Sebuah cerita hidup mengisahkan tentang sebuah pernikahan yang tidak diinginkan sama sekali. pernikahan yang dilakukan disebabkan sebuah tragedi kecelakaan yang tanpa disengaja oleh Zahra. menewaskan seorang wanita. hal tersebutlah membuat seorang Rey murka dan ingin membalalaskan dendamnya atas kematian kekasihnya tersebut dengan cara menikahi Zahra
Bagaimanakah selanjutnya? Zahra akan berpisah atau sebaliknya?
ig@olan_tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olan tari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Pulang
paginya, matahari mulai menampakan dirinya. seorang gadis masih dengan pulasnya tertidur, gadis itu ialah Zahra.ia terlihat masih nyaman dengan alam mimpinya.Rey yang melihatpun langsung membangunkan Zahra dengan suara yang terbilang sedikit keras.
" Heh! bangunlah " Rey membangunkan Zahra sembari menatap jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kekarnya. Zahra yang mendengar asal suara yang cukup ketar dikedua telinganyapun langsung terbangun dengan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya mencari asal suara tersebut. saat ia membuka kedua matanya dengan jelas ia mendapati Rey didepanya dengan mengenakan jas dan perlengkapanya.
" Kita akan kemana? " tanya Zahra sedikit ragu.
" Pulang kerumahku lah. kau kira apa " kedua tangan Rey ia pangku didada bidangnya.
" Baiklah, aku akan bersiap-siap sebentar " balas Zahra dengan suara yang lembut.Rey yang mendengarpun hanya memiringkan senyuman sinisnya ke Zahra.
" Cepatlah, aku tidak banyak waktu menunggumu terlalu lama " Rey membalas dengan nada dinginya kembali.pun Zahra yang mendengarpun hanya mengiyakanya.ia bersiap-siap dengan cepat agar Rey tidak menunggunya terlalu lama. setelah selesai, mereka berduapun masuk kemobil.namun saat Zahra membuka pintu mobil depan yang bersebelahan dengan suaminya.Rey dengan dinginya menghentikan Zahra.
" Kau mau kemana? " tanya Rey.
" Duduk, memang aku harus apa lagi " Zahra terlihat sangat kaku disertai rasa takut ketika melihat dikedua bola mata Rey yang menurut Zahra sangat tajam dan menyeramkan.
" Duduk dibelakang! aku tidak sudi duduk dekat denganmu " titah Rey.
" Kasar sekali " batin Zahra, rasanya ingin sekali ia mengucapkan langsung.namun ia urungkan karena takutnya akan memperbesar masalah.
" Baiklah " Zahrapun naik dibelakang. setelah Zahra naik, Rey mulai mengendarai mobilnya.
diperjalanan, tidak ada suara yang terdengar diantara mereka berdua.yang ada hanya suara mesin mobil dan suara klakson kendaraan lainya seperti hal biasanya dijalan raya.Zahra hanya merenung kearah luar tanpa sadar jika telah sampai dikediaman tempat tinggal Rey suaminya.
" Turunlah! " ketus Rey keluar dari mobil.Zahrapun keluar mengekori Rey didepanya.
saat Rey membuka pintu tersebut, Zahra dibuat kagum denga n rumah tersebut yang didalamnya sangat luas dan mewah.
" Woaah besar sekali " ucap Zahra pelan namun masih terdengar jelas ditelinga Rey.
" Selamat pagi tuan Rey dan nona Zahra " sapa seorang perempuan paruh baya saat ia masuk.
" Pagi, Bi tolong antar dia kekamarnya " ucap Rey keseorang wanita tersebut yang tidak lain ialah Bi Ida pembantu dirumah Rey tersebut.
" Baik tuan. Non Zahra mari saya antarkan kekamarnya sekarang " ajak Bi Ida.Zahrapun mengiyakan denga tersenyum.
" Terimakasih Bi " ucap Zahra sambil mengikuti Bi Ida.
" Ini kamar Non Zahra ya, Bibi sudah membersihkanya.dan juga kalau ada keperluan apa-apa panggil saja Bibi didapur ya " jelas Bi Ida.Zahrapun mengiyakanya.
" Yasudah Non,kalau begitu Bibi permisi dulu " pamit Bi Ida.
" Tunggu Bi " panggil Zahra kembali saat Bi Ida ingin keluar dari kamar tersebut.
" Ada apa Non ? " tanya Bi Ida membalikan badan kearah Zahra.
" Rey kalau boleh tau dia kemana ya Bi ? " tanya Zahra heran.karena saat ia diantar oleh Bi Ida kekamar, sebelumnya ia melihat Rey kembali keluar.
" Tuan Rey kembali kekantor sepertinya Non " balas Bi Ida ke Zahra dengan sedikit terlihat kasihan karena ia tau semua tentang pernikahan yang terjadi antara Rey dan Zahra.
" Ooh yasudah Bi. eeh Bi jangan panggil Zahra Non lagi ya.panggil dengan Zahra saja " ucap Zahra sambil tersenyum.
" Non Zahra saja biar saya tidak segan berbicara Non " sengir Bi Ida. Zahra yang mendengarpun hanya tersenyum pasrah.
" Terserah Bibi saja " balas Zahra.
" Yasudah Non, saya pamit kedapur dulu " pamit Bi Ida.pun Zahra mengiyakanya.setelah Bi Ida tidak lagi dikamar, Zahra menjatuhkan tubuhnya disofa kecil yang berada dikamarnya.
" Luas sekali kamar ini " Zahra memperhatikan disekelilingnya, tidak lama setelah itu Zahrapun tertidur karena terlalu lelah dengan acara pernikahanya kemarin.
🌸🌸🌸🌸🌸
Jam menunjukan pukul 15:00 sore, Zahra bangun dari tidur lelapnya. ia membuka pintu kamar dan melangkah kearah dapur karena perutnya yang terasa sudah sangat lapar.
" Masak apa Bi ? " tanya Zahra ke Bi Ida yang terlihat memasak didapur.
" Non Zahra sudah bangun, ini Bibi memasak ayam goreng dan sayur bayam untuk menu makan " balas Bi Ida.
" Biar Zahra bantu Bi " Zahra menghampiri Bi Ida.
" Tidak perlu Non, inikan pekerjaan Bibi, mendingan Non Zahra mandi dulu terus nanti makan " sengir Bi Ida.entah kenapa saat melihat Zahra Bi Ida merasa begitu akrab.
" Baiklah Bi " balas Zahra.iapun kembali kekamar untuk mandi.
setelah beberapa menit, Zahrapun keluar dari kamar menuju dapur untuk makan diruang makan. saat sampai ia mendapati Rey yang terlihat duduk menyuapi makanan dimeja.
" Sudah pulang Bang Rey " sapa Zahra.
" Aku pulang atau tidak bukan urusanmu " balas Rey kembali menyuapi makananya.Zahra yang mendengar balasan dari Rey pun hanya terdiam.
" Silakan duduk Non " ajak Bi Ida mempersilakan Zahra makan.
" Baik Bi " .
" Siapa yang menyuruhmu duduk? " ketus Rey dengan tatapan tajam.Zahrapun kembali berdiri dan terdiam.
" Bi, jangan suruh dia makan bersamaku " perintah Rey dengan tegas.
" Tapi Tuan, kan Non Zahra juga lapar " ucap Bi Ida.suasana dapur sore itu terdengar mencekam karena Rey.
" Bi Ida! ini perintah saya.atau mau Bi Ida saya pecat ! " ancam Rey.
" Tidak apa-apa Bi, nanti saja Zahra akan makan. Zahra permisi dulu Bi dan juga bang Rey " pamit Zahra yang berusaha untuk tetap terlihat tegar dan baik-baim saja dihadapan Bi Ida dan juga Rey.
" Baguslah kau tau diri " Rey kembali menyuapi makananya.pun Zahra meninggalkan dapur menuju kamarnya kembali.sementara Bi Ida hanya melihat Zahra pergi karena ia tidak dapat membelanya dihadapan Rey.
saat sampai dikamar, tangis Zahra pecah tanpa bersuara. ia benar-benar merasa diperlakukan seolah binatang yang menjijikan oleh Rey.
" Tuhan, apa ini penebusan dosa-dosaku ? jika memang benar, tolong kuatkan aku " ucap Zahra disela tangisnya.
" Dan juga jadikanlah aku istri yang selalu sabar atas perlakuan bang Rey padaku " Zahra menepis air matanya berkali-kali, namun tetap saja air matanya masih deras mengalir dikedua pipinya.jujur saja walaupun ia terlahir dari keluarga yang sederhana tapi kedua orang tuanya Rafsi dan Reny tidak pernah memperlakukanya dengan buruk.ia selalu dimanja oleh kedua orang tuanya.saat menikah dengan Rey ia harus menerima kenyataan atas perlakuan yang menurut Zahra sangat asing baginya.namun mengingat rasa bersalahnya dengan Joey.mau tidak mau ia harus ikhlas menerima perlakuan Rey padanya.
.
.
.
.
.
next episode selanjutnya ya. jangan lupa bagi yang udah baca untuk like,coment serta votenya untuk menyemangati author dalam menulis❤🥰
saling menyemangati 💓💓💪💪
so sweet ceritanya kak...
tak tunggu ya kak up.nya 🥰