NovelToon NovelToon
Pesona Cinta Majikan

Pesona Cinta Majikan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Tamat
Popularitas:724.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Berkisah tentang Jenar Ayu Santika yang harus rela menjadi pengasuh Aiden (5 tahun). Bocah yang memiliki karakter usil dan nakal serta kecerdasan yang berbeda dengan anak yang seusianya.

Keusilan Aiden berhasil membuat Ayu kesulitan dan juga mendekatkan dia dengan Edwin (Papah Aiden).

Apakah Ayu bisa menjadi pengasuh yang baik bahkan menjadi Ibu bagi Aiden dan Istri Edwin?

Ikuti terus kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - PCM

Posisi sekretaris Edwin sudah terisi oleh Mirna. Walaupun sebenarnya Edwin kurang cocok dengan Mirna tapi dia harus profesional kalau pekerjaannya membutuhkan sekretaris, juga berusaha untuk tidak asal memutuskan mengganti karyawan yang dirasa tidak cocok.

Apalagi Indra sudah merubah isi kontrak kerja dan bisa saja keputusan sepihak akan merugikan perusahaan. Tanpa melihat Mirna yang sepertinya berusaha mendekati dirinya, sementara ini Edwin cukup puas dengan hasil kerja Mirna.

Mirna sendiri merasa di atas awan saat diterima sebagai sekretaris Edwin. Kesempatan untuk dekat dan mendapatkan hati Edwin semakin besar.

Aku harus bisa mengambil hati Mas Edwin, agar masa depanku lebih terjamin. Sejak Kak Amira pergi, aku tidak bisa hidup seperti dulu. Susah cari kerja yang penghasilannya besar tapi nggak capek. Mas Edwin solusi dari permasalahan hidupku, batin Mirna.

Lagi pula Mas Edwin ganteng kok, nggak rugi juga walaupun dia lebih dewasa dan sudah punya anak. Kadang yang pengalaman lebih menarik, batin Mirna lagi sambil tersenyum.

“Mirna, kamu sudah catat semua hasil rapat?” tanya Indra, karena melihat Mirna hanya senyam senyum sambil menatap Edwin.

“Eh, hm sudah Pak,” sahut Mirna. Padahal sejak tadi dia hanya melamun memikirkan rencana mendekati Edwin.

“Mas Edwin, besok weekend ada rencanakah?” tanya Mirna saat dia dan Edwin keluar dari lift menuju ruang kerja Edwin.

“Ini di kantor, biasakan panggil aku Pak Edwin.”

“Iya Mas, lupa. Eh, Pak Edwin.”

Edwin hanya menghela nafasnya lagi-lagi Mirna menggunakan panggilan yang tidak profesional saat jam kerja.

“Jadi, besok Pak Edwin ada acara keluarga nggak?” tanya Mirna lagi.

“Entahlah, aku belum bicarakan dengan Aiden.”

Edwin akhirnya menyadari kalau akhir-akhir ini tidak ada laporan ataupun informasi dari sekolah mengenai Aiden. Bahkan Ayu tidak ada memberikan laporan mengenai perkembangan Aiden. Memutuskan pulang lebih cepat untuk menanyakan langsung pada Ayu.

...***...

“Apa kamu yakin tidak ada yang ditutupi?” tanya Edwin lagi.

“Hahh, hm … nggak ada Pak,” jawab Ayu.

Saat ini Edwin dan Ayu berada di ruang kerja Edwin yang ada di rumah, membicarakan masalah Aiden. Tapi apa yang dijelaskan Ayu agak membuat Edwin curiga, khususnya mengenai sekolah Aiden.

Apa Aiden berubah seperti yang dimaksud Ayu, secepat itukah, batin Edwin.

“Untuk berikutnya, laporan perkembangan Aiden setiap harinya. Termasuk urusan sekolah,” titah Edwin pada Ayu.

“Baik, Pak.”

“Weekend ini kamu nikmati untuk libur,” ujar Edwin lagi.

Ayu mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Edwin. “Maksudnya, ada kemungkinan weekend saya tetap bekerja?”

“Tentu saja, kalau ada urusan diluar kota yang tidak bisa aku tinggalkan kamu harus temani Aiden meskipun itu weekend.”

Ayu menganggukkan kepalanya.

“Apa aku diharuskan menginap?” tanya Ayu lagi.

“Tidak mesti, kecuali Aiden sakit atau ada kondisi kamu harus menemaninya.”

Keesokan hari, masih di kediaman Edwin. Aiden bangun agak lambat dari biasanya. Dia mencari Ayu karena membiarkannya kesiangan.

“Non Ayu sepertinya nggak datang, ini hari sabtu. Tuan Aiden ‘kan libur sekolah,” jawab asisten rumah tangga saat Aiden menanyakan keberadaan Ayu.

“Owh iya, aku lupa.”

“Aiden,” panggil Edwin.

Aiden yang berada di dapur untuk mencari tahu keberadaan Ayu, menghampiri Papanya.

“Apa hari ini kamu ada rencana ingin keluar atau tetap di rumah.”

Belum sempat Aiden menjawab, terdengar panggilan dari seseorang yang membuat perhatian Edwin dan Aiden menoleh ke arah suara.

“Selamat pagi Aiden Sayang,” sapa Mirna. “Wah, kamu makin besar aja. ganteng pula mirip Papa Mu,” puji Mirna. Aiden hanya diam dengan raut wajah datar tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Mirna.

Edwin akhirnya menawari Mirna bergabung untuk sarapan. Tentu saja hal itu tidak disia-siakan oleh Mirna.

“Aiden, tante rindu loh dengan kamu,” ujar Mirna.

“Benarkah?”

“Tentu saja. Kamu keponakan Tante, tentu saja tante akan menganggap kamu seperti anak tante sendiri.”

“Kenapa baru sekarang, sebelumnya tante kemana?”

Edwin yang sedang mengunyah makanannya terbatuk mendengar sindiran Aiden untuk Mirna.

“Itu karena tante sebelumnya sangat sibuk. Tapi tante selalu mencari tahu kondisi kamu kok.”

“Kalau tante menganggap aku sebagai anak tante, maukah menjadi pengasuhku?” tanya Aiden.

“A-apa, pengasuh kamu?” tanya Mirna.

1
Maya Djdj
seperti keinginan terakhir aja nih bocah
Mini Amora
good Aiden...

pak Edwin gercep
Mini Amora
astaghfirullah aiden
Mini Amora
seruuuuuu...

calon ibu & calon anak suka nge game😄
Mini Amora
melipir baca karyamu ini thor😍
Matchamatcha
definisi bocil kematian🤣🤣
ayu cantik
suka
pretty girl's
lumayan
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Sri Widjiastuti
sesuatu gitu lhoh.. Aiden ni minta digetok
Sri Widjiastuti
diih ngadon bayi seperti ekspetasi nya Aiden.... buyar dong g jd ngadon🤗🤗
Sri Widjiastuti
😁😁😁bener2 ini Aiden
Sri Widjiastuti
bocah semprulll🤣🤣🤣
Sri Widjiastuti
😇😇😂
Sri Widjiastuti
lagian bisa2 nya ngorok niii
Rinisa
👍🏻👍🏻👍🏻
Rinisa
Dasar aiden...😂
Rinisa
Next....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!