NovelToon NovelToon
Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Kaya Raya / Selingkuh / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Morie Elvina

Tolong sikapi cerita ini sebijak mungkin dan cerita ini murni fiksi.
Kisah CEO sukses bernama Sam yang mengalami kebangkrutan dan kehilangan semua hartanya. Ia menikahi seorang gadis miskin bernama Madelin yang mempunyai mimpi menjadi pengusaha.

Kehidupan mereka yang dulunya penuh keberuntungan berubah drastis setelah pernikahan mereka. Mereka berdua harus berjuang mencari nafkah setiap hari dan menemukan cara untuk memulihkan keadaan.

Tidak hanya menderita kebangkrutan, Sam dan Madelin juga harus menghadapi mertua Sam yang jahat dan manipulatif, yang merencanakan pengkhianatan dan dendam pada keduanya. Mertua Sam bernama Lily sangat tidak menyukai Madelin dan berusaha untuk menjatuhkan Madelin dan merusak hubungannya dengan Sam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morie Elvina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Perasaan Iri dan Cemburu

"Baik Ibu." Madelin berusaha menahan dirinya.

"Bukankah ini benar-benar kebetulan, kita bisa bertemu di sini Nyonya Lily?" sapa seseorang yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.

Madelin bisa melihat dengan jelas. Bahwa orang yang menyapa Nyonya Lily tengah menggandeng suaminya.

"Madelin, apa yang kau lakukan di sini?" Sam terkejut mendapati istrinya itu, bersama dengan ibu tirinya.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang sedang kau lakukan di sini Sam?" Madelin menatap tajam Sam.

"Ah begini-" Sam ingin menjawab namun perkataannya langsung dipotong begitu saja, oleh Flora.

"Dia sedang menemaniku berbelanja. Perkenalkan namaku Flora, aku adalah saudara jauhnya Sam. Nyonya Lily sendiri sudah mengenalku dengan cukup baik." Flora kemudian mengulurkan tangannya pada Madelin. "Salam kenal, Madelin? Ah ... Sam sudah sering menceritakan soal dirimu padaku."

Madelin menyambut uluran tangan tersebut. "Baiklah salam kenal juga. Kalau boleh tahu, siapa namamu?" Madelin berusaha untuk mempertahankan sikap sopan santunnya, meski sebenarnya ia tengah menahan emosinya sendiri.

"Kau bisa memanggilku Flora atau bagaimana jika Flo saja? Kebetulan aku sangat ingin menjadi dekat denganmu. Apa kau keberatan?" Flora tiba-tiba mendekati Madelin dan menggandengnya seolah-olah mereka sudah akrab. "Aku sangat ingin mengenalmu dengan baik," katanya dengan wajah manis.

Astaga aku benar-benar berurusan dengan ular betina sekarang, pikir Madelin malas.

"Tentu saja, kita harus menjadi akrab. Bahkan sekarang pun, aku jadi semakin ingin dekat denganmu." Madelin langsung memeluk Flora erat-erat. "Semoga kita bisa menjadi akrab dengan cepat," bisiknya.

Sam dan Nyonya Lily, benar-benar dibuat terkejut dengan pemandangan tersebut. Mereka pikir, Madelin akan menampar atau menghujat Flora, habis-habisan namun yang terjadi justru sebaliknya.

Apa kepala wanita itu sudah rusak? ucap Nyonya Lily dalam hatinya heran.

"Karena kita semua kebetulan bertemu di sini. Bagaimana jika makan bersama? Biar aku yang bayar," tawar Flora.

"Tentu saja. Mungkin ini bisa menjadi cara agar kita semua semakin akrab dengan satu sama lain. Terutama aku sangat ingin mengenalmu, Flora." Madelin tiba-tiba saja menarik wajah Flora lalu mengelus pipinya.

Flora tertawa, ia terlihat sedikit terkejut namun tampak tidak segera menjauh.

Wanita gila, pikirnya.

Madelin diam-diam tersenyum miring. Mungkin sampai di sini ia memang tidak beruntung, tapi mungkin saja akan ada sesuatu yang menyenangkan nantinya.

***

"Bagaimana rasa masakannya, bukankah sangat enak Madelin?" tanya Flora dengan suara manis.

Madelin tersenyum, ia mengelap mulutnya dengan serbet yang sudah disediakan. "Enak. Namun ... jujur saja ada yang kurang dari rasa masakan ini, meski rasanya enak sekali ketika dimakan."

Nyonya Lily mendengus. "Abaikan saja dia, Flora. Madelin memang memiliki selera yang buruk. Kau tidak bisa menyamakan seleramu yang mahal, dengan selera orang miskin seperti dirinya," ujar Nyonya Lily merendahkan Madelin.

Madelin hanya tersenyum tipis, lalu menanggapinya seperti ini, "sepertinya yang Ibu, ucapkan itu memang benar. Lidahku yang terlalu sederhana ini, sampai-sampai tidak bisa merasakan rasa masakan mahal. Ah kalau boleh jujur, masakan rumah terasa lebih nikmat. Lagi pula, tidak ada yang menaruh cinta yang tulus, pada masakan mahal seperti ini, kecuali hanya mencoba membuat makanan ini terkesan mahal."

"Apa maksudmu bicara seperti itu Madelin?" Sontak Nyonya Lily langsung meninggikan suaranya. Ia terlihat marah dan seakan-akan ingin melahap Madelin.

"Aku hanya mencoba bicara jujur, Ibu," balas Madelin tenang.

Flora hanya tertawa canggung, mencoba menutupi suasana yang tidak nyaman tersebut. “Bukankah kita tidak perlu mempermasalahkan selera?”

“Memang seharusnya tidak. Seseorang berhak memiliki rasa kesukaannya masing-masing. Termasuk ada yang menyukai selera murahan namun juga, ada yang menyukai selera yang mahal. Hal tersebut tentu saja menjadi pilihan masing-masing bukan?” Madelin dengan sengaja mencoba memancing.

Flora terdiam, dia sedikit terkejut namun tidak lama mulutnya terbuka. “Bukankah terbiasa makan-makanan dengan kualitas bahan murahan, tentu saja membuat lidah seseorang menjadi sensitif terhadap bahan kualitas mahal? Dunia ini tidak hanya menawarkan hal-hal pahit dan membosankan, tidak ada manusia yang menjadi berdosa hanya karena mencoba ingin menikmati sesuatu yang dianggap mahal dan nikmat di dunia ini.”

Kata-kata itu lebih dari cukup untuk membuat Madelin terdiam. Sejujurnya itu menjadi sedikit pukulan telak baginya.

Termasuk mengambil dan merasakan sesuatu yang bukan seharusnya mejadi milikmu? pikir Madelin kalut.

“Bagaimana jika kita melanjutkan acara makan kita? Rasanya tidak nyaman sekali, membiarkan makanan yang kita makan menjadi dingin dan sia-sia seperti ini,” keluh Sam mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Yang kau katakan itu benas Sayang. O, ya, Sayang apa kau ingin menemaniku setelah selesai menemani Flora nanti?” Tiba-tiba saja Madelin bertanya.

Sam tercekat, makanan yang hampir ia cerna nyaris keluar lagi. “Tentu … tentu saja. Bahkan jika kau mau, aku bisa menemanimu sekarang. Flora pasti tidak akan keberatan. Bukankah begitu Flora?” Sam menatap Flora lekat.

“Aku tidak yakin sebelumnya sudah berkata seperti itu. Namun, karena kau sudah terlanjur mengatakannya, bahkan tanpa meminta persetujuan dariku. Maka aku akan mengiyakannya,” ujar Flora diiringi dengan senyum yang terkesan pahit dan tidak iklas.

Madelin tertawa dalam hatinya secara diam-diam. Sepertinya, Flora adalah wanita yang memiliki harga diri sangat tinggi. Dia bahkan tidak malu, saat mengatakan hal tersebut di depannya.

Apa di dalam kepalanya itu hanya berisi kotoran kuda? pikir Madelin.

“Maafkan aku Flora. Namun, mau bagaimanapun juga, Madelin adalah istriku permintaannya tentu tidak bisa kutolak. Mungkin aku sudah tidak sopan padamu. Namun tetap saja Madelin adalah prioritasku.” Sam meraih tangan Madelin lalu mengecupnya di depan Flora dan ibunya.

Flora mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah. “Tentu … tentu. Kau harus lebih memprioritaskan istrimu. Ketimbang yang lain.” Flora sengaja memberi penakanan pada kata lebih.

“Aku harap kau tidak merasa cemburu dengan hal tersebut,” sindir Madelin.

Alis Flora terangkat sebelah. “Cemburu? Hahaha … astaga sepertinya pembicaraan ini, sudah melenceng lebih jauh. Tidak mungkin ada kata cemburu di sini. Kau adalah istrinya, sementara aku hanya orang lain di sini. Tentu saja, Sam akan jauh lebih memprioritaskan dirimu.”

“Hmm begitu rupanya. Aku benar-benar berterima kasih dengan sisi pengertianmu ini.” Madeln tersenyum menepuk-nepuk bahu Flora. “Kalau begitu lain kali, kita harus menghabiskan waktu bersama karena sepertinya akan jauh lebih menyenangkan  saat kita bisa mengenal satu sama lain dengan lebih akrab.”

“Jika kau tidak keberatan, tentu saja aku dengan senang hati mengiyakannya,” ucap Flora dengan suara yang terdengar senang. Namun jelas di sana ada nada kepalsuan yang ia masukkan.

***s

“Apa kau mau menemaniku mampir ke toko buku, di seberang sana Sam?” Madelin menunjuk ke arah toko buku yang ingin, ia datangi.

Sam mengangguk. “Baiklah. Ayo kita pergi ke sana.”

Ketika Madelin dan Sam menyeberang jalan. Flora hanya menatap malas ke arah dua orang tersebut. Raut wajahnya terlihat begitu kacau.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
Feby RA
aku mampir ka...

izin promot yah

Ayo dukung karya favorit mu, di event pembuatan topik!!
#Si pendatang baru

Jangan lupa mampir di novel ku
Malaikat pelindung (best secret of my life)

ayo mampir, jangan lupa tinggalkan jejak, like komen n subscribe yah

di jamin cerita nya seru dan menarik, banyak hal tak terduga yang akan kalian temui

Salam hangat dari Author
rintaanastasia41
hadeh... mertua macam apa itu...
Agatha Johan Yerevan: mertua busyuk
total 1 replies
Maria_dwi90
hallo kk, udah mampir ya..tetep semangat
Kak Cindy
hadir
Dewi Payang
5 🌹 dan subscribe buat kak author. semangat
Dewi Payang: Amin... sama2 kakak😊👍
total 2 replies
Dewi Payang
harusnya nyonya Lily bangga punya mantu kya Madelin yg ga mau bergantung pd kekayaan mertua.
Agatha Johan Yerevan: hatinya dipenuhi dengki susah
total 1 replies
Dewi Payang
syukurlah ada si Madelin yg mengggagalkan niat buruk Sam.
Semangat Sam-Madelin, jgn mudah menyerah
Agatha Johan Yerevan: sayangnya sam dan madelin bukan couple utama di sini, ini areanya semua🚩
total 1 replies
Mawar_Jingga
hallo aku SDH mampir nih ☺️
Megisa Grencera putri
sudah mampir saya kak💪💪
Reycaryuca
makasih udah mampir "transmigrasi Belvia" thor /Determined//Joyful/....semangka kakak /Determined//Proud/
Azizah Azzahra
hai kak,,, aku hadir dengan membawa boomlike untuk karyamu. aku bacanya nyicil yah 😁
semangat terus nulis nya 💪
salam hangat dari Novel " LOVE AND REVENGE " 🤗
Sewindu
Halo kak👋👋👋😊
Agatha Johan Yerevan: 😊halo juga
total 1 replies
shinci can
bagus kak ceritanya... lanjutt
putrijawa
Semangat terus nulisnya... Semangt kayak madelin 💪
Syava Navalena
keren Thor.Mari saling support...
Elisabeth Ratna Susanti
like, komen, and favorit ❤️👍
Ritasaff
Semangat ya thor
Gigi Kelinci
Wah. Aku mau baca sampai ending, sepertinya cocok untuk pecinta genre Romance. Jan lupa like, subscribe dan komentar ya teman-teman.
Agatha Johan Yerevan: ya kak baca soalnya genrenya 💏 banget
total 1 replies
Ibu Wawa
semangat terus thorr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!