NovelToon NovelToon
Miracles In December

Miracles In December

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Romansa Modern
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: UTiik KriStiantii

CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI?

‘KARENA TIDAK SEMUA CINTA,SEJATI.’


Bugh
Bugh
Bugh

“Gue bersumpah,seujung kuku pun elo nggak akan pernah menemukan keberadaan Kanaya.”Teriakku tepat didepan wajahnya.Lalu kutinggalkan dia begitu saja.

Sejak saat hari itu,aku memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluargaku.
Ya,memang itu yang aku alami.Bahkan lebih rumit dari yang sekadar orang lain pikirkan.

• Agra Atthafarizt Herdinata
• Agam Rayyan Atthafarizt
• Kirana Andrea Hilaya
• Kanaya Eisya Putra

Kuy baca ceritanya

Ini kisah Agra,Agam,Kanaya dan Kirana ya.Yang nanti bakal berlanjut keanak-anak mereka...


MAU MEREVISI DULU DAN MAAF JIKA NANTI TIDAK SINKRON DENGAN 'DARI SAHABAT KEAKAD' TERLALU LAMA HIARUS MEMBUTA DAKU LUPA ALUR TEPATNYA😂😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UTiik KriStiantii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minggat Dari Rumah bagian 01

Hari sudah berganti. Hati ini Agra bangun cukup siang. Menjelang tengah hari ia baru. Banyaknya pikiran dan pekerjaan sering membuatnya tidur hampir subuh.

Tetapi mungkin akan berbeda cerita jika perusahaannya sudah mulai berdiri dengan pasti.

Pagi ini setelah bangun, Agra tak langsung mandi. Ia memilih keluar kamar dan menuju meja makan. Matanya belum terbuka sempurna. Nyawa bahkan belum terkumpul semuanya. Namun ia sudah sampai di dapur.

Terlihat Arka dan salah seorang pembantu sedang menyiapkan makan siang. Arka-ibunya sampai heran dengan keadaan anak bujangnya itu.

“Anak bujang mama bangunnya pagi banget nak.” Sindir Arka. Agra tertawa tanpa dosa mendengar sindiran sang mama.

“Jadi kalong Agra sekarang ma. Malam melek siang merem.” Jawab Agra sekenanya.

“Jangan terlalu diforsir. Ingat kesehatan juga! Mama nggak mau anak mama sampai sakit.” Tegur Arka. Agra mengangguk.

“Memang kamu sibuk ngapain sih nak?” heran Arka. Agra terdiam, bingung juga mau menjawab apa. Akhirnya Agra memilih untuk menikmati camilan yang ada di atas meja.

Setelah kemarin hari Minggu, kebetulan hari ini juga tanggal merah. Sehingga seluruh anggota keluarga itu bisa berkumpul bersama.

Saat sampai di meja makan, ia langsung mencomot salah satu lauk kesukaannya itu.

Plak

“Bang. Mandi dulu sana! Anak muda jam segini belom mandi.” Tegur Arka. Arka saja yang tidak terlalu paham jika Agra sedang menekuni sebuah bisnis. Sehingga setahunya Agra semalaman begadang untuk hal yang tidak terlalu penting.

Arka memang membiasakan memanggil anaknya sesuai panggilan yang tepat. Selalu membiasakan panggilan bang pada ketiga anaknya. Agar mereka bisa saling menghormati.

“Yapel ma. Semamem makan ie dong.” Ucapnya tidak jelas karena mulutnya penuh makanan.

“Iya mie doang tapi satu porsi full ditambah telurnya 3 dan masih nambah milik Ave. Rakus.” Sahut Ave yang baru saja bergabung.

“Jorok ih bang Agra. Bau jigong tau nggak. Minggat Sono Lo! Mandi dulu.” Usir Ave pada abangnya.

“Iem yu.” Sahut Agra.

Arka sampai geleng-geleng kepala melihat kedua anaknya yang memang selisihnya hanya sedikit dan sering sekali bertengkar. Yang selalu membuat suasana rumah menjadi ramai.

Ave terbahak-bahak karena Agra tidak bicara dengan jelas saat mulutnya penuh dengan makanan.

Meskipun mulutnya penuh makanan ia tak berhenti untuk terus berbicara dengan adik dan mamanya.

“Bang. Mandi dulu lalu kita makan bareng!” Titah Althaf yang juga ikut bergabung ke dapur saat mendengar suara berisik di ruang makan.

“Nanggung pa. Makan dulu baru nanti Agra mandi.” Tolak Agra secara tidak langsung.

“Mandi atau tidak makan semuanya.”

“Siap pa.” Jawab Agra seraya memberi hormat setelah ia menelan makanan itu.

Pada Althaf, Agra tidak pernah membantah satu patah katapun.

Althaf memang sudah berubah sangat banyak setelah memiliki anak. Apalagi yang menjadi tanggung jawabnya sudah 4 orang anak.

“Bang Agra mah, kalau sama papa kek kerbau dicucuk hidungnya. Disuruh nyemplung jurang juga oke-oke aja.” Ledek Ave pada Agra.

“Afsheen.” Tegur Althaf. Ave seketika menoleh ke arah papanya sambil nyengir kuda.

Setelah hampir 45 menit Agra sudah kembali dari kamar. Ia terlihat lebih segar seusai mandi.

Di sana sudah ada kedua orang tuanya Adam, Meidina, Agam dan Ave. Agra sendiri langsung memilih kursi tempat biasa Arka duduk. Di samping Althaf. Padahal biasanya ia duduk di samping Agam. Ia sedang tidak mood untuk duduk di samping Agam.

Meskipun ganjal, Arka tidak mempermasalahkan sikap Agra tersebut.

Mungkin lagi pengen dekat sama papanya. Pikir Arka.

Dari sekian anggota keluarga, Agra makan yang paling banyak untuk kali ini. Bahkan sampai mengalahkan Ave yang biasanya selalu makan paling banyak.

“Lo laper apa kesurupan sih bang?” Tanya Ave.

“Ngadepin kenyataan juga butuh tenaga kalee Av. Lo kira gue Superman yang kuat tanpa makan.” Jawab Agra acuh tak acuh.

“Gue juga titisan Suzanna yang cukup makan kembang melati.” Lanjut Agra semakin tidak jelas arah pembicaraannya.

“Sakit kayaknya Lo bang.” Ucap Ave lagi.

Baru Agra ingin membuka mulut. Percakapan mereka sudah disela Adam.

“Ngobrolnya nanti.” Katanya ketus.

Agra dan Ave sama-sama langsung diam.

Seusai makan siang, Agra mengajak Ave untuk sekadar duduk di teras rumah. Tak lama bergabunglah Agam.

“Maksudt lo apaan kemarin nganterin Kanaya ke salon? Pakai acara marah dan ninggalin lagi.” tembak Agam langsung pada Agra tanpa melihat ke arah Agra.

Agra tersenyum kecut mendengar pertanyaan itu. Sedang Ave, ia bingung karena tiba-tiba Agam mengucapkan hal itu.

“Lalu alasan lo sendiri ngebatalin janji sama Kanaya apa?” Gantian Agra yang menyudutkan Agam.

Agam tak menjawab. Sedikit bingung dengan alasan yang akan ia katakan.

“Kirana? Atau sakit?” Kata Agra lagi. Agam bahkan sampai terenyak karena ucapan Agra barusan. Ia tidak menyangka jika Agra tahu semuanya.

“Lalu semalam apaan? Lo jalan sama Kanaya? Jangan Lo kira selama ini gue kagak tahu ya bang kelakuan Lo sama dua bocah itu.” ucap Agra mengeluarkan isi hatinya.

“Jangan karena keegoisan Lo, Lo mempermainkan dua hati perempuan yang masih sama-sama bocah.” Tegur Agra.

“Mantebin hati Lo buat siapa. Jangan Lo jadikan salah satu dari mereka sebagai cadangan jika satunya lagi ternyata menolak lo. Gue jamin, jika itu terjadi, eem maksud gue Lo sampai nyakitin Kanaya Lo bakal melihat seperti apa gue.” Tegas Agra.

“Ceh. Lo mau ngancam gue? Jangan karena sekarang uang Lo lebih banyak dari gue, Lo bisa mengancam gue.” jawab Agam.

“Uang? Bahkan uang yang gue punya kagak ada apa-apanya dibanding punya Lo. Ini bukan perihal uang bang. Tapi perasaan.”

“Lo sudah terlalu jauh mempermainkan perasaan seorang bocah. Jika memang tidak cinta, kenapa tidak Lo tinggalkan?”

“Hahahaha... Dan Lo bakal sok-sokan jadi pahlawan gitu? Hello, ini sudah siang. Bangun Lo dari tidur lo!” ledek Agam.

Ave mulai memahami situasi yang ada. Ia yang mendengar pertengkaran itu sedikit kecewa karena Agam yang tidak bisa bersikap dewasa sedikitpun.

“Gue percaya Lo banyak uang. Tapi bukan berarti Lo bisa urusin kisah cinta gue. Kanaya cewek gue. Jangan lagi ganggu dia!” Ucap Agam.

“Kalau gue jauhin Kanaya lo bisa janji buat jangan dekati Kirana? Lo harus pilih Kanaya atau Kirana bang! Kagak bisa Lo milih keduanya.” jawab Agra.

“Jangan rakus! Atau menyesal.” Jawab Agra santai sekali.

“Lo suka sama Kanaya? Hah?”Tanya Agam dengan suara yang sedikit meninggi.

“Kalau iya kenapa? Salah?” Jawab Agra santai. Ia tidak mau menghadapi Agam dengan emosi yang meledak-ledak, atau ia akan kalap dan bisa lupa diri.

“Jelas salah. Dengar! Dia cewek gue. Jauhin dia! Lo itu nggak ada di hatinya. Sama sekali. Ingat! JAUHIN! Dan kebih baik Lo pergi dari rumah ini. Bukannya elo udah kaya? Heh.” Ucap Agam.

Kalau boleh ucapan Agam barusan sangat menyakitkan. Agam memperjelas jika tidak ada tempat untuk dirinya dalam hati Kanaya. Agra tahu hal itu, namun jangan diperjelas sedemikian juga.

“JANGAN PERNAH MUNCUL DI DEPAN KANAYA LAGI!” Ucap Agam lagi.

Agra langsung berdiri. Menghubungi Enggar untuk menjemputnya ke rumah.

“Nggar jemput gue sekarang! Buruan!” ucap Agra. Panggilan terputus. Ave sampai terkejut karena Agra melakukan apa yang Agam ucapkan.

Ia tidak mau jika sampai Agra pergi dari rumah ini. Ia pasti akan kesepian. Dan ia tidak mau itu.

“Bang. Bang Agam cuma bercanda kok bang. Abang jangan pergi.” Pinta Ave pada Agra. Agra bergeming, keputusannya sudah bulat. Ia sudah diusir oleh abangnya sendiri. Meskipun ia tinggal ikut orang tuanya, namun Agam sudah mengusirnya.

“Bang. Please. Jangan tinggalin Ave sendiri!” mohon Ave lagi. Ia kelimpungan karena Agra tidak merespon ucapannya sedikitpun.

“Sorry Av.” Jawaban yang sangat tidak Ave harapkan.

Agra langsung berjalan menuju kamarnya. Mungkin pergi untuk sementara waktu dan menghindari abangnya itu akan lebih baik untuk kedamaian keduanya.

Di kamar Agra memasukkan baju-baju yang sekiranya ia butuhkan di kostan dekat tempat kerjanya nanti juga dekat dengan kampus.

Hanya barang-barang penting saja yang ia bawa kali ini. Selebihnya bisa ia ambil kapan

1
Eka Bundanedinar
setahun lbh ya g dilanjut lg kak
Kim Reyaa
please lanjut kk....bagus bget ini 😭😭😭
Arnieta Acika Marsa
kok gemes sih sama agama masak habis berbuat g inget sama sekali.sih tu Arga suruh tanya terakir kali sama kanaya kmn ngapain aja gitu biar inget tu
Eka Bundanedinar
g ada rasa salah sma sekali ya si afam bahkan sama anknya g nyadar kah ikatan drah daging
Kim Reyaa
😭😭😭😭 kanaya....kasihanya qm nay. agam bener2 ya .
Kim Reyaa
akhirnya up....kangen bang agra hiks. eh malah udah mp aj 😂😂
Cimol bojot kavling keuangan
penasaran akutu ending.n kaya gmn kumaha... meskipun update.n s'abad ttp d pantengin pemberitahuanna thor . ... ting lami teuing update deui.n
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
heleh skian abad ini baru up ..kirain udah punah 🙄
Eka Bundanedinar
ya ampun bang kilafnya knpa sama andara sih...
Eka Bundanedinar
ngilang kemana dulu kak... bang agra diumpetin mulu
Khanaya Fitri
sering up ja biar yg baca semangat g lupa sampe mana ceritanya biar makin seru bacanya
Cimol bojot kavling keuangan
sering sering di bikin konflik kak.... biar seru 😂😂
Khanaya Fitri
Alhamdulillah wis up lagi ya. moga lancar terus up nya g mandeg lama kaya kemarin kemarin.
Ardha Navara: amin kak
total 1 replies
Ardha Navara
hahahah iya kakak Eka🙏🙏
Eka Apriliani Inderita
First comment, bukan nih?
dewa
seabad ini ngilangnya
Eka Bundanedinar
smngt up kak
Arvi
lanjuttt terus
Arvi
semangat thor
Cimol bojot kavling keuangan
semangat semangat thor... terusin up.a
udh seneng up tiap hari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!