NovelToon NovelToon
Pulang Untuk Membalas Dendam

Pulang Untuk Membalas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Dira, gadis yang dulu menjadi korban bully dari teman sekolahnya akhirnya berubah menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Selama bertahun-tahun dia tinggal di luar kota. Dia berusaha mengubur dalam-dalam kenangan pahitnya sewaktu menjadi korban bully dan ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang karena yakin karma akan bekerja dengan sendirinya.

Tetapi kemudian, Dira mendengar jika ternyata orang-orang yang dulu membullynya sekarang hidup bahagia, Dira merasa tidak terima. Kepulangannya ke kota kelahirannya yang tadinya hanya demi karier berubah menjadi keinginan untuk membalas dendam. Dira bertekad jika karma belum menghampiri mereka maka dia yang akan menghantarkannya.

Akankah Dira berhasil membalas dendamnya atau justru memaafkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Reuni Tak Terduga

"Apa? Kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi?!"

Felix mengedikkan bahunya. "Kamu yang memaksaku menyerahkannya."

Dira tersenyum membelakangi kedua laki-laki itu. Ini adalah sesuatu yang tidak dia sengaja tetapi sangat menguntungkannya. Dira tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Selvi melihat mobil yang sangat dia inginkan justru menjadi miliknya, si miskin dan dekil yang dulu selalu dia hina.

Sementara itu di dalam kamarnya Selvi terlihat begitu kesal. Dia baru saja mendapat laporan jika Zaki pergi bersama seorang perempuan ke sebuah showroom mobil.

"Sial!!! Kenapa foto yang dia kirimkan tidak jelas begini?!! Aku jadi tidak bisa melihat wajah perempuan itu!!! Apa dia perempuan yang bernama Dira?!!"

Lalu Selvi pun menelepon Zaki.

"Halo," ucap Selvi begitu panggilan terhubung. "Kamu dimana Sayang?" tanya Selvi dengan mesra, menyembunyikan rasa kesal yang memenuhi dadanya.

"Aku sedang menemani Dira membeli mobil. Ada apa Sayang?"

Mendengar Zaki menyebut nama Dira, Selvi tidak bisa menyembunyikan kekesalannya lagi. "Apa tidak ada orang lain? Kenapa harus kamu?! Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan perempuan itu!" ucap Selvi tanpa basa-basi.

"Sayang kenapa kamu marah? Aku tidak melakukan apapun dengan Dira. Aku cuma membantunya."

"Aku lihat kamu sekarang kamu sering menghabiskan waktu bersama perempuan itu?! Kita akan segera bertunangan Zaki, jadi jaga sikapmu! Aku tidak ingin orang-orang melihatmu bersama perempuan itu karena itu akan menimbulkan gosip!" Lalu Selvi menutup teleponnya.

*

Dering handphone membuat Dira mengalihkan perhatiannya dari layar laptopnya. Rupanya Zaki yang meneleponnya.

"Halo, ada apa Zaki? Apa ada yang ingin kamu bahas?"

"Tidak Dira, maaf mengganggu. Tetapi aku menelepon bukan untuk urusan pekerjaan."

"Lalu soal apa?"

"Nanti malam aku ingin mengundangmu untuk makan malam. Aku dan kekasihku salah paham, jadi aku berniat mempertemukan kamu dengannya. Mungkin setelah ini dia akan mengerti kalau hubungan kita murni hanya sebatas hubungan bisnis. Aku harap kamu tidak keberatan."

"Oh ... Benarkah? Jadi Selvi marah padamu? Maafkan aku, aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Aku jadi merasa tidak enak kepadamu," balas Dira penuh drama. Padahal memang ini yang dia harapkan.

"Jadi bagaimana? Kamu bisa 'kan nanti malam?"

"Tentu saja. Aku pasti datang. Aku akan jelaskan semuanya pada Selvi nanti. Dimana tempatnya?"

"Di sebuah restoran di jalan Cenderawasih. Itu restoran sahabat kekasihku. Nanti aku kirimkan alamatnya."

"Oke." Lalu Dira menutup teleponnya.

"Jalan Cenderawasih, pasti restoran Rieke. Akhirnya kita bertiga akan reuni," gumam Dira tersenyum miring.

Selesai menelepon, Dira melihat jam dan sekarang sudah waktunya makan siang. Dira akan keluar untuk makan siang sekalian membeli hadiah yang akan dia berikan untuk Selvi nanti.

Beberapa saat kemudian, Dira sampai di sebuah pusat perbelanjaan. Dira langsung menuju sebuah butik tas merek terkenal. Dira akan membeli tas sebagai hadiah untuk Selvi. Dira tidak lama berada di butik itu. Dia hanya membeli sebuah tas kecil tetapi dengan harga yang lumayan besar.

"Kita lihat, apakah nanti dia akan melempar tas itu seperti dulu dia melempar tas kado dari ibuku," gumam Dira. Dia tidak ingin mengambil hati Selvi dengan tas ini, tetapi Zaki lah yang Dira incar. Dengan datang membawa hadiah, setidaknya Zaki akan menganggap jika niat Dira benar-benar tulus.

Selesai membeli tas, Dira melangkahkan kakinya menuju restoran yang terletak di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

"Dira ...!!!" Tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Dira menoleh mencari sumber suara dan menemukan Zaki di sana.

"Kamu di sini juga?" Sungguh tidak Dira sangka akan bertemu Zaki di sini.

"Ya ... Aku sedang membeli sesuatu untuk kekasihku. Biasalah ... Kamu pasti mengerti maksudku."

"Kamu ingin menyogok kekasihmu agar berhenti marah. Benar 'kan?" Dira tertawa.

"Yah, sepertinya tidak perlu aku jelaskan lagi," balas Zaki sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Aku juga membelikan sesuatu untuk kekasihmu. Apa menurutmu dia akan suka?" Lalu Dira menunjukkan tas yang baru saja dia beli. "Kamu lebih tahu selera kekasihmu. Kalau dia tidak suka ini aku bisa membelikannya yang lain, mumpung masih di sini," ucap Dira dengan wajah yang di buat sepolos mungkin.

"Astaga, Dira! Kamu tidak perlu repot-repot seperti ini."

"Tidak masalah, anggap saja ini sebagai permintaan maafku karena telah membuat kalian bertengkar. Jadi bagaimana? Menurutmu dia akan menyukainya?"

"Semua barang yang harganya mahal pasti dia suka. Dan aku tahu itu tas mahal, jadi dia pasti suka," jawab Zaki lalu mereka berdua terkekeh. "Setelah ini kamu mau kemana?"

"Aku akan makan siang."

"Sendirian?"

Dira mengangguk.

"Kita makan siang bersama saja," ucap Zaki tanpa pikir panjang.

Dira pura-pura menghela nafasnya. "Bukannya aku tidak mau, tetapi aku tidak ingin membuat masalah lagi diantara kalian berdua. Nanti kekasihmu bisa salah paham lagi kepadaku."

"Kamu benar-benar orang baik Dira, salah besar jika kekasihku sampai salah paham kepadamu," ucap Zaki penuh kekaguman.

"Baiklah, sampai jumpa nanti malam," balas Dira lalu pergi dari hadapan Zaki.

Malam harinya...

Dira tiba di restoran yang telah ditentukan. Mengendarai Ferrari hitamnya, Dira terlihat sangat elegan hingga mencuri perhatian orang-orang yang ada di sekitar restoran.

"Ada apa sih? Kenapa orang-orang jadi aneh begini? Apa ada artis yang datang?" tanya Selvi melihat orang-orang terus melihat ke arah parkiran. Karena penasaran, dia pun ikut melihat ke arah tempat parkir.

"Itu 'kan mobil ... "

"Sayang, aku punya sesuatu buat kamu." Suara Zaki membuat Selvi tidak melanjutkan kalimatnya. Perhatiannya langsung tertuju pada paper bag yang Zaki bawa. Selvi langsung tersenyum melihatnya, melupakan mobil impian yang kini sudah menjadi milik orang. "Terima kasih Sayang, kamu memang tahu apa yang aku inginkan." ucap Selvi lalu memeluk Zaki.

"Aku mengajakmu bertemu Dira dengan harapan kamu tidak salah paham lagi setelah ini. Dia orang baik, dan sama sekali tidak berniat untuk merusak hubungan kita. Kamu mengerti 'kan?" Zaki berusaha meyakinkan Selvi.

Selvi mengangguk. "Mana dia, kenapa belum datang?" Selvi tidak tahu jika pengendara Ferrari hitam yang sekarang parkir di luar adalah Dira.

"Mungkin sebentar lagi," Zaki mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sedang mereka tunggu. "Itu dia," ucapnya menunjuk seorang perempuan yang baru memasuki restoran yang kebetulan juga sedang menatap ke arahnya.

"Dira ... !!!" teriak Zaki sambil melambaikan tangannya. Dan entah kenapa Selvi tidak suka melihat Zaki melambai sambil tersenyum lebar menyambut Dira.

Dira segera menghampiri mereka berdua. "Hai, maaf aku terlambat," ucapnya.

"Tidak, kami juga baru datang." Lalu Zaki menoleh kepada Selvi, "Sayang, dia Dira, rekan bisnis yang sering aku ceritakan," Zaki memperkenalkan Selvi kepada Dira.

1
Isabela Devi
Silvi kamu yang mau tidur sama Alex sekarang salahin Dira, sadar diri dikit ke
Isabela Devi
semoga Zaki ga lulus sama si Selvi itu
Isabela Devi
thor salah sebut itu, bukan Dira tapi alex
Whatea Sala
Ayoo Dira kamu kan direktur,masak kalah sama mokondo uupsh maaf..
Whatea Sala
Dira minta tolong geh sama jeff,sebelum terlalu jauh..alex orang gila klu di turuti terus sulit lepasnya.
berharap bangetlah Dira pintar dan bisa menghancurkan alex.
Whatea Sala
Aneh banget si ibu...gak ada filing gitu,apa yang terjadi selama ini dengan Dira,polos si polos tapi naluri seorang ibu tidak bekerja,menyebalkan...klu marah entar dosa tapi kenapa Dira tidak pernah cerita.
Derma S
bagus
Madun Haikal
Luar biasa
Naomy
dira mau balas dendam tp bodoh tdk py kekuatan cm duit sj
Naomy
seharusny dira kasi tau jeff soal alex yg memperalat dira
Dwi Setyaningrum
trus nasibnya Zaki td gmn tuh ditinggal nikah sama Dira🤔
Siti solikah
kasihan sekali oliv
Siti solikah
karmamu banyak sekali
Siti solikah
lihatlah karmamu sudah datang
Siti solikah
cuih dasar orang tidak tahu diri
Siti solikah
manusia tidak bermoral
Siti solikah
rasain kau selvi
Siti solikah
mampus keluarga kalian
Siti solikah
jalang kok dipelihara
Siti solikah
yang ada di Alex uang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!