NovelToon NovelToon
SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

SALDO ISTRI, NAFKAH SUAMI

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Uangku adalah uang kita, tapi uangmu adalah uang keluargamu."

​Kalimat itu menjadi pahit yang Arumi telan setiap hari. Membesarkan dua anak yang beranjak dewasa sendirian di bawah atap yang sama dengan seorang suami, Arumi merasa seperti single parent berstatus menikah. Sementara sang suami tampil necis dan loyal di luar sana, Arumi harus berjuang dengan wajah kusam di depan laptop demi biaya sekolah anak-anak.

​Sampai kapan Arumi harus mengalah? Apakah pernikahan sepuluh tahun ini layak dipertahankan jika keberadaannya hanya dianggap sebagai 'mesin penghasil uang' yang tak berhak bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saldo Istri, Nafkah Suami

​Matahari sore di atas langit Gang Rejeki mulai meredup, menyisakan warna jingga keemasan yang memantul indah di atas permukaan kaca mobil SUV mewah milik Dimas. Riuh rendah obrolan para pekerja bangunan dan ibu-ibu yang baru selesai melihat cetak biru proyek katering masih terdengar di sudut-sudut lahan. Di tengah kehangatan dan rasa syukur yang membuncah dari warga, atmosfer di area tengah proyek mendadak berubah drastis ketika sesosok pria berantakan tampak melangkah limbung dari balik kerumunan.

​Pras, dengan kemeja kantor yang sudah kusut masai dan napas memburu menahan amarah bercampur rasa minder, akhirnya tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya. Rasa iri, dengki dan panas yang membakar jiwanya saat melihat Arumi tersemprot senyum manis pada pria lain telah mengalahkan akal sehatnya. Langkah kakinya yang tadinya ragu-ragu, mendadak dipaksakan maju membelah kerumunan warga. Isak tertahan dan kepalan tangan yang bergetar hebat di dalam saku celananya kini beralih menjadi sebuah dorongan agresif yang penuh keputusasaan.

​Sret.

​"Arumi!"

​Sebuah bentakan yang cukup nyaring memecah keheningan di area tengah lahan kosong tersebut. Beberapa pekerja bangunan seketika menghentikan aktivitas mereka. Pak RT yang kebetulan masih berada di sana untuk mengobrol dengan mandor proyek langsung menoleh, begitu pula dengan Arumi dan Dimas yang sedang berdiri berdampingan.

​Arumi membalikkan badannya. Begitu matanya menangkap sosok pria yang melangkah kasar ke arahnya, senyuman manis di wajah anggunnya seketika lenyap, digantikan oleh tatapan dingin, datar, dan sedalam es di kutub. Tidak ada rasa takut, tidak ada lagi gemetar di tubuhnya seperti berbulan-bulan lalu saat ia masih menjadi keset di rumah pria itu. Arumi yang sekarang adalah wanita yang sudah berdiri kokoh di atas kakinya sendiri.

​"Pras?" desis Arumi pelan, nyaris tak terdengar namun sarat akan penegasan bahwa pria di depannya ini hanyalah serpihan masa lalu yang tidak lagi memiliki arti.

​Pras berhenti tepat tiga langkah di depan Arumi. Matanya yang merah menatap Arumi dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia melihat blus batik modern pastel yang melekat pas di tubuh mantan istrinya, melihat kulitnya yang kini bersih terawat, dan melihat aura kepemimpinan yang memancar kuat. Rasa tidak terima membuat hatinya semakin teremas.

​"Oh, jadi begini kelakuan kamu di belakangku selama ini, Rum?" Pras membuka suaranya dengan tawa hambar yang dipaksakan, mencoba menutupi rasa mindernya di depan banyak orang. Ia sengaja mengeraskan suaranya agar didengar oleh warga sekitar, berharap bisa menjatuhkan harga diri Arumi yang sedang melambung tinggi. "Pantas saja kamu bersikeras meminta cerai dan buru-buru mengusir aku dari rumah! Ternyata spekulasi Mama dan Rika selama ini benar. Uang warisan itu cuma kedok, kan? Aslinya kamu sudah punya simpanan laki-laki kaya di luar!"

​Mendengar tuduhan keji yang meluncur begitu saja dari mulut Pras, beberapa ibu-ibu kampung yang masih berada di lokasi langsung kasak-kusuk penuh rasa geram. Mereka tahu betul bagaimana menderitanya Arumi dulu, dan mendengar Pras memutarbalikkan fakta membuat atmosfer sore itu semakin memanas.

​Pras menunjuk kasar ke arah Dimas dengan jari telunjuknya yang bergetar.

"Hebat kamu ya, Arumi! Belum juga ketukan palu sidang cerai kita mengering, kamu sudah berani bawa laki-laki lain ke kampung ini, pamer kemesraan di depan umum, bahkan sampai bikin perusahaan pakai nama berdua! Dasar perempuan tidak tahu diri! Kamu selingkuh di belakangku selama kita menikah, iya?! Jawab, Arumi!"

​Tuduhan murahan itu menggema di area proyek. Pras mengira Arumi akan menangis atau ketakutan seperti biasanya. Namun, Pras salah besar. Arumi justru melipat kedua tangannya di dada, menatap Pras dengan pandangan menjijikkan, seolah-olah pria di depannya ini hanyalah seekor serangga kecil yang mengganggu jalannya.

​Sebelum Arumi sempat membuka mulutnya untuk memberikan pelajaran, sebuah bayangan tubuh yang tegap dan besar melangkah maju, memotong jarak di antara Pras dan Arumi.

​Set.

​Dimas dengan gerakan yang sangat tenang namun penuh wibawa langsung pasang badan, berdiri kokoh laksana benteng baja di depan Arumi. Tubuh Dimas yang tinggi atletis seketika membuat Pras yang tampak kuyu dan berantakan terlihat semakin kecil dan tidak ada apa-apanya. Sepasang mata hitam Dimas menatap lurus ke dalam manik mata Pras dengan pandangan yang begitu tajam, dingin, dan mengintimidasi.

​"Jaga mulut sampahmu, Tuan Pras," ucap Dimas. Suaranya yang bariton, berat, dan tenang justru terdengar jauh lebih mengerikan daripada bentakan histeris Pras tadi. Setiap kata yang keluar dari bibir Dimas penuh dengan penekanan yang menusuk langsung ke harga diri pria kikir itu.

​Pras terkesiap, langkah kakinya otomatis mundur setengah langkah karena terintimidasi oleh aura dominan yang dipancarkan Dimas. Namun, egonya yang terluka membuatnya mencoba memberontak. "Siasa kamu?! Tidak usah ikut campur ya! Ini urusan rumah tangga saya dengan Arumi! Kamu cuma laki-laki asing yang merebut istri orang!"

​Dimas tersenyum sinis, sebuah senyuman meremehkan yang membuat wajah tampannya terlihat semakin dingin. "Rumah tangga? Maaf, sepertinya Anda lupa ingatan atau sengaja tidak mau mengakui kenyataan. Status hukum Arumi saat ini sudah resmi bukan lagi istri Anda. Hubungan kalian sudah selesai, putus, dan tidak ada ikatan apa pun lagi sejak pengadilan mengetuk palu cerai akibat ketidakbecusan Anda menjadi seorang kepala keluarga."

​Dimas melangkah maju satu kali lagi, membuat Pras terfokus mendongak untuk menatap wajah eksekutif muda di depannya.

​"Harusnya Anda punya cermin di rumah," lanjut Dimas dengan nada menyindir yang luar biasa tajam. "Datang ke sini tanpa diundang, memata-matai mantan istri yang sudah hidup jauh lebih sukses, lalu berteriak-teriak seperti kucing garong kelaparan yang kehilangan mangsanya. Tidakkah Anda punya rasa malu sedikit pun?"

​Wajah Pras seketika berubah merah padam, lalu memucat seketika. Kata-kata kucing garong memata-matai yang diucapkan Dimas tepat sasaran menghantam niat busuknya yang datang ke kampung ini untuk memeras uang.

​"Kamu... kamu tidak tahu apa-apa soal kami!" sergah Pras dengan suara yang mulai bergetar, mencoba mencari pembelaan. "Arumi itu bisa kaya karena uang dari merayu laki-laki seperti kamu kan! Dan anak-anak yang dia bawa itu anak kandung saya! Saya punya hak atas mereka!"

​Arumi yang berdiri di balik punggung kokoh Dimas akhirnya melangkah ke samping, menyejajarkan posisinya dengan Dimas. Ia menatap Pras dengan senyuman dingin yang sarat akan kemenangan.

​"Jaga mulut sampah kamu Pras!!, Hak apa yang kamu maksud, Pras?" tanya Arumi, suaranya terdengar sangat renyah namun menusuk. "Hak asuh anak? Seseorang yang membiarkan anaknya kelaparan karena pelit memberi uang belanja, seseorang yang mengungkit-ungkit biaya popok dan susu setiap malam, apakah layak berbicara tentang hak asuh anak? Selama sepuluh tahun aku diam bukan karena aku bodoh, Pras. Tapi karena aku mengumpulkan setiap bukti kebusukan dan kekikiran keluarga kalian."

​Arumi maju satu langkah, menatap lurus ke mata mantan suaminya yang mulai memancarkan ketakutan. "Datang ke sini sore-sore dengan pakaian kusut seperti ini... taruhan pasti, ruko grosir milik mamamu sedang diambang penyitaan bank, kan? Atau kartu kredit adikmu yang tidak tahu diri itu sudah diblokir? Dan kamu... apa uang kas kantor yang kamu pakai diam-diam sudah ketahuan?"

​Deg.

​Jantung Pras rasanya mau copot. Bagaimana bisa Arumi tahu secara detail semua masalah finansial yang sedang mencekik keluarganya saat ini? Wajah Pras berubah pucat pasi, keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

​Warga yang menonton di sekitar lokasi proyek mulai berbisik-bisik kasar, mencemooh Pras yang datang hanya untuk memeras mantan istrinya yang sudah sukses. Pak RT bahkan mulai melangkah maju bersama beberapa pemuda karang taruna dengan wajah yang tidak bersahabat, bersiap mengusir Pras jika pria itu berani berbuat nekat lebih jauh lagi.

​Dimas kembali bersuara, kali ini dengan nada yang penuh ancaman hukum yang nyata. "Mendatangi tempat ini dengan niat melakukan intimidasi, melakukan pencemaran nama baik di depan umum dengan tuduhan selingkuh yang tidak berdasar, serta melakukan ancaman perebutan anak secara ilegal... semua tindakan Anda sore ini sudah cukup untuk membuat Anda mendekam di balik jeruji besi, Tuan Pras. Tim legalitas dari PT. Arumi Dimas Sejahtera berada di dalam mobil saya, dan jika Arumi memberikan perintah sekarang juga, surat laporan polisi akan sampai ke meja hijau besok pagi."

​Dimas melirik ke arah mobil SUV-nya, lalu kembali menatap Pras yang kini sudah gemetar setengah mati. "Ditambah lagi dengan masalah penggelapan dana kantor Anda... saya rasa, karir dan hidup Anda akan selesai dalam waktu singkat jika saya menggunakan sedikit jaringan bisnis saya untuk mempercepat proses penangkapan Anda."

​Ancaman dari Dimas bukan sekadar gertakan sambal. Pras tahu betul, pria di depannya ini adalah seorang CEO perusahaan logistik besar yang namanya tertera jelas di papan proyek besi di samping mereka. Kekuatan uang dan pengaruh Dimas berada di level yang jauh berbeda dari dirinya yang hanya seorang karyawan biasa berutang menumpuk.

​Harga diri Pras yang setinggi langit runtuh sehancur-hancurnya sore itu di hadapan seluruh warga Gang Rejeki. Niat hati ingin datang sebagai serigala yang mengintimidasi domba, ia justru berakhir seperti tikus got yang terpojok dan siap diinjak.

​"Rum... kamu..." Pras mencoba berbicara dengan sisa-sisa suaranya, namun tatapan Arumi yang begitu asing dan penuh kebencian membuatnya sadar bahwa wanita ini tidak akan pernah bisa ia gapai lagi. Arumi sudah terbang terlalu tinggi, meninggalkan dirinya yang mulai tenggelam ke dalam pusaran karma finansial yang mengerikan.

​"Pergi dari sini, Pras," usir Arumi datar tanpa emosi. "Sebelum aku benar-benar kehilangan sisa kesabaranku dan membiarkan Dimas menjebloskanmu ke penjara hari ini juga."

​Dengan tubuh yang bergetar hebat karena malu, marah, dan takut yang bercampur jadi satu, Pras akhirnya membalikkan badannya. Di bawah tatapan mata mencemooh dari ratusan warga kampung dan tawa sinis tersembunyi dari para pekerja proyek, Pras berjalan setengah berlari kembali menuju mobil sedan hitamnya yang terparkir di bahu jalan. Langkah kakinya terasa begitu berat, membawa pulang kekalahan telak dan kepanikan luar biasa tentang bagaimana ia harus menghadapi neraka tagihan bank di rumahnya yang sudah menanti tanpa ampun. Topeng kesombongan keluarga parasit itu kini telah hancur sepenuhnya, tepat di sudut gang yang dulu selalu mereka remehkan.

1
Heriyani Lawi
Dimas ini org Bali kan, pasti agamanya Hindu. beda keyakinan dg Arumi
Arin
/Heart/
eka suprihatin
maaf ya..tokoh utama kan Prasetyo.. trus siapa Revan 🙏🙏
Arin
Makanya hidup sesuai kan dengan pendapat jangan di lebihkan. Jadinya rugi sendiri. Bergaya sok punya harta gak taunya...... Nikmati saja sekarang kehancuran keluarga mu karena perbuatan keluarga mu sendiri
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Arieee
mantap👍👍👍👍👍👍👍
Arieee
mantap 👍👍👍👍👍
Uthie
pantas menempati kolong jembatan mereka 😌
Uthie
karma kontan 😏
Suanti
kapok sekeluarga tinggal di kolong jembatan jdi pengemis 😭😭😭
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Arieee
wowwwwww mantap 👍👍👍👍👍👍
Suanti
syukurin sekeluarga jdi gembel 😭😭😭
Uthie
rasaiiiinnnnn 😝😆
Uthie
Sukurin 😝😆
Uthie
dasar laki mokondo 😡
Uthie
Maaf Thor Koreksi 🙏
nama mantan Suami Arumi adalah PRAS.. bukan nya REVAN 😁🙏
blcak areng: Terima kasih kak koreksinya mata kadang suka ngantukkan 🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kerennn 👍👍😍
brondong nya juga keren 👍😁
Arieee
mantap 🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
Suanti
manta mentua, dan mantan suami. arumi klu dengar arumi mau menbangun usaha catering bsr2an langsung jantungan / stroke 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!