(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.
"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?
Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 SULIT BERUCAP SEPERTI ADA GEMBOK YANG TERKUNCI.
...🤗 Hai selamat membaca 🤗...
Kanaya hanya terdiam menatap wajah Alfan., yang berdiri di sebelahnya, Kanaya baru pertama kali menatap wajah lelaki dengan sangat dekat, dengan tatapan kosongnya, entah apa yang di pikirkan Kanaya.
Alfan pergi dari ruangan itu, dan kanaya pun menyusul dari belakang, mengikuti langkah kaki Alfan, Kanaya mengekor di belakang Alfan seperti anak bebek mengikuti induknya, di mana tinggi badannya jauh berbeda dengan Alfan. di mana Kanaya tinggi badannya hanya sekitar 155 dan Alfan 187.
Kanaya terus mengekor di belakang Alfan, untuk menuju ruang tamu. Kanaya dan Alfan di panggil oleh Kesya, karena sudah lama mereka di ruang makan, kemudian Kanaya dan Alfan pun duduk berhadapan di mana Kanaya berada di tengah Faisal dan Kesya, begitupun dengan Alfan berada di tengah Wanda dan Alvaro.
"Naya papah langsung saja ke intinya! kamu sudah tahu kan, kedatangan om Alvaro sekeluarga kesini? dan kami sudah menentukan tanggal untuk kamu dan Alfan menikah 2 hari lagi." ucap Faisal
"Apa secepat itu?" Gumam Kanaya
"Dan mungkin kalian menikah agama dulu, karena kamu juga belum cukup umur, paling di hadiri dengan keluarga dan kerabat." ucap Wanda,
Perkataan Wanda dan Faisal membuat, jantung Kanaya semakin tidak karuan. "Maaf Om, Tante" ucap Kanaya, setelah sekian lama Kanaya terdiam, kemudian dia memulai pembicaraan.
Semuanya pun terdiam menunggu Kanaya berbicara, dengan harap-harap cemas, tetapi tidak dengan Alfan. Alfan dia malah tersenyum senang melihat ke arah Kanaya.
_
_
_
_
Cukup lama Kanaya terdiam, di dalam hatinya ingin sekali berbicara. tetapi bibirnya sulit sekali berucap, seperti ada gembok terkunci yang menempel di bibirnya, "Aku harus bisa!" gumam Kanaya, kemudian dia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan,
Kanaya langsung mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk. "Maaf Om dan Tante , saya bersedia menikah dengan kakak Alfan, tetapi saya punya satu permintaan, saya minta satu tahun lagi setelah lulus sekolah, saya akan menikah dengan Alfan.!" ujar Kanaya.
"Hahaha." semua orang pun tertawa tetapi tidak dengan Alfan, senyuman di wajahnya pun kini perlahan-lahan memudar, mendengar jawaban dari Kanaya.
"Ayo kita lakukan! satu tahun lagi setelah aku lulus, aku akan menikmati masa-masa sekolahku dengan Anisa, sebelum Aku menikah denganmu, walaupun aku tahu, aku tidak bisa memiliki hatimu! setidaknya aku bisa memiliki hati mamah dan papah mu yang telah memberikan ku kehidupan." gumam Kanaya, sambil tersenyum sinis ke arah Alfan
Alfan pun yang melihat ke arah Kanaya dengan tatapan mautnya, dia merasa sangat kesal, dengan jawaban Kanaya, "Aku kira kamu gadis botol, polos, ternyata kamu sangat berani, kamu tidak takut akan perkataan ku tadi, perkataan ku tidak membuat mu takut sama sekali, atau membuat mu sedih, sekarang aku dalam masalah besar! dia tahu kalau papah dan mamah akan menyetujuinya." gumam Alfan
"Naya mamah kira kamu mau mengatakan yang sebaliknya! Yah mamah setuju untuk kamu menikah dengan Alfan satu tahun lagi, bukannya lebih baik, kalian mengenal lebih dekat? Alfan pasti akan menunggu kamu, dia sudah menunggu kamu selama 17 tahun lamanya, dan satu tahun bukan hal yang sulit untuk Alfan, Ya Alfan?" ucap Wanda, meyakinkan Alfan.
"Iya...mah?" jawab Alfan singkat.
Wanda mengeluarkan kotak dari tasnya, dia membuka kotak itu yang berisi cincin, itu adalah cincin couple untuk Alfan dan Kanaya. yang sudah tertulis nama mereka, Cincin itu terlihat sederhana, tetapi harganya tidak usah di ragukan lagi sangat mehong.
Wanda sengaja menyiapkan cincin itu dari jauh-jauh hari dia bertanya kepada Kesya ukuran jari tangan Kanaya, Wanda mempersiapkan itu saking senengnya akan memiliki menantu, dan Kanaya adalah orangnya.
"Mamah bawakan cincin, tadinya untuk kalian pakai lusa, walaupun dengan begitu, kalian kan, sepasang kekasih, jadi sekarang pakailah ini untuk pengikat kalian berdua, Ayo Alfan pakaikan ke Kanaya sayang." pinta Wanda
Alfan pun menurut dan mendekati Kanaya, Alfan memakaikan cincin itu di jari tengah, Kanaya, dengan wajah yang sulit di artikan. begitu pun dengan Kanaya memakaikan cincin itu ke Alfan, Kanaya merasa sangat gugup, ini pertama kalinya untuk Kanaya memegang tangan lelaki selain papah dan kak Kevin, tetapi Kanaya bisa melakukannya dengan baik, walaupun tangannya sedikit bergetar.
Kedua orang tua Kanaya dan Alfan, merasa senang melihat kedua anak mereka sudah saling terikat. Faisal dan Kesya sangat senang melihat Kanaya yang sudah seperti anak yang dewasa bisa mengimbangi Alfan, dan sipat kanak-kanaknya hilang seketika.
Setelah semuanya selesai kedua keluarga pun saling berjabat tangan, kemudian keluarga Faisal, mengantarkan keluarga Alvaro untuk pulang karena sudah larut malam,
...****************...
Kanza terbirit-birit melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya sangat mewah, Kanza pun terhenti karena berpapasan dengan keluarga Alvaro di pintu masuk rumahnya, kanza langsung bersalaman, kemudian mendekat ke arah Kesya,
Tiba-tiba Alfan yang sudah sampai di depan mobilnya Dia berbalik dan menghampiri Kanaya, "Bisa kita bicara sebentar." tanya Alfan
"Iya bisa!" ujar Kanaya singkat, kemudian Kanaya pun, mengikuti langkah Alfan dengan malu-malu.
Alfan dan Kanaya berhenti tidak jauh dari mamah dan papah mereka. kemudian Alfan berbisik ke telinga Kanaya "kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan.
Kanaya pun berjinjit dia berbisik ke telinga Alfan. "Aku tidak akan menyesalinya ini pilihanku, jadi aku tidak akan menyesalinya." jawab Kanaya.
Di hadapan keluarga Alfan dan Kanaya, mereka merasa senang, melihat Alfan dan Kanaya sudah tidak gugup lagi, Alfan dan Kanaya terlihat sudah seperti tertarik satu sama lain, Alfan dan Kanaya juga terlihat sangat serasi ketika bersama, Wanda dan kesya meras menang meninggalkan Alfan dan Kanaya tadi di ruang makan, menjadikan mereka tambah lebih dekat.
Setelah itu Keluarga Alvaro pun pergi dari kediaman Faisal dengan dua mobil, yang satu di tumpangi Alfan, dan yang satu di lagi tumpangi Alvaro dan Wanda,
Melihat kepergian keluarga Alvaro, keluarga Faisal pun memasuki rumah mereka, dengan bisikan Kanza yang tak henti-hentinya ke telinga Kesya, pada sampai akhirnya mereka pun sampai di ruang tamu.
"Sumpah mah Alfan sangat ganteng dan tampan, kamu Naya sangat beruntung bisa di jodohkan dengan Alfan, padahal aku juga mau mah, kalau di jodohkan sama mamah kalau orangnya tampan seperti Alfan." ujar Kanza
"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang? ujar kesya, yang menjawab pertanyaan Kanza.
Sebelum di tanyakan yang macem-macem oleh kesya dan Faisal, kanza sudah mengambil ancang-ancang untuk melarikan dari mamah dan Papahnya.
...****************...
Sementara itu di dalam mobil Alfan, dia sedang menelpon seseorang, "siapkan aku yang seperti biasa." ujar Alfan Sambil mengecup ibu jari tangannya.
...Bersambung........
...Lanjut ke Bab berikutnya......
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..