~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat
Seketika mood Alvaro memburuk karena pertemuannya dengan Amber tadi. Kembali mengingatkannya dimana dulu Amber berselingkuh dengan pesaing bisnisnya, dan sekarang dengan mudahnya dia datang untuk kembali.
"Tom, segera keruanganku" Ucap Alvaro ditelepon
"Baik tuan" Jawab Tom dan segera menemui tuannya
"Permisi tuan" Tom masuk keruangan Alvaro
"Siapkan semua berkas kerja sama dengan perusahaan Sanjaya. Aku sudah membuat janji dengan mereka besok." Ucap Alvaro
"Baik tuan" Jawab Tom
"Dan satu lagi, panggil Vanaya keruanganku"
"Baik tuan" Tom menurut perintah tuannya
Pertama sekali dia menuju ruangan Vanaya kemudian lanjut mempersiapkan berkas kerja sama mereka dengan perusahaan Sanjaya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Alvaro mempersilahkan Vanaya keruangannya
"Maaf tuan! Tadi Tom menyuruh saya untuk kesini. Apakah ada yang bisa saya bantu? Ucap Vanaya
Vanaya yang sedang berusaha menyesuaikan diri dan berlaku formal selama di jam kantor.
"Besok aku akan bertemu dengan tuan Zacky, papamu dan akan menanda tangani kontrak kerja sama. Aku akan menyerahkan proyek pendirian hotel bintang 5 di kota AB kepada perusahaan Sanjaya tapi dengan satu syarat" Ucap Alvaro sambil menatap mata Vanaya dalam
"Syarat?" Vanaya membeo dan sedikit salah tingkah dengan tatapan tajam dari Alvaro
"Iya satu syarat" Alvaro beranjak dari kursi kebesarannya dan mendekat ke arah Vanaya berdiri
Vanaya diam tidak menjawab dan menatap kemana arah Alvaro berjalan.
"Kau harus menjadi Sekretarisku! Nanti jika Tom sudah menemukan penggantimu untuk menjadi sekretarisku, kau akan kembali ke bagian akuntan." Ucap Alvaro
"Apa anda bisa menepati janji anda tuan?" Tanya Vanaya
"Iya aku janji! Jangan khawatir" jawab Alvaro tegas
"Baik! Jangan ingkar janji! Aku akan kembali ke bagian akuntan jika kalian sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi sekretarismu karena impianku hanya ingin menjadi seorang akuntan" Jawab Vanaya mengulang perkataan Alvaro tadi
"Nice" Alvaro tersenyum licik dan mengusap kepala Vanaya lembut
Vanaya kembali salah tingkah dengan sikap Alvaro. Bisa-bisanya dia terpedaya dengan hal-hal kecil yang dilakukan Alvaro. Secara logika, Vanaya menolak untuk berdekatan dengan Alvaro namun hatinya bertolak belakang dengan logikanya. Apalagi sejak adegan ciuman itu, Vanaya merasa benci dengan Alvaro tapi hatinya seakan ingin terus berdekatan dengan Alvaro.
"Apa yang kau pikirkan" Tanya Alvaro
"Tidak ada" Vanaya kaget karena sedang fokus berperang dengan pikirannya sendiri
"Jangan khawatir. Besok Tom akan menjelaskan apa yang akan menjadi pekerjaanmu. Sekarang bersiaplah pulang" Titah Alvaro sambil melirik jam tangannya
"Saya permisi" Jawab Vanaya dan segera keluar dari ruangan itu
Alvaro segera melanjutkan beberapa pekerjaannya yang tertunda tadi sebelum jam pulang kantor.
Tring
Tring
Tring
Hp Alvaro berdering , dia menatap layar hp nya dan menjawab video call dari orang tuanya yang sedang berlibur ke negeri sakura.
"Mom! Ku pikir kau sudah melupakanku. 2 minggu disana tanpa kabar. Gimana liburan kalian?" Ucap Alvaro
"Maaf Honey! Daddymu selalu membuat mommy lelah! Hehee" Carla Jeremia, mommy nya menjawab dengan terkekeh
"I see! Mommy dan Daddy sama saja. Hampir melupakanku" Alvaro ngambek
"No honey! Mommy ga akan melupakanmu! Bicara dulu dengan Daddymu sayang" Carla mengarahkan video call itu ke arah suaminya
"Dad! Apa yang kau lakukan?" Tanya Alvaro
"Oh Man! Daddy sedang disiksa dengan mommymu! Lihat, Daddy harus memasak Sup untuknya." Jeremia, sang Daddy pura-pura mengadu dengan putranya
"Jangan mengadu! Itu hukuman karena kau membuatku lelah siang malam!" Carla menjawab dari belakang
Alvaro tertawa bahagia melihat kedua orang tuanya yang tetap romantis walau sudah tidak muda lagi.
"Mom! Dad! Aku tutup dulu teleponnya! Aku masih dikantor dan ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan" Ucap Alvaro
"Honey jangan kerja terus! Kapan kau akan dapat pasangan kalau hanya dikantor sepanjang hari? Mommy mau kau segera menikah dan memberi mommy cucu" Carla protes karena putranya itu seperti gila bekerja sepanjang hari
"Come on mom! Nanti Al akan mengenalkan seseorang. Tunggu mommy dan daddy kembali. Nikmati liburan kalian mom, dad! I love you! Bye mom, dad! Alvaro menutup panggilan video tersebut dan kembali melanjutkan pekerjaannya
"Bye honey! We love you too" Carla meletakkan hp nya diatas meja makan
"Sayang, kita harus cepat pulang. Kau dengar tadi apa kata putraku? Dia akan mengenalkan seseorang pada kita saat kita pulang nanti, itu pasti kekasihnya" ucap Carla semangat kepada Jeremia, suaminya.
"Ya ya ya! Kita akan segera pulang sayang" Jawab Jeremia
Pukul 7 malam Alvaro baru menyelesaikan pekerjaannya. Dia keluar dari ruangannya dan berjalan menuju parkiran mobilnya dan mengemudi pulang kerumah. Namun diperjalanan pulang dia merasa ada yang mengikuti mobilnya.
"Ikuti mobil itu" perintah seseorang dari dalam mobil yang sejak tadi memantau pergerakan Alvaro
Alvaro yang sejak tadi memperhatikan mobil di belakangnya terus mengikutinya, mau tidak mau akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan pesan ke hp Tom sang asisten kemudian menekan pedal gas dengan kencang sehingga terjadilah kejar-kejaran antar mereka.
"Shittt! Siapa mereka?" ucap Alvaro dalam hati
Ting!
Tom yang sejak tadi sore sudah duluan pulang dari kantor membaca sms yang masuk ke hp nya.
"Lacak posisiku sekarang Tom! Ada beberapa mobil yang tidak ku kenali mengikutiku sejak keluar dari kantor" ~Alvaro~
"Brakkkk! Sial!" Tom menendang kursi di apartemennya dan meraih kunci mobilnya. Dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya dan sesekali melacak keberadaan Alvaro dari hp nya
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏