NovelToon NovelToon
Diam-Diam Suamiku Ceo

Diam-Diam Suamiku Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:537.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Syakira Sya

"Menikahlah dengan putraku. Maka aku akan menolongmu!"

Apa! Menikah untuk mendapatkan bantuan.

Ini gila. Menikah dengan orang asing.

Adira terpaku, ia tidak tahu siapa yang akan menikah dengannya?

Adira datang ke sebuah alamat sakti yang konon di percaya bisa menyelesaikan masalah yang membelitnya, Adira pun mencoba mencurahkan kesahnya namun, sial. Tidak ada yang gratis di dunia ini.

“Ingat hanya aku yang bisa menolongmu! Tapi dengan syarat menikah dengan putraku.”

Menikah dengan putra yang membantunya.

Ini gila. Syarat apa itu Adira tidak mengenalnya!

“Bagaimana jika lelaki perjaka tua bau tanah.”

“Atau duda anak 6.”

“Lelaki lumpuh terkena strooke.”

Adira meringis ngeri membayangkan ciri calon suami yang di gambarkan oleh adiknya.

“Kenapa aku mengiyakan.” Sesal Adira.

Apa benar lelaki itu sama dengan bayangan pikiran Adira. Bagaimana rupa suami Adira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pagi bersama

Pagi menyambut udara pagi terasa begitu segar. Di balkon sebuah kamar seorang pemuda tampan, bertubuh tinggi sedang menikmati pagi dengan mengayun barbel di tangan, seperti biasa melatih otot dan kebugaran tubuh.

Dret

Suara ponsel membuat kegiatan terhenti. Lelaki itu meraih ponselnya membaca nama yang tertera di layar dengan cepat mendeal jawaban.

“Apa kau sudah mendapatkan informasi di mana keberadaan keluarga lelaki yang bernama Ayah Ira? Bagaimana istri dan anak-anaknya?” cecarnya tak sabaran.

“Belum tuan, kami kehilangan jejak. Hingga saat ini kami belum mendapatkan petunjuk.”

“Terus cari hingga dapat. Jika kau berhasil menemukannya berikan apa-pun yang mereka inginkan. Uang yang banyak, rumah mewah, tanah yang luas. pendidikan tinggi untuk anak-anaknya! Apa-pun berikan semua,” Jelas Elgi menekan kata terakhirnya.

“Baik, saya akan melakukan perintah Anda.”

“Bagus. Terus kabari aku.”

Panggilan telepon terputus. Elgi termenung.

“Di mana mereka?” gumam Elgi bertanya.

“Aku bertanggung jawab untuk menebus kesalahannya di masa lalu,” ucap Elgi memasang wajah sendu, sekilas bayangan seorang anak remaja lelaki terlintas, rasanya ada batu besar yang mengimpit hatinya.

Tak ingin berlarut dengan perasaan, Elgi meletakkan ponselnya di meja kemudian beralih meraih handuk kecil yang ada di meja. Mengusap tubuhnya yang penuh dengan peluh karena olahraga yang di jalani. Setelahnya memutuskan untuk keluar dari kamar tenggorokannya terasa kering.

Elgi telah berada di dapur berjalan menuju kulkas. Dia butuh minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokannya.

Elgi membuka kulkas yang penuh dengan berbagai jenis minuman. Akan tetapi Kening Elgi mengerut dalam, saat melihat deretan minuman di rak lemari pendingin itu kini di dominasi oleh minuman berkotak hijau.

"Anda butuh sesuatu tuan," sapa bibi Anna dari belakang.

Tangan Elgi pun meraih minuman botol yang memiliki kandungan elektrolit setelanya menutup pintu kulkas. Di dekat Elgi telah berdiri bibi Anna.

“Anda butuh sesuatu tuan?” ulang bibi Anna menghampiri sang tuan.

“Kenapa banyak minuman kacang hijau di kulkas?” tanya Elgi memasang wajah sama dinginnya dengan kulkas itu.

“Itu karena saya menyiapkan untuk nona Adira. Saya melihat nona menyukai minuman itu,” jelas bibi Anna mencoba menyiapkan kesukaan nyonya rumah.

Obrolan Elgi dan bibi Anna terhenti, saat melihat perempuan cantik dengan seragam og serta rambut tercepol berjalan masuk ke dalam dapur.

Elgi mendengkus, memasang wajah tak suka melihat kedatangan Adira.

“Nona Adira selamat pagi!” sapa bibi Anna mengulas senyum lembut.

“Selamat pagi bibi!” balas Adira dengan senyuman namun senyum itu surut saat melihat Elgi memasang tatapan tajam padanya. Mengerikan.

“Saya akan pergi kerja,” pamit Adira mencoba menghindari lelaki itu.

Meninggalkan Elgi, Bibi Anna berjalan mendekat ke arah Adira.

“Kemarilah sarapan sudah siap!” ucap bibi Anna antusias menggiring tubuh Adira duduk di kursi makan yang telah terhidang beberapa jenis menu sarapan pagi.

“Sebelum pergi, Anda harus sarapan dulu,” jelas bibi Anna melayani Adira.

“Oh iya. Saya membuat bubur kacang hijau untuk nona. Nona suka kan?”

“Iya. Bi” Balas Adira sambil ujung netranya melirik Elgi yang masih berdiri melihat interaksi mereka. Bagaimana bibi Anna melayani Adira begitu bersemangat.

Elgi memutar bola mata malas mendengar kacang hijau kesukaan perempuan itu.

Setelah selesai dengan Adira. Bibi Anna beralih pada Elgi yang masih berdiri di tempat.

“Tuan. Ayo sarapan!” panggil bibi Anna.

Elgi mendengkus.

“Aku tidak selera!” balas Elgi dingin. Elgi pun melangkah meninggalkan kulkas. Kakinya terhenti saat

“Rumah ini sudah seperti memelihara tuyul!” tekan Elgi menatap tajam Adira bak musuh setelahnya berlalu meninggalkan dapur.

Tuyul ....

Adira mengerutkan bibirnya. “Memangnya hanya tuyul yang menyukai kacang hijau,” protes Adira di dalam hati.

“Apa dia ngak sadar. Sikap dinginnya sudah seperti kulkas nungget,” balas Adira namun hanya berani di dalam hati.

Ikuti terus yah. Tuh tuyul Ma kulkas nungget ....

1
ATITUSMIATI
makin penasaran
ATITUSMIATI
mampir lagi
Sweet Girl
Kak... terusin dong....
semangat semangat...🥰🥰🥰
Edel1215
2026
Sarah Amelliazahra
nunggu 2 tahu. teryata ga ada ke lanjuta. yah yah mak 🙏
Edel1215
2 thun sdh menunggu,, tp sya tdk kembali
Ayna Adam
Kak Sya udah 2 tahun loh Hiatus
Di lanjut lagi donk novel nya
Novelnya bagus loh Kak Sya
Semoga Komen ku di respon kak Sya😊
아라
hallo kak syaa, rest in peace yaa kak, we love u & we always missing u kak🕊🥺
NARA Gunawan: serius 😭😭😭😭
total 4 replies
Yanti yulianti
bagus banget ceritanya...
Yanti yulianti
semangat... platform orange apa
sofni yeti
bagus sih ceritanya,tpi sampai sekarang kok ngak ada kelanjutannya ya...?😁
Mirna Hadhnuu
kenapa kau menggantung cerita mu yg indah ini thorrr tolonglah lanjut kann
Lela27
Luar biasa
Ayna Adam
Sampai setahun kak Sya hiatusnya
Tolong dilanjutkan kak ceritanya
Ayna Adam
kok gak dilanjut lagi kak Sya novel ini?
padahal ceritanya bagus loh
Agus Sagala
butuh lanjutanya
septizone
ka sya klopun ga mo diterusin diplatform biru minimal tlng lanjut di platform orange jg blh yg penting ad trusanny
Salim Ways
good
Salim Ways
good
NARA Gunawan
kak sya ini sudah setahun loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!