Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghukum Korudokira ?
Sore itu Yuki menjemput Yuuri di toko bunga setelah dia pulang dari dinas paginya. Tak lupa pria berkacamata minus yang selalu berpenampilan begitu rapi, bersih dan necis itu juga membawakan beberapa cemilan dan minuman untuk Yuuri dan Seina.
Dan kini mereka bertiga malah menikmati okonomiyaki bersama sambil berbincang santai menikmati kebersamaan ini masih di dalam toko bunga milik Seina. Karena selama ini Seina juga cukup mengenal dekat Yuki.
"Andai saja aku bisa menemukan Korudokira. Pasti tak akan membuat kami para polisi merasa tak berguna lagi seperti ini. Meskipun dia membunuh para penjahat, namun karena ulahnya malah membuah kami seperti orang yang tidak dibutuhkan saja. Rasanya seperti makan gaji buta saja." sungut Yuki sambil memasukkan sesuap potongan okonomiyaki ke dalam mulutnya.
"Lalu jika kalian sudah menemukannya, apa yang akan pihak kepolisian lakukan terhadapnya, Kak Yuki?" tanya Yuuri cukup penasaran dengan hal ini.
"Tentu saja kami juga akan menghukumnya! Biar bagaimanapun dia juga telah membunuh banyak orang dengan caranya yang sangat kejam dan keji. Yahh, meskipun yang dibunuh adalah para penjahat, tapi tetap saja dia telah membunuh orang. Dan dia harus mendapatkan hukuman dan diadili!" tandas Yuki yang kali ini menikmati teh susu hangat kalengnya.
"Menghukumnya? Bagaimana bisa kak Yuki menghukum dia? Padahal selama ini dia sudah selalu membantu pekerjaan kalian." celutuk Seina yang juga sudah menikmati okonomiyaki itu.
"Tentu saja! Sudah aku katakan sebelumnya. Jika dia telah membunuh banyak orang, maka dia harus dihukum. Biar bagaimanapun negarakita memiliki hukum dan peraturan. Dan dia mengabaikan kedua hal tersebut!" sahut Yuki kembali menandaskan.
Mendengar ucapan dari sang kakak, cukup membuat Yuuri hanya bisa terdiam selama beberapa saat. Angannya kembali teringat oleh sosok pria bertopeng Korudokira lagi. Namun setelah memikirkan sesuatu, dia mulai berkata mengungkapkan pemikirannya.
"Kakak, bagaimana jika dia menyesalinya? Apakah dia bisa terbebas dari hukuman? Bagaimana jika dia memiliki sebuah alasan untuk melakukan semua itu? Lagipula ... bukankah jika dipikirkan lebih jauh lagi, karena perbuatannya lah kalian para aparat kepolisian terbantu? Dia membantu meringkus para penjahat itu, dan seharusnya kalian memberikan apresiasi untuknya bukan? Tapi mengapa kalian malah akan memberikan hukuan untuknya?" ucap Yuuri menengadahkan wajahnya menatap sang kakak.
"Hhm. Benar apa yang dikatakan oleh Yuuri, Kak! Aku sependapat dengannya!" sahut Seina bersemangat. "Tapi sebenarnya ... Korudokira cukup berbahaya sih. Dia membunuh dengan tanpa perasaan dan sangat brutal. Pasti dia memiliki kepribadiannya juga sangat menyeramkan. Hiyyy ... sudah tangkap dan hukum saja dia, Kak Yuki!!" imbuh Seina yang seketika malah sependapat dengan pemikiran Yuki.
Mendengar ucapan dari Seina, seketika membuat Yuuri melongo tak percaya. Bagaimana mungkin sahabatnya bisa begitu berubah-ubah dan tidak memiliki pendirian seperti itu. Yuri mulai mengerucutkan bibirnya dan mencibir Seina yang menurutnya tak memiliki pendirian.
"Kau ini sebenarnya membela siapa sih? Dasar tidak punya pendirian!" syngut Yuuri kesal.
"Bukan begitu, Yuuri. Tapi pria itu pastinya juga akan memiliki kehidupan yang sangat menyeramkan, dingin, tak berhati, dan ... tentunya sangat membahayakan!" sahut Seina memperjuat jawabannya.
"Huft ... sudahlah terserah kalian saja." sahut Yuuri menyudahi makannya dan meninggalkan tempat itu.
"Yuuri, kau mau kemana? Bahkan kakak datang kesini untuk menjemputmu!" teriak Yuki memanggil sang adik.
"Aku akan pergi ke untuk membeli sesuatu dulu, Kak! Kakak pulang saja bersama Seina! Bye ..." sahut Yuuri tak menoleh dan terus melenggang hingga meninggalkan toko bunga milik Seina.
...🍁🍁🍁...
Setelah meninggalkan The Yokohama Foreign General Cemetery, Seijuro Shin memutuskan untuk mengunjungi sebuah caffe bar yang berada tak jauh dari tempat itu, karena kebetulan dalam beberapa waktu ini dia sedang tak memiliki sebuah pekerjaan.
Jadi dia memutuskan untuk sedikit menghibur dirinya sendiri. Meskipun sebenarnya dia hanyalah datang seorang diri, dan tak ada yang menemaninya.
Dia memesan beberapa botol wine dan mulai menikmatinya. Beginilah kehidupan Seijuro Shin. Dia selalu sendiri dan tak ada siapapun yang menemaninya, kecuali Yamato Takeru.
"Berikan satu botol lagi!" ucapnya saat menyadari jika semua botolnya kini sudah kosong.
"Tapi, Tuan caffe bar ini akan segera tutup. Sebaiknya tuan segera meninggalkan tempat ini dan pulang ke rumah saja." ucap pelayan pria itu menyarankan dengan ramah.
BRAKK ...
Seijuro Shin seketika menjadi murka dan menggebrak meja di hadapannya. Dia menengadahkan wajahnya menatap pelayan priq itu dengan pandangan yang sudah sedikit berbayang, karena sudah terlalu banyak minum.
"Berani sekali kau mengusirku?!!" tandasnya dengan suara menggelegar.
Tatapannya begitu tajam, dingin dan menusuk. Bahkan seketika membuat nyali sang pelayan pria menciut seketika.
"Ma-maaf, Tuan. Ta-tapi aturan di kafe ini adalah ..."
GREPP ...
Seijuro Shin berdiri dan segera meraih kerah pakaian pelayan pria itu, hingga membuat nafas pelayan pria itu tercekat. Namun belum sempat Seijuro Shin melakukan sesuatu untuk pelayan pria itu, tiba-tiba Seijuro Shin sudah hampir ambruk dan hampir kehilangan kesadarannya sepenuhnya.
Namun sang pelayan pria itu segera menahan tubuh Seijuro Shin yang sudah hampir ambruk menimpanya.
"Aduh, bagaimana ini? Aku sama sekali tidak tau dimana si kasar ini tinggal. Tidak mungkin bukan aku menelantarkannya begitu saja di luar? Dan tidak mungkin bukan aku membawanya ke kontrakanku? Haisshhh ... si kasar yang sungguh sangat merepotkan!"
Gerutu pelayan pria itu mulai meraih salah satu tangan Seijuro Shin dan mengalungkannya pada bahunya. Dia memapahnya untuk meninggalkan caffe bar ini.
Sementara itu ...
Terlihat Yuuri yang baru saja keluar dari perpustakaan kota. Karena setelah meninggalkan toko bunga milik Seina, dia menghabiskan sisa waktunya hari ini untuk pergi ke perpustakaan kota. Dia mencari beberapa buku untuk tugas kuliahnya dan juga membaca beberapa buku. Bahkan karena saking menikmatinya, tak terasa kini sudah malam saja.
Namun baru saja meninggalkan gedung besqr perpustakaan kota, Shiina malah melihat salah satu teman kuliahnya yang baru saja pulang dari kerja sampingan. Bahkan temannya juga masih mengenakan seragam dari caffe bar tersebut.
Pria itu terlihat baru saja menghadang sebuah taxi dan berniat untuk memasuki taxi itu. Namun ketika dia melihat Yuuri, dia mengurungkan niatnya dan malah menyapa Yuuri.
"Yuuri!!" sapa pria itu menyapa Yuuri penuh binar. "Darimana saja kamu? Mengapa pulang selarut ini?"
"Yuta! Aku baru saja pulang dari perpustakaan kota. Bagaimana denganmu? Tumben sekali kamu baru pulang? Apakah tempatmu bekerja sangat ramai hari ini?" balas Yuuri balik bertanya, karena sebenarnya Yuuri juga sudah cukup dekat dekat dengan Yuta.
Pria bernama Yuta itu mendengus kesal mengingat apa yang baru saja dialaminya beberapa saat yang lalu.
"Hari ini ada pelanggan yang sangat menyebalkan dan sangat kasar. Dia tidak mau pulang disaat kafe mau tutup. Dan kini dia malah mabuk dan malah mempersulitku ..." sahut Yuta mulai beralih menatap sisi belakang tempat duduk taxi dengan pintu yang masih terbuka itu.
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈