NovelToon NovelToon
Pak Dosen Aishiteru

Pak Dosen Aishiteru

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:148.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hoshinomi

"Dasar gadis nakal"
~Adriano Zergio Alviano Gerald~
.
.
.
.
.
"Enak aja, saya itu bukan gadis nakal yha Pak"
~Alana Dirgantara~

***
Cerita tentang perjodohan antara putra tunggal keluarga Gerald dan putri tunggal keluarga Dirgantara yang telah lama direncanakan oleh kedua keluarga tersebut.

Adriano yang ditugaskan Daddynya menjadi seorang dosen di universitas ternama untuk mengawasi calon menantunya. Sayangnya di hari pertamanya menjadi seorang dosen Adriano harus mengalami kesialan. Pertemuannya dengan Alana, gadis cantik pilihan orang tuanya. Alana yang ingin memukul temannya malah salah sasaran dan malah memukul wajah Adriano. Bagaimanakah akhir dari kisah cinta mereka, yang diawali dengan pertemuan yang terduga. Apakah akan berakhir bahagia ataukah berakhir dengan perceraian? Tetap stay tune di novel ini guys
Happy reading guys🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hoshinomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Siapa Wanita Itu?

...Happy Reading Guys🖤...

.......

.......

.......

.......

.......

*Alana Pov On

Setelah kelas Pak Adrian aku langsung pulang karena sudah tidak ada kelas lagi sedangkan Pak Adrian memiliki satu jadwal mengajar lagi. Sebenarnya Alana masih memiliki satu kelas lagi setelah kelas matkul statistika tapi karena berhubung dosennya berhalangan hadir maka kelas sore itu dibatalkan dan Alana memilih untuk pulang ketimbang harus disuruh untuk lanjut merekap nilai-nilai adik tingkatnya tersebut

"Guys gue pulang dulu" ujarku

"Lo mau langsung pulang nih, gk mau nongkrong dulu di kantin bareng kita-kita?" Tanya Bella

"Pengen sih, tpi gue males" Balasku

"Tumben, biasanya lo yang paling semangat kalo diajak nongkrong" balas Bella

"Sebenernya gue pengen banget ikut nongkrong bareng kalian, tapi masalahnya Pak Adrian malah nyuruh gue buat lanjutin ngrekap. Berhubung gue males banget kalo harus lanjutin tuh rekapan jadi gue buat alesan kalo gue mau pulang karena ada acara keluarga. Nanti kalo gue ikut kalian nongkrong terus gk sengaja ketemu pak Adrian, yang ada gue malah dimarahin panjang lebar dan gue males kalo harus dengerin ceramahannya" jelasku dengan setengah berbohong

"Ekhem-ekhem, ada yang PDKT nih" ledek Arka

"PDKT pala lo" seruku sembari memukul kepala Arla menggunakan buku yang kubawa

"Akkhhh" rintih Arka sembari mengusap kepalanya

"Dahlah, gue mau pulang dulu bye" ucapku sembari berjalan pergi

Setelahnya Alana pergi ke parkiran untuk mengambil motornya, kemudian dengan kecepatan tinggi Alana mengendarai motornya meninggalkan area kampus.

Alana tidak langsung pulang, ia motoran mengelilingi perkotaan dan berhenti di pantai. Ia memarkirkan motornya dan setelahnya ia pergi ke tepi pantai.

"Huft...huuuu" Alana menghirup panjang udara lalu menghembuskannya secara perlahan

"Pantai memang tempat yang cocok sih kalo buat nenangin pikiran dari tugas-tugas kampus" ucapku sembari berjalan ke arah sebuah ayunan

Alana duduk di ayunan tersebut sembari menutup matanya dan menikmati setiap hembusan angin pantai yang sangat menyejukkan. Ada banyak anak-anak yang berlarian di tepi pantai, sungguh pemandangan yang sangat indah.

......................

Sembari menunggu jam makan malam tiba, Alana duduk di ayunan yang ada di halaman belakang rumah sembari memainkan ponselnya, tak lama setelahnya terdengar suara mobil berhenti di depan.

"Udah pulang tuh orang ternyata" gumamku

Setelahnya gue masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar, saat gue membuka kamar terlihat pak Adrian yang sedang tiduran di atas ranjang dengan lengan baju yang sudah disingkap hingga siku, dasi yang sudah tidak pada tempatnya alias sudah ada dilantai juga jasnya yang berada tak jauh dengan dasinya. Tangan kanan berada di atas menutupi sebagian wajahnya sedangkan tangan kirinya berada di atas perutnya

"Bisa cape juga nih orang ternyata, kirain gk bisa" gumamku

"Pak bangun, atau kalo emang mau tidur mandi dulu pak biar gak ada kuman yang ikut nempel" ucapku sembari menepuk pelan tangannya namun tidak ada pergerakan sama sekali

"Pak bangun astaga, katanya kalo abis dari luar harus bersih-bersih dulu ini malah langsung tidur. Bapak sendiri loh yang bilang, ayo bangun pak"ucapku sembari menepuk tangannya dengan lebih keras

"Hm"balasnya dengan deheman

Setelahnya pak Adrian bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi namun sebelum itu pak Adrian sempat berbalik dan meminta gue buat nyiapin baju gantinya

"Oiya siapin baju saya, taruh saja di atas ranjang. Nanti biar saya ambil sendiri" ucap Pak Adrian lalu kembali berjalan ke arah kamar mandi

"Iya pak" balasku

gue pergi ke arah lemari dan memilihkan beberapa bajunya setelah semuanya siap, gue pergi turun ke ruang makan dan menunggunya di sana.

Setelah menunggu sekitar 20 menit pak Adrian akhirnya turun setelahnya kami makan malam dengan tenang, setelah selesai menghabiskan makanan pak Adrian pergi ke ruang kerjanya sedangkan gue kembali ke kamar untuk menyelesaikan tugas makalah yang akan dikumpulkan besok lusa

*Kamar

gue mulai menyalakan laptop dan membuka beberapa modul untuk mencari referensi yang cocok untuk materi tambahan di makalah. Hampir tiga jam gue memandangi laptop dan mata gue mulai lelah karena terlalu lama berhadapan dengan sinar radiasi dari laptop.

"Okey Al semangat, gue harus semangat" ucap gua untuk menyemangati diri gue sendiri

Di saat gue udah mulai kembali fokus belajar, terdengar suara pintu terbuka. Reflek gue nengok ke arah pintu dan ternyata itu adalah pak Adrian, dan seketika semangat gue hilang entah kemana setelah ngeliat wajah datarnya pak Adrian.

"Kenapa?" tanya pak Adrian

"Apanya pak yang kenapa?" tanyaku balik karena tidak tahu apa yang pak Adrian maksud

"Hufft..." pak Adrian menghela nafas berat

"Lah napa nih orang" ucapku di dalam hati

"Maksud saya, kenapa dengan raut wajah kamu itu" ucap pak Adrian sembari menunjuk ke arah wajahku menggunakan jari telunjuknya itu

"Hah? wajah saya emang kenapa? Orang wajah saya baik-baik saja gini lho" ucapku sembari melihat pantulan wajahku dari pantulan layar ponsel

"Huuffftt..." sekali lagi pak Adrian menghela nafas beratnya kali ini lebih panjang

"Lah nih orang sebenernya kenapa sih? udah aneh dari awal sekarang malah nambah aneh aja" ucapku di dalam hati

"Muka kamu kenapa cemberut aja dari tadi?" tanya pak Adrian

"Dih mana ada saya cemberut, nggak ada yha" elakku, sejujurnya gue emang rada kesel sih sama nih orang gara-gara nunjuk gue buat jadi PJnya

"Nggak cemberut apanya, orang dari saya lihat kamu aja muka kamu udah cemberut gitu. Kamu emang lagi kesel sama orang?" ucap Pak Adrian

"Nggak pak, saya itu nggak cemberut dan saya gk marah sama siapapun. Bapak khawatir yhaa sama saya" ucapku

"Nggak, ngapain saya harus khawatir sama kamu. Saya cuma mau bilang muka kamu itu udah jelek dan sekarang malah sok-sokan dibikin kayak gitu yang ada muka kamu tambah jelek Al" ucapnya dengan santainya

gue yang mendengarnya pun seketika naik pitam, gue mengambil guling yang ada di samping gue dan melemparnya ke arah pak Adrian.

//Bugh

"Akhh" Rintih pak Adrian kala guling tersebut mendarat dengan sempurna di wajah pak Adrian

"Nah lo mampus haha, salah lo sendiri pake nyebut kalo gue ini jelek" ucapku di dalam hati

"Kamu.."ucap pak Adrian sembari menunjuk ke arahku dengan jari telunjuknya

"Apa?!" tantangku

"Berani kamu sa-"Belum sempat pak Adrian menyelesaikan perkataannya, gue lebih dulu memotong perkataannya itu

"Dih yha berani dong, ngapain coba saya harus takut sama bapak. Lagian nih pak kita itu sama-sama makan nasi, jadi nggak ada yang perlu saya takutin dari bapak" ucapku

"Dan satu lagi nih pak, ini itu salahnya bapak. Makanya saya sampe lempar bapak pake guling" imbuhku

"Kenapa jadi saya yang disalahin?" tanyanya sembari mengangkat sebelah alisnya

"Iya dong salah bapak, disaat semua orang selalu bilang kalau saya itu gadis yang sangat cantik bak bidadari yang turun dari langit hehehe"ucapku sambil terkekeh

"bapak malah dengan seenaknya nyebut saya ini jelek" lanjutku sembari memasang wajah datar

Pak Adrian menatapku seolah-olah bahwa ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang ku katakan

"Kalo bapak nggak percaya coba deh tanya sama orang-orang saya cantik atau nggak, mereka pasti bakal jawab kalo saya itu cantik. Dan mereka pengen punya putri kaya saya atau kalau nggak mereka pengen punya menantu cantik kaya saya" ucapku dengan tersenyum bangga

"Saya ingetin nih, mending kalo bermimpi jangan tinggi-tinggi takutnya kalo kamu nanti jatuh terus nggak ada yang nangkep kan sakit" ucapnya

"Dih yang bermimpi juga siapa sih pak, lagian itu nyata kok soalnya udah banyak yang bilang kaya gitu ke saya. Palingan juga mata bapak yang rusak, masa gadis secantik saya malah di bilang jelek"ucapku dengan nada kesal

"Bukan mata saya yang rusak, tapi mata mereka karena nggak bisa bedain mana yang cantik mana yang jelek" ucap pak Adrian

"Lah, berarti mommy sama daddy matanya rusak juga dong, karena milih saya buat nikahin bapak" ucapku

"Iya, mata mereka juga rusak karena gk bisa bedain mana yang cantik dan yang jelek. Nih kalo kamu pengen tau siapa gadis cantik menurut saya" ucap Pak Adrian sembari menunjukkan ponselnya ke arahku

"Dih tampang kaya badut aja disebut cantik, emang mata bapak rusak nih. Masih cantikkan saya mana kalo dia make up'an tebelnya setebal dinding china" ucapku setelah melihat foto itu

"Btw itu siapa pak? Kok dia foto bareng bapak?" imbuhku

"Kamu tidak perlu tau dia siapa, dan satu hal lagi jangan pernah sebut dia seperti badut jika kamu memang tidak bisa menyaingi dirinya" Ucap pak Adrian dengan penuh penekanan, setelahnya ia pergi meninggalkan kamar

"Dih kok marah, dasar orang aneh" ucapku sembari mematikan laptopku dan membereskan beberapa modulku karena gue udah gak mood buat ngelanjutin belajar. Setelah semuanya rapi Alana mulai membaringkan tubuhnya dan perlahan-lahan pergi ke alam mimpi

*Alana Pov Off

...****************...

*Adrian Pov On

Setelah mengatakan hal itu kepada Alana Adrian pergi meninggalkan Alana dan pergi ke ruang kerjanya.

"Sh*t, kenapa aku bisa sampai kelepasan seperti itu." ucapku dengan perasaan menyesal karena telah membentak Alana

"Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu padanya.Memang tidak seharusnya aku menunjukkan foto ini, aku benar-benar menyesal telah mengatakan itu. " imbuhku sembari melihat foto itu

Adrian terus memaki dirinya-sendiri sembari ia mengerjakan pekerjaan kantornya. Karena perasaan bersalah itu Adrian memilih untuk tetap di ruang kerjanya dan tidur di sana hingga pagi

*Adrian Pov Off

.

.

.

.

.

----------------------------------------*----------------------------------------

Hai hai...

Saya kembali lagi nih hehe. Oiya mohon maaf yha guys kalo banyak typo atau kata-kata yang tidak sesuai dengan KBBI, soalnya saya masih belajar hihi😁🙏🏻

Btw jan lupa vote dan tinggalin komen guys

1
Aldy Nusdiansyah
awal dari cinta suci
asha
huhu sedih pdhl ceritanya bagus bgt kaa😭💔🥲😣
Hoshinomi: Tapi insyaallah saya akan segera kembali menulis lagi, saat ini sudah ada beberapa chapter yang selesai aku tulis dan kusimpan di draft🖤
total 2 replies
Wahyu Dili P. Purniyawati
Luar biasa
Hoshinomi: Terimakasihhh kak karena sudah mengapresiasi dan membaca karya saya🖤🖤
total 1 replies
van aridanaa
Kecewa
van aridanaa
Buruk
Hoshinomi: Dan terimakasihhh bangeeettt untuk kejujurannya😆🙏🏻
total 2 replies
gathem Toro
ditunggu thor updatenya....
Hoshinomi: Shapp😁
total 1 replies
Ani
owalah itu toh alasannya Ad takut kucing. terima kasih banyak kk
Hoshinomi: Iya, sama-sama 🥰
total 1 replies
Ani
Kak ada penjelasannya kah kenapa Adrian takut sama kucing??
Biar Alana tau penyebabnya dan gak ngambek lagi 😣😣😣😣😣
Hoshinomi: Iya, terimakasih juga udah tetep stay diceritaku 🥰
total 3 replies
Ani
bener tebakan ku pas baca part sebelumnya. Pasti pak Dosen marahnya karena cemburu . Alana aja yang kurang peka. udah tau mata suaminya ada dimana mana
Ani
biar bagaimanapun tetep dikawal Alana. karena bahaya selalu mengintai kemanapun kamu pergi
Ani
mode manja si kulkas
Dhe Vinah C'Poetri Tunggal
uhuyyy mlehoyy 🥰🥰
Yani Cuhayanih
Thor semoga dan hasil kerja keras belajar nya berbuah manis...semoga apa yg othor cita2kan teecapai sesuia dengan keinginan othor....sukses selalu...semangaaaat....
Hoshinomi: Aamiin🤲🏻🙏🏻
total 1 replies
Dhe Vinah C'Poetri Tunggal
semangattt thorr, moga lancarrr 🥰🥰
Hoshinomi: Aamiiin 🤲🏻, terimakasih kak buat doanya 🙏🏻
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Thor kapan Alana hamidunya...keburu aku lulus SMA utk kedua kalinya...hehehe...
Yani Cuhayanih
Thor apakah orang cerdas seperti adrian itu adalah contoh nyata kebanyakan orang cerdas itu tifenya pemaksa dan moodian...soal nya aku juga punya teman2 kayak.gituh..jd aku memilih keluar dari grup mereka..merasa minder...sering...dijadikan...babu
Hoshinomi: Nggak tau juga, tapi temen smpku gitu dan hampir semua tokoh cerdas yang ku baca dari novel lainnya juga gitu.
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Othor sayang kamu tidak sendirian aku juga...sama thn 2023 adalah tahun terpahit yg kami sekeluarga rasakan...niatnya belain dua orang eeh malah berujung kami sekeluarga kena tipu...jutaaan rupiah mana penipu nya...santuy...aja karena punya beckingan...kami cukup punya Alloh semata...aku yakin akan ada pelangi setelah hujan badai...othor mari kita sama2 berprasangka baik utk tahun ini...Aaaaamiiiin
Yani Cuhayanih: Aaaamiiiin.makasih othor
total 2 replies
Yani Cuhayanih
Kerumah mertua Alana dan Adrian malah rebahan merdeka....bangun tidur ya tidur lagi....
Dhe Vinah C'Poetri Tunggal
uhuyyy uhuyyy alana juga dah mulai2 bucin nih kayanya😅
btw2 lama bet pada bucin nya
kapan datang nya ini mh Adrian junior 😅
Yani Cuhayanih
Kalo aku takut sama lintah...waktu itu aku mandi ternyata di bak air nya ada lintah...karena cuaca mendung jd agak gelap di kamar mandinya...gk kelihatan ada lintah ketika air nya hampir habis...eeeh lintah nya merayap....iiihh sereeeem...sampe terbawa mimpi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!