NovelToon NovelToon
Terlalu Goblok Mencinta

Terlalu Goblok Mencinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Artikasari

Pernah merasa goblok saat mencintai seseorang?

Tenang, kalian tidak sendirian! Karena aku juga masuk dalam antrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Artikasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Dunia seakan ikut menari bersamaan dengan hatiku saat ini. Cukup dengan mendengar ungkapan ampuh dari bibir Anis, sudah berhasil membuatku seakan tak ingin berhenti memanjakan diri.

Karena jarak di antara kami cukup jauh, aku di yayasan, dan Anis di luar kota, jadi kami hanya menjalani masa pacaran ini di dalam dunia maya saja.

Aku seperti sedang ngehalu ya?

Ah, tidak apa!

Lagi pula aku sudah biasa!

Anggap saja begitu. Namun, bagiku ini sudah lebih dari cukup. Cukup membahagiakan jiwa dan ragaku. Karena tidak mudah dan tidak singkat waktu yang aku lewati untuk sampai ke tahap ini.

Nah, sejak hari itu kami sering menghabiskan waktu luang hanya untuk berbincang-bincang. Entah hanya membahas hal-hal sederhana, sampai pada harapan indah di masa yang akan datang.

Namun, hal yang tidak disangka-sangka malah datang menyapa bahkan meremas harapanku hingga remuk tak bersisa.

PUTUS!

"..., Maaf ya, Ru. Aku gak bisa nerusin hubungan ini."

Begitulah sepenggal kalimat Anis yang kutangkap dengan raga terkulai tanpa daya.

Tak kusangka dan tak kuduga, Anis dengan mudahnya mengatakan kata bermakna tajam itu padaku. Bisakah kalian membayangkan seperti apa keadaan hatiku?

Satu hari seakan terasa satu jam bagi para pujangga cinta sepertiku. Jadi, kalikan saja satu dikali tujuh, berarti baru tujuh jam aku menyandang status sebagai kekasihnya waktu itu.

Siapa pun akan berpikiran bahwa Anis sedang mempermainkan perasaanku. Menjadikan aku sebagai pelarian sementara di kala hatinya tergores luka. Memanfaat keberadaanku hanya sebagai teman untuk berbagi keluhan jiwa.

Tidak!

Tidak seperti itu!

Jangan pernah salah menilai Anisku! Bisa kupastikan ia bukanlah pribadi yang seperti itu.

Apa kalian tahu? Aku malah mencurigai sesuatu. Ada campur tangan orang lain dalam pengambilan keputusan itu.

Ridwan!

Dan memang benar, Kawan!

Lagi-lagi dia mengambinghitamkan kenyataan!

Memutar balik cerita dan fakta untuk menarik simpatik Anis kembali padanya. Memprovokasi Anis agar segera mengakhiri hubungan kami setelah ia mengetahuinya.

Alasannya ... karena aku dicap sebagai siswa pembangkang dan sering bermasalah di sekolah.

Namun, percayalah aku tidak pernah menghamili anak gadis orang. Aku juga tidak pernah mencuri hak milik orang. Apalagi merebut istri orang.

Tidak!

Yang sebenarnya adalah ... aku sering bolos sekolah. Itu saja. Tetapi, sepertinya Ridwan telah menciptakan cerita bermajas hiperbola yang tentu saja dipercaya dengan mudahnya oleh gadis yang memang sangat mencintainya.

Kuakui sangat besar pengaruh Ridwan pada Anis. Hati gadis itu akan mudah luluh, hingga lama-lama terkikis. Lalu, membuatnya semakin buta dan nyaris tak bisa ia tangkis.

Sedangkan aku hanyalah sosok asing yang menjadi siluet di balik cahaya yang bahkan bertahan untuk sementara. Tidak untuk selamanya. Karena kenyataannya, memang Ridwan'lah satu-satunya. Dan mungkin akan untuk selamanya.

***

Satu tahun berlalu begitu saja. Dimanakah aku sekarang? Bagaimanakah keadaanku? Lebih tepatnya kondisi hatiku.

Tenang!

Aku bahkan masih bisa bertahan dan tersenyum hingga menyelesaikan pendidikanku.

Tak pernah lagi ada kabar dari Anis. Mungkin dia merasa tak enak hati atau semacamnya. Padahal aku sepenuhnya bisa memahami keadaannya.

Mana mungkin aku bisa memaksakan hati seseorang. Menarik dan memarkirkannya sembarangan bak ribuan bintang.

Aku sungguh tak kuasa!

Padahal sebenarnya bisa saja aku memaksakan kehendak atau mungkin balas dendam. Tetapi, itu malah terdengar sangat konyol bukan?

Aku masih mencintai Anis!

Terlepas seperti apapun takdir membuatku pontang-panting. Memeras dada ini hingga sepah, lalu mengering. Bahkan jika takdir membolak-balikkan hatiku hingga guling-guling, aku tak akan pernah berpaling.

Raganya boleh tidak bersamaku!

Senyumannya boleh tidak ditujukan untukku!

Namun, aku yakin suatu hari nanti, takdir pula yang akan membawanya kembali padaku.

***

Pengalaman adalah guru terbaik. Sedangkan masa lampau adalah pengalaman yang bisa dijadikan cermin terbaik.

Setidaknya aku sudah pernah menikmati bagaimana rasanya berbunga-bunga. Terlepas hanya seutas masa, aku tetap harus menyukurinya.

Walaupun Anis tak lagi menjalin komunikasi denganku, sesekali di waktu luang aku masih mengunjungi kediaman kedua orang tuanya. Beruntungnya adalah ... mereka tidak pernah mengetahui bahwa aku dan Anis pernah menjalin tali asmara. Jadi, percayalah bahwa tidak ada faktor modus atau pun penyogokan. Semuanya murni karena aku sayang. Sayang pada Anis berikut keluarganya.

Setelah lulus SMA, aku langsung melanjutkan pendidikan. Jurusan Teknik Arsitektur adalah tujuan satu-satunya sebagai pilihan. Dan mengantarkanku menjadi Arsitek handal dan berkebolehan. Sejak kecil aku memang ingin menjadi seorang Arsitek profesional. Memiliki rancangan terbaik untuk mengukir sejarah dan peninggalan.

Entah untuk sarana-prasarana umum, atau pun kediaman pribadi. Aku bahkan telah memiliki rancangan luar biasa untuk mencapai slogan 'Rumahku Surgaku' dalam gulungan berharga yang tersembunyi. Tidak ada orang luar yang mengetahui hal ini, kecuali aku dan Didi.

Sebenarnya slogan 'Rumahku Surgaku' tidak hanya berpatokan pada design bangunannya, namun lebih dari itu.

Maksudku ... pendamping hidup terbaiklah yang akan membuat sebuah rumah menjadi surga atau neraka.

Istri ...!

Satu kata yang mudah diucapkan, namun sangat sulit untuk ditemukan. Memang benar, stok wanita di kota ini bahkan di negara ini lebih dari jutaan, bahkan sudah seperti barang obralan. Tetapi, tetap saja yang namanya hati, tidak bisa dipaksakan.

Bayangkan saja, perbandingan jumlah pria dan wanita saja mencapai 1:4. Artinya sebagai kategori pria normal dan mapan, aku bisa menggaet 4 wanita sekaligus bahkan dalam waktu singkat.

Namun, bukan itu tujuanku. Menjunjung prinsip rendahan yang mengatasnamakan agama demi kepuasan hawa nafsu. Sungguh tidak berlaku sama sekali bagiku.

***

Tahun 2016

Dimana takdir membelaiku dengan hembusan angin segar.

Ketika aku duduk anteng di atas motor N*njaku, bersandar pada pagar gedung sebuah kafe yang melayani pemesanan secara drive-threw. Sapaan seorang gadis membuyarkan gawaiku yang kala itu sedang asik dengan ponsel di tanganku.

"Heru ...!"

Aku mengenali suara itu. Suara yang sudah bertahun-tahun tak pernah mengisi rongga telingaku. Suara yang hingga saat ini tetap saja menggetarkan kalbu. Suara yang pemiliknya juga merupakan pemilik hatiku.

"Sayangku ...!" Tentu saja kata itu hanya terucap di dalam hatiku.

"Kak Anis ...!" Aku menyapanya balik, ketika pandanganku telah berpindah padanya yang baru saja turun dari kendaraan roda duanya.

Busana bermotif batik bercorak dayak dengan paduan celana kain berwarna hitam, membungkus tubuh idealnya menjadi semakin menawan. Sekarang dia bahkan lebih cantik dari yang kubayangkan.

"Kebetulan bertemu di sini, kamu udah dewasa, tampak agak gemukan malah," tuturnya seolah memuji sekaligus menghujat.

"Masa, sih?" Kuturunkan pandangan seolah mengecek postur tubuhku yang bahkan sangat macho dalam pandanganku. "Kak Anis kapan kembali ke sini? Ini abis dari mana? Mau beli apa?" Aku mulai memberondonginya dengan pertanyaan.

Jika mengikuti naluri, ingin sekali kudekap tubuhnya sebagai salam pertemuan. Namun, tidak akan, tidak akan pernah tersampaikan.

Ia hanya menyimpul senyuman, dan pastinya tidak heran lagi dengan respon yang terbilang biasa untuk ukuran orang yang baru pertama kali bertemu, setelah berpisah sekian lama.

"Tahun lalu, Ru. Ini baru balik dari sanggar. Mau beli es krim nih." Dijawabnya lengkap pertanyaan dariku satu per satu.

Kalian tahu bagaimana kondisi jantungku? Ah, tak perlu kukatakan panjang lebar, karena kalian pasti sudah tahu.

1
Han
Aku mampir ya kak
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
Ruaaarrr biassyaaahhh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!