Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
"Oh ya nanti sore jadi kan nemenin aku?" tanya Adreena.
Ok.
Khaira membentuk huruf O dengan ibu jari dan telunjuk nya, seraya tersenyum.
"Kak Bram awas jangan telat"
"Iya, bawel"
"Maaaammmmm!"
"Udah Bram jangan ganggu terus adik mu, cepat sana ke kantor" ucap Meilani
Setelah mencium punggung tangan mama nya, Bram langsung melenggang pergi ke kantor.
"Aku berangkat dulu Mam, makan siang udah di rumah hari ini cek laporan aja" Teriak Bram dari depan.
"Iya hati hati" Meilani menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak nya itu.
Adreena segera menyelesaikan sarapan nya, ingin mengantar kakak nya bekerja.
Setelah memanaskan mobil, Adreena melambaikan tangan sedangkan Khaira mengangguk sambil tersenyum.
Khairaa agak bingung tak mengerti, kenapa dirinya mengikuti Adreena ke depan, tangan nya beberapa kali memukul pelan kening nya.
Bram segera melajukan mobil nya, ada gelenyar aneh yang di rasakan saat menatap Khaira yang tersenyum.
"Sam kamu memang bajingan, menjebak gadis lugu seperti Khaira" batin Bram sambil sesekali melihat ke arah jalanan.
*****
Di kantor, Bram tengah menyelesaikan pekerjaan nya, sesekali ia melirik jam dinding yang tergantung di ruangan kerja nya.
Selain menjadi CEO BISTON Corp, Bram juga mempunyai usaha di bidang kuliner bersama teman dari masa sekolah nya dulu.
Bram membuka gerai-gerai makanan yang terjangkau untuk konsumen menengah ke bawah namun dengan cita rasa yang tidak berbeda dengan resto ternama.
Ia merintis nya benar benar dari nol, dari mulai mencari tempat, menyeleksi pedagang hingga pengaturan manajemen.
Tok...tok...tok.
"Masuk" ucap Bram.
"Maaf pak, di depan ada Bu Mika" ucap Cindy, sekretaris Bram.
Bram nampak sedikit kaget.
"Suruh dia masuk"
Cindy mempersilahkan masuk istri dari bos nya itu.
"Ibu di persilahkan masuk" ucap Cindy.
Mika berjalan dengan angkuh, menunjukan status sosial nya.
"Udah pulang?" tanya Bram datar
"Iya, makan siang bareng yuk " ucap Mika.
Eheemm
Bram berdehem.
"Kenapa tiba-tiba mengajak makan siang, biasa nya juga tidak" tanya Bram sambil meneruskan pekerjaannya.
"Ya aku mau berusaha deket aja, kita kan suami istri. Kalau kita tidak mau memperbaiki hubungan apa bisa pernikahan kita bertahan lama" ucap Mika.
"Tapi siang ini aku ada urusan sebentar, kita makan malam saja" jawab Bram.
"Ok no problem suami ku" Mika duduk di sofa yang ada di kantor Bram.
Sesekali ia menatap Bram yang sedang bekerja, ia baru menyadari jika Bram begitu tampan dan gagah.
"Nanti aku pulang ke apartemen" ucap Bram, membuyarkan lamunan Mika.
"Baiklah" Mika mengambil kunci yang di berikan Bram.
(Dasar pangeran kulkas) Mika menggerutu dalam hati.
Mika melajukan mobil nya ke arah apartemen Bram, dia baru saja pulang dari luar kota untuk melakukan pemotretan. Sementara butik nya di urus sementara oleh adik nya, Sahara.
Sahara dan dirinya adik kakak beda ibu, meskipun dia dan ibu nya tidak di anggap keluarga di hadapan publik, tetapi keluarga Adijaya memperlakukan ia dan ibunya dengan baik.
Mika hadir karena kesalahan Andrew Adijaya, Miranda yang adalah ibunya Mika berselingkuh dengan Andrew di saat hubungan dengan suami nya renggang hingga Miranda hamil dan Mika dinyatakan positif keturunan Adijaya.
Tapi kini ia sudah berdamai dengan masa lalu ibunya, ia memaafkan semua nya dan ingin menata kehidupan nya agar lebih baik.
Mungkin jika ibunya tidak berselingkuh, keadaan nya tidak akan seperti ini, lamunan Mika buyar saat ada pengendara lain yang membunyikan klakson.