NovelToon NovelToon
Luxia System

Luxia System

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:110.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahel wii

Seorang pria lajang bernama Hyun Wo bereinkarnasi setelah tewas akibat insiden serangan penembakan di pusat perbelanjaan.

Ia lalu bereinkarnasi ke dunia yang dipenuhi oleh sihir, kekuatan supranatural, magis, dan bermacam lainnya.

Beruntungnya ia di bantu oleh sistem misterius bernama "Luxia System" yang memberikan saran dan Quest berhadiah poin khusus yang dapat ditukar dengan skill unik dan item menarik.

Dengan mengalahkan monster jahat Hyun Wo dapat menaikkan level dirinya hingga menjadi yang terkuat serta mendapatkan bonus tambahan dari misi menyelesaikan Quest.

Serta melalui perkembangan diri secara bertahap membuatnya jadi sulit untuk dikalahkan.

Hyun Wo berambisi menjadi yang terkuat di dunia dimana yang kuat bisa menjadi Raja serta menciptakan kedamaian dunia tempatnya sekarang ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berujung Tragis

Di tengah pengejarannya terhadap Liliana dua monster bersayap tiba-tiba menghadang Hyun Wo saat dalam perjalanannya. Dua monster tersebut memandang dengan tatapan mata tajam bak predator yang hendak memburu mangsanya.

"Sepertinya aku tidak akan sempat mengejar Liliana, karena dua monster ini kelihatannya tidak akan memberiku jalan untuk sekedar kabur," ucap Hyun dalam hati menebak bahwa dirinya tidak akan bisa mengejar Liliana.

[Pemberitahuan sistem]

"Tuan, aku sarankan untuk membeli beberapa item dan skill khusus guna mengalahkan monster ini. Karena ada hadiah khusus yang bisa tuan dapatkan saat mengalahkannya."

[Misi tambahan membunuh monster]

"Bukannya poinku sedikit hanya 100 poin mana mungkin aku bisa menggunakannya?"

"Tuan belum tahu ada item dan skill sementara yang bisa tuan beli dibawah 100 poin!"

"Begitu ya, baiklah. Aku akan membelinya. Lalu hadiah apa yang bisa aku dapatkan saat berhasil mengalahkannya?"

"500 poin untuk setiap monster bersayap yang tuan bunuh."

"Gila, lumayan juga kalau aku bisa mengalahkan 10 monster sekaligus. Hanya saja menurut informasi yang Luxia katakan monster bersayap ini memiliki kecepatan yang lumayan cepat saat bergerak. Bahkan levelnya lumayan tinggi jika di catat dalam buku tingkatan monster," ucapnya dalam hati membayangkan hadiah dan risiko yang tidak sebanding.

"Oh ya Luxia? Bagaimana jika aku terbunuh?" tanya Hyun mengeluarkan pertanyaan yang mengganjal dalam hatinya.

"Tentu saja tuan akan mati dan tidak bisa bangkit kembali, kecuali tuan membeli skill tertentu dalam shop pembelian. Dan harganya pun sangat mahal jika dihitung dengan uang karena skill tersebut sebanding dengan kegunaannya!"

"Sama seperti hukum tidak tertulis yang ada di dunia tempat asalku, bahwa yang kaya lebih diuntungkan," ucap Hyun dalam hati karena apabila dia mempunyai poin cukup banyak maka dia tidak akan kesulitan untuk kemungkinan kedepanya.

Hyun Wo mengecek kembali item dan skill yang akan dia beli, sepertinya memilih item harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Dan itupun yang dilakukan oleh Hyun Wo sekarang.

"Form remover, skill ini sepertinya cocok pada saat keadaan terdesak. Lalu blood sword sebagai damage dan penambah kekuatan serang.

Form remover adalah salah satu skill yang dapat membuat si pengguna menghilang dalam sekejap, memiliki durasi 3 detik serta durasi pengaktifan kembali pada 4 detik setelahnya. Pasif unik membuat pengguna kebal dari serangan apapun saat menghilang hanya pada 1 detik. Masa berlaku 10 menit.

Sedangkan Blood sword adalah salah satu item penyerangan yang cocok bagi pengguna serangan jarak dekat memiliki pasif unik saat mengenai lawan hingga berdarah. Darah itulah yang akan dikonversikan menjadi damage tambahan.

Mengetahui poinnya yang sedikit Hyun Wo lebih memilih untuk membeli skill tersebut, karena hanya membutuhkan 20 poin dan 30 poin saja.

Kelemahannya skill tersebut bersifat sementara dan tidak selamanya dapat digunakan, saat membelinya menggunakan poin dibawah 100 yang terbilang relatif antara untung dan rugi.

Tap..tap..tap

Srak!

"Berhasil membuat satu monster berdarah. Kini serangan berikutnya akan di perkuat!" gumam Hyun bersemangat setelah berhasil mengenai lawannya yang dikombinasikan dengan senjata dan skill miliknya.

"Apa bocah ini tadi menghilang? tanya monster bersayap pada rekannya yang terkena serangan dari Hyun.

"Sepertinya begitu. Kelihatannya kita harus hati-hati!"

"Selanjutnya aku akan mengarahkan pedang pada leher salah satu monster itu," ucap Hyun dalam hati.

Wosh...

"Matilah bocah!"

Tiba-tiba saja saat Hyun Wo memejamkan mata ia sudah berada pada posisi menyulitkan, karena dua monster bersayap tersebut ada disebelah sampingnya hendak menyerangnya secara bersamaan.

Brak!!!

Tanah bekas pukulan itupun hancur membentuk bagian dalam sementara satu monster terlihat mengeryitkan dahi kebingungan melihat bekas hantaman pukulannya. Karena orang yang dihajarnya tidak ada sama sekali.

Sebelum kejadian berhasil di detik 1,5 Hyun Wo menghilang pada saat pukulan dua monster bersayap tadi menyerangnya. Sebetulnya percuma jika Hyun Wo menghilang dia masih bisa terkena pukulan, namun karena pasif dari skill menghilang tersebut dia jadi selamat.

"Kemana tubuh bocah yang tadi kita hajar? Kurasa serangan mematikan tadi sudah mengenainya, aku nyakin sekali?"

"Mungkin tubuhnya telah hancur akibat serangan mematikan yang kita targetkan kepadanya."

"Kalau iya..."

Crak!

"Argh..."

Dari arah belakang Hyun Wo langsung menebas leher monster yang sedang berbicara pada rekannya, keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Hyun Wo sebagai balasan terhadap serangan kedua monster padanya tadi.

Brak!

Pedang yang dipegangnya terlihat memancarkan cahaya kemerahan sekilas menandakan kekuatan daya serang berikutnya meningkat.

"Akhirnya aku berhasil mengalahkan satu. Kini harusnya bukan masalah saat menghadapi monster yang satunya," ucap Hyun dalam hati mengatakan keberhasilan dirinya yang bisa membunuh salah satu monster bersayap dengan mudahnya, meski harus menggunakan cara yang terbilang licik.

"Arg... aku akan membunuhmu bocah!!"

Satu monster tersebut langsung dengan cepatnya menuju ke arah Hyun Wo secara terang-terangan. Dan...

Sementara di waktu yang sama Liliana telah kehabisan tenaga saat melawan ketua monster bersayap hingga membuat nafasnya berat saat bernafas dan tersengal-sengal.

Mananya kini telah habis setelah berbagai jurus sudah ia keluarkan demi menghadapi ketiga monster sekaligus.

"Kekuatan supranatural milikmu lumayan hebat gadis, hanya saja perlu didikan orang yang lebih mahir agar kau dapat belajar darinya. Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, kau ikut denganku ke markas tempat kami. Disana ada beberapa master kekuatan supranatural yang bisa mengajarimu!" ucap ketua monster memberi kesempatan kepada Liliana yang sudah kehabisan tenaga dan mana. Ketua monster tersebut mengakui kekuatan supranatural milik gadis didepannya lumayan berguna bagi tujuan terbesarnya.

"Lebih baik aku mati daripada mengikuti monster jahat sepertimu!" jawab Liliana, matanya menatap ketua monster dengan sorot mata kebencian dan tidak suka.

Ada rasa ingin membunuh yang kuat dalam diri Liliana yang terarah kan pada ketua monster tak jauh di depannya. Walaupun saat ini kondisinya terluka di bagian tangan dan kakinya.

"Mata biru mu itu terlihat sangat indah dan cantik, sayangnya digunakan untuk melihatku dengan tatapan paling aku benci. Tatapan kebencian serta niat membunuh," ucap ketua monster menangapi tatapan benci dari gadis yang melihatnya. Ketua monster sendiri memiliki masa lalu pahit saat mengingat orang bermata biru.

Hendak menggunakan kekuatan yang tersisa sembari menyembunyikan aksi dadakannya, Liliana berpura-pura pasrah saat ketua monster sedang mendekatinya.

"Maafkan aku ibu, ayah, aku akan menyusul kalian setelah berhasil mengalahkan monster ini," dalam hati Liliana menangis mengingat kembali kedua orang tuanya yang telah mati terbunuh oleh monster.

Anggapan itu ia simpulkan saat melawan ketiga monster sebelumnya, salah satunya mengatakan jika dirinya pernah membunuh dua orang yang memiliki ciri sama dengan orang tua Liliana.

"Death aisle..."

Di waktu ketika kekuatan supranatural terkuat milik Liliana dikeluarkan, ketua monster langsung menyadari dan menghilang dalam sekejap. Lalu muncul secara tiba-tiba didekat Liliana dan menghajarnya dengan keras.

Pada akhirnya Liliana tergeletak tanpa bisa bergerak sedikitpun. Pada waktu itulah ketua monster menghampirinya untuk mengambil mata Liliana.

"Aaagrh!!!"

"Aku sangat benci mata biru ini, mata penuh dosa yang pernah merenggut kedua nyawa..." belum selesai bicara ketua monster dikejutkan oleh suara seseorang.

"Aku terlambat!?"

1
Jeme Sham
Luar biasa
Anggraini Nacita
lemah naif lagi ahh mmbosankan
Dr. Rin
kok ngakak yak 😅
Dewi: Penggambaran suara kah
total 1 replies
Dr. Rin
kok aku bacanya suka Eddard ya 😅 keseringan liat Game of Thrones kayanya 😁
Dewi: hehe..
total 1 replies
Dr. Rin
ngode 😂
Dewi: hehe iya
total 1 replies
Dr. Rin
klw ucapan salam hati aku saranin pke kutip satu aja kak 👍
Dewi: Iya, makasih feedbacknya
total 1 replies
opik Dtt
baru sampe chapter 20 ku baca udah gak asik, blm kuat aja udah di bebani dengan para wanita, mana mc nya terlalu naif
opik Dtt
jangan2 novel ini sama aja dgn novel2 yg lain nya, mc belum kuat udah di bebani dengan para wanita
opik Dtt
gi mana MC mau jadi kuat, kalau ada beban yg di bawa
Dr. Rin
kasian sekali mak...
choro2
mcnya punya kasur, aneh pas rengkarnasi mcnya tidur di alas kain tipis, perbaiki lagi thor alur bagus tp byk ga nyambung pejelasanya
choro2
bagaimana sih tor liananya matanya udah di congkel kok masih bisa berlinang air matanya
Nino Ndut
disini sistemnya lebih sulit y..n g gampang kayak sistem2 di novel lain..nice thor
Dewi: Makasih feedbacknya kak
total 1 replies
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mc kau harus lebih kuat lagi!
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Kenapa aku ngerasa Sejauh ini Mc cuma kesulitan sama seorang wanita sahaja... Atau cuma perasaanku aja?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Bukan Licik, Tapi Bijak, kau saja yang terlalu sombong... Aku lupa kalau Elf itu adalah Sosok yang sombong dan menganggap diri mereka lebih tinggi dari pada ras lain
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mantap Lord! Aku bangga padamu hahahahahaha!?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Huh, Dasar... Mc yang sabar aja mereka itu cuma cecunguk yang hanya bisa meminta bantuan kepada banyak orang
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hoaaam, Kau mencari koneksi dengan cara yang lumayan Lord, Mantap
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Wow, Sayap asli? Apakah Lia itu cuma anak yang di besarkan ketua guild dan istrinya tapi sebenarnya mereka bukan keuda orang tua asli Lia?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!