NovelToon NovelToon
3 Benih Dalam 1 Rahim

3 Benih Dalam 1 Rahim

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Murni / Cintapertama
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erdin

Linda menjalin hubungan dengan tiga orang pria sekaligus. Hingga ia tidak mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya. Siapakah pria yang akan dipilih Linda untuk bertanggung jawab atas kehamilannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erdin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetangga Baru

Di bantu oleh dua temannya, Egi seorang programmer muda. Memilih untuk mengontrak rumah di dekat Linda. Kontrakan di samping Linda itu, kini sudah resmi menjadi milik Egi. Sebelumnya kontrakan ini kosong selama beberapa minggu. Dengan keberadaan Egi di kontrakan itu, maka 6 pintu kontrakan itu sudah penuh di isi oleh penghuni baru.

Egi terlihat begitu antusias untuk segera tinggal di kontrakan barunya tersebut. Dia memang merasa kontrakan baru itu cukup nyaman. Sehingga dia tidak harus pergi ke tempat kerjanya dengan membawa motor. Cukup berjalan kaki, Egi sudah bisa sampai di tempat kerjanya. Itu yang membuat dia merasa begitu gembira bisa tinggal di kontrakan tersebut.

Kedua teman kantor Egi, juga menyambut gembira dengan kepindahan Egi ke kontrakan tersebut. Mereka merasa gembira, sebab ini Egi sudah memiliki kontrakan baru yang memiliki jarak yang dekat dengan kantornya. Sehingga ketika jam istirahat tiba, Egi dan teman-temannya bisa beristirahat di kontrakan Egi.

"Sekarang kita tidak harus pergi ke warung atau ke masjid untuk sedikit meregangkan otot. Kita bisa istirahat di kontrakan ini. Aku pikir ini bukan ide yang gila. Tapi aku menyukai tempat ini," ucap Riko yang merupakan teman Egi.

"Bebas loe semua mau lakuin apa saja di sini. Pokoknya loe mau tiduran di sini pas jam istirahat. Itu terserah loe. Tapi jangan sampai kebablasan. Itu bahaya," balas Egi sembari tertawa.

Teman Egi lain yang bernama Vion terlihat tidak bergeming duduk di luar kontrakan Egi. Entah apa yang membuat dia tidak bergeming sama sekali. Sehingga Egi dan Robi pun langsung datang untuk mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh Vion di sana.

Saat melihat seorang perempuan cantik sedang menjemur baju tepat di hadapan Vion. Egi pun akhirnya sadar, jika Vion terus memperhatikan perempuan tersebut. Hingga Vion enggan masuk ke dalam kontrakan.

"Pantas saja tidak mau masuk. Orang lagi asyik memandang pemandangan indah di depannya," ucap Egi sembari merangkul pundak Vion.

"Iya, lumayan juga. Loe bisa lihat. Body perempuan itu mulus banget. Beuh, gue rasa itu nikmat banget kalau..." ucap Vion menggantung.

"Kalau apa?" tanya Robi dengan wajah penasaran.

"Kepo loe. Loe belum cukup umur buat hal beginian. Nanti kalau gue ajarin loe hal beginian. Loe laporin gue ke KPI lagi. Ekploitasi anak," ucap Vion sembari tertawa.

"KPI. KPAI dodol. Loe pikir buat konten di TV ke KPI. Tapi KPAI. KPAI!" tegas Robi sembari melipat tangannya di atas perut.

"Nah itu, KPAI. Tadi gue sedikit kurang fokus. Udah sana loe masuk lagi. Nanti loe bawa sabun ke kamar mandi lagi. Tidak kuat melihat yang beginian," ledek Vion pada Robi.

"Bukannya itu aktivitas loe setiap hari. Tidak heran dengkul loe udah kopong. Orang tiap hari loe paksa keluarin sih," balas Robi.

Vion yang mulai kesal pada Robi, hampir melayangkan sebuah pukulan. Untung saja, Egi langsung melerai keduanya. Egi meminta Vion untuk tidak bermain tangan. Mengingat Robi yang hanya bercanda pada dirinya. Tidak ada yang harus di masukan ke dalam hati. Ucapan dari Robi hanya bercanda saja pada Vion.

Sementara Robi yang terlihat begitu lelah. Di minta beristirahat di dalam kamar. Di mana itu bisa meminimalisir pertengkaran dengan Vion. Robi juga bisa makan beberapa cemilan yang sudah Egi sediakan di dalam kamarnya. Sehingga Robi bisa istirahat sembari menyantap cemilan.

Vion semakin fokus melihat tentangga kontrakan Egi yang sedang menjemur pakaian di depan kontrakan. Dia melihat betapa indahnya pemandangan yang ada di depannya. Sehingga Vion pun mulai berimajinasi kotor melihat bentuk tubuh perempuan tersebut.

"Kalau memang loe penasaran. Samperin saja. Siapa tahu dia mau kenalan sama loe," ucap Egi.

"Benar juga yah. Apa gue langsung samperin saja yah. Gue penasaran juga sama tuh cewek," ucap Vion mulai berdiri.

Vion segera merapikan penampilan dari dirinya. Bercermin, sembari menyisir dengan jari-jari tangannya.

"Bagaimana Gi, apa gue udah mirip Vino G Bastian?" tanya Vion dengan penuh percaya diri.

"Loe bukan Vino G Bastian. Tapi Vino Baskom. Sudah sana loe temui tuh cewek. Sepertinya dia mau selesai menjemur pakaiannya," ucap Egi sembari mendorong Vion.

Baru beberapa langkah meninggalkan Egi. Vion di kejutkan dengan kedatangan dari seorang pria berbadan besar dari kontrakan di perempuan. Sontak nyali Vion untuk berkenalan dengan perempuan tersebut langsung luntur.

"Emmm Gi. Baru juga mau kenalan. Ternyata sudah ada yang punya. Gini banget yah jadi gue. Baru ingin kenalan sama cewek. Eh, tahu-tahu ternyata sudah ada yang punya," ucap Vion dengan raut wajah sedih.

Egi yang sedikit sedih dengan apa yang terjadi pada Vion. Hanya bisa mengelus pundak Vion sembari memberikan semangat pada Vion. Egi terlihat begitu iba dengan nasib yang di terima oleh Vion. Rasanya begitu berat untuk bisa di rasakan oleh Vion. Bagaimana dia harus merasakan perasaan yang cukup berat dengan situasi yang ada.

Namun kesedihan dari Vion seketika hilang, saat dia melihat Linda yang lewat di hadapan dirinya. Dia melihat sosok perempuan yang cantik berada di hadapan. Linda yang memiliki bentuk tubuh tidak kalah indah. Langsung menarik perhatian dari Vion. Apalagi melihat wajah Linda yang bak bidadari. Nasib pilu yang ada pada Vion semakin teralihkan.

"Gi, perempuan ini jauh lebih cantik Gi. Dia dua kali lipat dari perempuan yang menjemur pakaian tadi," ucap Vion dengan wajah penasaran.

Egi pun hanya tersenyum dengan ucapan dari Vion. Dia pun mengakui akan kecantikan dari Linda yang terlihat begitu mempesona. Egi merasa Linda memang sosok perempuan yang cantik. Tidak salah jika Vion memuji Linda dengan pujian yang ada.

"Cantik, tapi siapa tahu sudah punya orang. Loe harus cari tahu dulu. Baru aja loe kecewa," ucap Egi dengan tegas.

"Tapi feeling gue. Perempuan ini belum punya pacar. Gue yakin itu Gi," ucap Vion dengan wajah penuh keyakinan.

"Mudah-mudahan saja. Supaya loe tidak kecewa lagi. Jadi saat loe tahu dia tidak punya pacar. Loe bisa ajak dia makan atau apa," ucap Egi.

"Pasti Gi. Apa sekarang saja gue ajak kenalan. Gue sudah tidak sabar untuk berkenalan dengan perempuan itu. Perempuan cantik yang begitu gue suka Gi," ucap Vion dengan wajah penuh hasrat..

"Gue pikir nanti saja. Lagi pula, dia juga ngontrak di sana. Jadi loe bisa ketemu dia kapan saja. Jika tidak hari ini. Mungkin besok atau lusa. Loe pasti ketemu sama dia. Jadi Loe gak usah khawatir. Loe pasti ketemu sama dia," ucap Egi dengan bijaksana.

1
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lnjjt
Nur Adam
linda2 cantik kok apem di ksih siapa,,ga tkt kena penyakit ckck jiwa muda menggelora sm cmpur doyan hehe
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!