NovelToon NovelToon
Tobatnya Berandal Kampung

Tobatnya Berandal Kampung

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

#Warning

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi jika kalian suka silakan ikuti dan komentar lah dengan sopan dan baik. Selain itu, cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan melecehkan perempuan bercadar. karena cerita ini. Alzena memiliki karakter tegas yang berbeda dari yang lain sehingga kalian mungkin akan bilang tidak sesuai dengan pakaiannya atau apa pun hal lainnya🙏🙏🙏🙏



Athar Azmi adalah seorang berandalan yang selalu menjadi ketakutan penduduk kampung di tempatnya berada.

Ia sangat suka menciptakan masalah besar yang mendatangkan keributan.

Hingga suatu hari Athar dan kelompoknya melakukan pengeroyokan pada seorang anak remaja.

Dimana saat itulah Ia di pertemukan dengan seorang gadis bercadar yang sudah di lecehkan nya.

~~~~

Jadi sebelum tahu bentuk pelecehan itu seperti apa? Alangkah baiknya di baca dahulu isi cerita di dalamnya😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Cincin Pengikat

Athar masih kebingungan untuk menjawab, Ia menoleh kearah Bunda dan Abah Dullah yang menanti jawaban tegas darinya. Tapi dengan satu syarat, Abah tidak mau mendengar ada kata penolakan menyakitkan dari putranya itu.

Selama ini Abah dan Bunda sudah cukup berat menghadapi tingkah konyol mereka yang selalu berbuat ulah tanpa memikirkan ketenangan orang lain.

"Cepet bilang iya, Thar. Atau lo bakal nyesel nanti," bisik Ardhan yang duduk tepat di sebelahnya.

"Athar ayo jawab, bagaimana dengan kamu?" Tanya Paman Ardy lagi.

Dengan berat hati Athar berusaha tersenyum dan mengangguk, "Iya Paman, Athar siap," jawab pemuda itu membuat semua orang yang ada di ruangan tersenyum senang.

"Alhamdulilah, itu artinya kelanjutan dari rencana ini bisa teratasi!" Timpal Bibi Marwah ikut bahagia. "Zena sudah bilang pada Ibu tadi Pak. Kalau dia bersedia menerima pinangan Athar, tapi mohon maaf. Karena untuk sekarang ini Zena tidak akan bisa bertemu dengan keluarga. Jadi nak Athar harap bersabar ya. Karena zena hanya akan bertemu nak Athar saat acara Akad nikah berlangsung!" Sambung Bibi Marwah.

Pak Dullah dan yang lain manggut-manggut. Mereka tidak akan memaksa Zena untuk keluar. Sebab jawaban Bibi Marwah sudah mewakili semuanya.

"Kalau begitu, seminggu ke depan kita akan mulai di sibukkan Pak Ardy. Saya ingin pesta pernikahan anak-anak saya bisa di kenang di sepanjang masa!" Pak Dullah berujar penuh semangat. Kapan lagi akan ada pesta besar-besar dalam rumahnya.

Tak lama setelah itu Pak Dullah meminta Bunda Alika mengeluarkan sepasang cincin di saku bajunya.

"Oh iya, ini adalah simbol pengikat antara Athar dan Alzena. Jadi Athar dan Zena harus memakainya agar tidak ada lagi yang berani mendekati mereka!" Tutur Pak Dullah lagi. Memberikan satu cincin untuk Athar dan satunya lagi untuk Alzena pada Bibi Marwah.

"Baik Pak, cincin ini akan saya berikan pada Zena!"

Gadis yang kini tidak memakai cadar di balik bilik kamar tak jauh dari ruang tamu itu merasa jantungnya terus berdebar-debar. Entah kenapa mendengar soal cincin itu Ia merasa dirinya tidak lagi gadis yang bebas.

"Ya Allah, semoga imam Zena adalah Ahli Agama," gumam perempuan itu terus bermunajat, seiring senyumnya mengembang dengan sempurna. Rasa penasaran pada calon suaminya itu tentu menyelubung dalam hati. Akan tetapi Zena harus menahan diri untuk melihat wujud suaminya kelak. Biarlah itu menjadi kejutan istimewa di hari pernikahan mereka.

Terdengar dari kamar Zena Pak Ardy masih terkekeh, "Iya Pak Dullah, ini adalah suatu kebahagiaan juga buat saya sebagai wali Alzena. Rupanya keponakan saya sudah dewasa. Hingga sebentar lagi akan melepas lajangnya!"

"Benar Pak Ardy, ini adalah sesuatu yang luar biasa. Kita jadi tahu bagaimana perasaan orang tua kita dulu saat satu persatu anaknya menikah dan membangun biduk rumah tangga sendiri!"

Gelak tawa menghiasi ruangan sederhana berbalut bata kasar, namun semua keluarga nampak sangat bahagia dengan rencana perjodohan yang sudah sejak lama mereka sepakati. Hanya saja Pak Dullah tidak menyangka jika ternyata dari ketiga anak lelakinya itu, Athar lah yang terpilih menikahi Zena.

"Ya sudah ayo di nikmati hidangannya. Maaf hanya ala kadarnya!" Pak Ardy berlanjut mempersilakan calon besan mereka menyantap makanan ringan yang sejak tadi di anggurkan sebelum akhirnya pertemuan antar dua keluarga itu berakhir.

Sesampainya di rumah, Pak Dullah tak henti-hentinya mewanti-wanti Athar, agar pemuda itu tidak berbuat ulah lagi di luaran. Pak Dullah khawatir rencana pernikahan yang di susun dengan sangat epik jadi berantakan.

"Ingat ya, Athar. Abah tidak mau dengar lagi ada kata Keributan dengan Sohib berandalanmu itu atau Abah akan mengirim kamu ke luar negeri!" Ucap Pak Dullah, mengancam.

"Iya, iya, Bah. Athar gak akan macem-macem kok. Tapi Athar boleh minta uang gak?" Pemuda itu dengan berani mengulurkan tangan kedepan Sang Ayah.

Pak Dullah mendelik geram, "Buat apa lagi? Bukankah Abah sudah memberi uang tiga juta perbulan untuk kamu dan kakak-kakakmu?"

"Anu Bah, sudah habis buat traktir temen-temen!" Athar sedikit takut dan cengengesan. Tahu kalau dia sudah melakukan kesalahan.

"Resiko!" Timpal Abah yang malah berlalu pergi, tanpa perdulikan permintaan Athar.

"Aduh, kok gak di kasih sih? Gak keren dong, anak jaman sekarang gak pegang duit!"

Athar hanya bisa garuk-garuk kepala lalu naik ke lantai atas, dimana kamarnya itu jarang sekali ditempati. Bagaimana tidak begitu, tidur malam saja Athar jarang karena seringnya begadang dengan teman-teman.

"Ah, pusing ni jadinya. Ngapain ya enaknya?"

Athar memutuskan mencari sesuatu untuk menghibur diri hingga Ia memeriksa seluruh laci satu persatu, sampai akhirnya bola mata pria itu terpana dengan cadar milih perempuan yang pernah dijumpainya kala itu.

"Hem, kenapa aku jadi kepo sih sama perempuan itu? Apa benar kalau perempuan bercadar itu memiliki paras yang cantik atau sebaliknya aku malah salah lihat lagi waktu itu?"

Dari pada pusing dengan pertanyaan di benaknya, Athar jadi makin khawatir dengan gadis bercadar yang juga hendak di jodohkan dengannya, "Apa dia cantik? Atau_?"

"Kenapa Nak?" Seloroh Bunda Alika, yang mengamati cadar di tangan Athar, "Loh, punya siapa itu? Kok ada sama kamu?" Tanya Bunda Alika penasaran.

Athar nyengir kuda, "Gak tau lah Bun, nemu di jalan tadi Athar pikir masker sih. Tapi kok panjangnya sampai ke dada?"

Bunda Alika mengusap kepala putra kesayangannya itu, Ia berharap Athar tidak akan mengecewakan harapan Abah Dullah kedepannya, "Oh, ya sudah. Besok Abah sama Bunda mau kabarin semua keluarga. Jadi kalau bisa kamu di rumah aja. Pamali calon pengantin keluyuran saat mendekati hari H!"

"Iya Bun, paling nongkrong bentar ma temen-temen!"

"Oh iya, ini uang. Pastikan tatto kamu itu segera di hapus!" Titah Bunda Alika lagi mengingatkan. "Yang bener saja Istrinya Shalihah, suaminya Raja berandalan!" Dengkus Bunda Alika sedikit mengulas senyum.

"Harus ya Bun?" Athar agak keberatan dengan hal itu. Pasalnya Ia menyukai ukiran tatto yang ada di bahunya.

Bu Marwah mengangguk pelan, atau Abah akan menghukum Athar lebih keras lagi.

Di tempat yang berbeda. Bu Marwah segera menemui Zena dan memberikan cincin titipan dari keluarga Athar.

"Ini adalah cincin pertunangan kalian , Ndok. Mulai sekarang kamu harus pakai ya?"

Zena menerima kotak dari tangan Bibi Marwah, dengan senyum terukir indah, "Iya Bi, Zena akan memakainya segera!"

*****

Pagi-pagi sekali sekitar pukul tujuh pagi, Bibi Marwah yang tidak bisa pergi karena harus mengantar Malik terapi meminta Alzena pergi ke pasar. Mereka harus membeli beberapa bumbu kering untuk kebutuhan satu minggu ke depan.

"Nak, Bibi minta tolong ya. Hari ini kamu pergi ke pasar sendirian buat beli beberapa bahan yang ada di catatan ini!"

Bibi Marwah menyerahkan robekan kertas yang sudah di persiapkanya beserta dengan beberapa lembar uang merah hasil menjual hasil kebun.

"Siap Bi, kalau begitu Zena siap-siap dulu sebentar!"

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
haish dena terlalu terburu-buru sih
buk e irul
penting udah punya dasar ya thar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Hah masa udah tamat lagi bang, kalau bisa ada bonchap ny dong bang 😂masih penasaran nih sama kisah nya zena dan athar
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lebih baik lapor polisi aj deh drpda athar di fitnah terus, seenggaknya polisi bisa mencari keberadaan farid dn teman teman ny
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
typo lgi bng harus nya malik😀bukan farid
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
malik mungkin thor kn bukan athar 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
lagian itu s zena suami belum tentu bersalah udh nyerah aja mu di poligami yg ada nnti kamu nyesel lho kl athar terbukti tdk bersalah
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
bagaimana pun juga zena pulang ke rumah bibi harus ada izin suami, ga bisa pergi begitu saja
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Dan akhir nya zena harus merasakan sakit hati dan kecewa, ah semoga aja farid in the cepet ketemu deh biar athar ga kena fitnah terus,maknya thar taubat jangan gaul lg sama mereka
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
selamat ya zena akhirnya kamu hamil, athar ingat kamu udh mau jadi ayah lho,perbaiki sifat dan akhlak kamu, dan lebih semangat cari cuan nya
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
seneng banget liat mereka akur, biasanya kan ipar itu suka ada rasa iri atau gmna,suka kl cerita nya kayak gini ga bikin darting 😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
semoga aja kabar baik yg di dengar keluarga, zena hamil dan athar bisa menjadi suami siaga dan lebih menyayangi zena
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
sepertinya zena hamil tuh,, thor jangan sampai ya athar kena getah nya si farid, masa iya teman2 athar yg nanam benih athar yg tnggung jawab kn ga lucu😳, kasian zena ya bang😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
manis banget sih kalian, kakak ipar nya thar udh hamil semua tuh, ayoo thar lebih semangat lagi bikin dedek bayi nya😂
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
aku hadir lagi nih😂
Duh kok feeling aku ga enak ya aku takut ny athar kena imbas dri kelakuan teman2 nya palagi waktu itu syfa ambil fhoto ny athar di markas
udah tamat loh....tu lah syifa,msin tuduh dah terhadap suami mu....mentang2lah berandal....kadang2 apa kita lihat pada sifat seseorang adakala tdk sama di dlm hatinya....

untung malik masih percya lg sama athar,padahal athar pernah membuat malik sengsara.....kok masih ada kepercayaan nya....

jgn kita terlalu menilai dari segi sifat,sikap seseorang.......
terimakasih thor ceritanya.....walaupun pendek....manfaat juga..
nah...udah ketahuan loh.....ibu syifa.....sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh ketanah juga....
verry good lah kau thar,berandal2an pun...nggk juga mau menikah...setia juga pada yg 1.....
dasar berandal nggk punya otak.....klo di keroyok bantai aja...apa nggk mati loh...kok ngomong gitu...
Mio Amore
mulai dpt cobaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!