Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Adit mengantar Raka bertemu dengan marketing teman Adit.
“Mas Bagas.” Panggil Adit.
“Eh adit, wah ini siapa? Silahkan mau cari mobil yang gimana?” Tanya Bagas.
“Raka mas.” Kata Raka.
“Mas Bagas ini dulunya marketing mobil eh malah sekarang jadi juragan mobil gini.” Kata Adit.
“Hmmmm enggak kok, usaha masih kecil begini. Mau cari mobil apa mas Raka, tahun berapa?” Tanya Bagas.
“Mobil X pak, tahun 2020 boleh mas, atau 2018-2019 juga boleh, soalnya menyesuaikan budget hehe.” Kata Raka.
“Gampang kalau itu, yang penting cocok dulu. Saya ada beberapa mas untuk mobil X tahun segitu, ayo ke gudang belakang mas.” Ajak Bagas.
“Kamu kalau uda ke Gudang belakang aku jamin pasti kebingungan milihnya.” Kata Adit.
“Kenapa emangnya?” Tanya Raka.
“Pilihannya banyak banget.” Kata Adit.
“Waduh gawat ini.” Kata Raka.
“Nah ini mas beberapa mobil X yang tersedia, kalau memang mas Raka nggak cocok, jangan khawatir nanti saya bantu carikan yang lain, ini ada tahun yang sesuai sama keinginannya mas Raka tadi, kalau mau test drive sekalian boleh silahkan.” Kata Bagas.
Raka memilih-milih mobil yang dia inginkan dan sesuai dengan keinginannya, hampir satu jam lebih dia memilih namun dia semakin kebingungan, dan tak lama kemudian dia sudah menentukan pilihannya.
“Ini saya akui paling bagus mas, khusus buat mas Raka saya kasih diskon nanti.” Kata Bagas.
“Iya lah mas, kan aku yang bawa haha.” Kata Adit.
“Masalahnya uang saya ini kurang mas hehe.” Kata Raka.
“Jangan khawatir, bisa kredit disini mas, bebas mau tenor berapa tahun.” Kata Bagas.
“Kurang enak apa coba kalau sama mas Bagas ini.” Kata Adit.
“Halah bisa aja.” Kata Bagas.
**
Raka pergi ke salon milik Nadia. Setibanya di depan salon, dia segera masuk kedalam.
“Selamat dating kak, ada yang bisa dibantu?” Tanya CS salon.
“Saya dengan Raka kak.” Kata Raka.
“Oh mari silahkan, sudah ditunggu sama ibu.” Kata CS salon.
“Sudah mau tutup ya kak kok sudah sepi.” Tanya Raka.
“Iya kak, tapi kalau untuk kakaknya special kata ibu.” Kata CS salon.
“Silahkan duduk dulu disini kak, saya panggilkan ibu dulu.” Kata CS salon.
“Iya makasih banyak ya.” Kata Raka.
Tak lama kemudian, Nadia menghampiri Raka.
“Selamat malam kak, silahkan bisa masuk dan mulai tindakan.” Kata Nadia dengan tatapan mautnya.
“Terima kasih kak.” Jawab Raka.
“Kalian kalau mau pulang sekarang tidak apa-apa, saya sendiri yang layani customer.” Kata Nadia kepada karyawannya.
“Baik bu, kami pamit pulang dulu.” Kata karyawannya.
Nadia pun masuk ke ruang massage.
“Mas Raka mau paket apa aja?” Tanya Nadia.
“Paket special sayang.” Bisik Raka.
“Ok, kita mulai massage dulu ya, dilepas dulu pakaiannya.” Kata Nadia.
“Semuanya sayang?” Tanya Raka.
“Baju dan celana saja.” Jawab Nadia.
“Celana dalamnya bagaimana?” Tanya Raka.
“Terserah mas Raka saja enaknya bagaimana.” Goda Nadia.
“Ok, gantinya dimana?” Tanya Raka.
“Itu ada ruang ganti di pojok.” Kata Nadia, Nadia menyiapkan aromaterapi dan menyalakan musik romantis penuh gairah.
Raka pun tiba mengenakan bathrobe.
“Silahkan berbaring disini mas, tengkurap ya mas.” Kata Nadia.
“Siap sayangku.” Kata Raka sambil mencubit pipi Nadia.
“Ah mas geli.” Kata Nadia.
“Cepat mulai, sudah tidak tahan lagi aku.” Kata Raka.
“Ok aku mulai dulu ya massage nya.” Kata Nadia. Nadia mulai memijit bagian kaki, lanjut tangan, lalu wajah, pokoknya seluruh tubuh. Raka sangat menikmati setiap pijatan dari Nadia.
“Ah ah enak sekali pijatanmu sayang.” Kata Raka memuji Nadia.
“Setelah ini badan mas Raka kembali segar, rileks dan enteng.” Kata Nadia.
“Lama juga ternyata pijatannya ya.” Kata Raka.
“Memang durasinya untuk massage itu 30-60 menit mas, massage nya sudah selesai mas, silahkan berbaring, menghadap atas mas sekarang.” Kata Nadia, Nadia pun melanjutkan pijatannya dan tanpa sadar ada yang tegak berdiri.
“Kok berdiri sih mas?” Tanya Nadia.
“Kenapa hanya dilihat saja? Pegang dong.” Kata Raka.
“Kamu nakal deh mas.” Kata Nadia.
“Kalau kamu nggak mau, yaudah aku mandi sekarang kalau gitu lalu pulang.” Kata Raka.
Nadia pun menarik tangan Raka dan membawanya ke ruang mandi. Raka pun melepas baju Nadia dan mereka pun mandi bersama di bathup dengan penuh gairah.
“Mas kamu mau melakukan apa?” Tanya Nadia.
“Puaskan aku malam ini sayang, aku sudah tidak tahan lagi.” Bisik Raka sambil menjambak rambut Nadia.
“Ikut aku mas, ke ruanganku saja kalau disini biasanya untuk customerku.” Kata Nadia.
“Siap sayang, aku rela dimana saja asalkan kamu puaskan aku dan aku juga akan memuaskanmu bahkan jauh lebih nikmat dibandingkan dengan suamimu.” Bisik Raka.
“Benarkah kamu bisa melakukannya mas?” Tanya Nadia.
Raka pun membelai tubuh Nadia, dari ujung kaki hingga selangkangan Nadia, lalu Raka memainkan bagian intim milik Nadia.
“Ah mas sakit.” Teriak Nadia.
“Sakit tapi enak kan?” Tanya Raka.
“Terus mas lanjutkan, buat aku tak sadarkan diri mas.” Teriak Nadia.
Raka mengobok-obok punya Nadia, dan juga meremas bagian depan Nadia yang bulat, besar dan menonjol itu hingga dia mulai tak sadarkan diri.
“Ah ah ah enak mas, aku sudah tak tahan lagi, cepat masukkan mas, punya kamu sudah mengeras sekali.” Kata Nadia.
“Akan lebih mengeras lagi kalau punyaku ini masuk ke mulutmu.” Kata Raka. Nadia pun segera melakukan apa yang di inginkan Raka, dan tak perlu waktu lama akhirnya masuklah barang milik Raka kedalam milik Nadia. Mereka seakan lupa dengan segalanya, sofa di ruangan Nadia terus bergetar karena permainan mereka.
“Sayang aku mau keluar, bagaimana? Keluar dimana?” Tanya Raka.
“Muntahkan di wajahku saja sayang, kalau aku hamil nanti bisa gawat.” Kata Nadia.
“Kamu yakin nggak mau didalam saja?” Tanya Raka.
“Jangan mas daripada menambah masalah.” Kata Nadia. Akhirnya Raka pun menuruti permintaan Nadia.
Selesai berolahraga malam, mereka melanjutkan mandi bersama. Nadia duduk diatas pangkuan Raka tanpa mengenakan pakaian sehelai pun di bathup.
“Gimana punyaku? Enak tidak? Enak mana sama suami kamu?” Tanya Raka.
“Tentu saja punya kamu jauh lebih enak mas, terima kasih mas kamu sudah memuaskanku.” Kata Nadia.
“Permainan kamu saat di atas tadi luar biasa, aku nggak akan pernah lupa sayang.” Kata Raka.
“Paling suka saat kamu memainkan punyaku mas dan pastinya saat kakiku di atas pundakmu, rasanya ah mantap.” Kata Nadia.
Telfon Nadia berdering.
“Angkat dulu, siapa tau suamimu.” Kata Raka.
“Sebentar ya sayang.” Kata Nadia. Nadia menerima telfon dari suaminya.
“Hallo mas, ada apa?” Tanya Nadia.
“Kamu di salon ya? Aku didepan rumah ini, aku lupa nggak bawa kunci.” Kata Dimas.
“Aku diluar sama temanku mas, sepertinya masih lama, bagaimana dong mas?” Tanya Nadia.
“Di salon ada kunci rumah tidak? Kalau di salon ada kunci rumah, aku ambil disana saja.” Kata Dimas.
“Nggak ada mas, di salon nggak ada kunci. Kamu ngapain memangnya mas? Bukannya kamu mau pergi sama istri dan anak-anakmu?” Tanya Nadia.
“Istriku ternyata mengetahui kalau aku diam-diam menikahimu, dia mengusirku.” Kata Dimas.
“Loh bukannya itu rumah milikmu mas.” Kata Nadia.
“Memang tapi mereka mengusirku, kamu cepat pulang ya, aku ke supermarket dulu saja sekalian menunggu kamu sampai pulang.” Kata Dimas.
“Iya mas tunggu sebentar ya, aku pulang setelah ini.” Kata Nadia langsung menutup telfonnya.