NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegilaan dan Tujuan Barbara

Setelah penelusuran yang memakan waktu di bawah tanah hutan tenggara, sel tempat Jonathan Cyrillus disekap akhirnya berhasil ditemukan. Ruangan besi tersebut berada di dalam sebuah kamar paling ujung yang letaknya sangat tersembunyi dan terisolasi dari dunia luar.

Begitu Josh membuka paksa pintu besi tebal tersebut, suara derit engselnya memicu respons instan yang membuat Zeus dan Josh terkejut. Jonathan, yang meringkuk di sudut sel dengan pakaian compang-camping, berteriak histeris dalam kondisi mental yang rusak total. Pria yang dulunya ditakuti itu melayangkan kata-kata penuh ketakutan.

"Pergi! Jangan mendekat! Menjijikkan... semua ini menjijikkan!" teriak Jonathan seraya memeluk lututnya sendiri, tidak fokus menatap siapa yang datang

Jeritan Jonathan berikutnya memberikan konfirmasi mutlak yang membuat dugaan taktis Zeus terbukti benar. Pria paruh baya itu berteriak histeris sembari memegangi kepalanya yang dipenuhi trauma.

"Aku tidak ingin menikah dengannya! Barbara... dia adalah adikku! Aku tidak mau! Jangan paksa aku lagi!" teriak Jonathan

Mendengar rancauan histeris tersebut, ingatan Zeus secara instan tertuju kembali pada kelima unit sel berdinding merah yang dia temukan di koridor sebelumnya, sel yang berisi lima manusia kecil dengan kondisi fisik cacat dan mengerikan. Seketika itu juga, ada perasaan mencelos yang asing di dalam hati Zeus yang biasanya beku. Benang merah dari konspirasi biologis ini kini terajut sempurna di kepalanya. Sepertinya, Barbara memang sedang melakukan sebuah misi rahasia yang gila untuk mendapatkan darah kental keturunan klan langsung dengan menjadikan Jonathan sebagai alat pencetak anak secara paksa. Namun, karena hukum genetika tidak dapat dikhianati, misi ambisius itu gagal total dan justru menghasilkan keturunan yang cacat akibat dampak hubungan sedarah (incest).

Jonathan terus berteriak histeris ketakutan seolah dia memang sama sekali tidak menginginkan dosa besar ini terjadi pada dirinya. Tubuhnya bergetar hebat di bawah lilitan rantai besi tebal. Di sela-sela tangisnya yang hancur, Jonathan terus bergumam dengan suara parau, menyebut satu-satunya nama yang dia harapkan dapat menyelamatkannya dari neraka ini.

"Aku hanya ingin Zeus... Zeus anakku... di mana anakku? Zeus..."

Melihat kerapuhan pria yang dulu merupakan simbol otoritas tersebut, Zeus pun membuka suara dengan nada formal namun sarat akan ketegasan yang kaku.

"Tenanglah. Saya di sini. Aku adalah Zeus, putramu"

Mendengar suara bariton yang sangat ia kenali, perlahan-lahan histeria Jonathan mulai mereda. Tatapan matanya yang tidak fokus mencoba mencerna sosok tegap yang berdiri di hadapannya. Setelah beberapa saat, barulah Jonathan menjadi tenang. Kesadarannya perlahan pulih saat mengenali guratan wajah tegas Zeus.

"Zeus? Kau benar-benar Zeus?" tanya Jonathan dengan suara yang bergetar lemah, menatap anaknya dengan pandangan memelas

"Bawa aku keluar dari tempat terkutuk ini, Zeus... Tolong aku" mohon Jonathan

"Saya akan membawa anda keluar dari sini sekarang juga, Ayah" jawab Zeus dengan kaku 

"Josh, bantu dia berdiri. Lepaskan seluruh rantai pengekang itu" perintah Zeus

"Dimengerti, tuan Zeus" sahut Josh dengan wajah datar tanpa ekspresi, langsung bergerak memotong rantai besi menggunakan alat pemotong hidrolik yang dibawanya

Mengenai jasad Kaila, perawat masa kecilnya yang telah mengembuskan napas terakhir di sel sebelumnya, Zeus telah memberikan instruksi kepada para bawahannya yang lain untuk membawa jasad wanita itu keluar dari fasilitas guna dikuburkan dengan layak di tempat yang tenang. Bagaimanapun, Kaila pantas mendapatkan penghormatan terakhir atas ketulusan masa lalunya.

Akhirnya, Zeus membawa Jonathan pergi jauh dari area hutan tenggara menuju ke sebuah vila kecil yang terletak di ujung kota. Vila tersebut merupakan properti rahasia yang menjadi tempat pelariannya dulu di masa muda jika dirinya sedang tidak ingin diganggu oleh otoritas Vetalan Dominic ataupun anggota klan yang lain. Di dalam ruang tengah vila yang sunyi, dengan tubuh yang telah dibersihkan secara darurat, Jonathan mulai menceritakan seluruh kronologi mengerikan yang dialaminya kepada Zeus.

"Barbara... dia adalah iblis yang sesungguhnya, Zeus" ucap Jonathan memulai ceritanya dengan suara yang lemah dan menyedihkan, tatapannya kosong menatap lantai kayu vila

"Dia menculikku dari kediaman utama tak lama setelah kau menghabisi Carla. Dia membawaku ke fasilitas bawah tanah itu secara senyap" ucapnya parau

Zeus berdiri di dekat jendela, melipat kedua tangannya di depan dada sembari mempertahankan aura dominannya yang dingin.

"Dan apa tujuan utama wanita itu melakukan penyekapan ini terhadap anda, Ayah?" tanya Zeus serius meksipun dia sudah tau jawabannya, tetapi seolah ingin mengkonfirmasi

Jonathan menghela napas panjang, air mukanya memperlihatkan trauma mendalam yang merusak mentalnya.

"Dia memperkosaku secara berulang kali, Zeus... Dia terobsesi agar dirinya bisa hamil dari garis keturunan murni Cyrillus. Dia ingin melahirkan seorang anak laki-laki yang memiliki kadar darah kental langsung dari ketua klan terdahulu" lanjutnya dengan penuh guratan

"Namun, apa yang saya lihat di lorong merah tadi bukanlah seorang penerus, melainkan sekumpulan spesimen cacat" sahut Zeus dengan nada suara formal yang tajam dan licik

"Karena semuanya gagal, Zeus! Hubungan incest atau hubungan sedarah antara kakak dan adik kandung bertentangan dengan hukum alam!" Jonathan berteriak frustrasi, sebelum suaranya kembali melemah

"Kami hanya menghasilkan anak-anak yang cacat fisik karena mutasi genetik yang mengerikan. Tapi Barbara tidak peduli, dia terus mencobanya berulang kali karena obsesinya yang luar biasa besar untuk menguasai klan dan menjatuhkan posisimu dari kursi kepemimpinan" ucapnya penuh air mata

Saat ini Jonathan terlihat begitu rapuh dan trauma, seolah dia bukanlah Jonathan yang dulu penuh dengan kejahatan.

"Dia berpikir dengan adanya anak berdarah murni dari anda, Vetalan akan mengalihkan dukungannya" urai Zeus secara taktis

"Benar" Jonathan mengangguk lemah, air matanya mulai mengalir

"Dengan adanya anak laki-laki lain dariku dan Barbara, maka sudah pasti Vetalan akan lebih memihak pada Barbara untuk menggeser takhtamu. Nyatanya, Vetalan juga tidak mengetahui hal ini. Barbara menyembunyikan operasi gila ini dari dewan tertua. Dia sudah bertindak kelewatan, Zeus..."

Setelah jeda keheningan yang panjang, Jonathan bersandar pada sofa dengan tubuh yang tampak kian rapuh. Tatapannya beralih menatap dalam ke arah anak tunggalnya itu.

"Aku tidak pernah menginginkan hidup yang penuh kekacauan ini, Zeus" ratap Jonathan dengan suara yang hancur

"Sejak awal, aku dipaksa oleh Vetalan untuk menjadi seorang pemimpin yang kejam dan bengis, sedangkan mental dan lubuk hatiku menolak dunia berdarah ini. Aku bahkan dipaksa dinikahkan dengan Carla, wanita manipulatif yang sama sekali tidak pernah aku cintai selama hidupku"

Zeus tetap bergeming, namun matanya menatap tajam ke arah ayahnya.

"Jika bukan Carla, lalu siapa wanita yang anda maksud?" tanya Zeus serius

Jonathan tersenyum getir, sebuah senyuman yang tampak sangat menyedihkan.

"Wanita yang aku cintai sepanjang hidupku adalah Kaila, Zeus... Kaila dibesarkan oleh Vetalan sejak kecil karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia setelah berjasa besar untuk klan. Sejak masa remaja, aku jatuh cinta pada kelembutan hatinya. Tetapi Vetalan menganggap Kaila berasal dari kelas bawah dan tidak merestui hubungan kami" ucapnya getir

"Jadi itu alasan mengapa dewan tertua memalsukan kematian Kaila belasan tahun lalu?" tanya Zeus dengan nada kaku

"Ya. Vetalan memaksaku menikah dengan Carla. Selama pernikahan yang terkutuk itu, Carla hamil berulang kali, dan didorong oleh rasa frustrasi serta benci terhadap garis keturunan Valletta ini, aku membunuh anak-anakku sendiri yang baru lahir atau masih di dalam kandungan karena aku berpikir mereka adalah hasil yang tidak diharapkan" aku Jonathan dengan tatapan mata yang liar, menunjukkan sisa-sisa kegilaan mentalnya

"Hingga akhirnya kau lahir, Zeus... Saat itu aku sudah terlalu lelah untuk melakukan pembunuhan lagi. Aku akhirnya menerima kehadiranmu dan membiarkanmu tumbuh" akunya

Zeus tidak bisa berkata-kata mendengar pengakuan masif tersebut. Otak nya mencoba memetakan seluruh tragedi yang melanda generasi sebelum dirinya. Matanya tertuju pada tatapan dan ratapan Jonathan yang kini tampak layaknya seorang tawanan dari takdirnya sendiri.

Jonathan memegang tangan Zeus dengan genggaman yang lemah namun mendesak.

"Maka dari itu, dengarkan aku, Zeus... Kau harus menikah dengan wanita yang benar-benar kau cintai dari lubuk hatimu. Jangan menjadi seorang pengecut dan budak ketakutan pada otoritas Vetalan seperti diriku di masa lalu" nasehat Jonathan

Mendengar nasihat tulus yang keluar dari bibir ayahnya, Zeus menghela napas perlahan. Sisi dominan dan kaku di wajahnya sedikit melunak, digantikan oleh sebuah kejujuran yang jarang dia bagikan pada siapa pun.

"Saya sudah melakukannya, ayah" ucap Zeus dengan suara formal namun sarat akan ketulusan yang mendalam

"Saya sudah menikah secara sah dengan wanita pilihan saya sendiri. Namanya Yorinka, seorang wanita dari keluarga sederhana yang saya cintai dengan segenap ego saya" jujur Zeus

Jonathan tertegun, matanya menatap Zeus dengan pandangan tidak percaya.

"Kau... kau berani menentang dewan tertua?" tanyanya tidak percaya

"Benar. Dan saat ini, istri saya sedang berada di tempat yang aman di Rusia dalam kondisi hamil tua. Dalam beberapa hari lagi, dia akan melahirkan putra pertama saya, penerus baru klan Cyrillus" tambah Zeus

Mendengar penuturan anaknya, Jonathan menatap Zeus dengan tatapan berkaca-kaca. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang cekung, namun kali ini bukan karena ketakutan, melainkan karena rasa lega yang luar biasa besar.

"Kau melakukannya, Zeus... Kau berhasil melakukan apa yang tidak pernah bisa aku lakukan" isak Jonathan dengan suara yang terputus-putus

"Aku sangat bahagia mendengarnya... sangat bahagia mengetahui bahwa anakku tidak akan berakhir tragis seperti ayahnya" Jonathan mencengkeram lengan jas Zeus, tubuhnya berguncang hebat oleh tangis penyesalan

"Maafkan aku, Zeus... Maaf karena aku tidak pernah bisa menjadi ayah yang baik untukmu selama ini. Aku membiarkanmu tumbuh di lingkungan yang kejam tanpa perlindungan dariku" sesal Jonathan dengan nafas berat

"Urusan masa lalu sudah selesai, ayah. Anda tidak perlu meminta maaf" jawab Zeus kaku

Namun, binar kebahagiaan di wajah Jonathan lenyap secepat ia datang, digantikan oleh rasa keputusasaan yang mendalam setelah mengingat realitas yang ada.

"Aku sudah tidak sanggup untuk hidup lebih lama lagi di dunia ini, Zeus" ucap Jonathan dengan nada suara yang teramat datar dan dingin, mencerminkan kerusakan mental yang sudah berada di titik nadir

"Apalagi setelah aku mendengar dari bawahanmu bahwa Kaila... Kaila sudah meninggal dunia di dalam sel terkutuk itu"

Zeus menatap ayahnya dalam diam, tahu persis ke mana arah pembicaraan ini akan bermuara.

"Penderitaanku sudah cukup sampai di sini, Zeus. Jiwaku sudah mati sejak lama" Jonathan menatap mata elang anaknya dengan pandangan memohon yang teramat sangat

"Aku meminta tolong padamu... sebagai tindakan belas kasihan terakhir seorang anak kepada ayahnya... tembak aku, Zeus. Akhiri hidupku sekarang juga" mohon nya menggenggam erat tangan Zeus

Zeus terdiam selama beberapa saat, matanya beralih menatap Josh yang berdiri patuh di dekat pintu tanpa ekspresi sedikit pun. Sebagai seorang mafia yang terkenal kasar dan bengis, Zeus tahu bahwa membiarkan Jonathan hidup dalam kondisi mental yang hancur dan menjadi incaran konspirasi Barbara hanya akan memperpanjang penderitaan tak berujung. Zeus tidak bisa melihat penderitaan ayahnya lebih lama lagi.

Zeus merosotkan tangannya ke dalam saku jas, menarik keluar sebuah pistol taktis berperedam suara tinggi miliknya. Ia mengarahkan moncong senjata tersebut tepat ke posisi jantung Jonathan dengan tangan yang tetap kokoh berwibawa.

Sebelum pelatuk ditarik, Jonathan menatap anaknya untuk terakhir kali dengan seulas senyuman tulus yang sangat langka terpancar dari wajahnya.

"Aku bahagia bisa melihatmu untuk terakhir kalinya sebelum aku mati, Zeus" bisik Jonathan dengan nada yang sangat tenang, seolah beban berat seumur hidupnya telah terangkat dari pundaknya

"Makamkan aku tepat di samping makam Kaila... Kaila sudah menungguku terlalu lama di alam sana. Dan satu hal yang paling penting... jaga baik-baik keluargamu dari kelicikan Barbara serta ancaman kaku Vetalan. Jangan biarkan mereka menyentuh Yorinka ataupun anakmu, titipkan salam padaku padanya" ucap Jonathan tersenyum hangat

"Restu anda sudah lebih dari cukup, ayah. Istirahatlah dengan tenang" jawab Zeus dengan nada formal yang teramat berat

Suara letupan halus terdengar memecah keheningan ruang tengah vila.

Jonathan Cyrillus terkulai diam di atas sofa dengan posisi kepala tertunduk, terbebas selamanya dari belenggu dosa, kekejaman, dan kegilaan dinasti Valletta. Zeus menurunkan senjatanya secara perlahan. Di tengah keheningan yang melanda ruangan tersebut, sebutir air mata mengalir melewati pipi tegas Arzeus Ezoic Cyrillus, sebuah tetesan air mata emosional yang bahkan tidak disadari oleh dirinya sendiri, menandai akhir dari era kegilaan ayahnya dan dimulainya sumpah berdarah untuk melindungi istri dan calon anaknya dari sisa-sisa parasit keluarganya sendiri.

🔪🔪🔪

Gila banget ihh.... Kayaknya ga ada yang normal deh? Yang normal cuma author kayaknya?.😭

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!