NovelToon NovelToon
Prince Charming And The Beast

Prince Charming And The Beast

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: mama uzda

Prince Charming, begitulah orang-orang menyebut Alan Madaharsa Antara, kakak kelasku. Dia adalah laki-laki yang memiliki ketampanan paling pas, tidak kurang ataupun lebih. Senyumnya itu selalu bisa mengalihkan dunia semua gadis yang melihatnya, tapi tidak dengan matanya. Aku yang tidak sengaja melihat kesedihan dan kepiluan di matanya itu tiba-tiba terjebak di dalam kisah klasik bersamanya. Tapi aku beriskukuh untuk keluar dari kisah ini. Ya, seorang gadis dengan julukan "The beast" sepertiku seharusnya tidak mungkin bisa bersamanya,kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama uzda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alvin

Alvin POV

Aku tersenyum bangga setelah berhasil menyelesaikan seratus soal matematika dari Bu Siska tanpa mencontek punya Alan. Setidaknya kali ini aku tidak harus bergantung pada si jenius itu.

"Alvin..., Kamu mau apel?" Tiba-tiba Cici Natalie, kakakku datang sambil membawa sepiring apel yang sudah dikupas.

"Boleh, Ci...," Kataku langsung menghampirinya yang ada di depan pintu kamarku.

"Belajar lu? Belajar yang bener, jangan main cewek mulu !" Sindir Cici Natalie.

"Apaan, sih Cici..., Alvin beneran belajar tau. Udah gak main cewek lagi...," Kataku pura-pura tobat.

"Hmph..., Biasanya juga mainin cewek lu bareng siapa tuh, temen lu, Alan...,"

"Ck, udah main ceweknya, Ci. Mau UN." Kataku.

"Inget, lu, lu punya Cici..., Emangnya lu mau Cici dimainin sama cowok. Karma Tuh berlaku !!" Katanya. Dia selalu bilang begitu kalau memergokiku main cewek.

"Udah, Cici pergi sana.., Alvin sibuk belajar !!" Kataku mendorong kakakku yang sangat cerewet ini.

JGREK !

Aku langsung menutup pintu. Entah kenapa mataku ini tiba-tiba tertuju pada ponselku yang dengan nyamannya menikmati kasur empukku sendirian. Aku langsung pergi ke kasur lalu membanting tubuhku ke sana sambil mengambil ponselku. Aku mau lihat sekali lagi pesan yang dikirim oleh Sheilla.

0856*****346~Shei Uzumaki

Kak, tadi aku matiin hapenya. Soalnya kenapa kak Alvin ngasih telponnya ke kak Alan. Duh.., aku takut kalo ngomong sama dia...,

"Pft...," Kataku cekikikan sendiri sambil membaca usernamenya. Kenapa dia menggunakan nama tokoh anime itu. Apa dia sangat terobsesi sampai-sampai menamai dirinya sendiri dengan nama itu.

"Norak banget, sih nih cewek. Hemm.., tapi gue jadi punya ide buat ngasih dia kejutan. Alan pasti juga gak akan marah kalo gue main-main dikit sama ceweknya yang ini. Cewek norak kayak dia emang seru kalo dijadiin mainan." Pikirku saat itu.

*

Keesokan harinya,

Aku sengaja pergi ke Kantin sendirian tanpa Andra dan Alan yang sedang unjuk kebolehan di lapangan. Cewek norak itu pasti akan datang ke kantin. Benar saja, dia pergi ke kantin dan langsung membeli tiga bakpao coklat dan sebuah susu stroberi. Dia seperti Alan saja sering beli susu stroberi. Aku dengan percaya diri mendatanginya,

"Hai, Shei Uzumaki...," Sapaku.

Dia langsung terpaku, lalu berbalik pelan-pelan, dia menatapku kaget dengan wajahnya yang memerah. Dia pasti malu, salah sendiri namain diri sendiri pake nama norak gitu.

"Kak Alvin...., Ke,kenapa...,"

"Itu,kan nama username elu...," Kataku lalu merebut susu stroberi yang baru saja ia bayar.

"Kak, susu stroberi nya ...,"

"Nanti gue bayar ini pake hadiah...," Kataku.

"Hadiah?"

"Iya...,"

"Hadiah apa?" Tanyanya.

"Ayo, ikut gue." Kataku lalu berjalan dengan santai sambil meminum susu stroberinya.

Aku membawa dia ke kelasku.

"Cepetan,kak.., aku udah laper loh...," Kata Sheilla. Dia ini, sepertinya dia tidak takut padaku, mungkinkah dia menganggap aku temannya. Dasar bodoh.

"Iya,iya..," kataku lalu mengeluarkan sebuah kotak dari tasku.

"Apa ini?" Tanyanya.

"Udah, bukanya nanti aja di rumah." Kataku sambil mengedipkan mataku sebelah.

"Pft...," Dia malah ketawa.

"Kok lu ketawa, sih ?"

"Kak Alvin gak usah sok-sokan ngedip-ngedipin mata, sama aja.., kelihatan merem, hihi...," Sialan. Dia membalas kebaikanku dengan ejekan. Ya, meskipun kebaikan ini palsu.

"Duuh.., lu tuh,ya.., bisa aja....," Kataku sambil mencubit pipinya sekeras mungkin. Rasakan pembalasanku.

"Adaaw..., Kak Alvin cubitannya maut !!" Rintihnya berusaha melepas tanganku.

"Ehem.., ehemm..," tiba-tiba ada orang yang merusak suasana pertarungan diam-diam ini.

"Kayaknya ada yang mesra banget. Gak puas telpon-telponan berdua kemaren? sekarang malah cubit-cubitan?" Aku langsung melepas tanganku yang mencubit pipi Sheilla saat tiba-tiba Alan muncul di antara kami berdua. Dia benar-benar aneh, kenapa dia berkata seolah-olah cemburu ? Bukan seperti dia biasanya.

"Cubitan kak Alvin itu penuh dendam. Gak patut dibanggakan...," Tiba-tiba Sheilla menatapku tajam. Dia langsung melawan seranganku rupanya.

"Udah,udah.., gue udah bayar utang,kan.., sekarang lu pergi aja,ya...," Kataku yang sudah tidak tahan ditatap tajam begitu olehnya. Apa Alan sering ditatap begitu, dia ternyata cukup tahan.

"Utang? Utang apa__," mata Alan langsung tertuju pada kotak yang ada di tangan Sheilla. Ia langsung merebutnya.

"Ini apa?" Katanya mengocok-ngocok kotak itu.

"Entahlah." Jawab Sheilla.

"Gue buka dulu, baru nanti gue yang putuskan, ini perlu lu bawa atau enggak !" Kata Alan. Apa dia sedang marah? Tapi marah kenapa? Cemburu,kah? Gak mungkin. Masa cewek norak, jelek kayak dia dicemburuin? Dunia sudah terbalik kalo begini caranya.

Alan langsung membuka kotak itu dan ia akhirnya melihat isinya,

"Action figure?" Kata Alan heran.

"Woah..., Action figure Naruto !!" Kata Sheilla heboh dan langsung merebut action figure itu dari tangan Alan. Matanya seakan berbentuk bintang.

"Ya ampun,kak Alvin..., Ini,kan mahal banget, aku harus puasa Daud selama dua bulan sambil jalan kaki buat pulang ke rumah kalo mau beli ini..., Makanya..., Ya ampun..., Aku.., aku bakal bayar sisanya, ini mana mungkin bisa dibayar sama susu stroberi doang....," Sepertinya dia benar-benar bahagia. Apa aku kelewatan,ya.

"Ck, lu sebahagia itu cuman dapet boneka kayak gitu???" Tanya Alan kesal.

"Iya..., Kak Alvin, tenang, Sheilla Inggrid bukan orang yang suka berhutang. Sheilla Inggrid akan membayar sisanya sedikit demi sedikit...," Kata Sheilla dengan mata berbinar-binar.

"Gak usah, itu buat lu. Karena lu udah mengkhawatirkan Alan." Kataku.

"Hah? Gak masuk akal banget alasannya." Dia menohokku. Mana mungkin aku bilang tujuanku yang sebenarnya.

"Kalo.., kalo lu suka itu, nanti gue yang bayarin. Lu gak usah ganti..," kata Alan tiba-tiba.

"Gak. Aku gak bisa Nerima ini." Katanya malah memberikannya lagi padaku.

"Loh? Kenapa?"

"Pokoknya gak bisa. Dia gak aman di rumah aku...., Nanti kalo aku menemukan dia sudah dalam bentuk abu bagaimana?? Enggak..., Itu akan jadi mimpi buruk." Katanya mulai aneh, bahkan Alan memandangnya dengan heran. Jadi bukan aku yang merasa dia aneh,kan.

"Mamaku gak suka aku punya kayak ginian. Yang ada nanti dibuang dan dibakar. Kak Alvin simpan aja ini. Atau dijual aja lagi. Enggak. Aku gak mau mimpi burukku terulang lagi. Rasanya separuh jiwaku pergi." Katanya sambil berjalan keluar kelas dan pergi.

Aku dan Alan hanya memandang ke arah pintu kelas dengan heran. Lalu kita berdua saling memandang,

"Dia kenapa?" Kataku dan Alan bersamaan.

Kami terdiam sejenak, lalu aku memilih duduk di bangkuku dan membuka ponselku lalu bermain game. Aku benar-benar bingung harus menanggapi suasana canggung ini bagaimana.

Tiba-tiba Alan duduk di sebelahku.

"Jujur.., gue kesel sama lu !" Katanya to the point. Aku langsung berhenti main game di ponselku,

"Kenapa elu bisa tau apa yang disukai Shei, sedangkan gue gak tau...," Katanya. Ia lalu meninju pundakku pelan,

"Hebat lu..., Bisa bikin dia melayang tinggi dan langsung menjatuhkannya, hahaha...,"

Aku langsung tersenyum,

"Gila.., gue barusan ngira elu jealous..., Duuh.., jantung gue sempet berhenti sejenak, tau gak...," Kataku mengungkapkan semua yang aku pikirkan.

"Gue? Jealous sama cewek kayak Shei ? Gila kali. Dunia udah terbalik kalo itu sampe terjadi, hahaha...," Kata Alan lalu keluar kelas.

1
Secret
semangat kak upnya
Jaming
ceritanya asyik.... gk bertele tele...
🎹Ma²Uzda: terimakasih, semoga menikmati ceritanya ya 🙏😊
total 1 replies
Dian Amelia
kok hany segitu endnya thor
🎹Ma²Uzda: emang cerita aslinya sampe segitu doang, besok tapi mau ada extranya, nantikan ya
total 1 replies
Dian Amelia
bha....ha....ha....lucu ya cinta monyet
Dian Amelia
hhmm
Diah Fiana: Izin promosi ya kak 🙏🙏
Mampir yuk ke novel pertamaku "CINTA HARTA DAN PERSAHABATAN" 😍

Rutin up setiap hari 😘
Ditunggu kritik dan sarannya 😊
Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Dian Amelia
thor.....rasanya ga masuk akal
🎹Ma²Uzda: itulah anehnya hidup, kadang kita sering menghadapi masalah yang gak masuk akal...,
eh, malah curcol 😂🤭
total 1 replies
Yanti Bi
si alan lucu ya
Yanti Bi
lanjut thor
iin_andiniip
so sweet nya mereka berdua😍😍😍
Diah Fiana: Izin promosi ya kak 🙏🙏
Mampir yuk ke novel pertamaku "CINTA HARTA DAN PERSAHABATAN" 😍

Rutin up setiap hari 😘
Ditunggu kritik dan sarannya 😊
Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
iin_andiniip
padahal emg Alan cemburu 🤣🤣🤣
Diah Fiana: Izin promosi ya kak 🙏🙏
Mampir yuk ke novel pertamaku "CINTA HARTA DAN PERSAHABATAN" 😍

Rutin up setiap hari 😘
Ditunggu kritik dan sarannya 😊
Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Alya_Kalyarha
aku dah mampir ya thor, semangat selalu buat nulisnya dan sukses selalu buat karyanya ,makasih ya udah mampir di karyaku
Diah Fiana: Izin promosi ya kak 🙏🙏
Mampir yuk ke novel pertamaku "CINTA HARTA DAN PERSAHABATAN" 😍

Rutin up setiap hari 😘
Ditunggu kritik dan sarannya 😊
Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "sahabat atau cinta" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih

NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!