Ini tentang kisah Aura Lika Girindrawardhana dan Aurora Kila Girindrawardhana
Si kembar yang berbeda, sifat dan pilihan pria.
Akankah mereka mendapatkan pria yang seperti ayahnya? Raditya Bayuaji Girindrawardhana?
[sebelumnya harus baca Cinta Luar Biasa part 1]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalau Saja Aku Mampu
Pesta pernikahan Lika dan Rui berlangsung dengan sangat mewah dan meriah tadi siang bertempat di hotel Rajendra. Hotel milik Om Harry - papa Maisya, yang semuanya gratis, ballroom, kamar untuk keluarga dan sahabat. Kata om Harry itu adalah kado pernikahan darinya untuk Lika.
Setelah beristirahat sebentar, mereka melanjutkan dengan acara pesta malam. Pesta yang hanya diperuntukkan untuk keluarga dan sahabat dekat. Mengusung tema garden party, yang semuanya terpusat di venue dekat kolam renang Hotel Rajendra.
Semua orang telah berganti pakaian yang lebih casual, Kila memilih menggunakan mini dress katun berwarna biru laut dipadukan dengan sneaker.
Lika dan Rui memilih menggunakan kemeja putih dengan celana kain berwarna coklat muda. Keduanya nampak sangat berbahagia, mereka tak henti melemparkan senyum semringah kepada orang-orang di pesta.
Seperti biasa genk ayah berkumpul, tak terpisahkan. Kila kadang berpikir apa yang mereka bahas selama 20 tahun lebih dan tetap solid.
"Adek, aku mau nanya. Dia siapa?" Tanya Maisya menunjuk ke arah pria jangkung berkemeja biru dengan lengan digulung memperlihatkan tattoonya "aku seperti melihat om versi muda"
"Itu adekku" teriak Kila keras menyaingi dentuman musik hip hop dari DJ di atas panggung.
"Ahhh yakin?!.. macam kita baru kenal kamu mau bohongi" protes Maisya dengan muka tidak mempercayai perkataan Kila.
"Benar itu adekku, anak omku. Lebih muda dari Enzi"
"Kok aku gak tahu?"
"Om tinggal di luar negeri, saat mereka ke Indo kak Maisya gak ketemu. Itu yang di sana om dan tante," teriak Kila lagi menunjuk ke arah pasangan paruh baya yang sedang berpelukan mesra.
"Aku salut dengan keluargamu, mereka sangat mencintai pasangannya. Jodohkanlah aku sama adekmu itu" pinta Maisya berlogat Medan yang di pelajari dari neneknya.
"Gakkkk... Dia masih muda dan tidak suka dengan cewek lebih tua"
Pria yang sedang dibicarakan berjalan mendekat ke arah Kila.
"Siapa bilang aku tidak suka cewek lebih tua, buktinya aku suka sama kakak" kata pria jangkung bertinggi 189 cm itu menundukkan kepalanya mengecup ringan pipi Kila, terdengar bahasa Indonesianya tidak terlalu fasih.
"Dasar!!" Seru Kila memegang pipinya, adek sepupunya itu pun berlalu dengan tertawa lebar.
"Dia sangat tampan adek!!" Seru Maisya yang ikut larut dalam tawa manis pria bertattoo adik sepupu Kila.
...
Sepeninggal Maisya yang dipanggil oleh ayahnya, Kila tetap duduk menghabiskan makanan malam yang diambilnya di meja prasmanan, sesekali ia melirik ke arah pintu masuk, hatinya penuh harap jika Hugo akan datang.
Walau tidak ada yang mengabari Hugo tentang hari pernikahan Lika, tapi hati Kila terus berandai-andai dan berharap pria itu menunjukkan batang hidungnya.
Bukannya mereka sudah berpisah? Aurora Kila kenapa kamu belum sadar juga? Sudah hampir 3 bulan sejak kejadian di Berlin, kamu sendiri yang melepaskan Hugo dengan sok tegar. Meyakinkan pria itu untuk menjalani hidup masing-masing, Hugo yang sekarang pasti sedang bermesraan dengan istri cantiknya. Buat apa kamu mengharapkan kedatangannya! Bodoh!!
Kila menepuk dengan keras dadanya, sesak menyergap di relung hati.
Tidak! Jangan di sini, orang-orang sedang berbahagia. Jangan menangis Kila ! Cukup kamu menyimpan tangisanmu di dalam kamar dan mobil.
"Heiiii... Ayo turun, kita goyanggg" kata Dira yang datang dengan tiba-tiba dan menarik tangan Kila menuju ke depan panggung.
Seketika kesedihannya hilang bergantikan ceria di wajah Kila, mereka berdua bergoyang dengan heboh mengikuti ritme musik. Maisya si ratu alay mengabadikan dalam video di telepon genggamnya. Radit, Rinjani dan Widya tertawa melihat anak mereka yang seperti lupa jika ada orang tua yang menyaksikan kehebohan goyangan Kila dan Dira.
"Dira sepertinya sudah move on" kata Rinjani sambil tertawa "dia tersenyum lebar selama pesta" lanjutnya
"Dari kemarin sayang, dia sekarang lagi ngejar teman jogetnya itu" balas Widya membuat Rinjani dan Radit kaget.
"Ngejar adek?!" Tanya Radit membulatkan matanya.
"Yess, Dira sendiri yang ngomong. Bayangin saja, tidak butuh lama perasaannya ke Lika hilang total, kemudian berpindah ke adek. Lihat caranya menatap Kila, penuh binar kan?"
"Hahaha, dasar anak jaman sekarang yah, gampang jatuh cinta, gampang patah hati" kekeh Rinjani.
"Tapi terserahlah mereka, baik Kila dan Dira masih muda. Jalan mereka masih panjang, kita biarkan saja apa yang akan mereka lakukan. Kalau ada apa-apa kalian ke rumah saja, aku sih langsung oke kalau mau menikahkan Dira dengan adek" ujar panjang Widya mencandai kedua sahabatnya itu.
"Dasar kamu!" Rutuk Radit memandangi Kila, anak bungsunya yang sejak kepulangannya dari Berlin tidak pernah membahas tentang Hugo lagi. Entah Kila sudah moveon atau belum, tiada yang tahu bahkan saudara kembarnya bukan tempat curhatnya lagi.
...
Musik DJ kemudian berganti dengan karaoke massal, siapa saja bisa maju ke atas panggung memamerkan suaranya dan orang-orang lain ikut menyanyikan lagu secara ramai-ramai. Tadi Radit sudah menyanyikan dua lagu romantis, katanya satu buat Rinjani dan satu buat Lika. Karena Kila belum menikah jadi dia tidak mendapatkan bagian.
Lika kemudian menarik tangan Rui, suaminya menaiki panggung. Sebuah lagu yang sering Kila dengar akhir-akhir ini dari kamar saudara kembarnya, ternyata dipersiapkan untuk malam ini.
I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
Westlife -
Mata Kila berkaca-kaca sembari mengikuti lirik yang muncul di layar besar berwarna putih itu, orang di pesta terbagi dua, yang tidak berdansa memilih menjadi paduan suara.
"Kak, dansa yuk" kata Enzi telah berdiri di sebelahnya lalu merangkul bahu Kila, tanpa menunggu persetujuan gadis yang hanya sampai di dadanya itu, Enzi langsung menariknya ke tengah.
"Jangan nangis, Kak" bisik Enzi di telinga Kila.
"Aku tidak menangis" sanggah Kila menengadah menatap Enzi.
"Terus ini apa?" Ujar Enzi mengusap air mata Kila di pipi.
"Hujan...." Gumam lirih Kila menunduk, menaikkan kedua tangannya di bagian dada Enzi memegang kemeja berwarna fuschia milik pria jangkung itu.
"Kakak sebenarnya sangat cantik kalau nangis, tapi saya lebih suka lihat kakak yang sangar berkelahi. Aku suka kakak" ungkap Enzi jujur.
Kila hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Enzi.
Setelah lagu pertama habis, Lika sekarang menyanyikan lagu "when you tell me that you love me" punya Diana Ross. Bahkan lagu cinta pun terdengar seperti lagu patah hati di telinga Kila, air matanya tetap berjatuhan. Untungnya ia bersembunyi di dada Enzi yang lebar dan kokoh.
"Kakak boleh nangis, tapi harus tetap bergerak. Biar bahu bergetar kakak tidak terlihat oleh orang-orang" ucap Enzi lagi sembari mengencangkan pelukannya.
Enzi tahu jika Kila sedang patah hati dengan Hugo, semua orang tahu sekarang. Apalagi Hugo benar-benar telah menarik diri dari kehidupan Kila. Beberapa orang tidak menyukai perbuatan Hugo terhadap Kila, meninggalkan seseorang begitu saja. Tidak memikirkan bagaimana Kila menghadapi hari-hari yang langsung berubah tanpa sosok Hugo.
"Kak, aku akan menunggu hingga hati kakak sembuh. Jika selama itu kakak butuh bahu atau dada untuk menangis, aku ada" ucap Enzi menangkup wajah Kila yang sudah memerah seperti kepiting rebus, pria itu menghapus sisa air mata di sudut kelopak iris Kila.
"Makasih Enzi" ucap Kila dengan pelan
"Kakak tidak mau nyanyi, sesuatu yang fun?"
"Lagu apa?"
"Reggae... Yang bisa jingkrak-jingkrak. Lagunya Bob Marley - No Man No Cry" kata Enzi dengan tertawa ringan, dia mengubah kata "Woman" menjadi "Man"
Kila ikut tertawa dengan mata menyipit, saat itu pula Enzi menjatuhkan ciuman di kening Kila, ciuman yang membuat semua orang memandangi mereka, beberapa orang seperti Maisya tidak menyia-yiakan momen itu untuk diabadikan dengan telepon genggamnya.
...
Dengan gontai Hugo memasuki rumah mewah berlantai 2 dengan 8 kamar, rumah tempat tinggalnya dengan Lillian, wanita yang dinikahinya. Mereka hanya tinggal berdua dengan asisten rumah tangga berjumlah 3 orang. Hugo memilih tinggal terpisah dari istana milik orang tuanya, karena di sini ia bisa tidur terpisah dengan Lillian tanpa ada yang tahu. Jika seatap dengan Mr. Navarro yang jahat itu, pastinya Hugo akan sekamar dengan Lillian. Wanita yang tidak dicintainya, yang beberapa hari terakhir ini mencoba mendekati dan menggodanya.
Teruslah bermimpi, karena aku tidak akan bergeming. Teriak Hugo dalam hati
Hugo menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur kamar pribadinya, ia lalu meraih telepon genggam dan memulai mengecek sosial media orang-orang di Indonesia, untuk mengetahui perkembangan Kila pastinya.
Di beranda muncullah semua postingan yang di dominasi oleh Maisya yang terkenal dengan ratu alay di grup anak geng ayah, foto-foto pernikahan Lika. Yah Hugo tahu dengan jelas kemarin adalah pesta pernikahan Lika, Hendralah yang mengabarkan segala sesuatunya.
Hugo sebenarnya ingin ke Indonesia, tapi ia tidak ingin membuat Kila dan keluarganya bersedih dengan kedatangannya setelah ia menghilang lama dan kembali dengan berstatuskan suami orang.
"Cantik" gumam Hugo dengan tersenyum lebar melihat foto Kila dengan kebaya berwarna soft pink dengan sarung songket Bali, rambutnya di tata dengan sanggul modern.
Bidadari Bali badungku, gumam Hugo
Hugo terus mengamati satu persatu feed lain milik Maisya, dia kemudian tertawa dengan video Kila dan Dira yang bergoyang.
Wajah ceria itu betapa Hugo rindukan, ia juga rindu melihat sorot mata Kila yang menatapnya tajam tanpa berkata apa-apa. Ia rindu semua tentang Kila, bau wangi tubuh dan rambutnya yang tercium samar saat duduk di dekatnya. Ia rindu bibir lembut itu dalam pagutan bibirnya.
Sial !! Apa ini!
Matanya kemudian terpaku dengan feed instagram Enzi, foto pria itu mencium kening Kila. Sungguh mesra. Seketika cemburu bergejolak di dada Hugo, panas membara mengaliri setiap aliran darahnya
"Kei jadi kamu memilih Enzi !! Teriak Hugo dengan emosi sambil memukul tempat tidurnya. Dengan tangan gemetar Hugo menekan tag @aurorakila pada postingan Enzi
Kemana semua foto postingan Kila, foto-foto mereka berdua, dan banyaknya foto Kila yang Hugo take. Hanya satu feed Kila tersisa itu pun foto pernikahan Lika dan Rui dengan caption happy wedding kakak
Tidak, Kei! secepat itukah kamu move on ? menghilangkan semua jejak kenangan kita berdua? Demi hubungan baru dengan Enzi! geram Hugo yang kemudian bangkit dengan cepat dan berjalan keluar menuju ruangan yang tidak pernah disentuhnya.
Dengan tersenyum sinis Hugo menatap barisan botol minuman berbagai merk berbaris rapi di rak depannya. Dia mengambil satu botol minuman yang setahunya adalah minuman yang paling tinggi kadar alkoholnya, tak perlu dengan gelas, Hugo menenggak langsung dari botol, tanpa jeda. Begitu habis dia mengambil botol yang lain.
Keesokan hari...
Hugo terbangun dengan sakit kepala yang tak tanggung menderanya, dia tidak ingat berapa banyak minuman dihabiskannya semalam.
Tunggu ini bukan kamarku ! Kaget Hugo, ini kamar Lillian.
Jantung Hugo serasa di pukul dengan palu melihat punggung telanjang di sampingnya.
Brengsek ! maki Hugo dalam hati. Ia pun sama tanpa apa-apa di balik selimut. Dengan perlahan Hugo bangun dan meraih pakaiannya yang berserakan di atas karpet, memakainya dan mengendap keluar dari kamar Lillian.
Hugo memukul marmer pancuran shower kamar mandinya, ia memilih langsung membersihkan tubuhnya. Ia jijik dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa berakhir tidur dengan wanita itu! Dan bercinta! Sial ! Bagaimana jika wanita itu hamil? Itu pasti membuatnya makin susah menyudahi pernikahan ini..
Ini semua terjadi karena Eric Navarro tak lain ayahnya sendiri, yang mengucapkan janji bodoh ketika jaman muda dengan papa Lillian bahwa akan menikahkan kedua anak mereka. 5 bulan lalu papa Lillian meninggal, dan sebelum menghembuskan napas terakhir meminta Eric Navarro melaksanakan janji mereka.
Hugo yang setahunya kembali ke Jerman untuk menengok Eric Navarro yang sakit, begitu sampai dia di bandara.. Dirinya telah di jemput oleh 10 orang bodyguard dan digiring ke hotel Nuavaro yang tak lain hotel milik Navarro Group.
Hugo dipaksa memakai jas wedding dan betapa kagetnya Hugo melihat Eric Navarro terlihat sangat sehat tanpa kekurangan apapun mendatangi kamarnya.
Satu kalimat yang membuat Hugo memendam kebencian yang mendalam kepada pria tua itu
"Jangan membuat daddy malu" bisik Eric Navarro di telinga Hugo.
Rupanya semua tamu dan keluarga telah berkumpul menanti di ballroom mewah hotel berbintang lima itu. Dengan muka datar dan terluka dalam hati Hugo melangkahkan kakinya menuju altar, di situ pula dia pertama kali melihat wanita yang bernama Lillian Wang. Wanita yang mungkin akan mengandung anaknya!
---
Kalau saja aku mampu, sudah kukejar langkahmu, agar kita berjalan berdampingan. Kalau saja aku mampu, sudah kuhiasi hari-harimu dengan penuh senyuman. Kalau saja aku mampu, sudah kutemani dirimu saat dirundung kesedihan. Kalau saja aku mampu, sudah kupastikan bahwa aku pantas untuk kau sandingkan.
Kalau saja aku mampu, sudah kubalikkan waktu agar saat itu tak jadi mengenalmu. Kalau saja aku mampu, sudah kuarungi hariku tanpa harus memikirkanmu. Kalau saja aku mampu, sudah kutarik jiwaku yang ingin berada di sebelahmu. Kalau saja aku mampu, sudah kuminta hatiku agar berhenti merasakanmu.
September Tahun Pertama
###
aloooo kesayangannn 😂
masih episode sedih yah 🤭
tetaplah bertahan sayang-sayangku 😚😚😚
semangattt 💪🏻
hahahaha..
aku gak update lagi,
sabtu author mau pijit dan tidur banyak buat hari minggu
so, semoga author setrong for sunday 💪🏻🤘🏻
sampai ketemu senin
love,
D 😘
tetap ada di novel favorit ...🌹