NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: gustinara

Kini aku sudah resmi menjadi istri dari Anggara Putra Gibson. Namun, aku menjadi istri kedua. Aku yang masih duduk di perkuliahan semester delapan, menyusun skripsi sembari menata hidup baru bersama lelaki yang sudah mempunyai istri itu, dan dia adalah suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustinara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8 LAMARAN part2

Happy reading🔥

***

"Menikahlah dengan saya" ucap Anggara. Kini dengan nada dan tatapan seriusnya.

***

Perkataan itu membuat Luna sedikit frustasi. Wajah serius sang tuannya, matanya yang terlihat sangat serius dan suaranya yang membuat hati berdebar itu masih terngiang dan terbayang dibenak Luna. Dua hari telah berlalu dari kejadian ditaman itu. Tuannya memberi waktu selama tiga hari, Luna harus memikirkannya dengan baik dan memutuskannya dengan yakin. Padahal dihari itu juga Luna sudah menolak, namun kekekeuhan sang tuan dan iming-imingannya tentang masa depan membuat Luna mempertimbangkannya. Apalagi ayahnya sedang sakit sekarang. Luna menyesal telah berkata "melakukkan apa saja", harusnya dia tak berkata begitu.

Hari ini jadwal Luna bekerja di kedai Zahwa sang sahabat dari SMA nya seperti biasa. Zahwa juga tak memberi saran banyak, hanya menasihati bahwa pernikahan bukan permainan. Banyak plus minusnya bila Luna menolak atau menerima lamaran menjadi istri muda tersebut.

Luna menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Mencoba me-relex an diri agar tetap tenang dan berfikir jernih. Sungguh berat baginya memikirkan semua masalah hidupnya. Dimulai dari perkuliahan yang tertinggal, kesehatan ayahnya, keadaan ekonomi keluarga dan lain sebagainya. Tawaran menjadi istri muda entah harus ia anggap masalah atau bantuan.

"Udah lah Lun. Mending lo curhat aja sama kakak lo yang di jogja.. " ucap Zahwa sembari menarik kursi dan duduk dihadapan Luna yang sedang berpangku dagu.

"Gue bingung.. apa gue harus berbagi sama keluarga? " ucap Luna menatap Zahwa dengan tatapan bingung.

"Yaa minimal kakak lo tau kan keadaan lo disini dan yang lagi lo fikirin. " ucap Zahwa. Lagi-lagi Luna menghela nafasnya.

"Terus tiga hari itu berarti besok dong?" Ucap Zahwa lagi. Luna mengangguk.

"Gini deh.. kalo lo nolak tuh karena apa? Trus menurut lo, kalo lo nerima apa lo bakal rugi sesuatu?" Ucap Zahwa. Luna memandang Zahwa yang melontarkan pertanyaan yang belum Luna cerna dengan baik di otaknya.

"Gini.. kalo lo takut dia macem-macem sama lo, misalnya kaya dia pengen 'make' elo dengan alasan lo istrinya dia, lo tinggal bikin kontrak dan gak satu kamar sama dia. Atau misalnya lo takut dia bohong waktu dia bilang semua bakal dia jabanin, nah lo bisa bikin perjanjian juga kan?" Ucap Zahwa. Luna berfikir keras dan sekarang ia mengerti maksud dari sahabatnya itu.

"Iya sih.. tapi nanti akhirnya gue gimana? Jadi janda? Nyari duit susah lagi? Terus gue galaku deh? Gitu? " ucap Luna dengan mata khawatir. Zahwa menghela nafas dan hendak berbicara lagi namun Luna sudah menyambung katanya lagi.

"Tapi kalo gue ga nerima, gue bakal gini terus gitu? Terus aja susah hidup gue" ucap Luna sekarang sembari menunduk menjatuhkan setengah badannya ke atas meja.

"Yaudah tolak aja.. yang penting selama ini lo selalu nemu makan kan tiap hari? Itu yang paling penting" ucap Zahwa final.

"Tapi jah.. ayah gue, keluarga gue dan masa depan gue ini takut malah jadi lingkaran setan. Ngerti gak lu? " ucap Luna. Zahwa pun berfikir sama.

🌻🌻🌻

Luna terbangun dihari keputusan ini. Entah mengapa hatinya merasa tak karuan dari semalam. Keputusannya sudah bulat dan Luna tidak akan berubah fikiran lagi. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, karena sedang datang bulan hari ke empat jadi dirinya tidak melaksanakan sembahyang.

Aroma sabun strauberi menguar disetiap sudut kamar Luna yang ia tempati selama tiga tahun ini. Seperti biasa, Luna memakai baju kaos dan celana joger. Tak lupa memoleskan make up seadanya. Walau begitu, dirinya terlihat bercahaya karena kulitnya yang terawat dan mukanya yang bersih dari jerawat. Terlukis senyuman manis di wajahnya sembari menatap bayangan di kaca.

Kali ini Luna berjalan menuju kebun belakang. Ia akan panen tomat dan cabai milik majikannya. Luna telah siap dengan segala perlengkapan. Dari mulai sepatu boot, celemek, gunting, sarung tangan, topi kebun dan kantong yang terbuat dari rotan. Sungguh manis dan menawan. Ditemani dengan cahaya matahari dan cuaca yang cerah, Luna memetik satu persatu buah tomat tersebut dengan telaten.

"Banyak panennya?" Ucap salah seorang dibelakangnya. Dengan spontan Luna menoleh, ternyata tuan Richard yang mengenakan baju santai. Luna langsung berdiri, membungkukkan badan dan tersenyum.

"Iya nih tuan.. " ucap Luna. Richard tersenyum manis kepada Luna. Namun Luna bertanya-tanya mengapa tuannya ini pagi-pagi sudah ada dikebun? Biasanya nyonya Nida yang akan datang atau Lala yang mencari bawang untuk menjadi bahan masakkan. Tapi Luna tak terlalu mempermasalahkan itu, toh ini rumah pun punya Richard.

"Saya bantu, boleh?" Ucap Richard sembari memakai sarung tangan dan memegang tomat yang masih bergantung di pohonnya.

"Tentu saja boleh tuan.." ucap Luna. Merekapun bersama-sama memanen tomat tersebut.

Setelah selesai, Luna dan Richard duduk di kursi taman dengan dua cangkir teh untuk mereka berdua. Asalnya Luna tidak akan membuat teh untuknya sendiri, namun Richard memberi instruksi dan ingin sedikit berbincang dengan mahasiswa katanya. Richard itu tuannya bukan? Mana bisa Luna menolak.

"Jadi minggu depan kamu sidang gitu?" Ucap Richard yang mempunyai wajah bule turunan Australia dan Eropa itu.

"Iya tuan.. " ucap Luna.

"Semoga lolos yaa Luna" jawab Richard. Luna mengangguk dan meneguk teh nya. Hening sebentar dan Richard mulai berbicara lagi.

"Ayahmu sakit apa? Sudah berapa lama?" Ucap Richard. Luna langsung menatap tuannya itu. Bagaimana bisa dia tahu? Batinnya.

"Ginjal tuan.. empat hari yang lalu di larikan kerumah sakit. Untungnya tidak dirawat" ucap Luna.

"Harus cuci darah ya kalau ginjal?" Ucap Richard kembali. Luna mengangguk dan menunduk. Richard merasa prihatin pada gadis ini. Ia mengelus pundaknya dua kali. "Sabar ya.. semoga cepat sembuh"

"Iya terimakasih tuan" ucap Luna tersenyum nanar pada majikannya itu. Majikannya membalas sama, tersenyum.

"Jadi bagaimana keputusan kamu terhadap Anggara?" Ucap Richard. Luna langsung membulatkan matanya, ia terkejut.

"Ma maksudnya tuan?" Ucap Luna

"Saya tahu urusan kalian berdua. Setidaknya saya lega bila wanita yang Anggara pilih adalah kamu" ucap Richard. Luna masih menatap tidak mengerti. Richard menghela nafas panjangnya. "Saya harap kamu menerimanya Luna. Istri saya sangat sayang padamu. Dan saya harap kamu bisa membuat Anggara menjadi seperti semula. Sayang pada kami" ucap Richard. Luna menyimpulkan sesuatu disini dengan fakta yang ia lihat setiap harinya. Memang benar Anggara sepertinya jauh sekali dengan keluarga. Bahkan Luna yang sudah bekerja tiga tahun disini bisa melihat Anggara ada dirumah ini baru dua minggu sekarang saja.

Luna menelan salivanya. Ia masih tidak percaya dan semakin bingung. Apa yang harus ia ubah? Mengenal Anggara dengan baik saja pun belum. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada sarung tangan yang ia genggam. Luna tertunduk dan tak tahu harus berbicara apa.

"Maaf tuan tapi saya tidak akan menerima tawaran itu" ucap Luna dengan nada pelan. Richard masih ingin mendengarkan kelanjutannya. "Karena pernikahan bukan hal yang bisa dipermainkan " sambung Luna.

"Saya hanya ingin anak saya menjadi lelaki yang baik Luna. Dan saya juga ingin mempunyai menantu yang baik seperti dirimu" ucap Richard yang kini telah menyentuh hati seorang Luna.

🌻🌻🌻

Tok tok tok

Suara ketukan seseorang dari luar kamar Luna. Ternyata Reno sudah berdiri didepannya. Ia meminta Luna untuk membantunya merapikan rumput. Luna keluar dengan rambut diikat kuncir kuda. Ia kini bersama-sama memotong rumput bersama Reno.

Jam menunjukkan pukul 3 sore namun Anggara belum menampakkan dirinya didepan Luna. Luna sedikit kecewa karena Anggara tak menemuinya lebih cepat. Ia ingin cepat mengakhiri segala keluh kesah yang dibuat tuannya ini.

Tiba tiba pundak Luna disentuh dua kali dan dengan reflek Luna berbalik. Ternyata Anggara yang sudah memakai pakaian rapi namun santai dan sangat tampan.

"Ikut saya Luna" ucap Anggara.

"Tuan.. kemana?" Tanya Luna.

"Ganti baju dan dandan dulu gih. Nih saya bawakan baju untuk kamu" ucap Anggara sembari memberikan paperbag kepada Luna. Luna hanya bisa mengangguk pasrah dan pergi ke paviliun. Ia mengganti bajunya yang diberikan oleh majikannya itu. Ternyata sebuah dress hitam dengan kerah putih bermotif bunga juga sepasang sepatu heels hitam yang senada dengan dressnya.

Benar-benar pas dengan tubuh Luna yang ramping ini. Ia bahkan merasa dirinya tak pantas untuk memakai pakaian ini. Dengan buru-buru ia mencuci mukanya dan merapikan rambutnya. Memoles make up sedikit dan memakai halis untuk mempertegas make upnya.

Anggara sedikit terkesima melihat Luna yang sudah berbalut baju yang ia berikan itu. Ia tersenyum manis pada wanita yang akan ia pinang tersebut. Mengajaknya masuk kedalam mobil SUV miliknya. Sangat Gagah bukan seorang Anggara mengendarai mobil seperti ini?

Luna sudah masuk kedalam mobil tersebut. Hatinya berdebar-debar dan mukanya terasa sangat panas. Walaupun bukan yang pertama kali dirinya satu mobil dengan Anggara, tapi atmosfer saat ini sangat berbeda.

Mobil Anggara menepi di sebuah cafe bernama KalpaTree daerah ciumbuleuit yang tak jauh dari kediamannya. Mereka masuk dan duduk di meja yang sudah Anggara pesan. Cafe ini lumayan sepi karena mungkin ini hari Jumat.

"Maaf saya baru datang ke kamu. Tadi pesawatnya delay dari Kalimantan." Ucap Anggara. Luna hanya mengangguk paham.

"Jadi sebelum pada intinya, mari kita saling tahu apa yang ingin kamu tahu. Begitupun sebaliknya. " ucap Anggara. Luna juga hanya mengangguk canggung. Ia tidak terlalu berani menatap terus wajah Anggara. Ia takut mimisan dan pingsan karena debaran jantungnya sangat kencang.

"Kamu dulu deh " ucap Anggara.

"Tuan dulu aja" ucap Luna.

"Oke.. apa kamu punya pacar?" Ucap Anggara. Luna menggeleng. "Apa kamu punya penyakit serius?" Tanya Anggara lagi.

"Saya punya maag dan alergi dingin " ucap Luna. Anggara mengangguk paham. "Tuan punya penyakit serius?" Tanya Luna

"Tidak.. " ucap Anggara.

"Ohiya.. kenapa tuan Richard bisa tahu rencana kita?" Ucap Luna.

"Saya berbicara dengannya dimalam saat kamu guyur saya. " ucap Anggara. Pelayanpun datang membawa makanan dan minuman. "Dia ada mengatakan sesuatu?"

"Angga udah menemukan wanitanya ayah. Luna.. pekerjanya mama" ucap Anggara yang kini tengah duduk disamping ayahnya di ruang televisi.

"Apa? Kenapa dia?" Ucap Richard.

"Apa salahnya ayah? Toh bunda akan senang kan? Jadi dia bisa disini walaupun dia sudah lulus. Kemarin aku mengobrol dengannya dan bunda mengadukan itu padaku"

"Janganlah kau sakiti dia Angga. "

"Aku tidak menyakitinya ayah.. lagi pula dia terlihat orang baik"

"Ayah akan cari tahu.."

"Ya.. tapi tidak banyak. " ucap Luna. Anggara mengangguk paham.

"Jadi apa keputusanmu?" Ucap Anggara sembari meneguk kopinya.

"Sa saya.. saya akan menerima tetapi ada beberapa syarat " ucap Luna. Anggara tak menyangka dengan apa yang ia dengar. Membujuk seorang Luna memang hal yang tidak terlalu susah.

"Silahkan.. kamu bebas memberi syarat" ucap Anggara.

"Saya ingin tuan membantu keluarga saya untuk biaya rumah sakit ayah, memberi ongkos pada keluarga saya saat pernikahan dilaksanakan, memberi saya uang bulanan yang cukup dan membantu saya mencari pekerjaan sesudah saya lulus kuliah" ucap Luna.

Duh apa aku terlihat matre sekarang?. Batin Luna

"Hanya segitu?" Ucap Anggara.

"Sa saya juga tak mau ada sentuhan apapun selain tangan saya. Kalau bisa, kamar kita terpisah" ucap Luna

"Kalau kamar terpisah, kita tak bisa Lun. Karena nanti bunda akan sedih melihatnya" ucap Anggara. "Tapi tenang kalau soal sentuhan, saya tak akan melakukan itu. Saya tak mungkin tertarik padamu" sambungnya.

Luna hanya menghela nafas. Apa dia bilang? Tak tertarik? Iya memang, siapalah diri Luna ini. Tak mungkin seorang Anggara mau atau sudi menyentuhnya.

Anggara mengeluarkan sesuatu dari saku dalam jas nya. Mengeluarkan kotak cincin merah bludru yang sudah ia buka dan menyuguhkannya kehadapan Luna. Luna berbinar melihat cincin emas putih itu.

"Ini sebagai syarat bahwa saya melamar kamu dan kamu menerimanya" ucap Anggara. Luna mengangguk. Anggara mencopot cincin itu dari tempatnya dan memindahkannya ke jari manis Luna. Luna gemetar hebat dan melihat wajah Anggara yang sudah tersenyum manis padanya.

"Besok kamu libur kan? Mari kita temui orang tuamu." Ucap Anggara final

🌻🌻🌻🌻

Like dan komennya dong😘

Tbc-

1
Amilawati
cerita versi pelakor ini,,,pelakor ttp pelakor yg menjijikan TDK ad pelakor baik, cerita ini hanya hayalan seorang pelakor
Siska Siswanto
kapan ni up-nya?
🐧 Pororo 🐧
please, jangan stop lagi yah kak 🙏
Zenecka
ah happy bgt novelnya lanjut lg... sehat selalu kaaaa /Kiss/
Yovita Sintadewi
ya selalu aku lihatin, tidak ada kelanjutannya, dah hampir 1 thn thor
Tiwik Firdaus
emang udah diurus surst cerai terus udah diserahkan kembali kepada kefua orang tuanya dan menjelaskan semuanya bahwa anak yang dikandung silvi bukan anaknya
Tiwik Firdaus
ceraikan saja silvi udah selingkuhan kamu aja katanya diselidiki kok ngak ketauan2 sekingkuh to silvi kapan terbongkarnya masak nunggu sampai lahir baru ketsuan
Tiwik Firdaus
kebanyakan mikur anggara jadi bodoh sekarang
Tiwik Firdaus
makanya jadi laki jangan diam saja seperti kambing congek selidiki yang serius mana ada wanita hamil diantar kedokteran suaminya ngak mau masuk akal ngak hadi oria bodoh banget kamu katanya pinter jadi ceo kok bodoh jadi suami
Tiwik Firdaus
jangan percaya anggara kalau kamu udah lama ngak berhubungan badan sama dia kan twrus katanya kamu mengawasi silvi tau dong kalau silvi sering ketemuan sama mantan pacarnya
Tiwik Firdaus
biasa ngak ada tampan2nya sama sekali
Qorie Izraini
karena terlalu cinta kang Angga jd begi dan labil

kasihan mbak luna yg jd korban.
tapi y sdh lah, takdir kehidupan terus berlanjut, dengan jln ny masing2
Qorie Izraini
si jalang kena karma 😀😀😀
Mugi yg bosan dengan usaha ny tuk tanggung jawab pergi.
raasain lo dilvi nikmati hasil yg kau tanam
Qorie Izraini
lah udah taumlm pertama ny sama silvi jln tol, msh saja cinta setengah mati, gsk bisa mov on lg.
pantes aja si silvi ngelunjak.
Anggara ny yg bego
Qorie Izraini
dasar jd suami kok bego amat
udah di selinguhi, masih ja mau baikan.
stukurin ..bakalan ngebesarin anak orang yg nitip benih ny ke rahim silvi
Qorie Izraini
dasar istri jalang...
tapi takut di cerai kan 😀😀😀
takit gsk dapatateri dari kamg Anggara 😁😁😁
Qorie Izraini
sombong banget kang anggara, bikang gak tertarik.ntar bucin baru tau rasa.atau....
gak bisa mov on dari istri tercinta ny yg terang2 an selingkuh di belakang ny.
nino
thor ini upnya 2 tahun lagi ya
amalia
keren bgtt cerita nyaaa👏👏👏👏👏
amalia
apa suami nya nadine.selingkuh sm silvi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!