Dan Nabilla Anastasya, Anak dari mantan Pacar Fadhil. Beranjak dewasa bersama, walaupun sering diperlakukan berbeda.
Ana, sapaan untuk Nabilla Anastasya. Gadis malang itu tidak tahu, mengapa dia diperlakukan berbeda.
Sampai dia harus dijodohkan dengan Alfath. Yang bermaksud hanya untuk mendapatkan Anak dari rahim Ana. Karena istrinya mandul.
Ana yang padahal sudah memiliki pacar saat itu tidak punya pilihan, kecuali menuruti keinginan keluarganya.
Akankah penderitaan Ana terbayarka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia Yang Tertunda
Hari demi hari berlalu, Hati Natasha berangsur membaik.
Fadhil menebus kesalahannya dengan memperlakukan Natasha bak ratu dalam hidupnya.
Mereka memilih honeymoon.
Layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
Fadhil membawa Natasha berlayar dengan kapal pesiar.
Menikmati suguhan pemandangan alam yang indah sambil berada dalam pelukan Fadhil.
Bukan lagi Fadhil, kini justru Natasha yang ngebet.
Natasha melingkarkan tangannya ke leher Fadhil, mendekatkan wajahnya. Menatap dalam netra Fadhil yang menghanyutkan itu.
"Do you love me ?" Lirih Natasha.
"Of course." Sebuah ******* langsung di rasakan Fadhil. Keduanya memejamkan matanya, menikmati sensasi dengan suara ombak yang bergemuruh. Keduanya semakin terengah, kini Fadhil yang lebih dominan. Diangkatnya tubuh Natasha, di bawanya masuk kedalam kapal dan direbahkannya keatas tempat tidur dengan pelan. Tanpa melepas ciumannya. Mereka semakin bergairah.
Tampa menunggu Fadhil yang membukakan, Natasha langsung berinisiatif untuk membuka bajunya.
Namun, aksinya dihentikan oleh Fadhil.
Fadhil memindahkan tangan Natasha yang akan membuka bajunya sendiri dengan lembut. Dan setelah itu, membukanya dengan tangannya sendiri.
Dilepasnya baju Natasha sampai tak tersisa sehelai benangpun.
Kemudian\, keduanya sama-sama mulai merasakan sensasi yang sebenarnya ketika ***** Fadhil dengan sedikit tekanan membelah ****** Natasha untuk kedua kalinya.
Sampai keduanya sama-sama sampai puncaknya setelah beberapa saat bergelut dengan penuh gairah.
***
Bella menyambut kedatangan Natasha kembali kekantor dengan hangat.
Mereka kembali menghabiskan waktu bersama tentunya dengan cerita yang seabrek. Setelah sempat terpisahkan beberapa waktu karena kesibukkan Natasha semenjak benar-benar menjadi istri Fadhil yang sah. Iya, sah!
Tidak lagi di atas kontrak.
Bella begitu kegirangan mendengar cerita malam pertama Natasha yang tertunda.
Sungguh Natasha juga sangat berterima kasih kepada Bella. Ada andil Bella yang cukup besar dalam keberhasilan hubungannya dengan Fadhil saat ini.
Saat akan pulang dari kantor. Natasha berpas-pasan dengan Agil tanpa sengaja.
Agil sedikit kaget melihat Natasha sudah kembali masuk kantor tanpa memberinya kabar apa pun.
"Kamu udah mulai kerja ?" Tanya Agil penasaran.
"Iya nih Gil." Ucap Natasha sambil melempar senyum. Lalu keduanya sama-sama terdiam canggung.
"Emmm gak ada yang mau kamu sampein ke aku. Aku masih nunggu jawaban kamu yang sewaktu di Bali loh."
Natasha terdiam, dia kebingungan mencari cara untuk menjelaskan pada Agil tanpa harus menyinggungnya. Walau bagaimanapun, Agil sudah sangat baik padanya. Dan dia pasti akan merasa selama ini Natasha sudah membohonginya dan mempermainkannya jika sampai tahu, ternyata Natasha adalah istri seseorang. Dan orang itu adalah atasan mereka. Dan lagi, Agil juga tahu tentang kedekatan Fadhil dengan Shella. Dan itu menjadi semuanya semakin rumit.
sampe pada akhirnya Natasha dikagetkan dengan kedatangan Fadhil.
"Ehem ! Ayo Kakak antar pulang." Fadhil langsung menarik tangan Natasha tanpa memperdulikan Agil yang terdiam seribu bahasa melihat tingkah Fadhil.
"Nanti aku hubungi kamu." Ucap Natasha pada Agil dengan sedikit bertiak karena jarak mereka sudah cukup jauh.
*didalam mobil menuju pulang.
"Apa yang mau kamu omongin dengan Agil ?" Selidik Fadhil.
"Dia nembak aku !"
"APAAA ????" Fadhil langsung banting stir dan menghentikan mobilnya dibahu jalan.
"Udah gila anak itu." Ucap Fadhil sambil mengerang kesal. "Terus apa jawaban kamu ?" Tanya Fadhil memastikan.
"Ya waktu itu aku bilangnya mikir-mikir dulu." Dengan polosnya. Seketika Fadhil menoleh ke arah Natasha sambil mengernyitkan keningnya.
"Sini minta ponsel kamu kamu" Dengan patuhnya, Natasha langsung menyerahkan ponsel miliknya pada Fadhil.
Dan ternyata Fadhil menghubungi Agil.
Natasha yang menyadari itu langsung mencoba meraih ponsel itu, namun aksinya digagalkan Fadhil.
"Hallo Nat.." Terdengar suara Agil dari seberang telpon sana.
"Mulai sekarang jangan hubungi atau dekatin Natasha lagi. Dia sudah punya suami !" Fadhil memberi peringatan dan setelah itu langsung mengakhiri panggilan tersebut.
"Kakak apa-apaan sih !" Ucap Natasha geram dengan ulah Fadhil.
"Apa nya yang apa-apaan. Kan yang Kakak bilang memang kenyataannya gitu. Kamu kan memang sudah bersuami."
"Iya, Kakak memang benar, sangat benar. Tapi aku punya caraku sendiri untuk memberitahukannya pada Agil. Bukan gini caranya."
"Kenapa memangnya, apa yang salah dengan cara ini."
"Agil pasti mikir aku udah bohongi dia selama ini. Apa lagi dia juga tahu tentang hubungan Kakak dengan Shella. Dia pasti..." Belum lagi Natasha menyelesaikan kalimatnya.
"Bullshit dengan semua itu." Dengan geram Fadhil kembali melajukan mobilnya dengan cepatan tinggi.
***
Sesampainya dirumah, Fadhil membanting pintu kamar. Menandakan dia sedang marah.
Natasha mengikutinya kekamar.
Tanpa bersuara, dia hanya bisa memperhatikan Fadhil yang sedang tidur telungkup sambil memeluk guling.
Huffttt...
Natasha menghela nafas dalam. Lalu memilih untuk mandi.
Saat makan malam, Fadhil mulai normal kembali. Entah apa yang membuat kemarahannya bisa teredam secepat itu. Dia bahkan sama sekali tidak membahas kejadian itu lagi.
Bahkan langsung menghentikan saat Natasha akan membahasnya.
"Kita jangan bahas itu lagi. Habiskan makananmu setelah itu kita tidur. Bukankah besok kita harus menghadiri acara penyelenggaran ulang tahun perusahaan." Fadhil mengingatkan.
Natasha mengangguk, bersykur Fadhil sudah tidak marah. Walupun dia masih kesal dengan ulah Fadhil. Namun, memilih mengalah.
***
Setelah bersiap-siap, Fadhil dan Natasha menuju acara penyelenggaraan ulang tahun perusahaan yang akan di selenggarakan di perusahaan.
"Aku akan umumin hubungan kita nanti." Tiba-tiba kalimat itu terucap dari mulut Fadhil.
Natasha terbelalak dengan mulut menganga.
"Serius ?"
"Iya."
"Terus gimana dengan pemikiran semua karyawan. Tentang hubungan kamu dan juga Shella."
"Aku akan menjelaskan semuanya, dan meluruskan semua permasalahannya."
"Tapi Shella..." Pasalnya Shella masih bekerja di perusahaan dengan posisi yang sama.
"Dia pasti akan ngerti." Dengan begitu yakin.
_Bersambung_
Jangan cepat-cepat END