NovelToon NovelToon
SULASTRI

SULASTRI

Status: tamat
Genre:Spiritual / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:100k
Nilai: 4.9
Nama Author: siyuk sie

"Mas Rizal jangan kaget, dia namanya Sulastri, memang sudah mengalami gangguan jiwa semenjak kecil. Keluarganya juga tertutup, sedikit misterius," terang salah seorang warga yang lekas membangkitkan rasa penasanku.

Di mana ternyata, hal itu dilatarbelakangi oleh masalah nan pelik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SULIS

"Zal, kamu baik-baik saja? Kok kayak orang kurang tidur begitu?" tanya ibu saat kamu hendak sarapan bersama.

"Enggak kok buk, mungkin posisi tidur Rizal saja yang gak pas jadi pas bangun terasa pegal."

"Kantung matamu itu loh Zal. Kamu begadang ya? Nonton you tube nih pasti."

Aku nyengir, lebih baik begitu dari pada ditanyai lebih jauh. Namun, tidak sepenuhnya bohong, tubuhku memang terasa tidak nyaman semenjak semalam. Gila memang, aku yakin kalau semalam bukanlah Sulastri tapi sosok yang menyerupai dirinya tapi masalahnya, kenapa selalu menyerupai Sulastri? Suka sekali si setan memfitnah gadis yang gak bersalah.

"Hari ini, aku harus mencari jawaban. Aku akan menemui Sulastri dan berusaha berkomunikasi," ucapku di dalam hati.

...🌟🌟🌟...

Kuberjalan menuju rumah Sulastri dengan membawa satu kantong buah yang akan kujadikan alasan. Sampai di depan rumahnya, perasaan ragu mendadak datang. Mataku berpendar dengan sedikit celingukan, mencoba mencari keberadaan Sulastri.

"Ah tanggung, sudah sampai sini juga, masak mau balik sih?" gumamku seraya memantapkan hati dan mulai melangkahkan kaki.

Tok.. Tok. Tok...

"Assalamualaikum!"

Salamku tidak dijawab tapi Sulastri bersedia keluar untuk menemuiku.

"Baguslah, dengan begini, rencanaku bisa lebih lancar," benakku.

"Lastri, saya Rizal, kamu masih ingat kan? Saat pertama kali saya pindah ke rumah eyang, kamu sempat datang," ucapku sekaligus memberi sapaan.

Lastri tetap diam.

"Oh ya, ini ada buah-buahan, dari ibuku. Hasil panenan dari kebun. Diminta untuk memberikan sebagian untuk kamu dan ibumu."

Terpaksa aku berbohong karena hanya alasan itu yang paling pas untuk dapat datang secara terang-terangan ke rumah Sulastri. Meski Sulastri masih diam tapi dia menerima kantong berisi buah-buahan yang aku ulurkan.

"Buk War ke mana Lastri? Apa sedang masak di belakang?" tanyaku yang masih berusaha mengajak berbincang.

"Ibuk di ladang," Jawab Lastri sembari menatapku dengan tatapan yang lumayan menyeramkan.

Walau hanya satu kalimat tapi nada bicara yang pelan dengan raut wajah yang sulit untuk kujelaskan, cukup memberi kesan yang menyeramkan.

"Oh, di ladang. Jadi sehari-hari buk War pergi ke ladang. Kalian cuma tinggal berdua ya?"

Lastri menatapku sesaat lalu bergeser posisi lalu duduk di kursi ruang tamu. Aku pun mengikutinya seraya duduk di kursi sisi yang lain.

"Permisi ya Lastri, aku duduk di sini!"

Lastri hanya menatapku sebelum kemudian menjawab:

"Kami bertiga di sini," jawabnya.

"Bertiga ya? Dengan ayahmu juga? Di mana dia? Apa sedang pergi ke ladang bersama buk War?"

Sulastri menggelengkan kepalanya.

"Oh enggak ya, lalu sedang di mana ayahmu sekarang?"

Saat itulah Sulastri menjawab, sedikit terbata dengan jawaban yang lekas menimbulkan tanya berikutnya.

"I-buk, Las-tri dan mbak e."

Deg..

"Mbak e? Maksudnya siapa ini mbak e? Ada saudara lain yang juga tinggal bersama Lastri di sini?" tanyaku dengan sangat hati-hati.

"Iya tapi mbak e suka main, Lastri ditinggal."

Aku mulai tegang seiring adrenalin yang terangsang. Seakan segera mengetahui rahasia besar. Aku menjadi semakin penasaran.

"Oke, jadi mbak e ini di mana sekarang? Namanya siapa?"

"Mbak Su-lis."

Deg...

Benakku mulai berisik dengan beragam dugaan yang bermunculan. Jangan-jangan, Sulis yang Lastri katakan adalah almarhumah kakaknya yang meninggal di usia tujuh bulan. Jika iya maka tervalidasi info yang ibuku ceritakan tapi kan..

"Lastri, mbak Sulis ini, bukannya sudah meninggal?"

"Enggak, mbak Sulis masih ada."

"Em, jadi.. Setiap hari kalian tinggal bertiga di rumah ini?"

"Iya."

Deg..

"Lastri suka main ya sama mbak Sulis?"

Lastri mengangguk.

"Lalu di mana mbak Sulis sekarang, kok gak kelihatan?"

Tiba-tiba, Lastri berdiri tegak membuatku reflek ikut berdiri juga. Lastri lantas menarik pelan lenganku isyarat memintaku untuk mengikutinya. Kami hanya bergeser beberapa langkah saja dari kursi, berada di depan bufet kaca tepat.

"Itu mbak Sulis!" ucap Lastri sembari menunjuk ke pantulan diriku di kaca bufet rumahnya.

Mataku membulat sesaat dan reflek gelagapan. Aku panik seraya berusaha menyingkirkan sesuatu dari punggungku karena jelas sekali kulihat, ada sesosok perempuan yang dengan nangkring di punggungku dengan posisi seperti sedang kugendong belakang. Jantungku berdegup sangat kencang hingga tubuhku hilang keseimbangan lalu terhuyung jatuh di lantai.

"Astagfirullah! Apa ini? Pantas saja badanku terasa tidak nyaman."

Batinku sangat kacau sekarang. Sementara Lastri tetap diam di posisinya. Memandangku dengan tatapan datarnya.

"Lastri, kamu yakin kalau dia (sosok yang menempel di punggungku) adalah mbak mu, Sulis?"

Lastri mengangguk, kakiku lemas seketika.

"Tenang.. Tenang.. Tenang Zal!" benakku coba menenangkan diri sendiri.

"Oke Lastri, tolong minta mbak Sulis untuk turun! Minta dia untuk pergi! Jangan ngikutin saya! Rumahnya kan di sini, suruh dia balik ke rumah ini ya!" pintaku pada Lastri.

Belum sempat Lastri menjawab, buk War lebih dulu datang dan merasa sangat tidak senang dengan keberadaanku di rumahnya.

"Ada perlu apa ke sini? Kenapa duduk di lantai begitu?" tanya Bu War dengan tatapan yang sangat tidak ramah.

"Maaf buk tapi kaki saya benar-benar lemah. Mau berdiri, tidak bisa."

"Ada apa sebenarnya?" tanyanya kemudian.

"Saya datang untuk membagi sedikit hasil panen buah-buahan," jelasku sembari menatap ke arah kantong berisi buah yang Lastri letakkan di lantai rumah.

"Mbak e buk," celetuk Lastri yang kian membuat tegang ibunya.

Tampaknya memang ada yang sedang buk War sembunyikan. Tak ingin ada orang lain yang tahu atau mengulik tentang anaknya yang telah meninggal itu. Aku yang sudah ketakutan, dengan polosnya menunjuk punggungku seolah mengisyaratkan kalau Sulit dengan berada di situ. Buk War menghela napas seraya menepuk punggungku dengan sangat kencang lalu menarik kasar lenganku untuk membuatku berdiri.

"Bilang sama ibumu, terima kasih! Dan untuk kamu, jangan berusaha mencari tahu sesuatu yang tidak semestinya kamu tahu!"

Deg..

"Iya buk maaf tapi ini (sosok Sulis) juga bukan kehendak saya sendiri. Ini..."

"Sudah tidak ada apa-apa di punggungmu. Cepat pergi!"

Aku benar-benar diusir dan tidak ada alasan lagi untuk berada di sana lebih lama. Aku pun pamit tapi saat kuucapkan salam. Dengan mata kepala sendiri kulihat, ada sosok lain yang sedang berdiri di samping Lastri. Begitu mirip bagai pinang dibelah dua. Namun, setelah kulihat dengan seksama, tetap memiliki perbedaan di antara keduanya. Aku pun menundukkan sedikit kepala untuk menghormati buk War lalu membalik badan seraya berjalan keluar dari rumah. Anehnya, punggungku memang terasa berbeda. Lebih bebas dan terasa nyaman. Ini adalah kali pertama, aku ketempelan.

"Benar-benar menyeramkan."

Aku terus bergumam sepanjang perjalanan hingga pulang.

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
Nur Bahagia
kalo sampe nikah siri berarti bukan khilaf sesaat namanya bu war.. itumah khilaf kebablasan 😅 wajar kalo yanti marah karena di hianati
Nur Bahagia
lucu nih mereka berdua 😅
Nur Bahagia
mungkin yg mati adalah Sulastri dan yg masih hidup kembarannya 🤔
Nur Bahagia
lho kalo Sulastri hantu kok waktu itu isa di toel ama bu suji
Nur Bahagia
jangan2 jodohnya rizal adalah Sulastri🤭
Nur Bahagia
bab pertama udah horror bangett iniii 😱
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
mampus kau pak di omelin, untung bukan wujud aslinya yg nampa! cuma masuk ke tubuh istri mu doang, jadi gak pingsan ahaha
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
ahaha jin nya keren banget dah, yg mempan apa juga, heh!
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
di santet sama ibu tiri nya lastri dah ini, gak mungkin klo tiba-tiba keluar serangga dari mulut
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
karna kau udh ada perasaan sama dia, makanya takut klo dia sampai salah paham
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
kunti nya keren, masa org" dzikir dia gak takut, malah ketawa bawa pasukan
Ai Oncom
Luar biasa.. bagus .
Ali B.U
🖒
Ali B.U
akirnya bisa baca nyampai tamat
Ali B.U
next.
Ali B.U
,next
Ali B.U
.next
Ali B.U
next.
Ali B.U
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!