Rindu di kala kita mencintai seseorang akan terasa indah jika berbalas, namun jika rindu di kala mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain Bagaikan pungguk merindukan bulan
kisah wanita yang ingin balas dendam pada ibu dan saudara tirinya yang telah membuat hidupnya menderita
suatu hari wanita itu bertemu dengan mantan kekasinya yang ternyata menjadi suami saudari tirinya
akankan dia mendapatkan jalan untuk balas dendamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Tetua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
hari ini adalah jadwal janji temu dengan pak Bima, Jati duduk di samping kemudi sedangkan Rindu di kursi penumpang di tengah, dan Kevin yang menjadi supir hari ini
Rindu dan boss nya masih membahas tentang proposal di dalam mobil, sedangkan Jati sibuk dengan gawainya, Perusahaan tempat Rindu kerja saat ini sedang mengalami sedikit masalah keuangan sehingga mereka mengajukan kerja sama dengan perusahaan pak Bima
ke empat orang itu langsung berjalan memasuki perusahaan pak Bima, asisten pak Bima sudah menunggunya di depan untuk mengantar mereka ke ruang pertemuan, namun saat memasuki lobby Rindu sekilas seperti melihat sosok yang di kenalnya namun ia ragu , Rindu pun menggelengkan kepalanya
Jati jalan di sebelahnya melihat Rindu pun bertanya
"kenapa?"
" ah nggak papa" Rindu langsung
asisten pak Bima langsung membawa mereka masuk, ternyata pak Bima sudah menunggunya di ruangan itu
"Alan apa kabar?" pak bima langsung menyambut Boss Rindu dan lainya juga, dan memyalaminya satu per satu
"baik Bim" jawab Alan, bos Rindu
"oh iyah, kenalkan ini Rindu sekertaris saya, Jati dan Kevin asisten saya" Alan memperkenalkanya satu persatu kepada pak Bima
mereka pun duduk dan mulai berbicara, sebenarnya tanpa mengajukan proposal pun pak Bima berniat membantu perusahaan Alan, karna memang dulu saat perusahaanya mengalami kesusahan pun Alanlah yang membantunya tanpa syarat, namun ini adalah permintaan Alan sendiri karna walaupun mereka bersahabat Alan tidak mau memanfaatka nya
"oh iyah Alan sebenarnya yang akan menghandle kerjasama kita itu bukan saya, tapi anak saya, karna sekarang dia sudah mulai saya siapkan untuk menggantikan saya" ucap pak Bima menjelaskan
"kau sudag ingin pensiun?" tanya Alan
"tentu saja, kita ini sudah cukup berumur, sekarang gantian anak anak kita yang harus mengurus semua ini bukan?"
"aku ingin menghabiskan banyak waktu berdua bersama istriku sebelum kami repot menimang cucu" lanjut pak Bima
"anakmu sudah menikah?" tanya Alan
"sudah, tapi maaf tidak mengundangmu karna diadakan secara sederhana, hanya keluarga dekat saja, anakmu bagaimana?"
"anaku belum mau menikah katanya"
kedua paruh baya itu asik mengobrol, setelah membahas tentang proposalnya, sedang yang lain hanya menyimak obrolan keduanya
saat sedang asik mengobrol terdengar suara pintu terbuka
"ah itu anak saya" tunjuk pak Bima pada seorang pria yang berjalan memasuki Ruangan,
Pria tampan berahang tegas dengan sedikit jambang di janggutnya, bergegas masuk menghampiri ayahnya yang duduk
"maaf saya terlambat" ucap pria itu, ekspresinya datar terkesan garang apalagi dengan jambangnya
semua yang ada disan pun berdiri untuk menghargai yang berbicara kecuali Rindu yang masih sibuk dengan laptopnya dan karna terlalu fokus dia tidak tau ada yang datang
"tidak papa, kami tau kamu sibuk" ucap Alan
pria itu pun berjalan duduk di samping kiri sang ayah, karna Alan dan lainya duduk di samping kanan Bima,
pria itu pun memperkenalkan diri dan menjabat tangan Alan
"saya Kala, Skala Wiratama Atmaja"
degh...
mendenger pria itu menyebutkan namanya Rindu yang dari tadi fokus dengan laptopnya pun merasa kaget bukan main, jantungnya tiba tiba berdetak dengan kencang, badanya lemas seketika namun belum berani menoleh ke arah Kala, malah menunduk
nama yang telah lama tak ia dengar, tiba tiba hari ini dia mendengarnya lagi lansung dari pemilik nama itu
bingung dan terpaku
"Alan"
"Jati"
"Kevin"
Kala menjabat satu satu, tiba pada giliran Rindu
Kala melihat perempuan yang tidak asing baginya
bersambung...