Alvaro dosen muda yang baru saja ditugaskan di salah satu universitas, ia berjalan dengan tegap sambil Menjinjing tas ditangannya.
Sepanjang jalan Alvaro menjadi pusat perhatian wanita, Alvaro mencoba mengabaikan dan tak memperdulikan bisikan bisikan itu.
Brukk
Seorang wanita yang sedang terburu buru tanpa sengaja menabrak Alvaro, keduanya pun saling berpelukan tanpa disengaja.
" Maaf " ucap wanita itu langsung mendorong Alvaro
Namun belum sempat Alvaro menjawab, wanita itu sudah pergi meninggalkan Alvaro yang masih terkejut.
" Bisa bisanya di jadi wanita pertama yang meluk gue selain keluarga gue " gumam Alvaro sambil menatap punggung wanita yang menabraknya
" Lo harus tanggung jawab " ucap Alvaro dengan senyuman penuh arti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan
Pagi ini Revana hendak pergi ke kampus, namun tak seperti sebelumnya kali ini ia tak melihat keberadaan mobil Alvaro di halaman rumahnya.
Revana pun akhirnya mencoba memesan ojek online untuk ke kampusnya, dan tak butuh waktu lama ojek online tersebut datang.
Revana juga tak mendapatkan pesan dari Alvaro sejak kemarin, tapi Revana enggan berharap lebih Ia takut jika Alvaro hanya mempermainkannya.
Begitu sampai di kampus, ia berpapasan dengan Ayu yang juga baru sampai di kampusnya.
" Yu tumben lu baru Dateng ? " tanya Revana, karena Ayu terbiasa datang lebih awal
" Iyah Re macet, kayaknya kemarin ada kecelakaan mobil gitu. Jadi ya Lo tau sendiri deh, jadi semacet apa " jawab Ayu
" Kecelakaan ? Mobilnya warna apa Yu ? Lo liat ga ? " tanya Revana dengan panik
" Warna item kalau ga salah, kenapa ? Ko Lo kayaknya panik banget "
" Engga, ga apa apa yaudah ayo ke kelas "
Revana menjadi panik karena ia takut jika itu adalah Alvaro, namun ia mencoba berpikir positif karena pagi ini mata kuliah Alvaro pagi hari di kelasnya.
" Re, kemarin si Rio tuh nanya nanya tentang Lo terus ke gue " ucap Ayu
" Nanya gimana ? Ya mungkin karena emang mau temenan kali yu " jawab Revana yang sedang berkelut dengan pikirannya
" Engga, kayaknya emang dia suka deh sama Lo. Eh Iyah btw pagi ini pak Alvaro kan yah. Gue udah rapihkan ? " Ayu mencoba merapihkan penampilannya
" Hemm " gumam Revana
Jam pelajaran sudah dimulai, namun Alvaro belum ada tanda datang. Revana semakin cemas, ia semakin khawatir dengan Alvaro.
" Ko Pak Varo belum dateng yah Yu ? " tanya Revana dengan panik
" Macet mungkin Re, kenapa lo ga sabar ya ketemu sama pak Varo " jawab Ayu menggoda
" Engga lah " jawab Revana singkat
Sekitar 30 menit akhirnya Alvaro datang ke kelas, Revana merasa lega setelah melihat Alvaro yang baik baik saja.
" Pagi semuanya, maaf saya terlambat " ucap Alvaro sambil mengatur nafasnya
" Pagi Pak " jawab seluruh murid serentak
Alvaro dan Revana sempat bertatapan sejenak, dan Alvaro pun mulai dengan kuliah hari ini.
Selama pelajaran sesekali Alvaro berdiri disebelah Revana, Revana mencoba untuk terlihat biasa saja.
" Oke untuk kelas hari ini selesai, jangan lupa Minggu depan kita akan UTS yah " ucap Alvaro sambil merapihkan mejanya
" Baik Pak " jawab semuanya serentak
" Saya permisi ya " Alvaro keluar dari kelas
Revana menatap punggung Alvaro yang berjalan keluar, ia pun memutuskan untuk menemui Alvaro diruangnya.
" Re ke kantin yuk ? Laper nih " ucap Ayu memecahkan lamunan Revana
" Gue ke kamar mandi dulu yah, Lo duluan aja nanti gue nyusul " jawab Revana sembari berjalan keluar
Revana dengan segera berjalan dengan cepat menuju ruangan Revana, begitu sampai didepan ruangan Alvaro ia langsung mendorong pintu ruangan Alvaro .
" Revana sini " ucap Alvaro yang sedang membuat teh
Revana belum berbicara apapun, ia mendekat kearah Alvaro.
" Bapak ga apa apa kan ? " tanya Revana sambil memperhatikan Alvaro
" Engga apa apa ko, kenapa ? Oo karena saya datang terlambat yah tadi saya kesiangan, karena saya—"
Belum selesai Alvaro berbicara, Revana langsung memeluk Alvaro.
" Maaf saya khawatir pak " kata Revana sambil memeluk Alvaro
" Saya ga apa apa Revana, apa yang kamu khawatirkan ? Kamu liatkan saya baik baik saja " ucap Alvaro dengan lembut
Revana melepaskan pelukannya, ia menatap Alvaro.
" Yaudah saya ke kantin dulu pak, saya permisi " Revana langsung keluar ruangan Alvaro
Alvaro hanya tersenyum melihat Revana, entah apa yang ada dipikiran Revana sehingga cemas seperti itu.
Revana pergi ke kantin untuk menemui Ayu, dan benar saja disana ada Ayu dan Rio yang tengah duduk menunggu dirinya.
" Lo darimana Re ? Lama banget " ucap Ayu sambil memakan makanannya
" Penuh tadi Yu " jawab Revana asal
" Lo mau makan apa Re ? Biar gue pesenin " timpal Rio
" Engga usah Ri nanti gue sendiri aja " jawab Revana dengan halus dan Rio hanya mengangguk
" Eh Iyah tadi Rio ngajakin nonton, gimana Re ? " ucap Ayu
" Nonton ? Kapan ? Sekarang ? " tanya Revana
" Iyah, Lo mau kan Re ? " ucap Rio bertanya
" Hem liat nanti yah " jawab Revana dengan ragu
Revana mengambil ponselnya, ia mencoba mengabari Alvaro jika ia akan pergi bersama dengan Rio dan Ayu.
Ayu dan Rio melihat Revana yang senyum sendiri menatap ponselnya.
" Re Lo chatingan sama siapa senyum senyum gitu ? " tanya Ayu yang membuat Revana langsung mematikan ponselnya
" Oo engga tadi gue liat ada yang lucu aja, berarti kita nonton kapan nih ? Jam berapa ? Dimana ? " Revana mengalihkan pembicaraan
" Sekarang aja gimana ? Mau ga ? Di Mall Deket sini aja " jawab Rio
" Boleh, ayolah " ajak Ayu dan Revana mengangguk
..
Selama film berlangsung Revana merasa beberapa kali Rio memperhatikan dirinya, namun Revana mencoba untuk mengabaikannya.
" Lo suka Re sama filmnya ? " bisik Rio yang membuat Revana terkejut
" Ehh Iyah suka " jawab Revana pelan
Revana merasa kurang nyaman dengan Rio, bukan karena ia dan Alvaro berpacaran. Namun, Revana merasa ia dan Rio hanya pantas untuk teman.
Beberapa kali juga Revana mendapati Rio yang hampir memegang tangannya, namun Revana mencoba untuk menyingkirkan tangannya.
Setelah film selesai merekapun langsung keluar dari biskop, dan berputar sejenak
" Re hp Lo bunyi deh kayaknya " ucap Ayu yang mendengar
" Ehh gue ga denger, coba gue liat dulu deh " Revana mengambil ponselnya dari dalam tas
Saat Revana melihat ternyata panggilan itu dari Alvaro, ia pun sedikit menjauh untuk mengangkat panggilan Alvaro.
[Revana : Hallo ya ? ]
[Alvaro : Udah selesai nontonnya ?]
[Revana : Udah ko, baru aja selesai]
[Alvaro : Mau saya jemput dimana ?]
[Revana : Hem di halte aja, boleh ?]
[Alvaro : Yaudah, kabari kalau sudah mau kesana yah. Kamu hati hati]
[Revana : Iyah]
Setelah panggilan terputus Revana kembali kepada Ayu dan Rio.
" Siapa Re ? " tanya Ayu
" Temen gue, eh iya nanti kayaknya gue ga bisa bareng ga apa apa kan yah ? " ucap Revana
" Yaahh emang kenapa Re ? Lo sama siapa nanti ? " tanya Rio sedikit kecewa
" Temen gue ngajak pergi, yaudah gue duluan yah. Makasih yah Ri, Yu gue duluan yah " Revana pun segera meninggalkan keduanya
Rio dan Ayu saling bertatapan seolah memiliki pertanyaan yang sama
" Lo mau ikutin ga Yu ? Gue penasaran siapa temennya " ucap Rio
" Paling temen rumahnya RI, udah yuk balik aja lain kali gue ajak biar dia ikut " ucap Ayu dan Rio mengangguk
Revana menunggu Alvaro dihalte dekat Mall, dan tak butuh waktu lama mobil Alvaro sampai disana.
" Dengan Revana ? " ucap Alvaro sambil menurunkan kaca jendelanya
" Bukan " Revana langsung membuka pintu mobil milik Alvaro dan masuk kedalam
Tanpa keduanya sadari, mobil milik Rio dan Ayu berada di belakang mobil milik Alvaro.
" Ko kayaknya gue pernah liat mobil itu di kampus yah " ucap Rio kepada Ayu
" Maksudnya Revana Deket sama anak kampus gitu RI ? " tanya Ayu yang juga penasaran
" Mungkin " jawab Alvaro
Rio yang penasaran mencoba untuk mencari tau siapa pemilik mobil tersebut, sedangkan Ayu lebih ingin bertanya langsung kepada Revana.
sumpah bikin gedek