NovelToon NovelToon
Suami Kedua

Suami Kedua

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:123.3k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

"Kenapa kau pergi, Al? Bagaimana nasib anak kita yang sebentar lagi akan lahir? Kenapa semesta sangat tega! Kenapa kau meninggalkan kami, Alan!" Angelina Blaire menangis histeris sembari memeluk kemeja yang biasa dipakai oleh suaminya.

Angelina yang terpukul mengalami gangguan mental di penghujung kehamilannya. Ia selalu menganggap bahwa Alan masih hidup. Bahkan, salah mengira jika Adam adalah suaminya.

Hal itu membuat Damian Jackson, menganjurkan agar putra pertamanya itu menikahi istri dari mendiang putra keduanya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya, setelah Angelina menyadari bahwa selama ini suaminya bukanlah Alan, melainkan Adam?

Sekuel dari novel Salah Kamar ( Adik iparku, Istri ku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8. Mau Makan Kamu.

Damian memijat pelipisnya ketika ia membuka rekaman cctv-nya. Terlihat di sana bagaimana Angelina menangis dan berteriak histeris kepada penjaga. Bahkan, menantunya itu sampai mengarahkan pukulan berkali-kali.

Damian menahan napas ketika bagian gambar menunjukkan Angelina yang menunduk dan memegangi bagian bawah perutnya. Damian juga semakin mengurut pelipisnya. Rasa pusing m mendadak mendera kepalanya. Tak habis pikir, kepergian Alan sang putra Alan menyisakan kepahitan seperti ini.

Damian tentu saja tidak bisa abai. Meskipun, ia telah menikahkan Angelina kembali pada putra sulungnya. Apalagi, wanita itu tengah mengandung calon penerus keluarga, cucu yang ia harapkan dapat menjadi kebanggaannya nanti.

Damian beberapa kali memberi perintah kepada sang pengemudi, agar mengemudikan mobilnya agak cepat. Sambil sesekali mencoba menghubungi Katie, sang istri.

"Kenapa kau membisukan ponselmu," geram Damian dengan rahang mengetat.

Sementara, di mansion. Angelina memilih untuk duduk di depan pintu gerbang padahal matahari sudah sangat terik. Jam menunjukkan waktu yang telah lewat dari makan siang. Angelina berpikir pada saat ini Alan tengah kecewa padanya. Ia berpikir suaminya itu masih menunggunya di sebuah tempat. Angelina kembali menitikkan air matanya. Namun, sesaat kemudian perasaannya berubah menjadi kemarahan.

Ia marah, sebab merasa terkurung. Ponsel pun ia tak punya. Entah kemana benda berlayar datar itu. Angelina telah cukup lama tidak memainkannya. Ia nampak mengusap perut dengan tatapan yang nanar. Perawat menghampiri menawarkan minuman diambil memayunginya. Tapi, Angelina justru mengusirnya agar pergi.

"Pergi sana! Jangan sok peduli padaku!" teriak Angelina mengusir perawat yang khawatir padanya. Tiba-tiba, tatapannya tertuju pada perutnya yang membuncit ke depan. Ia teringat, kemarin suaminya mengatakan tidak berani menyentuhnya lantaran ia hamil besar. Hanya kata-kata itu yang Angelina ingat. Sehingga, ia sontak merasa benci dan kesal yang teramat pada mahkluk yang ada di dalam perutnya ini.

"Gara-gara kau! Ini semua kaulah penyebabnya!" Dengan berteriak, Angelina terlihat memukuli perutnya. Para pelayan dan perawat yang tengah memperhatikan dirinya dari jauh langsung ikut berteriak kaget. Mereka pun berlari. Berbarengan dengan mobil milik Katie yang masuk ke pekarangan.

Mia dan Clara akhirnya bisa bernapas sedikit lega. Melihat Katie yang langsung turun dan menghambur menghampiri menantunya. Keberadaan Angelina di depan gerbang pasti ada sesuatu.

"Astaga sayang!" pekik Katie kaget. Karena keadaan Angelina sungguh kacau. Rambut panjangnya yang ikal berantakan. Serta keringat yang membasahi kening serta pelipis. Bagaimana tidak. Jika menantunya itu, nyatanya berjemur di bawah terik matahari.

Ia langsung memeluk menantunya itu. Wanita muda yang di ketahui tengah hamil delapan bulan. "Sedang apa di sini hah?" tanya Katie seraya merapikan anak rambut yang menjuntai menutupi wajah Angelina.

Setelah tersadar bahwa yang kini mendekapnya adalah sang mama mertua yang baik dan penyayang. Angelina langsung menangis sesenggukan. Wanita itupun mengadu layaknya anak kecil yang di sakiti. "Mereka semua jahat padaku, Mom. Alan pasti marah dan kecewa padaku. Semua karena ulah mereka semua ...!" tangis Angelina semakin keras.

Katie memeluk menantunya itu semakin erat. Perlahan membawanya ke teras rumah agar tidak terpanggang matahari siang bolong.

"Memangnya kamu mau kemana sayang?" tanya Katie lembut. Ia menahan kesedihannya melihat keadaan Angelina seperti ini. Hanya karena demi bisa menenangkan perasaan menantunya tersebut.

"Alan mengajakku makan siang. Suamiku telah menungguku di restoran. Tapi ... para pelayan dan penjaga. Mereka melarang Angel keluar rumah. Alan pasti saat ini sedang menungguku dan .... kecewa padaku Mom!" Angelina bercerita dengan emosi yang berganti-ganti.

Gurat kerisauan serta kekhawatiran nampak jelas berganti dengan kecewa dan marah. Namun, sorot mata wanita itu kosong. Angelina berperang dengan isi pikiran yang ia ciptakan sendiri.

Katie hanya bisa mengusap punggung dan sesekali mencium samping kepala Angelina. Wanita paruh baya yang masih nampak cantik dan anggun ini, begitu menyayangi sang menantu, dan ia ikut sakit melihat keadaannya seperti ini. Semua, lantaran Angelina begitu mencintai Alan, putra bungsunya yang telah meninggalkan mereka semua dalam keterkejutan hingga saat ini.

Awalnya adalah, bahkan mereka tak ada yang bisa melihat wajah pria itu untuk yang terakhir kalinya. Sebab, pihak forensik dari kepolisian serta rumah sakit mengatakan keadaan Alan kala itu tidak bisa lagi di kenali.

Katie, menyusut air mata yang keluar begitu saja. Hatinya yang lembut, merasa amat teriris hingga perih itu tak kunjung hilang. Hatinya kembali sesak acap kali melihat keadaan Angelina.

"Sayang, mereka para pekerja hanya bermaksud melindungimu. Mereka khawatir Jika seorang wanita hamil dengan keadaan perutnya sudah besar keluar seorang diri. Mereka memiliki niat baik padamu dengan memikirkan keadaan dan keselamatanmu, sayang ...," tutur Katie lembut. Berharap dapat menenangkan hati dan perasaan dari menantunya ini.

"Tapi Mom. Aku ini sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi. Aku kan bisa pergi dengan sopir. Tapi satupun dari mereka tak ada yang mau mengantar. Jadi, aku berniat untuk pergi dengan taksi online saja. Tapi, mereka juga tak mau memesankannya padaku. Alan pasti kecewa padaku, Mom ... bagaimana ini...," rajuk Angelina yang mirip dengan rengekan anak kecil. Ia bahkan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, tanpa memikirkan keadaan perutnya.

"Sayang, tidak begitu. Suamimu, tidak akan pernah bersikap seperti apa yang kau pikirkan saat ini. Dia sangat sayang dan mencintaimu. Juga, bayi yang ada dalam perutmu ini. Karena itu, jagalah dia baik-baik jangan sekalipun berniat untuk menyakitinya. Karena itu sama saja dengan menyakiti dirimu sendiri juga hati dan perasaan suamimu. Kau mengerti kan, Angelina?" tanya Katie berusaha menelisik apa yang sang menantu rasakan saat ini.

"Benarkah? Alan tidak akan kecewa dan meninggalkanku, Mom?" cecar Angelina sekali lagi dengan tatapannya yang kosong. Sungguh, hal yang membuat siapapun tak tega dan trenyuh kala melihatnya.

"Tidak sayang, mungkin sebentar lagi dia akan kembali untuk menemanimu. Sekarang kita masuk ya!" ajak Katie seraya menuntun Angelina. Namun, di luar dugaan ... menantunya itu menepis tangannya.

"Mom? Apa benar jika Mommy dan Daddy yang telah memerintahkan para pekerja di rumah ini. Untuk memenjarakan aku? Melarangku untuk keluar rumah. Bahkan aku sudah tak lagi bekerja karena demi menjaga bayi ini. Dan, dengan alasan yang sama kalian membuat aku seakan hidup dalam sangkar emas. Kenapa, kalian begitu tega!" pekik Angelina seraya memberi tatapan tajamnya ke arah Katie.

Namun, sebelum Katie membuka mulutnya. Masuklah, Adam bersama Damian.

"Sayang? Apa kau melupakan suami mu ini. Sampai tidak menyambutnya?" rajuk Adam berusaha mengalihkan perasaan dari Angelina. Meskipun belum mendengar apapun cerita dari para pekerja. Ia telah curiga jika ada sesuatu hal yang terjadi berkaitan dengan Angelina.

Mendapati suara yang ia kenal. Angelina sontak menoleh dan senyumnya pun merekah lebar.

"Alan ...!" pekiknya dan hendak berlari untuk menghampiri keberadaan suaminya. Namun, Adam yang kaget telah melangkahkan kakinya mendekat lebih dulu.

"Hei kau jangan berlari. Ingat ada bayi kita di sini. Lagipula, apa tidak berat?" tanya Adam setelah ia menciumi seluruh permukaan wajah Angelina. Benar saja, apa yang ia lakukan seketika merubah warna perasaan Angelina.

"Aku mau jalan-jalan. Ke pasar malam!" pinta Angelina seketika.

"Oke, tapi nanti malam," jawab Adam.

"Kalau begitu, kita ke kamar ya. Aku mau makan kamu," ucap Angelina jelas. Dimana dapat di dengar oleh mereka yang berada di ruangan tersebut. Termasuk Katie dan juga Damian.

Adam sontak menoleh ke arah sang mommy.

Uhukk Uhukk!

Tapi, malah Damian yang tiba-tiba tersedak.

...Bersambung ...

1
falea sezi
menang banyak dpet perawan 3 kali hadeh
Hera sasuwe
👍
Dyah Oktina
😁😁😁 masa rasa lecet sih thor.. 🤭
Dyah Oktina
alan masih hidup???... duh kasihan adam dong.. dah merinding disco krn d goda sang istri..
Dyah Oktina
bukanya damian seneng anaknya yg menyebalkan telah tiada..
guntur 1609
lah brti keluarga Jackson gak tahun kalau alan masih hdup ya
guntur 1609
begh. brti akan sdh memerawani anak gadis sebanyak 3 org
guntur 1609
ya pastikan karna dia juga sam astatusnya dengan angel. sm2 menanti jackson
guntur 1609
memang darah tu lebih kental. dan ikatan batin mereka ternyata sdh terjalin. mngkn argon secara gak langsung yg membongkar identitas si alan
guntur 1609
memang takdir yg menyatukan mereka
guntur 1609
memang adam mempunyai pengorbanan dan cinta sejatinya tk angel
guntur 1609
jadi gak sabar lihat akhirnya jika nanti angel sadar kalau ternyata yg hidup sama dia tu si dan bukan alan. kasihan nantinya adam
guntur 1609
kasihan kau adam
guntur 1609
kan betul kecelakaan yg dialami akan. pasti ada hubungannya sm mamanya lili
guntur 1609
hahhaha lucu kalau lihat adam yg tegas dan berwibawa. bersikap konyol sprti ni
guntur 1609
lah brti akan berubah nama jadi Leon... emang takdir adam bersama angel
guntur 1609
hahahah kasihan adam si uji terus. yg sabar ya joninya babang adam
guntur 1609
brti jodoh akan si karen
guntur 1609
😂😂😂😂😂😂 panas panas panas kasihan kau adam
guntur 1609
😂😂😂😂😂😂😂😂. makin meradang lah dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!