Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.
Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.
Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[Bos, I Love You Episode : 08] Karna menyadari seberapa mahal dirinya.
“Kenapa kakak bisa mengenal Alissa Moon?” sontak pertanyaan itu membuat kedua adik kakak itu saling bertatapan diantara keheningan lift yang terbentang, bahkan Alrescha tidak percaya atas apa yang baru saja di tanyakan adik laki-lakinya.
Kenderick adalah adik kandungnya yang sedarah dengan dirinya, bahkan pria itu tidak pernah bersikap dingin seperti tatapan yang ia tampilkan sekarang, Kenderick baru saja menyelesaikan pendidikanya tahun lalu, ia di tugaskan ke perusahaan cabang untuk memahami beberapa hal dilapangan, dan baru beberapa bulan Kenderick kembali ke Negara ini, bahkan ini baru pertama kalinya Alrescha melihat tatapan seperti ini dari adiknya.
“Apa maksud pertanyaanmu itu?” tanya Alrescha dengan nada malas.
“Aku mengenal Alissa, dia adik kelasku saat kuliah. Kenapa dia ada disini, dan seperti apa hubungan kalian sampai harus berpelukan?” kejar Ken dengan tatapan tajam, bahkan membuat dirinya tidak bisa mengendalikan diri akibat geram dan kesal. “Apa kau melupakan kak Abel? Bukankah baru beberapa bulan ia koma dan kau sudah seperti ini dengan wanita lain, jika kau ingin main-main jangan dengan Alissa, cari wanita lain yang pantas kau permainkan, karna Alissa tidak pantas untuk itu” kali ini ancaman yang Ken lontarkan terlihat sungguh-sunguh.
Membuat Alrescha semakin tidak percaya atas apa yang dikatakan oleh adiknya, hingga sebuah pertanyaan terlintas di benak Alrescha saat tatapan keduanya saling mengancam.
“Apa hubungan kau dengan Alissa?”
“Aku menyukainya, maka jangan ganggu Alissa” sontak kalimat itu memecah nalar warar Alrescha
Apa yang tengah difikirkan oleh adiknya, apa dia berfikir Alrescha memiliki hubungan dengan wanita itu, bahkan ia sebegitu mencintai Arabella untuk apa Alrescha menyukai Alissa, ia bahkan tidak mengenal wanita itu sepenuhnya, selain mengetahui wanita itu adalah orang gila yang menurut Alrescha sebagai candaan saja atas sikap bodohnya.
“Hahaha…." gelak tawa melintang dari mulut Alrescha Nero. "Apa maksudmu?” tanya Alrescha saat menatap adiknya yang sudah berubah menjadi pria dewasa, jarang sekali Kenderick bertingkah dewasa seperti sekarang. “Aku tidak menyukainya, tadi itu tidak seperti yang kau lihat, lagian aku mengenalnya hanya beberapa waktu saja, dia melamar keperusahaan karna itulah aku bertemu denganya hari ini, lain dari itu aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan gadis bodoh itu"
"Apa kau yakin?" tanya Kenderick untuk memastikan.
"Tentu saja" saut Alrrscha untuk meyakinkan.
Seketika kalimat tenang yang di lontarkan kakaknya, membuat kerutan didahi Kenderick sirna, entah mengapa ada kelegaan tersendiri setelah mengetahui hal itu, keduanya keluar dari sana menuju ruang kerja Alrescha, bahkan masih ada kejanggalan bagi Ken tentang kakaknya dan Alissa.
“Bagaimana kakak bisa mengenal Lisa?” tanya Ken dengan nada menuntut, seolah ia menyimpan ingin tahu besar, yang harus dijawab oleh kakaknya, membuat Alrescha terdiam saat berfikir adiknya memanggil nama gadis itu "Lisa" apakah hubungan mereka sedekat itu.
“Ceritanya panjang” balas Alrescha dengan kalimat dingin.
“Kenapa sulit di ceritakan, apakah sudah sedalam itu kau mengenal Lisa hingga sulit menjelaskanya dari mananya” bentak Ken dengan tidak terima hingga menghentikan langkah kaki keduanya.
“Apa masalahmu sebenarnya Ken, sudah aku katakan padamu, tidak ada apa-pun antara aku dan dia, aku bahkan tidak mengenal siapa wanita gila itu, hanya saja beberapa kali aku terlibat dengannya, jika kau menyukainya tentu kau sudah tau tentang wanita itu bukan? Apa aku tahu jika wanita itu membawa kutukan atas apa yang ia ucapkan, dan itu terjadi pada Arabella!” sontak Kenderick terdiam tanpa mampu bicara, seolah ia tidak menyangka rumor tentaang Alissa sampai pada kakaknya, jika sudah begini, pasti Alrescha Nero tengah menyelidiki Alissa.
“Melihat ekspresi wajahmu, sepertinya kau sudah mengetahui tentang rumor itu. Perlu kau tahu, aku bertemu dengannya karna ucapan wanita itu yang menyebabkan Arabella kecelakaan hingga terbaring di ruang ICU. Jadi sudah pasti aku tidak akan melepaskan wanita yang kau cintai begitu saja, sebelum aku memastikan jika rumor itu benar atau tidak. Dan aku perlu ingatkan, sekalipun ia wanita yang kau sukai jangan memohon padaku untuk mengampuninya” sontak kalimat Alrescha membuat Ken bungkam, ia sudah bisa menerka seperti apa kekejaman kakaknya pada wanita, apalagi menyangkut masalah Arabella, tapi apa yang bisa Ken lakukan, ia masih belum bisa membuktikan rumor itu salah atau benar, hanya saja ia percaya jika Alissa memiliki sesuatu yang aneh pada dirinya.
Alrescha membanting pintu untuk memasuki ruang kerjanya, sambil mendudukan diri diposisi. “Kakak, Alissa tidak mungkin mencelakai Kak Abel, sekalipun ada rumor seperti itu, tidak seharusnya kau menargerkan Lisa atas apa yang terjadi pada Kak Abel, karna dia tidak terlibat apapun atas ini” pinta Kenderick dengan begitu gigih, bahkan ia tidak bisa tenang sebelum memastikan kakanya tidak akan macam-macam dengan Alissa.
Sebab melihat Alrescha Nero sediam ini, membuat ketakutan tersendiri bagi Kenderick, sudah seharusnya ia tidak menyulut emosi pria itu, hingga Kenderick sedikit gugup untuk bicara denganya.
“Kenapa kau panik sekali, biasanya orang yang tidak melakukan kesalahan akan bersikap tenang, apa kau mengatakan jika rumor tentang wanita itu adalah kebenaran?”
“Kakak!” bentak kenderick dengan tidak terima.
“Maka, diam saja dan jangan memancing emosiku” sontak kalimat itu menjadi ultimatum tegas, seolah Alrescha Nero tidak memerlukan bantahan atau kalimat tambahan apapun, membuat Ken mengerti jika tidak ada yang bisa ia lakukan, selain membiarkan semuanya berjalan sesuai alur.
Kenderick keluar dari sana sambil membanting pintu ruangan kakaknya, hingga Ken menghilang di balik pintu yang menyisakan sepengal kalimat yang terngiang, bahwa Kenderick menyukai Alissa, lalu ada apa dengan Alrescha hingga dirinya sangat terganggu atas kalimat yang baru saja di lontarkan Ken, membuat pria itu semakin frustasi saat membanting tubuh untuk menghilangkan fikiran yang berkabut.
Saat bersama wanita aneh itu masalah dan beban fikiran yang ada seperti menghilang begitu saja, bahkan dengan sikap bodoh yang di tampilkan Alissa mampu mengalihkan perhatian Alrescha hingga sulit sekali untuk dirinya bertingkah mengerikan, dia benar-benar menjadi dirinya sendiri tanpa di sadari, padahal selama bertahun-tahun ini Alrescha begitu mencintai Arabella, tapi sekarang ini dirinya kenapa? Hingga tidak pernah memikirkan Arabella, dan malah menaruh perhatian pada gadis gila itu, jika berfikir tentang Alissa, apakah ada sesuatu yang menarik darinya. Apakah sudah ada kesalahan yang terjadi di diri Alrescha?
Tidak, Alrescha tidak bisa seperti ini, melemahkan dirinya atas tampilan polos dari wanita bernama Alissa, mungkin saja saat ini wanita itu tengah memainkan trik dengan dirinya, agar Alrescha jatuh pada jebakan yang ia buat, jika sebenarnya sedari awal wanita bernama Alissa itu bisa saja menjebak dirinya hingga sekacau ini, tentu saja dengan menarik perhatian Alrescha akan menjauhkan dirinya dari kecurigaan, jadi sangat salah sekali sikap yang saat ini Alrescha lakukan, di tambah adiknya sangat menyukai wanita itu, membuat Alrescha harus tahu lebih jelas seberapa dalam Kenderick mengenali gadis licik itu.
***
Mungkin rasa suka akan bertahan beberapa bulan dan waktu bahkan saat seseorang tidak lagi melihat orang itu, bayanganya mungkin pudar hingga tidak terkira, namun berbeda bagi Kenderick ia tidak menemukan jawaban apapun atas rasa suka ini, ia sadar jika hampir bertahun-tahun ia menyukai Alissa, tapi hingga detik ini Kenderick tidak bisa menyimpulkan perasaan ini pada wanita itu, baginya Alissa membuat benteng pertahanan hingga sulit di jangkau olehhnya secara pribadi, bahkan saat Ken berusaha untuk mendekat, jarak antara dirinya dan Alissa semakin jauh hingga sulit di tempuh, sampai akirnya Kenderick memutuskan mencintai Alissa diam-diam.
Sejak masuk perguruan tinggi Kenderick di dekati oleh para wanita yang mengincar uang dan nama baik keluarga yang di sandangnya, bahkan semenjak itu Kenderick selalu memanfaatkan uang utuk membangun relasi dengan mereka, tentu saja ia tidak akan merugi karna Kenderick memiliki lebih dari yang seharusnya, tapi lingkaran itu lama-lama semakin mepersulit kehidupanya, diantara banyak orang yang ada di sekitar Ken, tidak ada satupun yang bisa ia percayai, bahkan semua wanita yang ia kencani selalu saja menikmati uang yang Kenderick berikan, tentu saja ia sadar akan hal itu hingga membiarkannya begitu saja, tapi lama kelamaan manusia memang terbiasa menjual harga diri mereka dengan sebatas uang dan barang-barang mewah.
Sampai saat itu Kenderick adalah salah satu kakak kelas yang melakukan penerimaan atas mahasiswa baru, ia melihat Alissa yang sibuk dengan dirinya sendiri, entah kenapa mata Ken sulit sekali di lepaskan dari Alissa, hingga apapun yang di lakukan Alissa selalu menarik perhatianya, saat itu juga Ken ingin memiliki Alissa, meskipun ia sadar jika uangnya akan di manfaatkan untuk ini, tapi Ken tidak mempermasalahkan, karna kali ini ia benar-benar menyukai Alissa.
Ken menaruh sebuah kalung mahal dengan edisi terbatas di loker Alissa, dengan sebuah surat jika Alissa harus menemuinya di lantas, sesuai dengan harapan gadis itu melakukan apa yang ia inginkan dan menemui Kenderick yang tengah mengunggu dengan berbangga diri.
“Akirnya kau datang” ucap Kenderick dengan menyapa, bahkan ia memperhatikan betapa cantiknya gadis itu saat mengunakan pakaian yang seherdara, bahkan Ken sudah memeriksa latar belakangnya, jika ia adalah anak dari panti asuhan yang menerima beasiswa dari pemerintah untuk menlanjutkan pendidikan, tentu saja ada nilai tersendiri bagi Ken melihat gadis benama Alissa, bahkan ia sudah membayangkan setelah Alissa menerima dirinya, Ken akan mempermak penampilan gadis itu dengan uangnya.
“Apa ini milikmu?” tanya Alissa saat menyodorkan kotak perhiasan di gengamanya kearah Kenderick.
“Benar, itu utuk mu” ucap Ken dengan nada manis, membuat Alissa tersenyum getir mendengar hal tersebut.
“Kenapa kau memberiku kalung seperti ini? Apa kau sekaya itu?" tanya Alissa dengan kalimat menghina yang berhasil di samarkan dengan manis, tentu ia tidak bisa membiarkan orang lain melihat kartunya sebelum melemparkan tamparan pada pria menyebalkan tersebut.
“Tentu saja aku kaya, apa kau ingin jadi pacar ku, maka aku akan memberikan hal-hal mewah seperti itu setiap harinya, kau bahkan bisa tinggal di apartemen dan tidak perlu bekerja sampingan lagi” ucap Kenderick dengan spontan, tentu saja ia meyakini jika wanita manapun akan menerima dan mempertimbangkan hal seperti ini dengan cepat.
“Jadi kau ingin kita pacaran, dan aku akan mendapatkan segalanya? Begitu?” tanya Alissa sekali lagi saat menimbang-nimbang kotak perhiasan di tanganya.
“Tentu saja, apa kau tidak tahu tentang keluarga Nero? Aku adalah ahli waris kedua keluarga Nero, dan tentu saja dengan mudah memberikan hal sekecil itu padamu” ucap Ken dengan senyum malu-malu, bahkan rona pipinya terlihat sekali betapa bangga Ken mengucapkan hal itu.
Hingga sebuah tawa kepuasan terbalas dari Alissa atas ucapan yang baru saja di lontarkan pria itu, etah kenapa ada sedikit miris yang menyakiti dirinya, di lain sisi Alissa ingin menghina dan melontarkan kata-kata sampah kepada manusia yang menilai apapun berdasarkan uang, tapi disisi lain kemampuan yang ia miliki dapat melihat beberapa penderitaan hingga membentuk dirinya seperti itu, ada sedikit rasa kasihan yang sulit ia terima, tapi tetap saja, sekalipun lingkaranya adalah para manusia sampah, ia tidak seharusnya menjelma menjadi sampah, bukankah tidak ada bedanya kita dengan mereka.
“Kau bahkan ahli waris kedua, sudah seperti ini bersikap padaku, jika ahli waris kedua bisa seperti ini, bagaimana dengan ahli waris pertama? Aku rasa kakak mu jauh lebih tampan dan mapan, aku lebih baik mengejar kakakmu yang bertolak belakang dengan dirimu, Tuan Muda Nero!” ucap Alissa sambil melangkah mendekati Ken, bahkan ia meraih tangan pria itu untuk mengembalikan kotak perhiasan mewah yang di berikan secara Cuma-Cuma padanya.
“Aku tidak mengerti bagaimana kau menjalani hidup, aku tidak paham kenapa kau masih saja berkeliaran diantara para sampah, hingga tanpa kau sadari sikapmupun berubah menjadi mereka” ucap Alissa dengan tegas, membuat Ken merasa terhina saat melihat perhiasan yang di kembalikan Alissa padanya.
“Apa ini kurang?” tanya Ken dengan tertegun, tentu matanya masih melihat pada kotak pandora berwarna silver dengan merek dunia yang mungkin satu-satunya di desaian untuk Alissa.
“Tentu saja! Ini sangat kurang untuk ku. Tidak semua orang melihat sesuatu berdasarkan angka atau nilai, tidak peduli seberapa kayanya dirimu, seberapa banyak uang mu, tapi jika kau tidak bisa memiliki seseorang yang tulus dengan uang mu, maka kau adalah manusia paling menyedihkan. Aku bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan ini, dan dengan percaya diri kau memberikanya, apa kua gila!” bentak Alissa dengan mengancam, membuat Kenderick terdiam menatap kepada wanita itu.
“Apa kau tengah bersikap munafik, aku tahu kau membutuhkan uang, kau bahkan bekerja sampingan untuk hidupmu, dan kau juga membutuhkan barang-barang seperti ini bukan? Kenapa kau menolak, ayolah jangan bersikap naif. Aku tahu wanita menyukai hal seperti ini” ucap Ken dengan tatapan menghina, kali ini ia benar-benar tidak percaya ada wanita yang menolak uang dan dirinya.
Plakkkkk……..
Sebuah tamparan melayang ke pipi Kenderick, seolah tak ada ampun dari Alissa lagi, tatapan tajam gadis itu mampu menyelisik ke ruang hati Ken, ia tidak mengerti apa yang dilakukan oleh wanita itu padanya, apakah ia tengah menyukai wanita yang salah, atau dirinya yang sudah melakukan kesalahan.
“Tidak semua orang bisa kau beli dengan uang, mungkin selama ini kau menjalani kehidupan menyedihkan dan aku memahami itu, tapi jika kau meyamaratakan semua orang dengan lingkungan mu, aku rasa kau sudah membuat kesalahan Tuan Nero! Aku tidak tahu dari mana kau menyimpulkan aku menyukai hal itu, sekalipun aku membutuhkan uang dan hidupku di gelimangi kesusahan, aku tidak akan menukar harga diriku dengan barang dan uangmu!” baru saja Kenderik ingin membantah Alissa dengan cepat menyambung ucapanya “Dan kau! Kenapa masih bertahan dengan orang-orang yang seperti sampah sampai dirimupun berubah menjadi sampah! Jika kau sudah merasa jijik dengan semuanya, bukankah menjauh dari mereka adalah jalan terbaik, tapi kenapa harus kau yang merasa takut!Sedangkan dirimu yang paling di butuhkan! Jika kau percaya uangmu tidak akan ada habisnya, seharusnya kau percaya, semua lalat di hidupmu juga tida akan ada habisnya. Jika sudah seperti itu untuk apa kau membohogi diri sendiri dan berada di kehidupan sampah seperti itu, apa aku salah?” kali ini ucapan Alissa membuat Ken terdiam, ia tidak pernah mengerti kenapa gadis ini dapat memahami dirinya, sebenarnya siapa wanita itu sampai ia mengetahui tentang Kenderick.
“Apa kau ingin tahu jawabanya kenapa kau tidak bisa pergi dari mereka? Karna kau menganggap dirimu tidak berharga, memberikan uangmu pada mereka agar mereka tidak meninggalkanmu, memanjakan wanita-wanita dengan barang agar kau tidak kehilangan cinta, bagiku kau sama saja sampahnya dengan mereka, karna tidak menyadari seberapa nilai dirimu sendiri. Aku hanya menyarankan untuk terakir kalinya, jika kau ingin memiliki seseorang, kau perlu mencintai dirimu sendiri, tanpa kau mencintai diri sendiri, kau tidak akan bisa mencintai siapapun” sontak kalimat Alissa terhenti dengan tatapan menyelisik penuh ancaman, ia sadar jika kalimatnya di terima secara baik, dan semoga saja ucapnya mampu menyadarkan pria bodoh itu, setelah selesai dengan kalimat itu, Alissa pergi dari sana dengan emosinya yang membara.
“Jika nanti aku sudah menjadi diriku, apa kau mau mencintaiku?” teriak Ken yang di selimuti ketidak percayaan, entah kenapa wanita itu benar-benar menjadi sesuatu bagi dirinya.
“Kenapa dengan pria gila itu?” gumam Alissa saat memandang tajam kearah belakamg, hingga ia menghilang dari hadapan Ken.
Semenjak saat itu, Ken benar-benar merubah hidupnya, ia tidak pernah melakukan kebodohan seperti biasa, bahkan satu persatu Ken kehilangan teman-temanya, hanya saja ia merasa hidupnya semakin berharga, dan pada akirnya mereka sendiri yang datang padanya, karna apa? Karna merekalah yang membutuhkan Kenderick, merekalah yang membutuhkan koneksi dan juga membutuhkan nama serta apapun yang dimiliki Ken, semenjak saat itu Kenderick menyadari nilai dirinya, apa yang di ucapkan Alissa benar-benar membentuk pola pikir pria itu, hingga secara diam-diam Ken memperhatikan Alissa, hanya saja dinding antara mereka memang terpasang kokoh, sampai akirnya tembok itu runtuh saat kakak kandungnya memeluk gadis yang ia cinta bertahun-tahun.
Untuk kali pertama, Kenderick mengungkapkan perasaanya pada seseorang, untuk kali pertamnya Kenderick merasa sakit seperti penghianatan, seolah ia semakin sulit menerima kenyataan. Bagi orang lain yang mempercayai rumor, mungkin Alissa sebatas wanita gila bagi mereka, tapi bagi dirinya gadis itu memiliki harga tinggi yang tidak bisa di tawar oleh apapun, sehingga Ken sendiri tidak sanggup memilikinya karna ia menyadari seberapa mahalnya Alissa untuk di miliki seseorang.
Up dong thor🙏🙏🙏
semangat Thor aku padamu🤗